NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Seana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Aku bingung,"

Dia selalu mengenakan liontin itu, dan mungkin banyak orang yang pernah melihat benda itu di lehernya. Seana takut Sanzio akan melakukan penyelidikan internal.

"Tapi seharusnya lo berusaha menjauh dari mereka, Seana." Kata Velia memperingatkan.

Seana tak kuasa menahan diri untuk tidak mengingat ketika bagaimana Mike bersikap padanya saat meminta liontin itu darinya. Pria itu begitu bersikeras.

Velia merasa seperti dirinya akan gila. Dia tahu bahwa Seana tidak mungkin memberikan liontin itu kepada Sanzio. Semua orang tahu betapa hebatnya Mike, setiap kali Sanzio membutuhkan sesuatu untuk di selidiki, maka dia akan memerintah Mike.

Sedangkan Mike tidak pernah gagal menjalankan tugas dari Sanzio, jika Seana menolak memberikan liontin itu kepada Mike, maka itu pasti akan membuatnya curiga. Tetapi jika Seana melakukannya....

"Kenapa sih hidup gue harus sesial ini?!." Umpat Velia sembari mengacak-acak rambutnya. "Kartu kredit ditarik bokap dan sekarang harus ikut terjebak didalam masalah ini!," katanya merasa frustasi.

Seana juga merasa sangat frustrasi. Ia berharap bisa memutar waktu kembali dan menghapus semua yang terjadi dimalam itu. "Jadi menurut kamu, aku harus gimana? Tetep kasih liontin itu ke Mike atau ngga?." Tanya Seana dengan cemas.

"Mau ngga mau sih lo harus tetep kasih liontin itu ke Pak Mike. Kalo ngga dia malah curiga sama lo, karena lo ngga mau masalah ini cepat selesai," kata Velia. Dia tampak lebih frustasi dari sebelumnya.

Jika Mike mencurigai Seana, itu akan lebih merepotkan.

Karena Seana kini harus ikut penyelidikan bersama Mike, Velia khawatir jika Seana mungkin tidak dapat menjaga rahasianya sendiri. Jika Seana tanpa sengaja mengakuinya, maka itu akan menjadi tragedi.

Seana menggosok-gosok telapak tangannya karena gugup. "Aku rasa banyak kolega perusahaan yang udah pernah liat aku pake kalung itu," Tidak akan sulit untuk mencari tahu bahwa kalung itu milik Seana jika Mike mulai bertanya-tanya pada setiap orang yang berkaitan dengan Sanzio.

Velia mengambil gelas minumnya dan menghabiskan semua air didalamnya, sebelum akhirnya menatap Seana dengan tatapan lesu. "Jadi menurut lo kita harus gimana sekarang?,"

Seana hanya balas menatap Velia dengan mata yang berkaca-kaca.

"Udah, udah jangan nangis. Nanti kalo ada yang liat makin kacau kita bikin alasannya," kata Velia mencoba menenangkan Seana.

"Aku takut banget, Vel."

Velia mengangguk mengerti. "Iya, gue tau." Seana bukan satu-satunya yang merasa ketakutan, Velia juga ketakutan.

Makanan mereka disajikan dengan cepat, tetapi keduanya kini sudah tidak nafsu makan. Setelah sebelumnya merasa ragu, Velia akhirnya bertanya. "Seana, menurut lo apa Pak Zio beneran tau kalo yang sebenarnya masuk ke kamar dia malam itu, lo? Ini mungkin cuma semacam permainan buat dia."

Begitu Velia mengatakannya, dia ingin menampar dirinya sendiri. Dia lupa bahwa semua orang pasti tahu bahwa Sanzio bukankah tipe bos yang suka bermain-main. Namun, mereka sedang membicarakan masalah Seana. Seana terkadang berpikir lambat, hingga Velia perlu mengatakan sesuatu untuk menyadarkan sahabatnya itu.

"Pak Zio bukan tipe orang yang suka bercanda," kata Seana. Dia pernah bekerja dibanyak tempat sebelumnya ketika masa kuliahnya, dan hanya Sanzio-lah bos yang paling galak yang pernah Seana temui selama ini.

Velia menganggukkan kepalanya. "Lo bener sih,"

Itu berarti mungkin Sanzio belum mengetahui siapa yang tidur dengannya dimalam itu. Jadi apa yang harus mereka lakukan sekarang? Sungguh konyol memerintahkan Seana, yang sebenarnya adalah pelakunya, untuk menyelidiki dirinya sendiri.

Semakin Velia memikirkannya, sekian ia ingin menjambak rambutnya sendiri.

Waktu makan siang sudah berakhir, namun mereka sama sekali belum menemukan solusinya.

Dalam perjalanan kembali ke perusahaan, Seana berbalik dan pergi ke arah apartemen mereka. Velia menarik tangan Seana, sebelum dia pergi. "Lo mau ngapain? Kita bisa telat nanti,"

"Aku mau berhenti kerja," kata Seana, tak ingin kembali ke kantor.

"Ck, terus gimana sama cicilan lo dan hutang-hutang nyokap lo?." Tanya Velia dengan nada kesal.

Tetapi, Seana tidak memiliki jawaban untuk itu. Pikirannya tentang cicilannya, membuatnya kembali berbalik. Memang benar, seharusnya seseorang tidak memiliki cicilan dan hutang di dalam kondisi yang bersamaan. Seana tidak punya tabungan sehingga dia tidak bisa mengundurkan diri.

Pada akhirnya, dia hanya bisa mengikuti Velia untuk kembali ke kantor.

Begitu mereka masuk kedalam lift, Seana menerima panggilan telepon dari Sanzio. "Iya, Pak. Ada yang perlu saya lakukan?," tanya Seana dnehnw nada profesional, membuat Velia meliriknya.

Seana mungkin agak lambat, tetapi dia pandai menjaga penampilan dan cara kerjanya yang bagus. Dan meskipun dia sangat takut pada Sanzio, dia masih bisa berpura-pura serius didepannya.

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!