NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:246.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

"Disaaaa!!"

Suara cempreng itu mengejutkan Disa. Refleks, tubuhnya terbangun. Disa mendengkus kasar setelah menoleh ke arah pintu untuk melihat makhluk sialan yang sudah mengejutkannya itu.

"Vina! Apaan sih kamu datang-datang langsung teriak gitu? Kamu pikir aku budek apa?" omel Disa. Rasanya ingin ia kutuk Vina detik itu juga. Tidak tahukah dia kalau Disa sedang berada di fase senggol dikit bacok?

"Kamu yang kenapa, Nyet?" Vina masuk ke kamar Disa tanpa menunggu dipersilahkan. Dia duduk di tepi tempat tidur, berdekatan dengan Disa.

"Ibu kamu bilang, kamu cerai sama Cakra? Beneran, Dis?" tanya Vina. dengan penuh perhatian, Vina mengusap-usap lengan Disa. Berharap Disa akan tenang dan mau bercerita.

"Iya," Disa menjawab dengan nada malas. Malu sebenarnya keretakan rumah tangganya diketahui oleh orang lain, tetapi cepat atau lambat semuanya pasti akan terbongkar, kan? Pengikut-pengikutnya di media sosial akan segera tahu kehancuran rumah tangga yang nyatanya tak semanis konten-konten buatannya.

"Kenapa?" Risa bertanya prihatin. "Beneran Cakra selingkuh?"

Pelan, Disa menoleh ke arah Risa. Matanya berkaca-kaca. "Kamu pasti nggak percaya, kan? Sama. Aku juga nggak percaya, Vin. Semuanya terjadi tiba-tiba gitu aja."

"Jadi benar? Cakra selingkuh sama Risa?" Vina memang tidak mengenal Risa, tetapi dia tahu Risa adalah salah satu sahabatnya Disa karena Disa juga kerap membagikan momen kebersamaan dengan Risa di media sosialnya.

Disa mengangguk, satu tangannya mengusap pipinya yang kembali basah. "Iya. Risa udah hamil."

"Lho ... Kata ibu bukannya kamu yang hamil?" Vina melebarkan kedua matanya.

Disa menghembuskan napas panjang. Akhirnya ia ceritakan semuanya kepada Vina.

"Kamu tau kan kalau aku sama Mas Cakra itu pejuang garis dua? Aku udah berhasil hamil, Vin, malem kemarin tuh aku mau ngasih kejutan buat dia, tapi dia malah pulang sambil bawa Risa, dan bilang kalau Risa udah hamil anak dis," tutur Disa. "Coba bayangin kalau jadi aku? Sakit kan?"

Vina menyimak cerita Disa baik-baik. "Jadi ... Si Cakra udah tau belum kalau kamu lagi hamil?"

Disa menggeleng, "Belum. Aku gak jadi ngasih tau, biar dia gak usah tau sekalian. Dia nganggep aku gak bisa ngasih dia keturunan mananya dia diam-diam menikah sama Risa dan bikin Risa hamil."

Vina menghela napas pelan. Tak menyangka Cakra tega berbuat seperti itu, padahal dia adalah pasangan yang selalu menunjukkan keromantisan di depan publik. Kelihatannya dia cinta benar dengan Disa, eh ternyata ....

"Terus, kamu sekarang gimana? Ngapain kamu ngurung diri di kamar sambil nangis-nangis gini?" Vina mencengkram pelan dagu Disa, merasa gemas dengan tingkah Disa.

"Laki-laki kayak Cakra gak pantes kamu tangisi!"

"Aku sakit hati banget, Vina... Kamu nggak tau sih gimana rasanya makanya ngomong gitu."

"Sakit hati sih sakit hati, Dis ... Tapi jangan lemah gini dong! Kalau kamu kayak gini terus, si Risa Risa itu pasti seneng liatnya. Kamu harus buktiin dong kalau kamu tetep bisa bahagia tanpa Cakra. Jangan sampai si Risa ngerasa menang!" Vina berkata berapi-api.

"Gak semangat," keluh Disa sembari mendesah.

"Hadeehhh Disa, Disa. Inget dong kamu lagi hamil, kamu harus sehat, Dis. Keluar yuk ke depan. Temenin aku makan pecel." Vina tetap memberi semangat dan support supaya Disa tidak terus menerus terpuruk di dalam kamar.

"Dari dulu makan pecel terus kok kamu nggak bosen sih," cibir Disa.

"Pecel adalah belahan jiwaku!" seru Vina ngelantur.

Demi satu porsi pecel gratisan, Vina terus memaksa dan merayu Disa agar wanita itu mau keluar dari kamarnya. Tangan Disa ditarik-tarik.

"Ayo move on, Dis, move on! Aku bantu kamu biar cepet move on. Cowok gak cuma si Cakra aja. Biar aja Cakra diambil sama pelakor, aku sumpahin kamu dapat pengganti yang jauuuuhhhh lebih baik dari pada si Cakra itu! Lebih kaya, lebih ganteng, lebih segala-galanya," cerocos Vina panjang lebar.

Telinga Disa terasa berdengung. Suara Vina seperti nyamuk di telinga. Mau tidak mau, suka tidak suka, akhirnya Disa turun dari tempat tidur meski dengan malas-malasan.

Vina tersenyum lebar. Dia segera menggamit erat lengan Disa, mengajaknya ke depan, ke warung ibunya Disa.

"Ibu ... Nih anaknya udah mau keluar kamar!" adu Vina bangga.

Kebetulan pecelnya sudah jadi. Vina segera ambil posisi. Memaksa Disa untuk duduk di sebelahnya.

"Mau pecel juga, Dis?" tawar Rahmi.

Disa menggeleng, "nggak, Bu. Disa maunya rujak."

"Oh mau rujak? Bentar ya ibu buatin."

Disa mengangguk, sementara ibunya bergegas membuatkan rujak untuk Disa sambil tersenyum. Dia yakin, pelan-pelan Disa pasti akan kembali ceria seperti dulu.

Beberapa saat kemudian, ketika Vina baru saja menghabiskan pecelnya dan Disa baru makan beberapa suap rujaknya, datang sebuah taksi online yang mengantarkan barang-barang milik Disa yang sebelumnya masih tertinggal di rumah Cakra.

Disa tertegun. Segitu cepatnya kah Cakra ingin menghapus semua jejak Disa yang tertinggal?

Apakah benar sudah tidak ada setitik pun rasa yang tertinggal di hati pria itu untuk Disa?

*

Setelah menyuruh taksi online untuk mengantarkan semua barang-barang Disa hingga tak ada satu pun yang tertinggal, Cakra mengajak Risa mengunjungi rumah orang tuanya. Dia akan memperkenalkan Risa sebagai istri barunya yang menggantikan Disa, serta memberitahukan kabar kehamilannya.

Kebetulan hari itu weekend. Hadrian, papa Cakra, ada di rumah. Hanya pria itu yang menentang habis-habisan keputusan Cakra. Sementara Yuni, mama Cakra, dan saudara-saudara Cakra yang lainnya sangat setuju dengan keputusan Cakra.

Buat apa mempertahankan wanita yang jelas-jelas tidak bisa memberikan keturunan? Begitu kata mereka. Lebih baik memang menggantikan wanita itu dengan wanita yang mereka anggap subur.

"Itu berati bukan kamu yang mandul, Cakra. Kamu subur karena terbukti bisa membuat wanita lain hamil. Memang si Disanya saja yang bermasalah," kata Yuni.

Mendapat dukungan penuh dari mamanya Cakra, Risa merasa sedang berada di atas awan. Ditambah lagi, mereka semua menjelek-jelekkan Disa, semakin membuat Risa melambung.

"Tapi seharusnya Cakra tidak boleh memperlakukan Disa seperti itu! Kalian dulu menikah atas kemauan kalian sendiri, atas dasar cinta, bukan karena paksaan dari pihak manapun! Cakra, seharusnya kamu jangan mempermainkan sebuah ikatan yang suci. Apa setia akan membuat kamu mati?" Hadrian menatap tajam anak lelakinya.

Entah menurun dari mana kelakuan Cakra ini. Padahal dirinya tidak seperti itu. Hadrian selalu memberikan contoh sebagai papa dan suami yang baik.

"Buat apa sih setia sama orang yang nggak bisa memberikan anak, Pa?" balas Yuni membela Cakra. "Tujuan menikah itu apa kalau tidak ingin mempunyai keturunan? wajar dong kalau Cakra menceraikan Disa karena Disa nggak bisa hamil."

"Bukan nggak bisa hamil, tapi belum!" tegas Hadrian.

"Belum? Terus Cakra harus nunggu sampai kapan? Sampai mama semakin bertambah tua dan nggak bisa menggendong cucu sendiri?" cecar Yuni membalas omongan suaminya tak kalah sengit.

"Setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya, Ma! Hukum tabur tuai itu nyata! Cakra sudah mengkhianati Disa, menyakiti Disa, papa cuma nggak mau nantinya dia akan menyesal."

"Aku sudah berusaha menahan Disa, Pa." Cakra ikut bersuara, seolah sedang membela dirinya sendiri. "Aku udah menyuruh Disa untuk jangan pergi, aku nggak masalah kalau dia nggak bisa hamil."

"Ya jelas dia memilih pergi," Hadrian semakin melototi Cakra. "Perempuan terhormat tidak akan mau berbagi suami dengan perempuan lain."

Merasa tersindir, wajah Risa memerah bak kepiting rebus. Diam-diam, ia menggeram di dalam hati.

...****************...

1
Yunita Sophi
Alhamdulillah Andre datang untuk menikahi Risa... Rayyan dan Andre nikah bareng aja biar seru...
Diny Julianti (Dy)
bukanny panggil ibu kenapa tadi manggil ma
Ma Em
Semoga Disa secepatnya menikah dgn Rayyan agar tdk ada orang yg bisa memisahkan Disa dgn Rayyan , begitu juga Risa secepatnya menikah dgn Andre agar Zara bisa merasakan kasih sayang dari papanya .
weewwww ky nya papa terigu main tikungan tajam lagi niihhh😒
walllaaahhh.. pantesan risa jahat ke disa😒
syaitoonn emang si mama nya nih, bukan nya insyaf, tobat.. malah makin gila aja akal nya😒
Untung bapak baik bgt sama disa, sejak mereka bercerai, hamil dan sampe melahirkan.. maka nya bpk setiap saat, setiap waktu masih ada kesempatan jumpa si kembar🤭
lagian othor kasih nama bini sah vs valak dgn nama yg hampir mirip.. jadi typo mulu kan🤭
Sky: lah iya yak? 🤣🤣🤣 maap ya kak
total 1 replies
yazelin
lama amat nunggu updatenya thor😭
Sky: maaf kak 😭
total 1 replies
wkwkkk.. lo kira barang hasil rampasan bakal selama nya ada dlm genggaman lo utk lo nikmati 🤭🤣🤣🤣
lo boleh curiga gitu ya mantan mamer.. nanti lo yg bakal menyesal saat tau anak Risa ternyata bukan darah daging anak lo si terigu Cakra😒
Luar biasa
Vivi Zenidar
Alhamdulillah... kehidupan Risa membaik. Dan Andre mau menikahi Risa
wkwkkk kasian Risa, udah capek2 rebut suami temen nya sendiri.. tetap aja ga bisa go publik.. tetap disembunyikan wujud nya🤭🤣🤣🤣
Retno Harningsih
up
Oma Gavin
semua akan bahagia dgn jodoh masing"
Yunita Sophi
siapa itu yah yg membayar orang untuk menghasut... apa si Cakra atau siapa
Yunita Sophi
jangan mau Disa nikah lg sama Cakra... apaan mau sama dia lg gak penting banget..
Retno Harningsih
up
Soraya
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!