NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 - PERMAINAN DIMULAI

DUA MINGGU KEMUDIAN - GALA DINNER PENGUSAHA MUDA JAKARTA

Ballroom Hotel Mulia penuh dengan orang-orang berpengaruh, seperti pengusaha, politisi, artis, dan masih banyak lagi.

Akselia berdiri di samping Arjuna yang sedang berbincang dengan beberapa investor asing. Dia mengenakan setelan hitam elegan bukan gaun, tetap maskulin tapi dengan potongan yang menonjolkan bentuk tubuhnya yang atletis.

"Selia," panggil Arjuna pelan tanpa menoleh. "Kevin baru datang, jam tiga arahmu."

Akselia menoleh sedikit. Benar, Kevin masuk dengan Karina yang bergelayut di lengannya. Tapi mata Kevin tidak menatap tunangannya, matanya menyapu ruangan, mencari...

Dan berhenti tepat di Akselia.

Senyum tipis muncul di bibir Kevin. Dia berbisik sesuatu pada Karina, lalu berjalan mendekat sendirian.

"Bertahan," bisik Arjuna pada Akselia. "Ini kesempatanmu."

Akselia menarik napas, menyiapkan topeng Selia Ananta bukan Akselia Kinanti. Kuat, tidak peduli apa pun, dan perempuan berbahaya.

"Selia Ananta," sapa Kevin saat sampai di hadapannya. "Kita sepertinya ditakdirkan terus bertemu."

"Atau Anda yang sengaja mencari saya, Tuan Pratama," balas Akselia datar.

Kevin tertawa... tawa rendah yang terdengar geli. "Tajam, aku suka." Dia menatap Arjuna sekilas. "Arjuna, boleh aku pinjam pengawalmu sebentar? Aku mau ngobrol."

"Dia bukan milikku yang bisa dipinjam," jawab Arjuna dingin. "Tanya langsung orangnya."

Kevin menoleh ke Akselia, menaikkan alis. "Jadi? Lima menit saja, aku janji tidak gigit."

Akselia melirik Arjuna yang mengangguk hampir tidak terlihat, izin terselubung.

"Lima menit," katanya pada Kevin.

Mereka berjalan ke balkon yang sepi, jauh dari keramaian. Udara malam sejuk, lampu kota berkelap-kelip di bawah. Kevin berdiri menghadap pagar pembatas, tangan di saku celana.

"Kamu tidak seperti pengawal biasa," katanya tanpa menoleh.

"Karena saya bukan pengawal biasa."

"Itu jelas." Kevin berbalik menghadapnya. "Aku sudah cari tahu tentangmu, Selia Ananta. Baru di Jakarta tiga bulan lalu, sebelumnya tinggal di Yogyakarta. Mantan atlet bela diri, tidak punya keluarga, tidak punya teman dekat."

Jantung Akselia berdegup lebih cepat, Kevin menyelidikinya. Tapi identitas palsu yang Diana bantu buat seharusnya aman.

"Menyelidiki saya? Saya harus merasa tersanjung atau terancam?" tanyanya dengan nada mengejek.

"Tersanjung." Kevin melangkah lebih dekat, terlalu dekat. "Aku tidak sembarang orang yang tertarik pada orang sembarangan. Dan kamu..." dia menatap langsung ke mata Akselia, "...sangat menarik di mataku, Selia!"

Akselia tidak mundur, tidak berkedip. "Saya tidak tertarik pada pria yang sudah bertunangan."

"Karina?" Kevin mengangkat bahu. "Itu cuma bisnis. Kamu tahu sendiri, pernikahan di kalangan kami jarang soal cinta."

"Lalu soal apa? Uang? Kekuasaan?" Akselia menyilangkan tangan. "Apa pun itu, bukan urusan saya."

"Kamu keras kepala, aku suka itu." Kevin tersenyum... senyum yang dulu bikin Akselia meleleh, sekarang cuma bikin perutnya mual. "Kebanyakan perempuan langsung luluh kalau aku dekati, tapi kamu... kamu seperti tembok beton."

"Mungkin karena saya punya standar."

"Standar seperti apa? Arjuna Mahendra?" Kevin tertawa meremehkan. "Dia bagus untuk bisnis, tapi untuk hal lain? Dia terlalu... kaku."

"Lebih baik kaku daripada licik," sahut Akselia tajam.

Kevin terdiam sebentar, lalu senyumnya melebar. "Kamu benar-benar beda, aku makin tertarik."

Akselia merasakan perutnya bergejolak, campuran jijik dan kepuasan. Rencana Diana berhasil, Kevin mulai terjerat.

"Lima menit sudah habis," katanya dingin. "Saya harus kembali."

Tapi saat Akselia berbalik, Kevin menangkap lengannya. Genggaman lembut tapi tegas.

"Tunggu."

Akselia menoleh, menatap tangan Kevin yang menyentuhnya, lalu menatap mata Kevin dengan tatapan membunuh. "Lepaskan."

"Atau apa? Kamu akan patahkan tanganku?" Kevin justru semakin tersenyum. "Coba saja."

Dalam satu gerakan cepat, Akselia memutar pergelangan tangannya, melepas genggaman Kevin, lalu mengunci tangan Kevin di belakang punggungnya... memaksa pria itu membungkuk.

"Saya bilang lepaskan," bisiknya dingin di telinga Kevin. "Lain kali kalau saya bilang sesuatu, dengarkan."

Dia melepas Kevin, lalu berjalan pergi tanpa menoleh.

Di balik punggungnya, Kevin berdiri sambil memutar pergelangan tangannya yang sedikit nyeri. Tapi di wajahnya bukan amarah, justru senyum puas.

"Seru sekali," gumamnya. "Semakin menarik."

***

DI DALAM BALLROOM

Akselia kembali ke samping Arjuna yang langsung menyadari sesuatu berbeda dari raut wajahnya.

"Ada masalah?" tanya Arjuna pelan.

"Tidak, cuma Kevin yang mencoba... mendekati."

Arjuna mengerutkan kening. "Dia sudah mulai."

"Mulai apa?"

"Obsesi... Kalau Kevin sudah tertarik pada seseorang, dia tidak akan berhenti sampai dapat. Atau hancurkan kalau tidak bisa dapat." Arjuna menatap Akselia serius. "Kamu yakin mau lanjutkan rencana ini?"

Akselia memikirkan tangan Kevin yang menyentuhnya tadi, suara Kevin yang masih terdengar sama seperti dulu. Senyum Kevin yang walau dia benci mengakui, masih punya efek padanya.

"Saya yakin," katanya tegas. "Ini bagian dari rencana. Buat dia tertarik, lalu hancurkan."

Tapi dalam hati, ada keraguan kecil. Seberapa jauh dia harus bermain? Seberapa jauh sebelum permainan ini jadi berbahaya bukan untuk Kevin, tapi untuk dirinya sendiri?

***

TENGAH MALAM - KAMAR KOS BELAKANG DOJO

Akselia berbaring menatap langit-langit, tidak bisa tidur. Ponselnya bergetar, pesan masuk.

Nomor tidak dikenal.

[Selia, ini Kevin. Aku dapat nomormu dari... sumber tertentu. Maaf kalau tadi aku terlalu lancang. Boleh aku ajak makan malam? berdua saja. Bukan soal bisnis, cuma ingin kenal lebih dekat.]

Akselia menatap pesan itu lama. Kevin dapat nomornya, berarti dia benar-benar serius mengejarnya. Seharusnya Akselia langsung tolak, jaga jarak, main aman.

Tapi ini kesempatan. Kesempatan masuk lebih dalam ke kehidupan Kevin, kesempatan cari lebih banyak bukti, kesempatan untuk...

Jemarinya bergerak sebelum otaknya sempat berpikir jernih. [Saya tidak tertarik makan malam dengan pria bertunangan.]

Tiga titik muncul, Kevin sedang mengetik. [Pertunangan bisa dibatalkan, kalau ada alasan yang tepat.]

[Saya bukan alasan yang tepat.]

[Biarkan aku yang tentukan itu.]

Akselia menatap percakapan itu, Kevin lebih agresif dari yang dia kira, lebih cepat.

[Saya butuh waktu berpikir.]

[Ambil sebanyak yang kamu mau. Aku bisa sabar, untuk orang yang tepat.]

Akselia menutup percakapan itu, melempar ponsel ke samping kasur.

"Sialan," umpatnya pelan. "Ini lebih rumit dari yang kukira."

Ponsel bergetar lagi. Kali ini pesan dari Diana.

[Kevin menghubungimu? Aku lihat dia minta nomormu dari asisten pribadinya tadi.]

[Ya. Dia ajak makan malam.]

[TERIMA! Ini kesempatan bagus! Kamu bisa rekam percakapan kalian, cari tahu lebih banyak tentang bisnis kotornya.]

[Aku belum yakin...]

[Selia, dengar. Ini bukan soal kamu lagi, ini soal semua orang yang Kevin hancurkan. Termasuk dirimu dulu, kamu mau balas dendam atau tidak?]

Akselia menatap pesan Diana, perempuan itu benar. Ini bukan cuma soal perasaan pribadi, ini soal keadilan.

[Oke... Aku akan terima ajakannya, tapi dengan syarat di tempat publik. Dan aku yang tentukan waktunya.]

[Sempurna! Kamu hebat, Selia. Kita akan hancurkan dia pelan-pelan, dari dalam.]

Setelah menutup ponsel, Akselia turun dari kasur, berjalan ke cermin kecil di sudut kamar.

Perempuan di cermin terlihat berbeda dari tiga bulan lalu. Lebih kuat, lebih tajam, lebih berbahaya.

Tapi ada sesuatu di matanya... ketakutan kecil yang dia coba sembunyikan.

Takut terlibat terlalu dalam, takut permainan ini berbalik menghantamnya. Takut di suatu titik, dia lupa siapa musuh sebenarnya dan siapa dirinya.

"Aku Akselia Kinanti," bisiknya pada refleksinya. "Perempuan yang Kevin buang seperti sampah, perempuan yang kehilangan bayinya karena Kevin. Aku tidak akan lupa, tidak akan pernah lupa."

Tapi bayangan keraguan tetap ada.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya sejak memulai rencana balas dendam ini... Akselia tidak yakin dia akan menang tanpa terluka.

1
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
ikhlas itu latihannya seumur hidup dg bersabar dg airmata..hasilnya luarbiasa👍👍👍 goodjob akselia..💪💪💪 thor😍😍
Lienaa Likethisyow
goodjob👍👍 akselia..memaafkan membuat hati lega dan juga damai💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Dew666
👍👍👍👍
Nada She Embun
maafkan dirimu sendiri.... cintai dirimu sendiri... jangan beratkan dirimu dengan hal yg bahkan di luar kendali mu... kamu cukup untuk dirimu... 💜... mencintai diri sendiri bukan egois... itu pertahanan untuk mental yg lebih sehat... banggalah pada dirimu... kamu yg terbaik...
author terbaik.. 😍
Lienaa Likethisyow
semangat selia jadi diri sendiri,hargai,cintai dirimu sendiri👍👍👍💪💪💪
Soraya
mampir thor
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Erni Noviyanti
tuh dengerin,ada yg gampang ngapain nyari yg sulit.
Lee Mbaa Young
🤣🤣🤣 syukurin kalah kan. balas dendam kok naggung. lek ijek bucin rasah koar koar balas dendam memalukan.
ayo karina hancurkan sekalian saja akselia kn bodoh dia biar tamat.
Erchapram: Jangan... ceritanya masih panjang, kita lihat dulu bagaimana perjuangan Akselia. 🙏
total 1 replies
vj'z tri
jurus buat ngalahin musuh ,malah dipakai musuh duluan 😅😅😅🤧🤧🤧🤧
Lee Mbaa Young: la dia bucin mkne gk tega kn menghancurkan lawan.
ngunu koar koar balas dendam.
wanita gk punya kemampuan kok bls dendam 🤣 apa nya yg di balas. yo mnding pergi jauh cari laki lain lah.drpd memalukan.
total 1 replies
Erni Noviyanti
kalau lemah ngga usah mikir bales dendam.mending pergi jauh mulai kehidupan yg baru.kasian orang yg udh banyak berkorban.
Lee Mbaa Young: laiya wong lemah kok balas dendam. yo mnding move on lah. cari laki lain. 🤣🤣🤣.
total 1 replies
Sunaryati
Setiap nongol langsung disikat, mana ada tabungannya🤣🤣🤭💪 Thoor
Sunaryati
Sudah berhasil menjerat Kevin, tapi tetap ragu ambil keputusan
Lienaa Likethisyow
lanjuuuuuuuuutttttttt....💪💪💪💪👍👍👍
Erchapram
Besok Novel ini libur update, jadi yang masih ditabung yukkk... bongkar dulu tabungannya, baca dulu sampai di bab akhir. Biar aku semangat lanjut...

Apalagi sudah bab 19 ya, akan ada perhitungan retensi di bab 20. Tolong dengan sangat ya... sahabat pembaca untuk segera dilanjut bacanya.

Terima kasih.
Asyatun 1
lanjut
N Wage
maaf nih ya Thor,serius nanya...(apa ada bagian yg terlupa aku baca) kan Kevin dan selia cukup lama berhubungan,SMP selia hamil juga.
kok Kevin gak mengenali selia sekarang?
N Wage: iya KK,maaf...😅
total 2 replies
Nada She Embun
nahan nafas aq bacaa.... 😮‍💨.. pengen banget liat kevin babak belur d tangan akselia...
Erchapram: Gak ada Kak, akan ada plot twist yang gak terduga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!