NovelToon NovelToon
My Kaisar

My Kaisar

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Bagi Freya Aurelia, mahasiswi seni yang hidupnya penuh warna dan kebebasan, Istana Welas adalah labirin kuno yang membosankan. Namun, sebuah insiden "salah masuk kamar" menyeretnya ke dalam pusaran protokol kerajaan yang kaku.
Di sana ada Kaisar Welas, sang putra mahkota yang perfeksionis, dingin, dan kaku layaknya robot. Dua dunia yang bertolak belakang ini dipaksa bersatu saat titah Buyut menjodohkan mereka demi sebuah stabilitas tradisi.
Satu bulan. Itulah waktu yang mereka miliki untuk membuktikan bahwa perjodohan ini adalah sebuah kesalahan besar. Namun, di antara perang urat syaraf, noda saus sambal di kemeja mewah, dan pelarian ke warung mie ayam, garis-garis benci itu mulai memudar.
Dapatkah Freya mewarnai hidup Kaisar yang hitam-putih? Atau justru Freya yang akan terbelenggu dalam kaku-nya adab istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Enam bulan telah berlalu sejak malam mencekam di hari ke-30 itu. Luka fisik telah sembuh, namun kenangannya menjadi pondasi yang membuat hubungan Kaisar dan Freya semakin tak tergoyahkan. Hari ini, Istana Welas tidak lagi diselimuti ketegangan atau aroma antiseptik, melainkan harum ribuan bunga melati dan mawar putih yang menghiasi setiap sudut aula agung.

Genta kerajaan berdentang merdu sebanyak 21 kali, menandakan dimulainya upacara pernikahan paling bersejarah di abad ini.

Di dalam kamar rias pengantin, Freya berdiri di depan cermin raksasa. Ia tampak luar biasa cantik dalam balutan kebaya pengantin berwarna putih gading dengan ekor panjang yang dihiasi bordiran tangan bermotif sayap burung merak—simbol kebebasan dan keagungan. Rambutnya disanggul rapi dengan hiasan cunduk mentul yang berkilauan.

"Gila... gue beneran jadi pengantin kerajaan," gumam Freya, menatap pantulannya sendiri. Tangannya yang biasanya belepotan cat, kini dihiasi henna putih yang rumit dan cantik.

Pintu terbuka, dan Ethan masuk dengan langkah tegap. Ia mengenakan seragam upacara resmi militer, tampak gagah meskipun ada sedikit bekas luka yang tersembunyi di balik seragamnya. Wajahnya ceria, tidak ada lagi selang atau pucat di sana.

"Wuidiiih! Kak Freya! Sumpah, kalau Kak Kaisar pingsan liat lo sekarang, gue nggak bakal kaget," seru Ethan sambil bersiul.

"Ethan! Lo udah sehat beneran kan? Jangan sampe lo pingsan pas lagi bawa cincin nanti," canda Freya sambil memeluk adik iparnya itu dengan sayang.

"Gue udah fit 100 persen, Kak! Gue siap jadi Best Man paling ganteng sedunia. Lagian, gue harus mastiin Kak Kaisar nggak kaku kayak papan pas ngucapin janji suci," balas Ethan sambil tertawa.

Saat pintu aula utama dibuka, ribuan pasang mata tertuju pada Freya. Ia berjalan perlahan, didampingi oleh ibunya yang menangis haru. Di ujung karpet merah, Kaisar sudah menunggu.

Kaisar mengenakan pakaian kebesaran Pangeran Mahkota berwarna hitam dengan aksen emas. Saat matanya bertemu dengan mata Freya, dunia seolah berhenti berputar bagi mereka berdua. Kaisar yang biasanya memiliki ekspresi sedingin es, kini nampak berkaca-kaca. Ia mengulurkan tangannya saat Freya tiba di depannya.

"Kamu cantik sekali," bisik Kaisar, suaranya bergetar karena emosi.

Upacara berlangsung dengan khidmat. Di depan Raja, Permaisuri, dan Buyut yang tersenyum bangga, Kaisar mengucapkan janji setianya.

"Aku, Kaisar Welas, berjanji untuk menjagamu dalam suka dan duka, melindungimu dengan seluruh hidupku, dan menjadi rumah bagi setiap warna yang kau goreskan dalam hidup kita. Aku mencintaimu, sekarang dan selamanya."

Freya membalas dengan suara yang mantap namun lembut. "Aku, Freya Aurelia, berjanji untuk memberikan warnaku di duniamu yang kaku, menemanimu dalam setiap tanggung jawabmu, dan tidak akan pernah kabur lagi—karena rumahku adalah kamu."

Saat mereka bertukar cincin—cincin yang sama yang dulu diselamatkan Freya di gudang penyekapan—Ethan berdiri di belakang mereka, mengusap air mata bangganya.

Setelah upacara formal selesai, pesta pernikahan berubah menjadi jauh lebih santai, sesuai permintaan Freya. Tidak ada lagi duduk diam di singgasana selama berjam-jam.

Freya bahkan sempat-sempatnya mengeluarkan kanvas kecil di sudut aula pesta dan mengajak Kaisar untuk memberikan goresan pertama pada lukisan "Pernikahan Kita".

"Kai, ayo! Gores warnanya!" ajak Freya.

Kaisar, yang kini sudah tidak keberatan tangannya terkena cat, menggoreskan warna emas di atas kanvas. "Begini?"

"Bagus! Sekarang giliran aku," Freya menimpanya dengan warna merah terang.

Para tamu undangan, termasuk para diplomat asing, hanya bisa melongo melihat pasangan pengantin kerajaan itu justru asyik melukis di tengah pesta pernikahan mereka sendiri.

"Hanya Freya yang bisa membuat Pangeran Mahkota kotor karena cat di hari pernikahannya," ujar Buyut sambil tertawa kecil di samping Permaisuri Ratna.

Malam harinya, saat pesta mulai mereda, Kaisar dan Freya berdiri di balkon istana, menatap kembang api yang meledak indah di langit malam.

"Kai," panggil Freya pelan sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.

"Ya, Istriku?"

Freya tertawa mendengar panggilan itu. "Istriku... geli tahu nggak sih. Tapi aku suka."

Kaisar merangkul pinggang Freya, menariknya lebih dekat. "Terima kasih sudah bertahan selama 30 hari itu, Freya. Tanpa kegigihanmu dan tanpa kejadian-kejadian gila itu, aku mungkin masih menjadi robot yang kesepian di istana ini."

Freya mendongak, menatap mata Kaisar yang kini penuh dengan cinta yang tulus. "Dan terima kasih sudah menjadi robot yang akhirnya punya hati buat aku."

Mereka berciuman dengan latar belakang kembang api yang berwarna-warni, persis seperti lukisan-lukisan Freya. Perjodohan 30 hari itu telah berakhir, namun kisah cinta mereka baru saja dimulai. Dan di sudut istana, Ethan yang melihat mereka dari jauh hanya bisa tersenyum lebar.

"Selamat, Kak. Akhirnya, istana ini punya warna yang beneran," gumam Ethan sebelum pergi bergabung kembali dengan para tamu, siap mencari "warnanya" sendiri.

1
Nita Aprika Nita
🤣🤣🤣🤣MasyaaAllah.. 👍
Nita Aprika Nita
🤣🤣
Nita Aprika Nita
Ya Allah.. karya mu bagus banget kak.. tapi kok sepi yang baca dan like y..
Nadhira Ramadhani: bantu kasih bintang 5 dong kak🤣
total 1 replies
Thata Ayu Lestary
bagusss bgttt karya nya kak , besttttt
Nadhira Ramadhani: baca ceritaku juga yang lain kak 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!