Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Pagi ini setelah sholat subuh, Risa membantu nenek nya memasak sarapan untuk mereka. Risa belum bicara pada nenek nya bahwa mereka akan kembali ke Jakarta hari ini.
"Nek, ingin bicara pada nenek, ini mengenai masalah kantor pusat nya mas Alvian!" Risa memulai berbicara pada nek Asih sambil memotong sayur.
"Ada apa nak?" Tanya nek Asih.
"Mas Alvian dapat telepon bahwa ada masalah di kantor nya, dan hari ini mas Alvian harus kembali ke Jakarta. Apakah aku boleh ikut mas Alvian ke Jakarta nek?" Risa bertanya pada nenek nya sambil menunduk kan kepala nya.
Nek Asih tersenyum mendengar permintaan cucu nya, dia mengusap pundak cucu nya dengan lembut.
"Nak, sekarang kau sudah menjadi istri nya nak Alvian, jadi sudah tugas mu berbakti pada nya. Kau harus selalu berada di sisi nya, jadi kemana pun dia pergi kau harus ikut dengan nya!" Nek Asih memberi wejangan pada sang cucu.
"Jadi nenek mengizin kan aku ikut mas Alvian ke Jakarta?" Risa bertanya pada sang nenek untuk memastikan.
"Iya nak, ikuti dan dampingi suami mu!" Nek Asih tersenyum pada Risa.
"Terima kasih nek!" Risa memeluk nenek nya dengan perasan haru.
Alvian masuk ke dapur ketika cucu dan nenek itu sedang berbahagia, Risa segera melepas kan pelukan nya pada sang nenek.
"Selamat pagi sayang, selamat pagi nek!" Alvian menyapa kedua wanita yang di sayangi nya itu.
"Selamat pagi mas!"
"Selamat pagi nak!"
Risa segera menyajikan sarapan yang sudah dia masak tadi, mereka bertiga menikmati sarapan yang berupa menu dari pedesaan.
"Nek, hari ini aku akan pulang ke Jakarta!" Alvian membuka pembicaraan nya pada sang nenek ketika mereka sedang sarapan
"Iya nak, nenek sudah tahu, tadi Risa sudah cerita!" Nek Asih tersenyum pada cucu menantu nya.
"Apakah nenek mengizin kan aku membawa sera Risa nek?" Tanya Alvian pada nek Asih.
"Iya nak, Risa memang wajib ikut dengan mu kemanapun kau pergi! Nenek tidak akan membuat Risa membantah suami nya!" Nek Asih kembali tersenyum.
"Terima kasih nek, saya akan sering- sering mengajak Risa untuk menjenguk nenek nanti nya. Atau nenek mau ikut kita tinggal di Jakarta saja?" Alvian membuat suatu penawaran pada nek Asih.
"Nak, nenek sudah tua. Nenek lebih nyaman tinggal di kampung saja, nenek tidak masalah nak!" Nek Asih menolak tawaran sang cucu.
"Baik lah nek, nanti nenek tidak perlu bekerja di kebun lagi. Nenek cukup tinggal di rumah, saya akan kirim kam sekarang asisten untuk menemani nenek di sini!" Alvian berkata pada nenek Asih.
"Tidak perlu nak, nenek wk tidak masalah tinggal sendiri!" Nek Asih kembali menolak keinginan suami dari cucu nya tersebut.
"Tidak nek, kali ini nenek tidak boleh menolak nya!" Alvian tidak ingin nek Asih kesepian setelah dia dan Risa pergi dari sini.
"Terima kasih banyak mas, karena sudah perduli pada nenek!" Risa tersenyum pada suami nya.
"Dia juga nenek ku, aku akan melakukan apa saja untuk nya!" Jawab Alvian sambil tersenyum.
*****
"Kami pergi dulu nek, nenek jaga diri baik - baik, kabari kami secepat nya jika ada sesuatu!" Alvian mencium tangan nek Asih dengan takzim.
"Iya nak, tolong jaga Risa dengan baik, kabari nenek jika kalian sudah tiba di sana!" Nek Asih memeluk cucu nya dan juga cucu menantu nya.
"Risa pergi dulu nek, baik - baik di sini!" Kini Risa memeluk tubuh tua nenek nya dengan erat, seakan takut untuk melepas kan nya.
"Iya nak, kamu juga hati - hati nak, patuh suami mu nak!" Nek Asih menasihati cucu nya sebelum dia pergi.
Sebuah mobil sudah terparkir di depan rumah nek Asih, mobil yang akan mengantar kan Alvian dan Risa ke bandara. Perjalanan dengan jalur darat akan memakan waktu 8 hingga 10 jam untuk tiba di Jakarta, tapi dengan jalur udara hanya butuh waktu kurang dari 1 jam.
"Sayang, apakah kau siap untuk bertemu mereka?" Alvian bertanya pada Risa sambil menggenggam erat tangan nya.
"Iya mas, aku akan memberikan mereka kejutan yang tidak akan pernah mereka lupakan sepanjang hidup mereka!" Risa berkata dengan pandangan lurus ke depan.
Sementara itu di tempat lain, yaitu di rumah yang dulu di tempati oleh Risa dan Arvin. Mama Lia dan juga Risa sedang menikmati kebahagian yang tanpa mereka sadari akan segera hilang dalam waktu dekat ini.
"Ma, mas Arvin itu royal banget sama kita. Lihat lah, dia menuruti apa yang aku pinta. Seneng banget aku berhasil mengusir Risa dari rumah ini!" Wulan berkata pada Mama nya sambil memperlihat kan sebuah tas branded yang baru dia beli tadi.
"Iya sayang, Mama seneng banget. Si tu Darmawan itu tidak bisa menghalangi kebahagian kalian, jia dia masih hidup pasti dia tidak akan membiar kan kau merebut suami dari anak nya itu!" Mama Lia turut tersenyum bahagia.
"Mama juga hebat banget, Mama bisa buat ayah nya Risa bertekuk lutut sama Mama. Dengan begitu kita tidak perlu hidup susah, tinggal menikmati harta ayah nya Risa setelah ibu nya berhasil Mama singkir kan!" Wulan tertawa bahagia.
"Iya sayang, tidak sia - sia dulu Mama bayar mahal orang untuk merusak rem mobil nya si Sekar. Dengan begitu si Sekar bisa langsung koit, ha ha ha!" Mama Lia menertawakan nasib buruk yang menimpa sekar.
Ibu dan anak itu tertawa bersama merayakan setiap keberhasilan mereka, kejahatan yang di lakukan Mama Lia puluhan tahun yang lalu sampai saat ini tidak pernah terungkap. Polisi tidak menemukan bukti atas kejahatan nya, Mama Lia bahkan datang pada saat kematian bu Sekar dan pura - pura berbela sungkawa.
Tapi tanpa mereka sadari, tidak ada kejahatan yang sempurna. Mereka hanya tinggal menunggu waktu saja akan terbongkar nya semua kejahatan mereka, mereka saat ini sedang menikmati sisa - sisa kemewahan yang di dapat kan dengan cara yang salah.
"Wulan, ada teman Mama yang mau ajak Mama Arisan berlian, nanti Mama mau minta uang pada Arvin, Mama mau ikutan arisan berlian, buat nambah koleksi perhiasan Mama!" Mama Lia berkata pada Risa sambil menunjuk kan pesan whatsApp yang di kirim kan oleh teman sosialita nya.
"Minta aja sama mas Arvin mas, Mas Arvin pasti setuju dan tidak akan menolak keinginan Mama. Mas Arvin itu sekarang punya jabatan tinggi di kantor nya, dia sekarang menjabat sebagai kepala keuangan di kantor nya!" Wulan pamer jabatan suami nya di kantor.
"Iya sayang, nanti Mama akan bicara langsung sam Arvin!" Mama Lia segera membalas pesan dari rekan sosialita nya, dia memberi tahu bahwa dia setuju untuk ikut arisan yang di adakan tersebut.
Risa kan manajer kantor pasti lah sdh fasilitas ketenaga kerjaan, ada asuransi msg2 pegawai dapatkan ..masak CEO bilangnya "berapapun biaya tdk masalah.. sering loh novel² bgni krg jeli..kecuali risa org miskin ta punya bpjs atau asuransi kerja 🤭 🙏
Orang kaya punya rmh mobil bayar rumah sakit bapaknya koq pake uang anaknya .. jaman skrg sdh punya bpjs , kadang asuransi swasta pun punya..
pantes saja gmpang di manipulasi suami ma saudara tiri nya.
Risa baik tp otaknya kurang.
Kl bgini Jelas kenyataan Risa sdh nikah lagi kl Risa blm nikah bisa di bilang Arvin yg bohong tp ini Risa udah nikah lagi ya mau alibi apa.