NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Apartemen Danesha malam itu terasa seperti sangkar emas yang kedap suara. Sejak pintu dikunci dari dalam, suasana berubah menjadi sangat menyesakkan sekaligus intim. Danesha tidak lagi memberikan ruang bagi Pricillia untuk bernapas jauh darinya. Amarah akibat penemuan pil kontrasepsi itu telah berubah menjadi gairah yang menuntut balas dendam yang manis.

Danesha melempar kunci mobilnya ke meja, lalu tanpa kata, ia menyudutkan Pricillia ke dinding ruang tengah. Matanya menyapu wajah cantik yang selama dua puluh tahun ini ia puja, namun kini ia tatap dengan rasa lapar yang berbahaya.

"Lo pikir lo bisa terus-terusan mengontrol kapan lo mau punya anak dari gue, Pris?" bisik Danesha, suaranya serak dan rendah. "Mulai malam ini, gue yang pegang kendali. Gue bakal pastiin setiap tetes yang gue kasih ke lo menetap di sana."

Danesha menyambar bibir Pricillia, menciumnya dengan intensitas yang seolah ingin menghisap seluruh nyawa gadis itu.

Ia tidak memberikan kesempatan bagi Pricillia untuk protes. Tangannya yang posesif mulai bekerja, melepaskan penghalang di antara kulit mereka dengan gerakan kasar namun penuh keinginan.

Di dalam kamar tidur yang hanya diterangi lampu kota dari balik jendela besar, Danesha benar-benar menjelma menjadi sosok yang tak terhentikan. Ia tidak lagi peduli pada kelembutan, yang ia inginkan adalah penguasaan total.

Danesha menindih tubuh Pricillia, menyatukan diri mereka dengan satu sentakan yang membuat Pricillia membusungkan dada dan memekik keras. Gairah Danesha yang meledak-ledak karena rasa posesif membuatnya berkali-kali lebih kuat dari malam biasanya.

"Sebut nama gue, Pris! Bilang lo punya siapa!" tuntut Danesha sambil terus bergerak dengan ritme yang menghancurkan pertahanan diri Pricillia.

"Danesha... ahh... Danesha... punya lo... aku punya lo!" rintih Pricillia, suaranya pecah di antara napas yang tersengal.

Suara teriakan nikmat Pricillia menggema di ruangan itu, berkali-kali mencapai puncaknya karena stimulasi Danesha yang tanpa ampun.

Danesha seolah sengaja ingin memberikan rasa nikmat yang tak terlupakan, sebuah candu yang akan membuat Pricillia sadar bahwa ia tidak akan pernah bisa lari.

"Lagi, Dan... ahh, jangan berhenti!" teriak Pricillia, jari-jarinya mencakar punggung Danesha hingga meninggalkan bekas kemerahan yang panjang.

Danesha tidak berhenti satu atau dua kali. Sepanjang malam, ia memaksa tubuhnya dan tubuh Pricillia untuk melampaui batas. Setiap kali ia mendekati puncak, ia akan membisikkan ancaman posesif di telinga Pricillia.

"Gue bakal kasih semuanya ke lo malam ini. Sebanyak-banyaknya. Sampai lo nggak punya ruang buat mikirin hal lain," erang Danesha.

Saat pelepasan itu datang, Danesha mengerang keras, sebuah teriakan nikmat yang jantan yang menandakan kepuasan mutlak. Ia membiarkan seluruh benihnya membanjiri rahim Pricillia sekali lagi, lebih banyak dan lebih dalam dari sebelumnya. Ia memastikan posisinya tetap di sana dalam waktu lama, tidak membiarkan satu tetes pun terbuang percuma.

"Malam ini nggak ada pil, nggak ada pelarian. Lo bakal bawa anak gue, Pris. Gue bakal kunci lo di sini sampai garis merah itu muncul," gumam Danesha di sela napasnya yang masih memburu.

Pukul empat pagi, Danesha masih terjaga. Ia membiarkan Pricillia lemas tak berdaya di pelukannya, tertidur karena kelelahan yang luar biasa. Danesha menatap wajah itu dengan tatapan predator yang puas. Ia menciumi kening, mata, dan terakhir bibir Pricillia yang bengkak karena ciumannya.

Ia telah memutuskan.

Mulai besok, ia tidak akan membiarkan Pricillia keluar dari jangkauan pandangannya. Di kampus, di kantin, bahkan di rumah, Danesha akan menjadi bayangan yang mengunci setiap langkah Pricillia. Obsesinya kini telah mencapai puncaknya, ia tidak hanya ingin memiliki cinta Pricillia, tapi ia ingin memiliki masa depan yang tumbuh di dalam rahim wanita itu.

Danesha memeluk pinggang Pricillia dengan sangat erat, seolah takut jika ia sedikit saja melonggarkan pelukannya, Pricillia akan berubah menjadi asap.

"Lo nggak akan pernah bisa pergi, My. Nggak akan pernah," bisik Danesha sebelum akhirnya ikut terlelap dalam kemenangan posesifnya.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰😍😍

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!