NovelToon NovelToon
Mereka Mengira Aku Buta

Mereka Mengira Aku Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Khanza

Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?

On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 (BONUS) Malam yang Tidak Memberi Jawaban

Marcus tidak tidur malam itu.

Lampu kamar kerja itu masih menyala ketika jarum jam melewati pukul dua. Kota di luar jendela terlihat tenang—terlalu tenang—seolah tidak peduli pada pikiran yang berputar di kepalanya. Ia berdiri di depan meja, menatap dokumen yang sama untuk keempat kalinya tanpa benar-benar membacanya.

Ada sesuatu yang tidak pas.

Bukan satu kejadian. Bukan satu kesalahan.

Melainkan dari rangkaian keheningan yang terasa salah.

Marcus mengusap wajahnya, menarik napas panjang. Ia mencoba mengingat kapan perasaan ini mulai muncul. Sejak pesan anonim itu? Sejak Elena mulai terlalu tenang? Atau sejak ia mulai menyadari Selene lebih sering bertanya daripada biasanya?

Ia menoleh ke pintu yang tertutup.

Elena tidur di kamar seberang.

Atau setidaknya… seharusnya tidur.

Marcus berjalan pelan, membuka pintu kamar tanpa suara. Elena terbaring rapi, wajahnya menghadap ke arah jendela. Napasnya teratur. Tenang. Terlalu teratur.

Ia berdiri di sana lebih lama dari yang ia sadari.

Tidak ada rasa bersalah. Tidak ada kasih.

Yang ada hanya ketidaknyamanan.

Marcus kembali ke kamar kerja. Ia membuka laptop, masuk ke folder keuangan. Laporan-laporan itu terlihat rapi. Terlalu rapi. Angka-angka seimbang, alur dana mengalir sesuai rencana. Namun justru itu yang membuat dadanya mengencang.

Ia mengetik satu nama.

Tidak ada.

Ia mengetik ulang, kali ini lebih spesifik.

Masih tidak ada.

Marcus berhenti.

Nama itu seharusnya muncul. Selalu muncul. Ia hafal polanya. Namun malam ini, jejak itu seperti menguap.

Ia menutup laptop dengan kasar.

“Ini hanya paranoia,” gumamnya.

Namun kata-kata itu tidak meyakinkan siapa pun—terutama dirinya sendiri.

Ponselnya bergetar.

Pesan dari Selene.

Kamu masih bangun?

Marcus menatap layar beberapa detik sebelum membalas.

Iya.

Balasan datang cepat.

Aku merasa ada yang salah.

Marcus tersenyum kecut.

Untuk pertama kalinya, Selene mengatakan sesuatu yang sama persis dengan isi kepalanya.

Jangan berlebihan, balasnya. Elena tidak tahu apa-apa.

Setelah pesan itu terkirim, Marcus menyesalinya.

Bukan karena isinya.

Melainkan karena ia perlu meyakinkan dirinya sendiri.

Ia menatap pantulan wajahnya di kaca jendela. Mata itu tampak lelah. Garis tegang di rahang tidak bisa disembunyikan lagi. Ia teringat Elena sore tadi—cara ia menjawab pertanyaan dengan tenang, tanpa jeda, tanpa kesalahan.

Terlalu sempurna.

Marcus menggeleng pelan.

Elena buta. Lemah. Bergantung padanya.

Ia sudah memastikan itu.

Namun entah sejak kapan, keyakinan itu mulai terasa seperti kalimat yang diulang terlalu sering—hingga maknanya pun hilang.

Di luar, hujan mulai turun. Tipis. Pelan.

Marcus duduk, menatap jam. Pukul tiga lewat sepuluh.

Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ia merasa tidak memegang kendali.

Dan perasaan itu—lebih dari apa pun—membuatnya takut.

Di kamar seberang, Elena membuka mata.

Ia tidak bergerak. Tidak tersenyum.

Ia hanya mendengarkan.

Karena malam seperti ini selalu berbicara banyak—

terutama kepada orang-orang yang akhirnya mulai menyadari:

bahwa rasa aman mereka

hanya ilusi yang terlambat disadari.

...****************...

Terima kasih sudah membaca bonus bab ini 🤍

Di titik ini, cerita bergerak secara pelan—bukan karena ragu,

tapi karena semua rahasia sedang mencari waktunya sendiri.

Jika suasananya terasa sunyi dan menekan,

itu tandanya badai sudah sangat dekat.

Jangan lewatkan di bab-bab selanjutnya,

karena satu nama akan disebut… dan semuanya berubah. ✨😉🥰

1
Kaka's
pembohong kamu marcus horison...
Serena Khanza: kiper indo 😭
total 1 replies
Sean Sensei
asli sedikit kah? kok aku bacanya kurang puas ya /Sob/
Serena Khanza: maklum kak awal awal masih dikit 🤭🤣

baru belajar nulis 🤭🤭
total 1 replies
Hunk
Ya aku juga menunggu hasil nya elena🤣
Serena Khanza: perlahan lahan meledak kak 🤭
total 1 replies
Hunk
Mantap bukti nya banyak banget ples kuat.
cimownim
cara Elena menghadapi laki-laki udah keren cerdas banget ya
Serena Khanza: Elena menghadapi laki-laki dengan diam dan tenang 🤭
total 2 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Tiara Bella
skrng ngurigain Selena ya Marcus....
Tiara Bella: hooh ...
total 2 replies
Hunk
Alasan umum untuk semua orang yg telat "Jalanan macet"
Sean Sensei
/Sweat/ : belum di update mungkin google map nya
Kaka's
saya suka narasi seperti ini. karna langsung sy praktekkan sesuai instruksinya.. terangkat tipis 🤭🤭
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Khusnul Khotimah
sampek sini q blom paham yg jd masalah itu pa?kok sampek segitunya ...ni masalah harta/warisan kah?perselingkuhan?.ato penghianatan?
Khusnul Khotimah: oooooohhhh.... gtu ditunggu kelanjutanya thor.
total 2 replies
Panda
mau pindahin aset kayanya marcus
Jing_Jing22
nggk sabar buka bab selanjutnya. pengen tau nasib tuh dua orang
Jing_Jing22
target mulai masuk kedalam rencana elena
CACASTAR
dialognya kenapa masih kaku Thor.. harusnya semakin lama di antara mereka tentunya semakin dekat. bahkan atasan dan bawahan sekalipun makin tahun pasti makin akrab. Kata sapaannya pun akan menggunakan kata sapaan yg lebih akrab walaupun sopan.
Serena Khanza: iya kak makasih masukannya 👍🏻😊

next aku perbaiki lagi di penulisan supaya bisa lebih natural lagi 😊😊
total 1 replies
APRILAH
Otewe gofood aja deh, ngeri kalo pesen gitu 😄
Kaka's
sudah terlambat marcus horison... su terlambat...
Serena Khanza: wkwkwk 🤭🤭
total 3 replies
Hunk
Elena menurut ku keren banget. Dokumen aj bisa sampai dia ingat isi nya. Padahal mungkin halaman nya banyak banget.👍
Serena Khanza: soalnya dia asisten marcus
total 1 replies
Hunk
Dia sendiri ga nyaman udah berbohong./Shame/
Murdoc H Guydons
Obat buat apa? Mata kabur segitu mah ga ngefek di kasi obat.. 🤭
Murdoc H Guydons: oh iy ya.. haha..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!