NovelToon NovelToon
Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Duda / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?

Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~

Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗

Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Diajarin Bocah Bau Kencur

Beberapa hari terlewat dengan sedikit berbeda, karena Emeery harus mulai membiasakan diri tinggal jauh dari kedua orang tuanya dan beradaptasi terhadap kehadiran sang suami beserta keluarganya.

Namun, masih belum ada tanda-tanda akan terjadi malam pertama, membuat Emeery semakin yakin bahwa kewajiban itu tidak harus ditunaikan olehnya, inilah kelebihan menikahi sang duda.

Hari ini gadis itu sudah mulai masuk kuliah, seperti sebelumnya Gerry akan selalu bangun lebih dulu dan susah payah membangunkan Emeery yang tidur seperti orang mati.

Tidak ada kata-kata romantis ataupun perlakuan manis, pagi mereka selalu diisi oleh desahan napas Gerry yang panjang, karena akhirnya Emeery mau membuka mata.

"Hari ini katanya kamu kuliah, jadi cepet siap-siap, nanti biar sekalian aku anter," kata Gerry sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil. Otot di dadanya menjadi pemandangan Emeery setiap pagi, kerap membuat sesak, tapi Emeery masih acuh tak acuh.

"Iya tapi kenapa bangunnya makin pagi? Aku cepet kok mandinya," keluh Emeery melihat hari masih cukup gelap, setengah sadar dia mengucek mata dan menguap. Dia berangsur dari tempat tidur, berjalan sempoyongan ke arah lemari untuk mengambilkan pakaian suaminya.

"Ya kamu pikirlah, Ethan sama Sansan siapa yang nganter kalo bukan aku? Aku punya tiga tujuan sekarang, sekolah, kampus, kantor!" cetus Gerry, matanya mengikuti pergerakan Emeery.

"Ya makanya kasih aku izin bawa mobil dong, biar nanti aku yang anterin anak-anak, kan kamu enak bisa langsung ke tempat kerja tanpa mampir-mampir," balas Emeery dengan suara menggebu, mulai ngeyel.

Namun, tak ada tanggapan apapun dari pria yang ada di belakang tubuhnya, saat dia menoleh Gerry hanya memasang wajah datar dengan tangan yang bertolak pinggang. Untuk urusan uang dia memang tidak keberatan, tapi untuk memberikan izin Emeery membawa mobil sendiri, BIG NO!

Emeery tersadar suaminya tidak setuju. Gadis itu nyengir, "Hehe bercanda, aku seneng kok dianterin suami." Lalu menyerahkan perlengkapan Gerry, dari mulai baju kantor sampai ke isi jeroannya.

Gerry meraihnya dengan sedikit tarikan, hingga Emeery ikut terhuyung ke depan. Reflek satu tangan Gerry memegang pinggang.

Glek!

Jarak tubuh mereka cukup rapat, sampai membuat Emeery merasakan helaan napas Gerry yang menyapu wajahnya.

"Iya-iya, aku nggak bakal protes lagi," ujar Emeery dengan gagap, seraya memalingkan wajah supaya netra mereka tidak bertemu. Posisi mereka terasa tidak nyaman.

"Bagus, kalo kamu nurut, aku juga nggak bakal marah-marah," balas Gerry dengan suara lembut namun tegas. Dia melepaskan pegangannya.

Emeery mengangguk sambil nyengir, kemudian terbirit ke arah kamar mandi, sebelum mulutnya keceplosan membantah suaminya lagi.

****

Pagi di rumah yang berbeda, Bryan dan Brigitta tampak sedang menikmati sarapan. Namun, ada yang berbeda dari wajah pria itu, seolah tak semangat dan murung. Brigitta menyadari perubahan pada mimik wajah suaminya, lantas melontarkan satu pertanyaan.

"Kamu kenapa, Dad?"

Mendengar itu Bryan langsung menghentikan aktivitasnya, mengangkat kepala dan menatap sang istri.

"Nggak apa-apa, Mom, cuma ngerasa rumah jadi lebih sepi aja semenjak Emeery nggak ada," jawab Bryan dengan jujur. Terselip rasa rindu terhadap putrinya, meski kadang Emeery suka bikin naik darah.

Brigitta mengulas senyum, begitulah perasaan orang tua. Istilahnya dekat bau t41, jauh bau wangi.

"Kangen nih ceritanya?" celetuk Brigitta dengan senyum meledek, pasalnya jika ada sang anak, Bryan selalu mengeluh ini dan itu. Giliran sudah terbebas dari Emeery, pria itu malah merasa kesepian.

"Ya enggak, biasanya kan ada yang bikin kita teriak-teriak, marah, kesel. Kadang juga dengerin celotehan dan rengekannya yang nggak penting itu," jawab Bryan mengelak. Padahal jauh dalam lubuk hatinya dia mulai merasa apa itu kesedihan, karena ditinggal anak semata wayangnya.

"Oh bukan kangen ya namanya. Ya udah nanti kapan-kapan minta Emeery sama Gerry nginep aja di rumah," ujar Brigitta memberi saran.

"Weekend ini aja kali ya."

Brigitta langsung menarik sudut bibirnya ke atas, merasa lucu dengan tingkah suaminya yang sok-sokan tidak kangen, tapi ingin buru-buru bertemu Emeery.

"Ya boleh," jawab Brigitta cepat. Wajah Bryan langsung terlihat sumringah, dan membuat Brigitta tak tahan untuk tidak terkekeh.

***

Sampai di sekolah Ethan dan Sansan, Gerry hendak turun untuk mengantarkan putrinya sampai ke kelas. Namun, kali ini niatnya dihentikan oleh Emeery yang tak ingin Gerry bertemu dengan Miss Andien, alias ulat gatal.

"Eh udah kamu di sini aja, biar aku yang anterin anak-anak sampe ke kelas," seru Emeery cepat seraya menahan lengan Gerry yang sudah membuka pintu. Pria itu menarik salah satu alisnya, merasa heran tapi dia tak bertanya, dia kembali duduk dan mengalihkan perhatian pada kedua anaknya.

"Nggak apa-apa?" tanyanya.

"Nggak apa-apa kok, Dad." Yang menjawab hanya Sansan, sementara Ethan langsung menyalimi tangan Gerry dan Emeery, lalu melesat pergi. Emeery dan Sansan menyusul.

Akan tetapi di depan kelas Emeery tidak mendapati wanita yang suka menanyai suaminya itu. Emeery merasa lega, dan langsung kembali ke mobil setelah mengantar Sansan.

Dari kejauhan mata Emeery menyipit, dia memastikan siapa orang yang sedang mengajak ngobrol Gerry, padahal baru ditinggal sebentar.

"Pantes aja nggak ada di kelas, ternyata orangnya di sini," cetus Emeery dengan langkahnya yang tergesa.

"Ngapain berduaan di parkiran?" serunya meski belum sampai. Kedua orang yang sedang bicara itu langsung mengalihkan atensi masing-masing. Miss Andien yang tadinya dekat pintu mobil langsung mengambil jarak.

"Kita cuma ngobrol singkat kok dan udah selesai," jawab Miss Andien dengan santai. Kebetulan hari ini dia sudah info datang terlambat. "Ya kan, Daddy Sansan?" Lanjutnya yang membuat Emeery memasang tatapan setajam silet.

Gerry yang tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua wanita itu hanya bisa mengangguk.

"Oh gitu," balas Emeery manggut-manggut, seraya menyilangkan kedua tangan di depan dada. Sementara Miss Andien mengulum senyum semanis mungkin ke arah Gerry, sepertinya dia lupa peringatan keras dari Emeery di hari itu.

"Kalo gitu saya pamit ya, Daddy Sansan," katanya sambil membalik badan dengan gemulai.

"Oh iya, Miss Andien," jawab Gerry cepat seraya memerhatikan mimik wajah Emeery yang berubah seketika.

Saat Miss Andien melangkah, Emeery sengaja memasang kakinya, hingga Miss Andien tersandung dan jatuh ke tanah.

"Aw!"

Gerry yang melihat itu cukup terkejut, tapi pelototan mata Emeery seakan membuatnya membeku di tempat.

"Aduh Miss, makanya kalo jalan matanya ke depan, jangan ke suami orang," ujar Emeery memperingati sekali lagi. Supaya wanita ini tidak menganggapnya remeh. Miss Andien mendongak, menatap Emeery yang tersenyum lebar. Bibirnya langsung mengerucut, merasa malu jatuh di depan Gerry, akhirnya dia buru-buru bangkit dan melangkah pergi. Sedangkan Emeery masuk ke dalam mobil.

"Ngobrolin apa?" tanya Emeery saat mobil sudah mulai meninggalkan sekolah.

"Dia cuma tanya apa bener aku udah nikah lagi," jawab Gerry dengan jujur.

"Oh jadi dia nggak percaya omongan aku. Dikira aku bohong dan ngarang gitu. Emang ya di mana-mana selalu ada ulat bulu yang kegatelan," balas Emeery, meski belum ada cinta, mana rela dia suaminya digoda. Bagi Emeery, miliknya adalah miliknya.

Gerry mengerutkan keningnya melihat Emeery yang tiba-tiba marah.

"Emangnya kalian ada masalah apa?" tanyanya.

"Kakak nggak perlu tahu!" jawab Emeery cepat, hingga membuat Gerry tersentak kaget. "Pokoknya kalo dia ngedeketin atau ngajak ngobrol nggak usah digubris. Nanti makin menjadi." Lanjutnya makin menggebu-gebu.

Gerry menelan ludah, bagaimana jika Emeery tahu kalau Mona sempat memeluknya? Mungkinkah Mona juga akan bernasib sama? Akhirnya Gerry hanya manggut-manggut, hingga tak terasa mereka telah tiba di tempat Emeery menimba ilmu.

Gerry merasa tak asing, dan ternyata benar Emeery satu kampus dengan sepupunya—Anjas.

"Kamu satu kampus sama Anjas?" tanyanya sebelum Emeery turun.

"Iya, emang kenapa?" Emeery balik bertanya dengan sedikit gagap.

"Pantes aja Anjas kayak kenal kamu banget, kalian deket ya?" balas Gerry, makin membuat Emeery menegang.

"Ish, apaan, aku sama dia cuma satu kampus dan satu jurusan. Udah ya, aku langsung masuk, udah ditunggu temen-temen." Emeery berusaha memutus pembicaraan tentang hubungannya dengan Anjas, dia merasa Gerry tidak perlu tahu masa lalunya dengan pemuda itu.

Emeery langsung meraih tangan Gerry untuk diciumnya. Namun, dia tak langsung membuka pintu mobil padahal tadi bilangnya sudah ditunggu.

"Apalagi?" tanya Gerry.

Emeery mengetuk jidatnya beberapa kali untuk membuat kode. Sementara Gerry tidak mengerti apa yang harus dia lakukan.

"Apaan sih?" Mulai sewot.

"Ya dikecup dong, Kak, kamu ini gimana sih sebagai suami. Di sini kan cuma ada kita berdua, nggak kayak di rumah," jawab Emeery dengan lantang. Dia ingin mempraktekkan apa yang biasa dia tonton di drama.

"Hah?" Gerry malah melongo.

"Ck, kelamaan," balas Emeery, dia segera mengambil inisiatif, mengecup dahi Gerry lalu keluar dari dalam mobil. Sedangkan pria itu mematung sambil merasakan sisa kecupan yang baru saja mendarat.

Kenapa? Kenapa malah jadi gue yang diajarin sama bocah bau kencur?

***

Minal Aidin Wal Faizin ya semuanya🤗🙏

1
🌺 Tati 🐙
❤❤❤❤
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋
Dew666
🪻🪻🪻
Rita
kurang atuh 😁😁😁😁
Rita
jiahhh baru pipi tuh Ger😁😂😂😂
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋
Ayna Adam
lanjut lagi kak updatenya 😊
A R
😍
Ny Rudi Harianto
good Gerry.....cba lah dengan ank kecil yg sekarang jadi istri mu....buka hati buat menerima semua nya....
Radya Arynda
semangaaat hayooo buat pak duda bucin setengah modar👏👏👏👏
Dien Elvina
ya kurang lah bang ..masak cuma pipi cuma satu kecupan lg...harus nya bibir juga biar keliatan mesra 🤣🤣
Maharani Rani
😄😄😄lanjutt thorr lebih sering up dong biar seruuu
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kurannnnggggg lah mana berasa cuma satu ketcupan. minimal yaaa seluruh wajah, harus kena ketchup biar adil 🤣🤣 hidupmu aman merr! ada yang kasih uang jajan + kasih tatih tayang full 🤣🤣
yeni NurFitriah
Kurang...Thor,kurang banyak bab nya😁kurang panjang juga..
Susan Susanti
nunggu gerry bucin ma emeery ke gimana 🤭
Rita
normal Emeery bojomu cm lg nahan aja🔥🔥🔥🔥gas lanjut
Rita
ampunnnn 🫣😂😂😂😂😂
Rita
😂😂😂😂😂loading saya
Rita
hajar biar diinget
Ny Rudi Harianto
maju terus .....bujuk terus si om biar lunak lama²....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!