NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan Arvin

Pernikahan Rahasia Tuan Arvin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Demi menyelamatkan nyawa adiknya yang kritis di ICU, Dania Kirana terpaksa menerima syarat gila dalam surat wasiat seorang konglomerat: menikah dengan Arvin Dirgantara, CEO dingin yang penuh prasangka.
Arvin menganggap Dania wanita matre yang memanfaatkan kakeknya demi harta dan 51% saham perusahaan. Sementara Dania bertaruh harga diri demi bertahan dalam pernikahan rahasia berdurasi satu tahun.
Di balik pernikahan penuh ancaman dan perjanjian kertas ini, bahaya besar mengintai dari Dion—sepupu Arvin yang haus kekuasaan. Mampukah Dania membuktikan dirinya di tengah kepungan musuh, ataukah pernikahan rahasia ini justru menjebak mereka dalam benih cinta yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Batas Profesional dan Kejutan Pertama

Kehidupan di penthouse terasa bagai berjalan di atas lapisan es tipis. Selama tiga hari pertama, Dania dan Arvin nyaris tidak saling sapa. Mereka hidup bagai dua planet yang bergerak di orbit berbeda: Arvin berangkat sebelum matahari terbit, dan Dania menyibukkan diri dengan berkas-berkas desain interior pesanan klien lepasnya.

Pagi itu, suara gemerincing piring di dapur memecah kesunyian. Dania sedang menyeduh kopi hitam tanpa gula ketika Arvin melangkah keluar dari kamarnya dengan setelan jas abu-abu gelap yang sangat rapi.

Arvin menghentikan langkahnya sejenak saat aroma biji kopi yang pekat menyeruak di udara. Ia menatap Dania yang mengenakan kaus santai dan kacamata berbingkai tipis, sibuk mengamati cetakan denah bangunan di meja makan.

"Kopi itu... pakai biji apa?" tanya Arvin datar, mencoba mencairkan kekakuan yang aneh.

Dania menoleh singkat dari kertas denahnya. "Arabika Toraja. Saya ganti kopi sachet di dapur dengan ini. Kalau Anda tidak suka, saya bisa buang."

"Tidak perlu," sahut Arvin seraya melangkah mendekat. Ia menuangkan kopi itu ke dalam cangkirnya sendiri dan menyesapnya pelan. Kerutan di dahinya sedikit mengendur. Rasanya persis seperti kopi racikan kakek.

Arvin kemudian melirik lembaran kertas yang berserakan di depan Dania. Terlihat sketsa skematik ruang komersial dengan garis-garis presisi yang digambar menggunakan tangan.

"Kamu menggambar denah itu sendiri?" tanya Arvin, suaranya mengandung nada menilai.

"Ini pekerjaan saya, Tuan Arvin," balas Dania tanpa mengalihkan pandangan dari penggaris skala miliknya. "Saya desainer interior. Saya tetap harus bekerja kalau tidak mau mati kelaparan setelah kontrak satu tahun kita selesai."

Sindiran halus itu tepat sasaran. Arvin berdeham pendek, menutupi rasa canggungnya.

Tiba-tiba, ponsel kerja Arvin berdering nyaring. Ia menggeser tombol hijau dan menempelkannya ke telinga.

"Ya, Rian?" Arvin mendengarkan penjelasan sekretaris pribadinya di seberang telepon. Namun, seiring berjalannya percakapan, raut wajah Arvin berubah drastis. Matanya menyipit tajam.

"Apa maksudmu konsultan interior membatalkan revisi maket Grand Dirgantara Tower secara sepihak?" suara Arvin meninggi, dingin dan menekan. "Presentasi dengan jajaran investor asing diadakan nanti sore jam empat! Kenapa baru laporan sekarang?"

"Maaf, Pak Arvin. Ternyata tim konsultan lama itu orang-orangnya Pak Dion," jawab Rian dari seberang telepon dengan nada panik. "Mereka sengaja menarik semua draf desain utama dan mengunci akses file server agar proyek bernilai ratusan miliar ini batal atau ditunda!"

Arvin mengepalkan tangannya kuat-kuat. Permaianan Dion makin kotor. Dion sengaja membuat Arvin terlihat tidak kompeten di depan para investor internasional sore nanti agar dewan komisaris meragukan kepemimpinannya.

"Cari tim pengganti sekarang juga," perintah Arvin tegar.

"Waktunya tidak akan sempat, Pak! Revisi fungsi pencahayaan dan penataan ruang lobby utama butuh waktu minimal dua hari, sedangkan presentasi tinggal enam jam lagi..."

Arvin menutup teleponnya kasar. Ia memijit pelipisnya yang mendadak pening. Jika proyek Grand Dirgantara Tower tersendat, nilai saham perusahaan akan merosot dan posisi CEO-nya akan makin goyah.

Dania, yang mendengar seluruh percakapan telepon itu dari meja makan, memperhatikan raut frustrasi di wajah Arvin. Ia melihat denah kasar proyek Grand Dirgantara Tower yang sempat terbuka di tablet kerja Arvin di atas meja.

Dania mengamati struktur penataan ruang di draf tersebut sebentar, lalu berdeham pelan.

"Masalahnya ada di integrasi pencahayaan alami dan sirkulasi penonton di atrium utama, kan?" ujar Dania santai.

Arvin menoleh cepat, tatapannya penuh rasa tidak percaya. "Kamu mengerti struktur bangunan high-rise?"

Dania melepas kacamatanya, menatap lurus ke arah Arvin. "Proyek akhir kelulusan saya adalah perancangan interior bangunan komersial ramah lingkungan. Dan draf yang dipakai tim sepupu Anda itu terlalu kuno—mereka membuang banyak space tak terpakai di area mezzanine."

Dania mengambil pensil 2B miliknya, lalu membalikkan kertas denah di depannya. Dalam waktu kurang dari dua menit, jemari Dania bergerak lincah, menari di atas kertas putih, membuat sketsa ulang tata letak lobby yang jauh lebih modern dan efisien.

"Kalau ruang ditata seperti ini, beban pencahayaan buatan berkurang tiga puluh persen, dan alur pengunjung jauh lebih lancar," kata Dania seraya menggeser kertas sketsa itu ke hadapan Arvin. "Investor asing sangat menyukai konsep efisiensi energi seperti ini."

Arvin terpaku. Ia menatap garis-garis sketsa buatan Dania, lalu membandingkannya dengan konsep awal di tabletnya.

Desain Dania bukan sekadar bagus—ini jauh lebih cerdas, elegan, dan realistis dibanding draf bernilai ratusan juta buatan konsultan lama pilihan Dion.

Arvin menatap Dania dengan tatapan yang sama sekali baru. Keangkuhan dan prasangkanya sedikit goyah. Wanita di depannya ini bukan cuma 'gadis biasa yang butuh uang', melainkan seorang profesional berbakat yang menyimpan potensi besar.

"Berapa lama kamu bisa merapikan sketsa ini jadi berkas presentasi 3D resmi?" tanya Arvin, suaranya kini terdengar serius tanpa intonasi merendahkan.

Dania tersenyum tipis, menyandarkan punggungnya ke kursi. "Empat jam. Tapi... dengan satu syarat."

Arvin mengangkat alisnya. "Syarat lagi?"

"Anggap ini pekerjaan profesional," ujar Dania tegas. "Bayar jasa desain saya secara profesional di luar perjanjian pernikahan kita. Dan mulai hari ini... berhenti memanggil saya dengan sebutan cewek matre."

Arvin menatap mata Dania yang berbinar penuh percaya diri. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, sudut bibir Arvin terangkat tipis, membentuk lengkungan senyum tipis yang hampir tak terlihat.

"Deal," sahut Arvin singkat. "Kemasi laptopmu. Kamu ikut aku ke kantor Dirgantara Group sekarang."

1
sunaryati jarum
Tetap waspada dan cinta kalian saling mengustkan
sunaryati jarum
Cinta yang datang alami tanpa paksakan, semoga manis
sunaryati jarum
Akhirnya Arvin kan yang memulai menjadi pasangan tanpa kontrak
sunaryati jarum
Arvin berani merangkul pinggang Dania di tempat umum yang penuh tokoh pebisnis kalangan eksekutif dan penuh jurnalis
Rhea Vey: terima kasih banyak atas dukungannya, selalu memberikan komentar dan like🥰🙏. bikin author tambah semangat 🤗🤗
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah baru berpisah sebentar sudah rindu, pilihan kakekmu kok ditolak
sunaryati jarum
Nah harus ada penjelasan seperti itu agar tidak terjadi salah paham
sunaryati jarum
Karena pemaparan kamu seolah kamu tidak mau berinteraksi dengan Dania,seakan kau malu dengannya
sunaryati jarum
Dania terperangkap maksud terselubung CEO yang mulai jatuh cinta padanya 🥰🥰
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 Arvin mulai menyadari perasaannya
sunaryati jarum
Ternyata Ny Helen dan Dion, hanya perusak perusahaan dan menginginkannya uangnya
sunaryati jarum
Arvin mulai perhatian dan peduli pada Dania
sunaryati jarum
Nanti kamu makin lama terpesona dengan kepiawaian Dania, Arvin
sunaryati jarum
Apa Arvin meminta seluruh pakaian Dania di bawa ke kamarnya
sunaryati jarum
Itu kan dinding yang kau buat,emak sumpahin kamu jatuh cinta duluan
sunaryati jarum
Wow sandiwara sempurna Arvin
sunaryati jarum
Dion membuat pernikahan kontrak jadi pernikahan sesungguhnya
sunaryati jarum
Yang kamu benci akan menyelamatkan kamu,Arvin
sunaryati jarum
Mantap tekatmu Dania
sunaryati jarum
Emak suka karakter Dania yang tidak lemah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!