Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan Baru saja di mulai
"Coba lihat pakaian pakaian ku" Liu Yan meminta Wei Yuan mengambil pakaiannya di lemari, hal besar akan terjadi hari ini, pakaian yang di gunakan tentu saja sangat memukau
Ia tak mendapat dukungan dari sang ayah akan tetapi untuk mengambil apa yang ia inginkan ia harus mendapat dukungan sang nenek
"Nona, ini semua pakaian anda" Wei Yuan membuka tempat pakaian yang di miliki sang nona
"Pakaian ini bisa di bilang cukup layak"
"Putri agung sangat memperhatikan anda"
"Yah, lebih baik seperti itu, Liu Yan ini sangat malang, bahkan ia memiliki rumah dan pakaian yang bagus akan tetapi tidak dapat dukungan seorang ayah" Secara materi kebutuhannya memang tak pernah kekurangan
Mentri Duan sangat menghargai putra sulungnya, karena itu lah baik pakaian maupun halaman milik Liu Yan haruslah yang terbaik
"Nona, Semua barang barang ini berasal dari tuan muda, setiap kembali tuan muda selalu membelikan pakaian baru untuk nona, jika mengharap tuan besar, maka akan sulit di katakan" Sebagai seorang perdana Mentri tentu saja banyak hal yang harus di jaga
Meski kediaman Zhang ini memiliki beberapa putri selir namun saat acara resmi hanya putri sah yang bisa di bawa, jika tak membeli barang yang baik bukankah ia hanya akan di tertawakan.
"Ayah ini benar benar, berani memiliki anak tapi tak sanggup memenuhi kebutuhannya, huh, sudah lah, kasih sayang itu hanya omong kosong, seseorang harus lebih mencintai diri sendiri" Berharap pada orang lain sama saja dengan mengharap hujan emas, entah sampai kapan akan turun
"Nona, pakaian apa yang anda gunakan"
"Pakaian?, aku ingin menggunakan yang ini"
"Nona, bukankah ini sangat sederhana dan lusuh?" Pakaian ini berwarna biru langit, meski dari sutra mahal namun sudah lusuh,
Pakaian ini mungkin telah di beli sejak beberapa tahun lalu, dan ini lah yang ia inginkan, Ia sudah mencari cari sejak tadi, pakaian pakaian ini memiliki kualitas baik, tentu saja mencari yang terburuk untuk menunjukan sisi paling menyedihkan.
"Akan ada hal yang terjadi dan ini akan menjadi permainan yang menarik, semakin lusuh semakin baik." ia tersenyum lebar, ayah yang kejam, tak masalah ia akan membalas dengan kekejaman yang sama
"Tapi nona"
"Ayo bantu aku berkemas" ia duduk di balik kaca dan membiarkan Wei Yuan merias wajahnya
"Siapa sangka dalam balutan baju lusuh aku juga sangat cantik" ia berucap pelan
Penampilannya sangat indah, ia tak menyangka, Seorang Bai Xioshang yang hampir sepanjang hidupnya selalu di baluti pakaian formal akan terlihat sangat cantik saat menggunakan Hanfu kuno ini,
"Nona akan selalu cantik" Wajah nonanya sangat indah, Oleh karena itu lah nonanya mampu menarik perhatian putra mahkota yang agung
Jika bukan karena putra mahkota melakukan beberapa kelalaian, ia tak akan meninggalkan ibu kota dan nona nya tak perlu terlantar dan menikah dengan pria kejam seperti raja Han
"Kau ini bermulut manis, ayo kita jalan, akan tetapi sebelum itu ambil jubah untuk menutupi pakaian ini, jubah yang sedikit lebih megah" Orang kediaman Zhang sangat takut di kecam masyarakat, jika ia menemui sang ayah untuk meminta izin keluar dengan pakaian ini apakah ia tidak akan di suruh berganti pakaian?,
"Nona apakah tuan akan mengizinkan kita keluar?" Nonanya begitu patuh di kediaman selama beberapa tahun ini, setiap hal yang di butuhkan akan di beli oleh Wei Yuan sendiri, tak menyangka hari ini memiliki keinginan melihat dunia
"Tentu saja, jika ia tak memberi izin maka ia akan menjadi orang yang paling menyesal di akhirnya" Liu Yan berjalan meninggalkan kamar menuju ruangan sang ayah,
Izin Zhang lan,ia tentu tau apa hasilnya, tapi, ada hal menarik yang harus ia lakukan, ayah yang baik, sudah masuk waktunya kita mulai menghitung dendam lama dan baru.
"Tapi nona kita akan ke kediaman Putri Agung mengapa kita mengirim surat pada Putri Agung juga?"
"Kau akan tau nanti" ia tersenyum dan terus melangkah, setelah beberapa saat ia sampai di ruang kerja sang ayah, akan tetapi pintu tertutup rapi
"Nona, tuan sedang sibuk dan tidak ingin di ganggu" Ucap pelayan yang berada di depan pintu
Mereka pelayan pria tak suka bergosip dan selalu fokus pada pekerjaan sendiri, apapun perlakukan sang tuan pada anaknya bukan hal yang harus mereka bicarakan
"Ah, jika demikian, aku tidak akan menganggu lagi, katakan ke ayah aku ingin ke kediaman nenek, sebelum masuk ke istana aku ingin meminta izin ayah"
Pintu kediaman terbuka dan menunjukan Zhang Lan yang menatap dengan tatapan datar
"Kau wanita yang kejam, lihatlah, kau membuat adikmu jatuh sakit selama beberapa hari"
"Aku datang bukan untuk berdebat dengan mu, aku hanya ingin memberi tahu jika aku akan ke rumah nenek"
"Tuan, berikan Zhi Er keadilan, tubuh Zhi Er sangat lemah akan tetapi ia harus di rendam sepanjang malam, bukan itu saja bahkan luka di tubuhnya juga sangat menyakitkan" sebelumnya mereka mendapat cambukan keras dari Liu Yan tentu saja itu sangat menyakitkan
"Liu Yan, kau menjadi gila karena tenggelam, berlutut tanpa, tampa perintah ku jangan bermimpi untuk berdiri" Zhang Lan berucap dengan nada datar,
Liu Yan tersenyum dan berlutut dengan patuh
Ayah bajingan ini benar benar malang, ia tak tau jika hal kecil ini akan menjadi bumerang dalam hidupnya sendiri, Liu Yan mengasihani ayahnya yang kejam ini, dengan kecerdasan seperti ini menjadi seorang perdana Mentri?, benar benar menyia nyiakan posisi bagus.
Zhang Lan menutup pintu kembali dan beberapa saat kemudian selir Ming keluar dari ruangan, ia menunjukan senyuman mengejek pada Liu Yan
"Kau masih terlalu muda, melawan dengan membabi buta bukan hal yang baik" ia berbisik dan setelahnya bergerak meninggalkan Liu Yan
"Selir Ming kau hanya pelayan jangan mengajari ku" Senyuman mengejek di kembalikan dengan porsi penuh, membuat Ming Rao mendengus kesal
"Gadis kecil yang tak pernah melihat dunia" Ia berdecih dan kembali memasuki ruangan untuk melayani Zhang Lan
"Nona, lantai begitu keras, hamba akan mengambilkan bantalan untuk lutut nona" Wei Yuan menjadi cemas, bukankah sebelumnya ingin ke istana Putri Agung?, mengapa malah berada di sini.
"Tidak perlu, berlutut saja"
"Tapi nona"
"Persiapkan beberapa hidangan, setelah ini aku ingin menikmati makanan"
"Lalu bagaimana dengan" Wei Yuan menutup mulutnya rapat, nonanya sudah kena hukum, bagaimana mungkin ke kediaman putri agung, lutut nonanya sakit, nonanya sudah sangat menderita
Wei Yuan membungkuk dan bergerak meninggalkan aula belajar milik sang Mentri, menyiapkan beberapa makanan
"Pelayan hina, dunia mana yang telah dia lihat?" Liu Yan tersenyum kecil sembari berlutut dengan tekun.