NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16. Lima Bulan Kemudian

Di halaman depan bangunan pertama, Virdrax berdiri dengan tangan terlipat, menatap pintu besar yang masih tertutup. Ia bisa merasakan denyut energi di balik dinding—potensi yang menunggu untuk dibangunkan.

“Ini… milikku,” katanya pelan, lebih kepada dirinya sendiri.

Navhara berdiri di seberang, menatap bangunannya sendiri. Angin lembut mengibaskan rambutnya. “Dan yang ini… akan penuh suara, tawa, dan rahasia.”

Ray Zen berdiri di antara keduanya, seperti poros yang menyatukan dua dunia. “Mulai hari ini,” katanya, “kalian tidak hanya tinggal di ibukota. Kalian akan menjadi bagian dari denyutnya.”

Ia menoleh pada para pasukannya. “Dan kalian… bersiaplah. Ini hanyalah langkah awal.”

Langit ibukota tetap cerah, jalanan tetap ramai, dan orang-orang tetap menjalani hidup mereka tanpa menyadari satu hal penting—

Dua bangunan megah itu bukan sekadar tempat usaha. Mereka adalah fondasi dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Dan Ray Zen… baru saja meletakkan batu pertama.

...*****...

Lima bulan berlalu sejak hari Ray Zen membeli dua bangunan besar di sisi timur Ibukota Kekaisaran Awan Putih. Waktu yang bagi sebagian orang terasa singkat, namun bagi ibukota—dan bagi mereka yang peka terhadap perubahan—lima bulan itu cukup untuk mengubah banyak hal.

Pagi itu, matahari baru saja naik ketika antrean panjang sudah terbentuk di depan sebuah bangunan megah bertuliskan tiga kata besar yang kini dikenal hampir semua orang di Kekaisaran Awan Putih, yaitu ‘Paviliun Harta Karun’.

Bangunan tujuh lantai itu berdiri kokoh, dindingnya berlapis batu spiritual, pintu masuknya dijaga oleh dua penjaga dengan aura stabil dan tatapan tajam. Di dalam, aktivitas tak pernah berhenti. Rak-rak artefak bercahaya, senjata dengan aura tajam terbungkus segel pelindung, botol-botol pil berbagai warna, berbagai teknik kultivasi, hingga bahan kultivasi langka yang bahkan sulit ditemukan di pelelangan kekaisaran—semuanya tersusun rapi.

Seorang kultivator tua menatap sebuah pedang di balik formasi kaca dengan mata berbinar. “Pedang ini… auranya stabil, tidak liar, dan lapisan rune-nya halus. Ini pedang tingkat Berlian.” gumamnya kagum. “Harganya memang tinggi, tapi kualitasnya… pantas.”

Di balik meja utama lantai satu, seorang pegawai muda membungkuk sopan. “Jika Tuan berkenan, Paviliun juga menyediakan uji resonansi aura secara gratis. Kami menjamin keaslian setiap barang.”

Kultivator itu tertawa kecil. “Tak heran tempat ini disebut Paviliun Harta Karun.”

Di lantai paling atas, Virdrax berdiri di balkon terbuka, mengenakan jubah hijau gelap dengan motif sisik samar. Angin mengibaskan rambutnya, sementara matanya mengamati aktivitas di bawah dengan ekspresi tenang namun penuh perhitungan.

“Laporan penjualan bulan ini?” tanyanya tanpa menoleh.

Seorang pria paruh baya dengan aura kuat segera melangkah maju. “Naik tiga puluh persen dari bulan lalu, Tuan. Terutama pil pemurnian dan artefak pertahanan.”

Virdrax mengangguk pelan. “Bagus. Pastikan kualitas tetap nomor satu. Kita tidak butuh pelanggan yang datang sekali lalu pergi.”

“Siap, Tuan Paviliun.”

Di seberang jalan besar, berdiri bangunan megah lain dengan suasana yang sangat berbeda. Lentera-lentera cahaya lembut menggantung di balkon, tirai tipis bergoyang pelan, dan aroma teh serta bunga spiritual menguar ke udara. Di atas pintu utama terukir nama yang kini tak kalah terkenal, yaitu ‘Paviliun Cahaya Bulan’.

Berbeda dengan hiruk-pikuk Paviliun Harta Karun, tempat ini menghadirkan ketenangan. Penginapan itu selalu penuh—kultivator pengembara, pedagang besar, utusan sekte, bahkan bangsawan kekaisaran kerap kali terlihat menginap di sana.

Di aula utama, suara kecapi lembut mengalun. Seorang pelayan wanita membimbing tamu menuju kamar mereka dengan senyum ramah. Di sudut ruangan, beberapa orang berbincang pelan—percakapan biasa bagi telinga awam, namun bagi mereka yang peka, setiap kata bisa berarti informasi berharga.

Di lantai paling atasnya, Navhara duduk di dekat jendela besar, dengan secangkir teh di tangannya. Wajahnya tenang, namun matanya bergerak perlahan, menangkap setiap detail—siapa datang, siapa pergi, siapa berbicara dengan siapa.

“Utusan dari Sekte Terapis Jiwa datang tadi pagi, Nyonya.” lapor seorang pelayan dengan nada rendah.

Navhara mengangguk. “Perhatikan mereka. Bukan secara berlebihan. Biarkan mereka merasa aman.”

“Baik, Nyonya.”

Pelayan itu pergi, meninggalkan Navhara sendirian dengan pikirannya. Senyum tipis terbit di bibirnya. “Seperti yang Tuan Ray katakan… tempat orang datang dan pergi adalah tempat cerita berkumpul.”

Dalam lima bulan, kedua paviliun itu tidak hanya berkembang—mereka meledak dalam popularitas. Nama Paviliun Harta Karun dan Paviliun Cahaya Bulan terdengar hingga ke pelosok kekaisaran, bahkan ke beberapa negara tetangga. Banyak yang datang hanya untuk melihat, banyak pula yang datang dengan harapan—mendapatkan peluang, kekuatan, atau informasi.

Kabar itu tentu saja sampai ke Istana Kekaisaran.

Di aula pertemuan istana, beberapa pejabat berbisik-bisik setelah rapat pagi berakhir.

“Dua paviliun itu… milik orang-orang Pangeran Ray Zen, bukan?” bisik seorang menteri.

“Benar. Dan itu berkembang terlalu cepat. Paviliun Harta Karun bahkan telah melebihi popularitas Paviliun Lotus Emas,” jawab yang lain dengan dahi berkerut.

“Apakah ini tidak berbahaya?”

“Hemp, bisa jadi ini adalah rencana pangeran Ray Zen untuk membangun kekuatan.” sambung yang lain.

Seorang pejabat tua menghela napas. “Yang Mulia Kaisar sudah tahu. Dan beliau tidak mempermasalahkannya.”

Ucapan itu membuat beberapa orang terdiam.

Di sudut aula, Permaisuri Mue Che menggenggam lengan kursinya dengan kuku memutih.

“Tidak mempermasalahkannya?” gumamnya dingin. “Hmph.”

Di sampingnya, Jenderal Utama Gan Che menyipitkan mata. “Paviliun itu mengumpulkan kekuatan dan pengaruh. Cepat atau lambat…”

“Cukup, kakak.” potong Permaisuri Mue Che dengan suara rendah namun tajam. “Selama kita masih ada disini, hal itu tidak akan pernah terjadi.”

Gan Che menunduk sedikit, mengerti dengan maksud adiknya. Kebencian masih membara di matanya. “Kau betul adik, kita tidak akan membiarkan itu.”

Sementara itu, di sayap dalam istana, Ray Zen berdiri di halaman latihan, tangan di belakang punggung. Wajahnya tenang, seolah semua laporan yang datang padanya hanyalah angin lalu.

Di hadapannya, seribu prajurit khusus bergerak serempak, aura mereka stabil dan terkoordinasi. Bai Hu berdiri di sisi lapangan, memperhatikan dengan seksama, sementara Han Yu memberi instruksi dengan suara tegas.

“Formasi kedua, rapatkan jarak! Jangan biarkan aura kalian saling bertabrakan!”

Tiger dan Trile bergerak di antara barisan, membetulkan posisi, sesekali menegur dengan keras. Bear berdiri sedikit jauh, mengamati keseluruhan formasi dengan mata tajam.

Ray Zen memperhatikan semuanya tanpa berkata apa-apa. Di dalam hatinya, ia merasa puas.

Beberapa langkah di belakangnya, Lia Zen duduk di bawah paviliun kecil, memegang botol air dan menatap latihan dengan mata berbinar. “Mereka semua kuat sekali sekarang…”

Bai Hu meliriknya dan tersenyum kecil. “Ini baru permulaan, Tuan Putri. Pangeran Ray pasti memiliki rencana yang lebih besar.”

Ray Zen akhirnya berbicara. “Kemajuan mereka stabil. Teruskan, kakek Han.”

“Serahkan padaku, Nak.” jawab Han Yu singkat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

Lanjut Terussss.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!