Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?
On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 (BONUS) Malam yang Tidak Memberi Jawaban
Marcus tidak tidur malam itu.
Lampu kamar kerja itu masih menyala ketika jarum jam melewati pukul dua. Kota di luar jendela terlihat tenang—terlalu tenang—seolah tidak peduli pada pikiran yang berputar di kepalanya. Ia berdiri di depan meja, menatap dokumen yang sama untuk keempat kalinya tanpa benar-benar membacanya.
Ada sesuatu yang tidak pas.
Bukan satu kejadian. Bukan satu kesalahan.
Melainkan dari rangkaian keheningan yang terasa salah.
Marcus mengusap wajahnya, menarik napas panjang. Ia mencoba mengingat kapan perasaan ini mulai muncul. Sejak pesan anonim itu? Sejak Elena mulai terlalu tenang? Atau sejak ia mulai menyadari Selene lebih sering bertanya daripada biasanya?
Ia menoleh ke pintu yang tertutup.
Elena tidur di kamar seberang.
Atau setidaknya… seharusnya tidur.
Marcus berjalan pelan, membuka pintu kamar tanpa suara. Elena terbaring rapi, wajahnya menghadap ke arah jendela. Napasnya teratur. Tenang. Terlalu teratur.
Ia berdiri di sana lebih lama dari yang ia sadari.
Tidak ada rasa bersalah. Tidak ada kasih.
Yang ada hanya ketidaknyamanan.
Marcus kembali ke kamar kerja. Ia membuka laptop, masuk ke folder keuangan. Laporan-laporan itu terlihat rapi. Terlalu rapi. Angka-angka seimbang, alur dana mengalir sesuai rencana. Namun justru itu yang membuat dadanya mengencang.
Ia mengetik satu nama.
Tidak ada.
Ia mengetik ulang, kali ini lebih spesifik.
Masih tidak ada.
Marcus berhenti.
Nama itu seharusnya muncul. Selalu muncul. Ia hafal polanya. Namun malam ini, jejak itu seperti menguap.
Ia menutup laptop dengan kasar.
“Ini hanya paranoia,” gumamnya.
Namun kata-kata itu tidak meyakinkan siapa pun—terutama dirinya sendiri.
Ponselnya bergetar.
Pesan dari Selene.
Kamu masih bangun?
Marcus menatap layar beberapa detik sebelum membalas.
Iya.
Balasan datang cepat.
Aku merasa ada yang salah.
Marcus tersenyum kecut.
Untuk pertama kalinya, Selene mengatakan sesuatu yang sama persis dengan isi kepalanya.
Jangan berlebihan, balasnya. Elena tidak tahu apa-apa.
Setelah pesan itu terkirim, Marcus menyesalinya.
Bukan karena isinya.
Melainkan karena ia perlu meyakinkan dirinya sendiri.
Ia menatap pantulan wajahnya di kaca jendela. Mata itu tampak lelah. Garis tegang di rahang tidak bisa disembunyikan lagi. Ia teringat Elena sore tadi—cara ia menjawab pertanyaan dengan tenang, tanpa jeda, tanpa kesalahan.
Terlalu sempurna.
Marcus menggeleng pelan.
Elena buta. Lemah. Bergantung padanya.
Ia sudah memastikan itu.
Namun entah sejak kapan, keyakinan itu mulai terasa seperti kalimat yang diulang terlalu sering—hingga maknanya pun hilang.
Di luar, hujan mulai turun. Tipis. Pelan.
Marcus duduk, menatap jam. Pukul tiga lewat sepuluh.
Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ia merasa tidak memegang kendali.
Dan perasaan itu—lebih dari apa pun—membuatnya takut.
Di kamar seberang, Elena membuka mata.
Ia tidak bergerak. Tidak tersenyum.
Ia hanya mendengarkan.
Karena malam seperti ini selalu berbicara banyak—
terutama kepada orang-orang yang akhirnya mulai menyadari:
bahwa rasa aman mereka
hanya ilusi yang terlambat disadari.
...****************...
Terima kasih sudah membaca bonus bab ini 🤍
Di titik ini, cerita bergerak secara pelan—bukan karena ragu,
tapi karena semua rahasia sedang mencari waktunya sendiri.
Jika suasananya terasa sunyi dan menekan,
itu tandanya badai sudah sangat dekat.
Jangan lewatkan di bab-bab selanjutnya,
karena satu nama akan disebut… dan semuanya berubah. ✨😉🥰