NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:642.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 22.

Arunika keluar dari rumah sakit dan menuju sebuah bangunan yang selama ini menjadi tempat tinggal orang-orang kepercayaannya.

Begitu pintu terbuka, ia langsung masuk dengan langkah cepat.

“Ada apa, Nona?” tanya salah satu dari mereka.

“Periksa kembali rekaman pesta semalam,” perintah Arunika tanpa basa-basi. “Pisahkan bagian saat Veronica mencoba menjebakku, dan simpan rekaman itu. Jika dia masih berani menggangguku di rumah sakit, aku akan menyerahkannya pada Angkasa.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada lebih tajam.

“Sekarang fokus pada satu orang, pada seorang wanita yang terlihat mencurigakan di area minuman sebelum Ibu Angkasa pingsan.”

Tatapan Arunika mengeras. “Temukan wanita itu, dia bisa membawaku pada orang yang membunuh kedua orang tuaku.”

“Baik, Nona.”

Orang-orangnya segera bergerak, mereka membuka rekaman CCTV yang diam-diam dipasang saat pesta berlangsung.

Waktu berlalu.

Satu jam kemudian, hasilnya masih nihil. Jejak wanita itu seolah menghilang begitu saja—persis seperti yang dikatakan Angkasa sebelumnya.

“Jangan khawatir, Nona,” ujar salah satu dari mereka dengan yakin. “Bagaimanapun, kami akan menemukan wanita itu.”

Arunika memejamkan mata sejenak, menenangkan pikirannya. Setelah itu ia membuka kembali matanya.

“Aku harus kembali ke rumah sakit, hubungi aku jika ada perkembangan.”

“Baik, Nona.”

Pria itu tampak ragu sejenak sebelum kembali berbicara. “Apa sebaiknya ada yang melindungi Anda? Situasinya kini semakin berbahaya setelah identitas Anda sebagai Dokter Jenius sudah mulai terbongkar. Andai waktu itu kami menjaga Anda… mobil Anda mungkin tidak akan ditabrak.”

Arunika menggeleng pelan.

“Tidak perlu, itu justru akan menimbulkan kecurigaan. Lagipula kita sama-sama tahu… dari pihak Angkasa sudah ada orang yang diam-diam melindungiku.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Angkasa mungkin tidak menyangka... bahwa aku tahu dia mengirim orang-orangnya untuk menjagaku.”

Orang kepercayaannya sempat ingin membantah, namun akhirnya mengangguk menghormati keputusan Arunika.

“Baik, Nona.”

Arunika keluar dari bangunan itu dengan langkah tenang, meskipun pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan.

Udara siang terasa hangat, namun tatapannya tetap dingin dan fokus. Sebelum masuk ke mobilnya, ia sempat menatap langit sejenak.

Sudah dua puluh lima tahun.

Dua puluh lima tahun sejak malam ketika hidupnya berubah selamanya.

Ia masih mengingat dengan sangat jelas kilatan lampu mobil, suara benturan keras, dan teriakan ibunya yang memanggil namanya.

Arunika menarik napas perlahan lalu membuka pintu mobil. Saat ia hendak masuk, ponselnya tiba-tiba bergetar.

Sebuah nomor asing.

Arunika menatap layar beberapa detik sebelum akhirnya menjawab.

“Siapa ini?”

Di ujung telepon terdengar suara pria yang tenang namun asing. “Arunika...”

Nada suara itu terdengar santai… seolah mereka sudah saling mengenal lama.

Alis Arunika sedikit berkerut. “Siapa Anda?”

Pria itu tidak langsung menjawab, sebaliknya ia tertawa kecil. “Sepertinya… hadiah kecilku sudah sampai.”

Tangan Arunika yang memegang ponsel sedikit menegang. Orang yang mengirim paket itu… sedang menghubunginya sekarang.

“Kalung itu milik ibumu, bukan?” lanjut pria itu.

Suara Arunika berubah dingin. “Siapa sebenarnya kamu… dan apa yang kamu inginkan?”

Beberapa detik hening, lalu pria itu kembali berkata dengan santai.

“Aku hanya seseorang yang menghargai para ilmuwan… seperti orang tuamu, dan juga kamu. Sayangnya, orang tuamu menolak bekerja sama denganku untuk melakukan eksperimen. Aku sebenarnya tidak berniat membunuh mereka… hanya saja orang-orang itu yang akhirnya mengakhiri hidup mereka.”

Keheningan sejenak menyelimuti, membuat Arunika tanpa sadar mengepalkan tangannya lebih erat.

“Seharusnya kau berterima kasih padaku. Malam itu, akulah yang menarikmu keluar dari mobil... sebelum mobil itu meledak. Orang tuamu memang mati… tapi tidak sepenuhnya oleh tanganku. Para pembunuh itu berasal dari keluarga Wiratama dan Wijaya.”

Suaranya merendah, seolah ingin menanamkan keraguan. “Jadi kau salah... jika mempercayai Angkasa.”

“Jika kamu ingin bermain teka-teki, cari orang lain.” Tatapan Arunika mengeras, ia hampir menutup telepon, namun pria itu tiba-tiba berkata sesuatu yang membuatnya berhenti.

“Mari bertemu.”

Arunika terdiam. “Apa tujuanmu?”

Pria itu terkekeh ringan. “Aku hanya ingin melihat secara langsung… seperti apa anak dari dua orang jenius itu sekarang.”

Nada suaranya terdengar seperti sedang mengamati sesuatu yang menarik. “Dan ternyata rumor itu benar, bahwa kau adalah dokter jenius. Aku sangat penasaran… apakah kemampuanmu benar-benar diwarisi dari kedua orang tuamu.”

Arunika menggenggam ponselnya lebih erat.

“Siapa namamu?” tanya Arunika, mencoba memancingnya berbicara.

Namun pria itu justru mengubah topik. “Aku juga mendengar… kau sedang mencari seseorang yang mencurigakan di pesta semalam.”

Arunika membeku.

Bagaimana pria ini tahu tentang itu?

Ia bahkan belum membicarakannya dengan siapa pun selain orang kepercayaannya dan Angkasa.

Pria itu tertawa pelan, seolah menikmati reaksinya. “Tidak perlu mencarinya terlalu jauh, karena aku lah yang menyuruhnya datang.”

Napas Arunika sedikit tertahan.

“Anggap saja… racun itu hanya ujian kecil untukmu. Untuk melihat seberapa hebat kamu menyelamatkan wanita tua dari keluarga Wiratama itu!”

Ucapan itu membuat darah Arunika seakan mendidih. Bagi pria itu, nyawa seseorang tampak seperti sekadar permainan.

Terlebih lagi, ada nada kebencian yang begitu jelas ketika ia menyebut ibu kandung Angkasa.

Beberapa detik hening.

“Kau tidak mengecewakanku, Arunika.“ Suara pria itu kembali terdengar, nada suaranya terdengar seperti sedang memuji.

Arunika menatap lurus ke depan. Mobil-mobil berlalu di jalan raya, tetapi semuanya terasa jauh. “Jangan bermain-main denganku, atau aku... akan membuatmu menyesal!“

Pria itu justru tertawa keras. “Kepercayaan diri yang luar biasa.”

Sebelum Arunika sempat berkata apa-apa lagi... telepon itu terputus.

Arunika menatap layar ponselnya beberapa detik, nomor itu langsung tidak bisa dihubungi kembali. Ia perlahan memasukkan ponsel ke dalam tasnya, tatapannya kini jauh lebih tajam. Orang yang membunuh orang tuanya, masih hidup. Dan orang itu... sedang memperhatikannya.

1
Anre1201
Orang cerdas / jenius, kadang buta saat melihat character seseorang
Deera__
Aiiihhh Othor Daebak... GK nyangka Veronica malah dijodohin ma Kenzo 🤣🤣🤣
Deera__
benar... dunia kalu dibikin serius monoton GK asikk... harus sedikit menggila makin asyiikk 🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
oalah rupanya Kenzo tidak berbahaya dan jahat... akuu minta maaf sering seudzon padamu Kenzo.. dan cepat nuduh ke kamu lagi.. aduh aku malu 🙈🙈🤭🤭
Deera__
nah kan benar... banyak yg penasaran, ingin tau, mendekat lalu kagum kemudian timbul rasa rakus dan iri dengki serta dendam.
Deera__
emak e wes gendeng dan pembunuh darah dingin psycho
Deera__
masih penasaran .. Kenzo ini dri keluarga mana????
Deera__
dia dalang dan pelaku semua masalah . Ati² kamu sedang diadu domba supanya membenci keluarga Wiratama dan wijaya
Deera__
dia ini dri keluarga mana ya???
Deera__
astaghfirullah ngeri merinding aku 😰😰 anak 18 taun jdi pembunuh, biasa aja setelah itu dan malh manusia dibuat eksperimen dn mainan. GILA ITU ORANG..
Deera__
gila manusia sinting psycho ... kek di China, negeri barat dan india itu ya.. tubuh dan organ dibuat eksperimen.
Deera__
jadi Pelaku ini namanya Kenzo... dn kejutannya ortu Veronika masih hidup cuma di sekap untk dijadikan babu meracik obat²an.. karna ortu Veronika juga orang hebat
Deera__
keknya dia sama jenius kek Arunika dan ortu Arunika. Cuma dia GK suka ada orang yang menyaingi dia. makanya dia akan melenyapkan semua orang yg menghalangi langkah hidup dia. DENGAN KOTOR DAN KEJAM
Deera__
dia sangat kenal banget dan dekat ma arunika dan orangtua Arunika. apakah dia salh satu sahabat atau rekan ortu Arunika yg berkhianat?
Deera__
Arunika jelas utama yg di cari musuh bahkan orang yg iri pdanya bakal makin banyak 🤣🤣🤣
Deera__
super jenius keturunan emak dan bapaknya ini 😍😍😍😍😍😍😍
Deera__
nah loh perlu dipertanyakan dan dites ulang dia 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
si mata batin yang tajam dan instingnya kuat . peka akan sekitar /Good//Good//Good//Smile//Smile//Smile/
Deera__
jenius. real anaknya pasangan doktor Arunika ini 😍😍😍😍😍😍😍
Deera__
in You're Dream!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!