NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34

Nick berdiri di dekat jendela besar ruangannya, menatap kota yang terbentang di bawah sana. Tangannya masih memegang ponsel, rahangnya mengeras.

Di ujung telepon, suara ayahnya terdengar tenang, hampir santai.

“Nick,” katanya pelan, “kau terlalu pintar untuk tidak memahami maksudku.”

Nick tidak menjawab langsung.

Ia menatap jauh ke luar, lalu berkata dengan suara rendah namun tegas, “Jangan berputar-putar. Katakan saja.”

Ayahnya tertawa kecil.

“Baiklah. Aku hanya ingin mengingatkanmu… bahwa posisi seorang CEO tidak hanya tentang kemampuan bisnis.”

Ia berhenti sejenak.

“Reputasi keluarga juga bagian dari itu.”

Tatapan Nick langsung mengeras.

“Kalau Anda punya sesuatu untuk dikatakan tentang istriku,” ucap Nick dingin, “katakan sekarang.”

Di ujung sana, suara itu menjadi sedikit lebih berat.

“Wanita seperti Tessa… tidak cocok berada di lingkaran kita.”

Kalimat itu menggantung di udara beberapa detik.

Nick mengepalkan tangannya.

“Lingkaran Anda?” balasnya tajam. “Atau lingkaran perusahaan?”

Tuan Alexander tidak langsung menjawab.

“Nick,” katanya akhirnya, “aku hanya tidak ingin kau membuat kesalahan yang akan menghancurkan masa depanmu.”

Nick tersenyum tipis.

Namun senyum itu sama sekali tidak hangat.

“Kesalahan?” gumamnya pelan.

Ia berjalan kembali ke meja kerjanya, lalu bersandar sedikit.

“Saya rasa Anda terlalu mencampuri urusan pribadi saya.”

Suara di ujung telepon menjadi lebih dingin.

“Pribadi?” ulang Ayahnya. “Ketika kau menikah mendadak dengan wanita itu, itu berhenti menjadi urusan pribadi.”

Ada jeda beberapa detik.

Lalu kalimat berikutnya keluar pelan tapi penuh tekanan.

“Perusahaan ini dibangun oleh keluarga kita selama puluhan tahun, Nick. Jangan sampai runtuh hanya karena seorang wanita.”

Nick menutup matanya sebentar.

Ia menghembuskan napas panjang.

Lalu ketika ia membuka matanya kembali, tatapannya sudah benar-benar dingin.

“Kalau itu saja yang ingin Anda katakan,” ucapnya datar, “maka percakapan ini selesai.”

“Nick-”

Namun panggilan itu sudah diputus.

Ruangan kembali sunyi.

Nick meletakkan ponsel di meja sedikit lebih keras dari biasanya.

Beberapa detik ia hanya berdiri di sana, menatap kosong ke arah layar laptop.

Kalimat terakhir itu terus terngiang di kepalanya.

Wanita itu akan menjadi masalah besar untukmu.

Nick menekan pelipisnya pelan.

Lalu tanpa sadar, tangannya kembali meraih ponsel.

Chat dengan Tessa masih terbuka.

Pesan terakhir:

"Baiklah, selamat bekerja."

Tatapan Nick sedikit melunak.

Beberapa detik ia hanya menatap layar itu.

Lalu akhirnya ia mengetik sesuatu.

Sementara itu, di rumah, Tessa baru saja selesai membuat secangkir teh hangat di dapur. Ia membawa cangkir itu ke ruang tengah, duduk kembali di sofa.

Rumah terasa sangat sepi.

Ia menatap ponselnya lagi.

Tidak ada pesan baru.

Tessa menghela napas pelan.

“Mungkin dia benar-benar sibuk,” gumamnya.

Baru saja ia hendak menaruh ponselnya kembali, ponsel itu tiba-tiba bergetar.

Sebuah pesan masuk.

Dari Nick.

Jantung Tessa langsung berdetak sedikit lebih cepat.

Ia membuka pesan itu.

Nick:

“Nanti makan siang bersamaku.”

Tessa mengerjapkan mata membaca pesan itu,

Tessa menahan senyum kecil.

Ia mengetik balasan.

“Di rumah?”

Beberapa detik berlalu.

Balasan datang hampir langsung.

Nick:

“Tidak.”

Tessa mengangkat alis sedikit.

Lalu pesan berikutnya muncul.

Nick:

“Aku akan menjemputmu.”

Tessa menatap layar ponsel beberapa detik.

Tanpa sadar, sudut bibirnya perlahan terangkat.

Pria itu benar-benar, penuh kejutan. Gumamnya pelan.

Ia mengetik pelan.

“Baiklah.”

Di kantor, Nick membaca balasan itu.

Satu kata sederhana.

Namun entah kenapa, kata itu membuat ketegangan di dadanya sejak telepon tadi… sedikit berkurang.

Nick menaruh ponselnya.

Tatapannya kembali tajam seperti biasa.

Namun kali ini, ada satu keputusan yang sudah terbentuk jelas di pikirannya.

Jika ada orang yang berpikir bisa mengatur hidupnya, termasuk tentang wanita bernama Tessa, maka mereka benar-benar salah besar.

Di rumah, Tessa menatap layar ponselnya beberapa detik setelah membaca pesan terakhir dari Nick.

“Aku akan menjemputmu.”

Kalimat itu terasa sederhana. Namun entah kenapa membuat jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Tessa meletakkan ponsel di meja, lalu bersandar di sofa.

“Makan siang…” gumamnya pelan.

Ia menatap jam dinding.

Masih ada waktu.

Tessa sebenarnya ingin terlihat santai, seolah itu hanya makan siang biasa. Namun tanpa sadar ia bangkit dari sofa dan berjalan ke kamar.

Di depan lemari, ia berhenti.

“Apa aku perlu ganti baju?” bisiknya pelan pada diri sendiri.

Beberapa detik ia hanya berdiri di sana.

Lalu ia menggeleng kecil.

“Ini cuma makan siang.”

Namun tetap saja ia membuka lemari.

Sementara itu di kantor.

Nick berdiri di depan jendela ruangannya lagi. Tangannya dimasukkan ke saku celana, tatapannya serius menatap gedung-gedung tinggi di luar sana.

Pintu diketuk.

“Masuk.”

Daniel masuk membawa tablet.

“Tuan Nick, dokumen untuk rapat sore sudah-”

“Tunda semua jadwal satu jam,” potong Nick singkat.

Daniel sedikit terdiam. “Satu jam, Tuan?”

Nick berbalik menatapnya. “Ya.”

Daniel mengangguk cepat. “Baik, Tuan.”

Namun sebelum ia keluar, Nick menambahkan dengan nada datar,

“Dan siapkan mobil.”

Daniel berkedip sedikit.

Biasanya klien datang ke kantor. Sangat jarang Nick keluar di tengah jadwal padat seperti ini.

“Baik, Tuan.”

Setelah Daniel pergi, Nick mengambil jasnya dari sandaran kursi.

Ia mengenakannya dengan gerakan tenang dan rapi seperti biasa.

Namun ada satu hal yang berbeda.

Pikirannya tidak lagi dipenuhi angka laporan atau strategi perusahaan.

Melainkan bayangan seorang wanita yang mungkin sekarang sedang berdiri di depan lemari, bingung memilih baju.

Sudut bibir Nick bergerak sedikit.

“Aneh,” gumamnya pelan.

Di rumah, Tessa akhirnya keluar dari kamar.

Ia mengenakan gaun sederhana berwarna putih dengan motif bunga-bunga kecil menghiasi gaun itu. Tidak terlalu formal, tapi juga tidak terlalu santai.

Ia berhenti di depan cermin ruang tamu.

Menatap dirinya beberapa detik.

Lalu menghela napas kecil.

“Kenapa aku seperti akan pergi kencan…” gumamnya.

Padahal itu hanya makan siang dengan Nick.

Tessa menggeleng kecil.

Ia baru saja hendak duduk kembali ketika suara mobil terdengar di halaman rumah.

Tessa membeku .“Cepat sekali…” bisiknya.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Beberapa detik kemudian, bel pintu berbunyi.

Tessa berjalan ke arah pintu dengan langkah yang sedikit lebih lambat dari biasanya.

Ketika pintu dibuka...

Di sana Nick sedang berdiri membelakanginya.

Jas hitamnya masih rapi seperti pagi tadi. Tatapannya tenang, tajam, dan penuh kendali seperti biasa.

Namun ketika matanya jatuh pada Tessa, Ia berhenti sejenak.

Tatapannya bergerak dari wajah wanita itu… ke gaun yang ia kenakan.

Lalu kembali ke matanya.

Hanya sepersekian detik.

Namun cukup untuk membuat Tessa sadar bahwa Nick benar-benar memperhatikannya.

Sejak kapan dia terlihat manis seperti ini... Batin Nick singkat.

Nick akhirnya berkata singkat,

“Siap?”

Tessa mengangguk kecil.

“Ya.”

Nick sedikit menyingkir dari pintu, memberi jalan.

Namun sebelum Tessa melangkah keluar, ia tiba-tiba berkata,

“Kau belum makan juga, kan?”

Tessa menoleh padanya. “Belum.”

Nick mengangguk kecil. “Bagus.”

Tessa mengernyit sedikit.

“Kenapa bagus?”

Nick menatapnya beberapa detik.

Lalu berkata dengan nada datar seperti biasa,

“Karena aku juga belum makan.”

Tessa menatapnya sebentar.

Lalu tanpa sadar, Ia tersenyum kecil.

Dan untuk pertama kalinya hari itu,

Nick tidak langsung mengalihkan pandangannya.

1
Nur Halida
thor novel lucas greyson kenapa tiba2 hilang??🤔🥹
Zahraputri Putri
betulll..mending kmu pergi aja Cass jangan jadi bodoh
AstutieEcc
Nick bilang maaf aja, selesai masalah kalian, gemes dechhh/Angry//Angry//Angry/
Nur Halida
nick pasti akan menjadi suami dan ayah siaga tingkat dewa😁😁
Zahraputri Putri
sdh cukup cassandra jangan jatuhkn harga dirimu lebih dari ini,,tinggalkn orion buat dimenyesal banyak laki laki lain disana lebih baik dari dia,lagian kmu juga gk tau emaknya orion seperti apa,udh daripada sakit hati lebih dalam mending kmi pergi saja
Nur Halida
ayolah orion buka hatimu untuk cassandra
Nur Halida
ayolah orion buka aja sedikit hatimu untuk gadis setulis cassandra .. kamu harus bahagia dan melupakan tessa karena tessa sudah benar2 bahagia dengan nick
Nur Halida
itu baru bener nick.. kerena hidup berjalan kedepan 😁
Zahraputri Putri
sdh ya sdh dapat jodhnya masing masing,jadi fokus kedepan aja🤭jng lihat kebelakang lagi
Zahraputri Putri: paksa dia kk paksa 😁
total 2 replies
Nur Halida
akhirnya jodoh orion nongol juga hilalnya😊 .. keknya cassandra gadis tulus tinggal membuat orion move on aja ..
itsmecancer: mudah²an aja Orion gak rewel ya 😌
total 1 replies
Nur Halida
daniel.kalo masih jomblo mana paham apa yg terjadi tadi pagi hingga membuat mood nick jadi lebih manusiawi😁
itsmecancer: kasih paham say 🤫🤫
total 1 replies
Zahraputri Putri
sdh berani menggoda tessa🤭
dn nick kmu harus lebih santai ya jngn kaku kaku😁
Nur Halida
nick takut kamu kenapa2 tessa ...
itsmecancer: Nick makin overprotektif soalnya 🤫
total 1 replies
Nur Halida
itukan untuk kebaikanmu tessa apalagi kamu sedang hamil..
Zahraputri Putri
ternyata lucas Greysons sdh ada kamarnya sendiri😁
itsmecancer: Betul 😆 Lucas pindah rumah sekarang, sudah nggak jadi figuran lagi, sekarang dia jadi pusat masalahnya sendiri, kamu bakal lihat sisi dia yang beda disana, kalau sempat, boleh banget kenalan kesana juga ya☺️❤️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa nick tidak mau lucas mengambil alih aset reymond??
bukannya dg begitu reymond jadi gak bisa ngapa2in karena dia jatuh miskin jafi gak mungkin balas dendam lagi ke nick kan??
itsmecancer: yang jelas Nick bukan orang yang kayak gitu...lagian itu bukan bagian dari kesepakatan☺️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa keknya reymond ini lebih hebat dari nick ya .. buktinya dia tau kalo nick minta bantuan ke orang lain dan dia curiga ke lucas greyson ..
itsmecancer: karena dia main kotor beb... dan itu bukan dunia Nickholas
total 1 replies
Nur Halida
hancurkan reymond🤬🤬🤬
Nur Halida
jodohin orion dg gadis baik tulus dan ceria thor ..
kasihan banget lihat nick kesiksa ketika melihat orion orion dan tessa kek gitu
itsmecancer: nanti author pikir-pikir dulu 🤔
total 1 replies
Zahraputri Putri
udh thor buat sembuh aja orionnya ,gk tega lihat nick tersiksa bathin🤭
Zahraputri Putri: 🤣🤣tpi jangan lama lama dong kasian gk tega liatnya🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!