NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16 Cengkeraman Terakhir

"Dokter! Tekanan darahnya hilang!" teriak perawat. Dokter kembali melakukan kompresi dada dengan keringat bercucuran. Di luar, Gus Azkar memegang kepalanya, ia merasa dunianya seolah akan runtuh untuk kedua kalinya.

Rina sudah hampir terbawa oleh cahaya itu. Kakinya sudah melayang. Namun tiba-tiba, sebuah tangan yang terasa keriput namun sangat hangat memegang pergelangan tangan Rina yang satunya.

"Rina... Cucu Nenek..."

Rina menoleh. Kali ini bukan Kakek, melainkan Neneknya yang sudah lama meninggal. Nenek menatap Rina dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh kasih sayang. Nenek menahan tubuh Rina agar tidak terseret lebih jauh oleh cahaya itu.

"Nenek... lepasin Rina, Kek. Rina mau ikut dia. Rina nggak mau balik lagi ke sana. Capek, Nek..." isak Rina sambil mencoba melepaskan pegangan Neneknya.

Namun, Nenek tidak melepasnya. Ia justru mendekat dan membisikkan sesuatu tepat di telinga Rina, sebuah kalimat yang membuat jantung Rina di dunia nyata bergetar.

"Nak, di sana ada seseorang yang sedang belajar mencintaimu lewat jalur langit. Dia menyebut namamu di setiap sujudnya, memohon maaf atas setiap luka yang dia beri. Kalau kamu pergi sekarang, kamu tidak akan pernah melihat bagaimana indahnya dunia saat seseorang mencintaimu karena Allah, bukan karena paksaan."

Nenek tersenyum tipis. "Pria itu (Gus Azkar) sedang berdiri di depan pintu, menyerahkan seluruh egonya hanya untuk satu tarikan napasmu. Jangan pergi sebagai orang yang kalah, Rina. Kembalilah, dan buatlah takdirmu sendiri."

Cahaya itu masih menarik lengan Rina, namun bisikan Nenek membuat tekad Rina goyah. Rina berhenti meronta. Ia menatap ke arah "pintu" dunia yang gelap, di mana ia bisa merasakan kehadiran Gus Azkar yang sedang bersujud sambil menangis.

"Tapi Rina takut, Nek..."

"Nenek akan menjagamu dari sini. Kembalilah... tunjukkan pada dunia bahwa kamu kuat."

Nenek memberikan satu dorongan terakhir yang sangat lembut namun bertenaga. Rina terlepas dari cengkeraman cahaya itu dan terlempar kembali ke dalam raganya.

Di Ruang ICU

BIP... BIP... BIP...

Irama monitor jantung itu perlahan stabil kembali. Napas Rina kembali muncul, meskipun sangat tipis. Ia tidak langsung bangun, tapi ia sudah "pulang".

Dokter menyeka keringat di dahinya. "Ini keajaiban. Dia sempat lewat, tapi dia kembali lagi."

Gus Azkar yang melihat dari balik kaca langsung lemas dan terduduk di lantai. Ia terus mengucap istighfar. Ia tahu, Rina baru saja bertarung hebat dengan maut, dan ia berjanji di dalam hatinya: Demi Allah, jika dia membuka matanya lagi, aku tidak akan membiarkan setetes air mata kesedihan pun jatuh karena perbuatanku.

___________________________________________________

Rina masih dalam masa pemulihan setelah "pertarungan" di alam bawah sadar.

____________________________________________________

Suasana di dalam ruang ICU kini lebih tenang namun penuh dengan rasa haru yang menyesakkan. Dokter dengan cekatan memasang selang oksigen ke hidung Rina untuk membantu pernapasannya yang masih sangat pendek. Tubuh mungil itu tampak sangat kontras di antara peralatan medis yang besar dan dingin.

Meskipun mata Rina masih tertutup rapat dan kesadarannya belum pulih sepenuhnya, sesuatu yang mengharukan terjadi. Dari sudut matanya yang terpejam lemas, setetes air mata bening jatuh dan mengalir perlahan melewati pipinya yang pucat.

Air mata itu seolah menjadi saksi bisu atas pertarungan batin yang baru saja dialami Rina di alam bawah sadar—tentang cahaya yang mengajaknya pergi dan bisikan Nenek yang memintanya bertahan.

Gus Azkar, yang akhirnya diizinkan masuk oleh dokter setelah kondisi Rina stabil, duduk di samping ranjang. Ia terpaku melihat air mata yang mengalir di pipi istrinya. Dengan tangan yang masih bergetar, Azkar menggunakan ibu jarinya untuk mengusap air mata itu dengan sangat lembut, seolah takut kulit Rina akan hancur jika ia menekannya terlalu keras.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!