NovelToon NovelToon
REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Tujuh tahun cinta, dibalas dengan kematian di tengah api. Di hari pernikahanku, aku baru tahu bahwa tunanganku, Aiden, telah memiliki anak dengan kakak tiriku.
Saat aku membuka mata, aku kembali ke masa lalu. Berdiri di depan pria yang paling ditakuti, Jerome Renfred. Dia adalah paman kandung Aiden—pria dingin yang diam-diam menangisi kerangkaku di kehidupan sebelumnya.
"Jadikan aku istrimu, Tuan Renfred. Mari kita hancurkan mereka bersama."
Aku hanya menginginkan pernikahan kontrak demi dendam. Namun, kenapa setiap kali aku terluka, pria dingin ini yang merintih kesakitan?
"Valerie, jangan pernah berpikir untuk pergi. Di mata dunia kita adalah kontrak, tapi di tempat tidurku, kamu adalah selamanya."
Aiden, bersiaplah memanggilku "Bibi". Karena sekarang, aku adalah milik pria yang paling kamu takuti!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Ikatan yang Tak Terlihat

​Apartemen Jerome terasa seperti benteng yang dingin namun kokoh. Suasana sunyi di sana sangat kontras dengan keributan yang baru saja Valerie tinggalkan di gedung pertunangan. Valerie duduk di sofa beludru gelap, masih mengenakan jas milik Jerome. Aroma maskulin yang menenangkan dari kain jas itu meresap ke kulitnya, memberikan rasa aman yang sudah lama tidak ia rasakan.

​"Minum ini. Kamu menggigil," suara Jerome terdengar rendah, sebuah perintah yang dibalut perhatian tipis.

​Ia meletakkan segelas cokelat hangat di hadapan Valerie. Wanita itu mendongak, menatap pria yang dalam ingatannya—atau mungkin di masa depan—pernah memakamkan kerangkanya dengan tangis pilu. Di kehidupan kali ini, Jerome tampak begitu kaku, berjarak, dan tak tersentuh.

​"Tuan Renfred... Jerome," panggil Valerie lirih. "Aku tidak akan kembali ke rumah ayahku. Dan aku tidak akan pernah memaafkan Aiden."

​Jerome duduk di kursi tunggal tepat di depannya, menyilangkan kaki dengan anggun. "Aku tidak bertanya alasanmu membatalkan pertunangan itu. Tapi kau harus tahu, Aiden tidak akan tinggal diam. Reputasi keluarga Renfred tercoreng karena ulahmu malam ini."

​"Aku tahu. Karena itu aku menawarkan solusi," Valerie menarik napas panjang, menantang tatapan mata Jerome yang sedalam samudra. "Mari kita menikah. Bukan karena cinta, tapi kontrak. Enam bulan. Beri aku perlindunganmu, dan aku akan memberikan semua akses rahasia bisnis Aiden yang aku tahu. Aku akan membantumu menghancurkannya dari dalam."

​Valerie bisa melihat jakun Jerome naik turun. Ada kilatan emosi yang ditekan kuat-kuat di balik wajah datarnya yang menyerupai porselen.

​"Menikah denganku? Valerie, apa kau tahu apa yang kau minta?" Jerome bertanya dengan nada memperingatkan. "Aku bukan pria yang lembut seperti yang kau bayangkan."

​"Aku tidak butuh kelembutan. Aku butuh sekutu yang bisa membuat mereka merangkak di bawah kakiku," jawab Valerie tegas tanpa keraguan.

​Jerome terdiam lama, menatap Valerie seolah sedang menimbang apakah wanita di depannya ini nyata atau hanya fatamorgana. "Baik. Kontrak enam bulan. Besok asistenku akan menyiapkan dokumennya. Malam ini, tidurlah di kamar tamu."

​Valerie mengangguk, merasakan beban berat sedikit terangkat dari pundaknya. Namun, saat ia melangkah menuju kamar, ia tidak menyadari bahwa kesepakatan itu baru saja membuka gerbang baru bagi pria yang ditinggalkannya di ruang tengah.

​Setelah memastikan Valerie masuk ke kamar, Jerome mencoba memejamkan mata di ruang kerjanya. Namun, begitu kesadarannya meredup, sebuah kegelapan yang mengerikan menariknya dengan paksa.

​Dalam mimpinya, Jerome berada di sebuah gudang tua. Bau bensin yang menyengat membuat dadanya sesak. Di tengah ruangan, ia melihat Valerie terikat di kursi, menangis dan memohon pada Aiden serta Serena yang berdiri sambil tertawa.

​"Hentikan!" teriak Jerome, namun suaranya seolah tertelan kegelapan. Ia mencoba berlari, tetapi kakinya terasa tertanam di lantai.

​Ia terpaksa menyaksikan Aiden menyulut api. Api itu menjalar cepat, melahap gaun pengantin Valerie. Jeritannya... jeritan itu mencabik-cabik jiwa Jerome. Ia melihat kulit Valerie menghitam sebelum akhirnya tubuh itu hancur menjadi abu.

​"VALERIE!"

​Jerome tersentak bangun, terjatuh dari kursi dengan napas memburu. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Jantungnya berdenyut sakit, dan entah mengapa, bahu kirinya terasa panas membara, seolah-olah baru saja disulut api tepat di tempat Valerie terbakar dalam mimpinya.

​"Hanya mimpi... itu hanya mimpi..." bisiknya, mencoba menenangkan detak jantungnya yang menggila.

​Rasa haus yang luar biasa menyerang tenggorokannya. Jerome berdiri dengan langkah gontai menuju dapur. Namun, di ambang pintu, ia melihat sosok putih berdiri di sana. Valerie sedang mencoba menuangkan air panas dari teko ke dalam gelas.

​"Valerie?" panggil Jerome pelan.

​Suara Jerome yang memecah keheningan mengejutkan Valerie. Tangannya gemetar, dan teko itu miring tak terkendali.

​Tes!

​Beberapa tetes air mendidih jatuh tepat di punggung tangan kanan Valerie.

​"Akh!" Valerie memekik kecil, refleks menarik tangannya.

​Di saat yang bersamaan, rasa perih yang luar biasa menghantam punggung tangan kanan Jerome. Rasanya persis seperti ada besi panas yang menempel di kulitnya. Jerome meringis, memegang tangannya sendiri dengan mata terbelalak.

​Apa ini? Kenapa aku merasakan sakitnya?

​Tanpa memedulikan rasa sakitnya sendiri, Jerome segera menghampiri Valerie dan meraih tangannya yang memerah. Ia menarik wanita itu ke arah wastafel, menyalakan keran, dan membiarkan air dingin mengalir di atas luka Valerie.

​"Maaf, aku tidak bermaksud mengejutkanmu," kata Jerome, suaranya sedikit bergetar menahan perih yang sinkron dengan apa yang dirasakan Valerie.

​Valerie menatap Jerome dengan bingung. "Tuan Jerome... tangan Anda... kenapa Anda memegangi tangan Anda seolah Anda juga terluka?"

​Jerome tertegun. Ia menatap punggung tangannya yang mendadak memerah di titik yang sama persis dengan luka Valerie. Padahal, tidak ada setetes pun air panas yang mengenai tangannya.

​"Bukan apa-apa," jawab Jerome cepat, mencoba menyembunyikan tangannya di dalam saku celana. "Hanya kram. Pergilah istirahat. Biar aku yang merapikan ini."

​Jerome menatap punggung Valerie saat wanita itu berjalan menjauh. Rasa sakit di tangannya perlahan memudar seiring dengan meredanya perih pada luka Valerie. Ia menyentuh dadanya yang masih berdebar kencang. Mimpi buruk itu, rasa sakit fisik yang terbagi ini... ada sesuatu yang tidak masuk akal sedang terjadi.

​Satu hal yang pasti dalam benak Jerome: ia tidak akan membiarkan mimpi buruk itu menjadi kenyataan. Tidak akan pernah.

...****************...

1
Ridwani
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
jadi bingung ayah Jerome siapa kakeknya Aiden atau Silas yang kemaren mau membawa Valerie ketika salah paham di Kuil Jerome
Ariska Kamisa: maaf kakak itu aku revisi karna rancu kakak POV nya. 🤭
total 1 replies
Mifta Nurjanah
3 kli aj
Mifta Nurjanah
cie main lgi
Mifta Nurjanah
cie diunboxing
Aidil Kenzie Zie
berarti semua orang punya mata-mata
aditya rian
Jerome tidak tahu kah dia juga terlahir kembali ?
aditya rian
ini mah mistis jatuhnya
aditya rian
tuh kan jatuhnya dark romance ini sih
aditya rian
obsesinya serem sih
aditya rian
dark banget sih ini
aditya rian
ceritanya kompleks bukan hanya kelahiran kembali atau reinkarnasi tapi ditambahkan aroma aroma dark romance nya juga ini, karena obsesi Jerome itu menurut ku dark banget sampe dia mempersembahkan dirinya untuk merasakan hal yang sama dengan wanita yang di cintai nya.
aditya rian
mampir ahh
Aidil Kenzie Zie
nggak ada sapaan ayah mertua kah
Ariska Kamisa: menantu durhaka🤭🤣
total 1 replies
Aku Agni
Sukaaa
Aku Agni
lanjuutttttt
Aku Agni
fix ini mah bapak Blackwood
Aku Agni
obsesinya tu yg kecintaan banget ya
gaby
Tp kesannya malah jadi seolah2 Jerome melindungi Valeri bukan karena cinta, tp lebih karena ingin melindungi dirinya sendiri. Karena bila Valery luka, maka Jerome ikut merasakan sakitnya. Bisa2 Valeri salah paham, dkira Jeromi cuma berusaha melindungi dirinya sendiri
Ariska Kamisa: "Wah, jeli banget bacanya! Memang sisi 'egois' Jerome ini yang bikin hubungan mereka makin pelik. Tapi apakah Jerome benar-benar hanya takut sakit, atau justru dia rela menahan sakit itu supaya Valeri nggak ngerasain sendirian? Terus pantengin bab selanjutnya ya, karena Valeri bakal mulai ngerasain dilema yang sama!"🙏
total 1 replies
gaby
Ini namanya cinta sejati yg sehidup semati. Bila wanitanya terluka, sang pria ikut merqsakan sakitnya. Bukan kaya laki2 di luaran sana yg mengaku cinta mati ke istrinya, tp di belakang istri dia kawin lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!