NovelToon NovelToon
Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.

Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?

Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.

"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar

Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kucing-Kucingan

  Kaniya dengan langkah kaki yang cepat berlari menuju rumahnya sebelum ketahuan oleh Bu Siti si pemilik rumah sederhana yang kerap ia jadikan alasan bahwa itu adalah rumahnya.

Bu Siti membuka pintu, sembari melongok kan kepalanya dari balik pintu, dan memandang ke luar. Dia melihat ke kiri dan ke kanan, tapi tidak ada siapa-siapa. Jalanan juga terlihat sunyi dan gelap, seperti tidak ada kehidupan.

Dia memanggil, "Kaniya! Kaniya, kembali! Apa itu kamu nak?" tapi tidak ada jawaban

  Dia menggelakkan kepala, seperti tidak percaya, dan kembali ke dalam rumah. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi, tapi dia tahu bahwa Kaniya yang kerap melakukan hal petak umpet seperti itu setiap jam 9 malam.

Sementara itu, Kaniya tiba di rumahnya yang megah, seperti istana yang indah. Dia mengatur nafasnya yang terengah-engah, seperti baru saja berlari maraton. Dia mencoba untuk menenangkan dirinya, tapi hatinya masih berdebar kencang. Tiba-tiba, dia mendengar suara dari belakang.

"Kaniya, apa yang kamu lakukan?"

Dia pun menoleh, seperti bunga yang menoleh ke arah matahari, dan melihat mamanya berdiri di depan pintu ruang tamu. Kaniya merasa seperti tertangkap, seperti maling yang tertangkap basah.

"Ehehehe...Mama... aku....." dia mencoba untuk menjelaskan, tapi bu Anindika sudah mendekatinya dengan wajah yang serius

"Makin hari mama perhatikan tingkahmu makin aneh saja, Kaniya. Tapi kamu gak bisa terus-menerus lari dari masalahmu..." Bu Anindika berkata, dengan suara yang lembut nan bijak

Kaniya merasa seperti ditikam belati seketika, seperti hatinya yang hancur menjadi ribuan keping. Dia tidak tahu apa yang harus dikatakan, apa yang harus dilakukan. Kaniya mencoba mengalihkan topik, seperti burung yang terbang menghindari jerat.

"Mama, aku capek. Aku mau istirahat, byeee mah...love you..." ucapnya, suaranya seperti angin yang sepoi-sepoi hampir tak terdengar

Bu Anindika memandang putri sulungnya itu dengan mata yang penuh kesedihan. Dia tahu bahwa Kaniya masih belum siap untuk menghadapi berbagai hal, tapi dia juga tahu bahwa dia tidak bisa terus-menerus melindungi Kaniya dari kenyataan.

"Tidur saja, Nak. Kita bicara lagi besok," ucapnya, suaranya tampak menyerah

  Kaniya mengangguk dan berjalan menuju kamarnya. Bu Anindika memandang kepergian putri sulungnya itu dengan hati yang berat, seperti membawa beban yang tak terhingga. Dia tahu bahwa Kaniya masih belum dewasa, masih belum siap untuk menghadapi dunia luar.

  Bu Anindika menggelakkan kepala, seperti tidak percaya, dan kembali ke ruang tamu. Dia duduk di sofa, memandang ke sekeliling ruangan yang sunyi dan gelap. Dia merasa seperti berada di dalam gua yang gelap, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kaniya, di dalam kamarnya, melemparkan dirinya ke atas tempat tidur, seperti mayat yang jatuh. Dia memandang ke langit-langit, seperti mencari jawaban yang tidak ada. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi dia tahu bahwa dia tidak bisa terus-menerus lari dari masalahnya.

...****************...

Agashtya tiba di rumahnya yang megah, seperti istana yang indah. Dia disambut oleh Mommy Arunika, yang berdiri di depan pintu dengan senyum yang hangat.

"Agashtya...Kamu pulang terlambat hari ini," tanyanya, dengan suaranya yang begitu lembut

Agashtya mengangguk, seperti bunga yang mekar, dan memelaskan tasnya.

"Maaf, Mom. Aku terjebak lalu lintas," jawabnya lembut

Mommy Arunika memandang putranya itu dengan mata yang penuh kasih.

"Gak apa-apa, Nak. Mommy sudah menyiapkan makan malam untukmu. Bintang belum pulang?" tanyanya penuh kasih sayang

Agashtya menggelakkan kepala, tanda dirinya tidak tahu, "Aku gak tahu, Mom. Aku gak ada bareng dia hari ini," jawabnya jujur adanya

Mommy Arunika mengangguk, memahami maksud Agashtya.

"Ok gak apa-apa, Nak. Mommy akan meneleponnya nanti. Mommy sudah menyiapkan makan malam untuk kalian. Mommy akan memanggilmu jika sudah siap dipanaskan," ucapnya dengan lemah lembut

Agashtya mengangguk dengan patuh dan berjalan menuju kamarnya. Dia merasa lega bahwa Mommy Arunika tidak bertanya tentang alasan apa yang membuatnya terlambat pulang dan tentang apa yang telah terjadi hari ini.

Sementara itu, Bintang dan Pak Narendra masih belum tiba di rumah. Mommy Arunika memandang ke jam, karena merasa khawatir. Dia berharap mereka tidak terlambat pulang lagi, berharap mereka tidak mengalami apa-apa yang buruk.

Tak lama kemudian, Pak Narendra dan Bintang tiba di rumah, seperti dua bintang yang bersinar bersama. Mereka disambut oleh Mommy Arunika, yang berdiri di depan pintu dengan senyum yang hangat. Pak Narendra dan Bu Arunika pun saling peluk cium di hadapan kedua putra mereka. Pak Narendra pun tersenyum merekah, seperti ayah yang bijak, dan memelaskan tasnya.

"Maaf, Sayang. Kami terlambat," uucapnya lembut

Bintang tersenyum hangat dan mensugar rambutnya, "Aku yang membuat kami terlambat, Mommy. Aku ingin membeli sesuatu di jalan," ucapnya jujur adanya karena hari ini Pak Narendra tak membawa mobil sendiri sehingga meminta jemput Bintang

Mommy Arunika memandang putra keduanya itu dengan mata yang penuh kasih.

 "Gak apa-apa, Nak. Mommy sudah menyiapkan makan malam untuk kalian. Agashtya sudah di dalam, dia menunggu kalian," ucapnya bijak

Pak Narendra mengangguk, seperti memahami, dan berjalan menuju ruang makan. Bintang mengikuti di belakangnya, seperti bayang-bayang yang setia mengikuti kemanapun kedua orang tuanya pergi.

  Mereka semua berkumpul di ruang makan, tampak harmonis. Mommy Arunika menyajikan makan malam, seperti biasanya walaupun mereka sebenarnya memiliki art tapi urusan perut sering di handle oleh bu Arunika. Agashtya dan Bintang berbincang, seperti dua sahabat yang akrab. Pak Narendra tersenyum bahagia melihat keakraban kedua putranya itu. Mereka semua berkumpul di ruang makan, menikmati makan malam yang lezat. Mommy Arunika memandang Agashtya.

"Agashtya, kita harus membahas soal perjodohanmu dengan putri sulung keluarga Prasetya," ucapnya seakan membuat Agastya merasa terperanjat

Agashtya mengangguk, patuh kali ini, namun matanya terlihat tidak terlalu antusias. Bintang memandang Agashtya, seperti sahabat yang memahami, tapi tidak berkata apa-apa sama sekali. Pak Narendra memandang Agashtya dengan bijak.

"Agashtya, kamu tahu bahwa keluarga Prasetya adalah keluarga yang baik. Putri sulung mereka, adalah gadis yang cantik dan pintar. Daddy yakin kamu akan sangat bahagia bersamanya kelak," ucapnya berusaha meluluhkan hati putra sulungnya itu. Agashtya mengangguk lagi dengan patuh, namun suaranya tidak terlalu yakin.

"Aku...aku akan mencoba, Dad," ucapnya tampak tidak terlalu antusias

Bintang memandang Agashtya, seperti sahabat yang memahami, dan tersenyum.

"Aku yakin bhai kamu akan baik-baik saja," ucapnya, suaranya seperti sahabat yang mendukung

Mommy Arunika memandang Agashtya dengan tatapan peduli, "Mommy yakin kamu akan membuat keputusan yang tepat, Nak. Mommy dan Daddy hanya ingin yang terbaik untukmu," ucapnya bijak sembari menepuk bahu kanan Agashtya

  Agashtya tampak berpikir serius, seperti awan yang gelap di langit. Dia tidak berkata apa-apa, tapi matanya terlihat seperti mencari jawaban yang tidak ada. Bintang memandangnya, seperti sahabat yang memahami, dan tersenyum lembut.

Setelah makan malam, Agashtya dan Bintang memutuskan untuk mengobrol di balkon kamar Agashtya. Mereka duduk di atas tempat tidur, memandang ke luar jendela, seperti dua sahabat yang sedang berbagi rahasia. Begitulah ikatan kedua saudara ini.

"Bhai, apa yang kamu pikirin?" tanya Bintang, suaranya pelan penuh rasa kehati-hatian

Agashtya menggelakkan kepala, seperti tidak tahu, "Aku gak tahu, Bin. Aku ngerasa seperti aku gak punya pilihan. Aku harus menikahi Kaniya karena ya kamu tahu sendiri Bin, dan disisi lain daddy dan mommy nyuruh aku buat nikah sama gadis yang aku sendiri gak tahu apa-apa tentang dia, aku jatuh cinta ke Kaniya, Bin..." ucapnya gelisah

Bintang memandangnya lembut mencoba memahami, dan meletakkan tangan di bahu Agashtya.

"Aku paham, bhai. Tapi kamu harus ingat, kamu gak sendirian. Aku ada di sini untukmu, kalau perlu aku yang gantiin posisimu..." ucapnya penuh dukungan pasalnya dirinya jatuh hati pada Shanaya adik Kaniya

Agashtya memandang Bintang, seperti anak kecil yang mencari perlindungan.

"Thanks, Bin. Tapi aku gak tahu apa yang akan aku lakuin untuk hal ini..." ucapnya masih sedikit ragu

Mereka terus mengobrol satu sama lain dan saling berbagi rahasia. Bintang memandang Agashtya, mencoba memahami, dan tersenyum.

"Bhai, aku punya ide. Kenapa kita gak coba mengubah perjodohan keluarga ini?" tanyanya perlahan

Agashtya memandang Bintang, seperti tak percaya dengan ide Bintang.

"Ubah perjodohan? Bin, kamu tahu itu kayak gak mungkin, rasanya mustahil banget..." ucapnya skeptis

Bintang tersenyum penuh ide, "Gak ada yang gak mungkin, bhai. Aku yakin kita bisa ngelakuin sesuatu. Aku akan bantu kamu," ucapnya sportif

Agashtya memandang Bintang mulai tak ragu lagi, "Benar, Bin? Kamu bakal bantu aku?" tanyanya seperti anak kecil yang berharap penuh

Bintang mengangguk dengan setia, "Aku akan bantu kamu, bhai. Kita akan mengubah perjodohan ini menjadi sesuatu yang lebih baik," ucapnya penuh keyakinan

Agashtya tersenyum bahagia, dan memeluk Bintang, "Thanks, Bin. Aku gak tahu apa yang akan aku lakuin tanpa adik seperti kamu," ucapnya penuh syukur

Mereka pun memutuskan untuk beristirahat dan Bintang pun kembali ke kamarnya sendiri yang berada tepat di samping kamar Agashtya. Sebelum tidur, Bintang masih sempat memandang ke arah kamar Agashtya, seperti agak khawatir. Dia berharap Agashtya bisa tidur nyenyak, dan bahwa rencana mereka untuk mengubah perjodohan keluarga bisa berjalan lancar.

Bersambooo...

1
Yogitha Ratnajyoti ❤
mkin seru nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih... 🙏😍🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
knp hrs bohong soal identitas dirinya sih greget dehhh
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...😆🙃🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
wah agashtya nya ganteng thor 😍
Yogitha Ratnajyoti ❤: owh...
total 2 replies
Yoyoh Tania
si alex udh plng tau aja yh thor, korban dracin dia mah 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Iya kak, dia suka nonton melolo kali wkwkwk... 😆🙃🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
ngefans nih sm karakter alex gokil orgnya 🤭
Yoyoh Tania
Kaniya unik tapi gesit yh kk thor 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak...🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
izin mampir yh kk thor, cmngutz 💪🔥
Mutiara Wilis 🌹: Monggo, silahkan kak, makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih paman 🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mutiara Wilis 🌹: Belum ada ide lagi om 🙏🙃
total 1 replies
fatih faa
visual kaniya mana thor
Mutiara Wilis 🌹: Ada kak di bab bagian hasil casting
total 1 replies
Luvita Sari
Si alex gokil ya thor asal nyelonong aja kayak tronton 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya 😆🙃
total 1 replies
Ana Maria
seru nih thor lnjt
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak 🙏🤭🌹
total 1 replies
Luvita Sari
hdir thorrr
Luvita Sari: Urwell kak
total 2 replies
Anonymous
rajin banget thor, Shanaya belum tamat, eh ini ada yang baru😍
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih, boleh asal santun 🙏😅
total 3 replies
Desti31
Ciee karya baru nih🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya double biar gak kehilangan ide tengah jalan di selang seling 😆🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!