NovelToon NovelToon
Kronik Dewa Asura: Jalur Penentang Takdir

Kronik Dewa Asura: Jalur Penentang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

Langit ingin aku mati, tapi aku menolak untuk berlutut!"
Di Benua Awan Merah, kekuatan adalah satu-satunya hukum. Ye Chen, Tuan Muda Klan Ye yang jenius, kehilangan segalanya dalam satu malam. Keluarganya dibantai oleh Sekte Pedang Darah, Dantian-nya dihancurkan, dan harga dirinya diinjak-injak.
Tiga tahun lamanya, ia hidup lebih rendah dari anjing sebagai budak penambang Nomor 734 di Lembah Kabut Hitam. Tanpa masa depan, tanpa harapan.
Namun, takdir berubah ketika sebuah reruntuhan gua tambang mengungkap benda terlarang dari era purba: Mutiara Penelan Surga. Benda pusaka yang mampu melahap segala bentuk energi—batu roh, senjata pusaka, darah iblis, hingga esensi kehidupan musuh—dan mengubahnya menjadi kekuatan murni.Dengan Sutra Hati Asura di tangannya dan kebencian membara di hatinya, Ye Chen bangkit dari neraka. Dia bukan lagi budak. Dia adalah sang Penakluk.
Satu per satu, mereka yang menghinanya akan membayar dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Di Antara Es dan Api

matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, mengubah langit di atas Hutan Kematian menjadi kanvas berwarna jingga darah yang memudar. Di bawah kanopi hutan yang lebat, kegelapan datang lebih cepat.

Dua sosok bergerak menembus semak belukar. Ye Chen memimpin di depan, menebas tanaman merambat yang menghalangi jalan dengan pedang besarnya, sementara Mu Xue mengikuti di belakang dengan wajah yang sedikit pucat.

"Kau terlalu lambat," komentar Ye Chen tanpa menoleh. "Untuk seorang jenius dari Sekte Teratai Es, fisikmu lebih lemah dari nenek tua di desa."

Mu Xue menggertakkan giginya. Rasa kesal meluap di dadanya. "Aku baru saja terkena racun mematikan dan kehilangan banyak Qi! Dan kau... kau berjalan seolah ini taman belakang rumahmu!"

Ye Chen berhenti mendadak, membuat Mu Xue hampir menabrak punggungnya. Ye Chen berbalik, menatap wanita itu dengan mata hitamnya yang tenang.

"Di hutan ini, musuh tidak peduli kau sakit atau sehat. Jika kau lambat, kau mati. Itu saja."

Mu Xue terdiam. Kata-kata itu kasar, tapi benar. Dia adalah putri kebanggaan sekte yang selalu dilindungi. Turun ke dunia luar sendirian telah memberinya tamparan keras tentang realitas.

"Kita istirahat di sini," putus Ye Chen, menunjuk sebuah area terbuka kecil yang dikelilingi batu-batu besar. Tempat itu strategis, terlindung dari angin dan mudah diawasi.

Mu Xue menghela napas lega dan duduk bersandar di sebuah batu berlumut. Kakinya terasa seperti timah. Sementara itu, Ye Chen tidak langsung duduk. Dia menaburkan bubuk kuning berbau belerang di sekeliling area perkemahan mereka—Bubuk Pengusir Binatang yang dia ambil dari kantong Kapten Tie.

Setelah memastikan keamanan, Ye Chen menyalakan api kecil tanpa asap menggunakan batu api. Cahaya api menari-nari di wajahnya yang kotor namun tegas.

"Makan ini," Ye Chen melemparkan sepotong dendeng kering ke pangkuan Mu Xue.

"Keras sekali," keluh Mu Xue setelah menggigitnya sedikit.

"Itu daging Babi Hutan Besi. Penuh energi. Jangan manja."

Ye Chen mengabaikan keluhan wanita itu dan mengeluarkan kotak giok berisi separuh Teratai Jantung Es—bagian inti sari yang dia ambil tadi.

Udara di sekitar api unggun langsung mendingin drastis begitu kotak itu dibuka. Bunga itu bersinar biru kristal, memancarkan energi murni yang membuat pori-pori Ye Chen terbuka.

"Kau... kau akan memakannya mentah-mentah?" tanya Mu Xue kaget. "Energi es di dalamnya terlalu kuat! Tanpa dilarutkan menjadi pil, organ dalammu bisa membeku!"

Ye Chen menyeringai tipis. "Tubuhku sedikit berbeda."

Tanpa ragu, Ye Chen memasukkan inti bunga teratai itu ke dalam mulutnya dan menelannya bulat-bulat.

Mu Xue menahan napas, menunggu Ye Chen membeku menjadi patung es. Namun, yang terjadi selanjutnya membuatnya tercengang.

Begitu bunga itu masuk ke perut Ye Chen, rasa dingin yang menusuk tulang meledak.

Dingin!

Rasanya seperti menelan bongkahan gletser. Darah Ye Chen serasa membeku. Alis dan rambutnya mulai tertutup lapisan embun beku putih.

Namun, di dalam Dantian-nya, Mutiara Penelan Surga berputar berlawanan arah jarum jam.

"Telan!"

Pusaran hitam itu melahap energi es yang mengamuk. Alih-alih menghancurkannya, Mutiara itu memurnikannya dan menyatukannya dengan Qi Asura yang panas dan korosif.

Api dan Es. Dua elemen yang berlawanan kini berputar bersama di dalam meridian Ye Chen.

Sensasi itu menyiksa. Separuh tubuh Ye Chen terasa terbakar, separuh lagi membeku. Keringat dingin mengucur deras, lalu menguap menjadi kabut.

Retak... Krak...

Suara tulang Ye Chen bergeser terdengar jelas di keheningan malam.

Energi dari Teratai Jantung Es berusia lima puluh tahun itu luar biasa. Kotoran-kotoran sisa yang masih mengendap di tubuh Ye Chen akibat menyerap darah musuh secara acak, kini dibersihkan oleh hawa dingin teratai itu. Pondasi kultivasinya yang tadinya sedikit tidak stabil, kini menjadi kokoh seperti benteng baja.

Boom!

Gelombang energi transparan meledak dari tubuh Ye Chen, memadamkan api unggun di depannya.

Mu Xue menutup wajahnya dengan lengan baju untuk menahan angin kencang itu. Saat dia membuka mata kembali, dia melihat Ye Chen duduk bersila, dikelilingi oleh aura biru dan merah yang saling membelit.

Matanya terbuka.

"Hah..." Ye Chen menghembuskan napas panjang berupa uap putih.

Ranah Pemadatan Qi... Tingkat 2!

Bukan hanya naik tingkat. Kualitas Qi di dalam tubuhnya kini jauh lebih murni. Jika sebelumnya Qi-nya seperti air keruh yang deras, sekarang seperti air raksa yang berat dan padat.

"Monster..." gumam Mu Xue pelan. Dia butuh waktu tiga bulan dan bantuan tetua sekte untuk menyerap seperempat kelopak bunga itu dulu. Ye Chen menelan intinya dalam satu malam dan langsung naik tingkat tanpa efek samping?

Ye Chen merasakan kekuatan barunya. Dia mengepalkan tangan, merasakan aliran tenaga yang harmonis. Rasa haus darah dari efek samping Sutra Hati Asura sedikit mereda berkat efek penenang dari Teratai Es.

"Kau menatapku seperti melihat hantu," kata Ye Chen datar, menyalakan kembali api unggun dengan sedikit percikan Qi.

"Siapa kau sebenarnya, Ye Chen?" tanya Mu Xue serius. "Teknik kultivasimu... itu bukan sesuatu yang diajarkan di sekte manapun di Benua Awan Merah."

"Aku hanya seorang penambang yang beruntung," jawab Ye Chen singkat, menutup topik pembicaraan. Dia tidak sebodoh itu untuk menceritakan rahasianya.

Tiba-tiba, telinga Ye Chen bergerak.

"Ssstt."

Ye Chen mengangkat tangannya, memberi isyarat diam.

Mu Xue, yang sudah belajar untuk mempercayai insting Ye Chen, langsung memegang gagang pedangnya. "Ada apa?"

"Tamu tak diundang," bisik Ye Chen. Matanya menatap kegelapan di luar lingkaran cahaya api. "Banyak."

Dari balik semak-semak, muncul sepasang mata hijau yang menyala. Lalu dua pasang. Tiga pasang. Sepuluh pasang.

Geraman rendah terdengar mengelilingi mereka.

Serigala Cakar Besi (Iron-Claw Wolves).

Binatang buas yang hidup berkelompok. Mereka terkenal dengan kecepatan tinggi dan cakar depan yang bisa merobek baja.

"Ada sekitar dua puluh ekor," analisis Ye Chen tenang. "Rata-rata Tingkat 1 Menengah. Pemimpinnya pasti ada di dekat sini."

Mu Xue bangkit berdiri, wajahnya tegang. "Banyak sekali... Dengan kondisiku yang baru pulih 30%, aku hanya bisa menahan dua atau tiga ekor."

"Cukup," kata Ye Chen. Dia berdiri, mencabut Dao besarnya dari tanah. Berat pedang itu terasa ringan di tangan barunya yang lebih kuat. "Lindungi punggungku. Jangan mati. Itu saja tugasmu."

"Awoouuu!"

Lolongan panjang terdengar, dan kawanan serigala itu menerjang serentak dari segala arah bagaikan gelombang pasang berbulu abu-abu.

"Datanglah!"

Ye Chen tidak menunggu diserang. Dia melesat maju menyambut gelombang pertama.

Teknik Pedang Asura: Tebasan Bulan Sabit!

Ye Chen memutar tubuhnya. Pedang Dao miliknya menyapu horizontal, menciptakan lengkungan energi hitam yang tajam.

Crass! Crass!

Dua serigala pertama yang melompat ke arahnya terbelah dua di udara. Darah dan isi perut berhamburan.

Namun serigala lain tidak gentar. Tiga ekor menerkam dari samping kiri, mengincar leher dan kaki Ye Chen.

"Enyah!"

Ye Chen menendang serigala di kaki kirinya hingga tulang rusuknya hancur, lalu menggunakan siku kanannya untuk menghantam moncong serigala yang mengincar lehernya.

Sementara itu, Mu Xue juga bertarung.

Pedang rampingnya menari dengan anggun. Udara dingin menyelimuti bilahnya.

Tusukan Jarum Es!

Setiap tusukan pedangnya tepat mengenai mata atau tenggorokan serigala yang mencoba menyerang punggung Ye Chen. Meski tenaganya belum pulih, teknik pedang sekte elitnya sangat presisi.

"Bagus," puji Ye Chen dalam hati. Setidaknya wanita ini bukan beban.

Pertarungan berubah menjadi pembantaian. Mayat serigala mulai menumpuk di sekitar perkemahan. Bau darah amis semakin menyengat.

Tiba-tiba, sebuah bayangan raksasa melompat dari atas pohon, melewati kawanan serigala biasa, dan mendarat dengan dentuman keras tepat di depan Ye Chen.

Itu adalah Alpha Serigala Cakar Besi. Ukurannya dua kali lipat serigala biasa, dengan bulu perak di punggungnya dan cakar yang memancarkan kilap logam Qi sejati.

Binatang Buas Tingkat 2 Awal! (Setara Pemadatan Qi Tingkat 4).

"Grrr..." Alpha itu menggeram, matanya menatap Ye Chen dengan kecerdasan yang licik. Ia tahu manusia inilah ancaman terbesarnya.

"Mu Xue, mundur!" perintah Ye Chen.

Alpha itu bergerak secepat kilat. Ia tidak menggigit, melainkan mencakar. Lima bilah angin tajam tercipta dari ayunan cakarnya.

Ye Chen mengangkat pedangnya untuk menangkis.

TRANG!

Kekuatan benturan itu membuat kaki Ye Chen terbenam ke dalam tanah sedalam lima senti. Getaran hebat merambat ke lengannya.

"Kuat!" batin Ye Chen. Kekuatan fisik Alpha ini setara dengan kultivator Tingkat 5.

Alpha itu tidak memberi jeda. Ia menyerang bertubi-tubi, memaksa Ye Chen bertahan. Cakar bajanya meninggalkan goresan dalam di bilah Dao milik Ye Chen.

"Pedang ini tidak akan bertahan lama," sadar Ye Chen. Dao rampasan dari Kapten Tie hanyalah senjata biasa yang sedikit bagus. Melawan cakar monster Tingkat 2, senjata itu mulai mencapai batasnya.

"Kalau begitu, selesaikan dengan cepat."

Ye Chen menarik napas dalam. Ia mengaktifkan energi dari Teratai Jantung Es yang baru saja ia serap.

Pedang Dao yang biasanya dilapisi api hitam, kini tiba-tiba diselimuti lapisan es tipis berwarna biru gelap.

"Kombinasi Asura dan Es..."

Mata Ye Chen bersinar. Saat Alpha itu melompat untuk gigitan yang mematikan ke lehernya, Ye Chen tidak menghindar. Dia meluncur ke depan, masuk ke dalam jangkauan serangan lawan.

"Mati!"

Ye Chen menusukkan pedangnya langsung ke mulut Alpha yang terbuka.

JLEB!

Pedang itu menembus langit-langit mulut hingga tembus ke otak.

Namun, momentum Alpha itu masih kuat. Cakar depannya masih mengayun ke arah dada Ye Chen.

Sret!

Cakar itu merobek baju Ye Chen dan membuat tiga garis luka panjang di dadanya. Darah muncrat.

Tapi Alpha itu sudah mati. Tubuhnya mengejang, lalu kaku seketika saat energi es dari pedang Ye Chen membekukan otaknya dari dalam.

Ye Chen menendang bangkai Alpha itu menjauh, lalu mencabut pedangnya dengan napas terengah.

"Hah... hah..."

Darah menetes dari dada Ye Chen, bercampur dengan darah serigala.

Mu Xue berlari mendekat, wajahnya cemas. "Ye Chen! Kau terluka!"

"Hanya goresan," kata Ye Chen sambil mengusap luka di dadanya. Lukanya tidak dalam, hanya daging luar. Ototnya yang sekeras baja menahan cakar itu menembus organ vital.

Sisa kawanan serigala, melihat pemimpin mereka tewas dalam sekejap, melolong ketakutan dan lari kocar-kacir kembali ke dalam hutan.

Ye Chen tidak mengejar. Dia langsung berlutut di samping bangkai Alpha itu.

"Sayang sekali pedangnya rusak," gumam Ye Chen melihat Dao besarnya yang kini retak dan bergerigi parah.

Dia membedah kepala Alpha itu dan mengambil Inti Binatang berwarna perak yang bersinar terang. Energinya jauh lebih padat daripada inti Tingkat 1.

"Ini bayarannya," kata Ye Chen, menyimpan inti itu.

Mu Xue menatap Ye Chen yang sedang membalut lukanya sendiri dengan santai. Di bawah cahaya bulan yang mulai menembus awan, pemuda itu terlihat seperti dewa perang muda yang tak terkalahkan.

"Kita harus pergi," kata Ye Chen tiba-tiba. "Darah Alpha ini akan memancing monster yang lebih kuat. Jarak ke perbatasan Hutan Kematian tinggal sepuluh mil lagi. Kita lari malam ini juga."

"Lari malam ini? Tapi lukamu..." protes Mu Xue.

Ye Chen menoleh, tatapannya tajam namun ada sedikit kehangatan samar—atau mungkin hanya pantulan api.

"Apa kau lupa? Aku punya janji untuk mengantarmu ke Kota Angin. Aku tidak mati semudah itu sebelum aku mendapatkan bayaranku."

Mu Xue tertegun, lalu tersenyum kecil. "Baiklah, Tuan Pengawal. Mari kita pergi."

Malam itu, dua bayangan melesat keluar dari zona bahaya, meninggalkan jejak mayat serigala di belakang mereka.

Tujuan mereka: Kota Angin. Tempat di mana takdir Ye Chen yang sebenarnya akan dimulai, dan di mana masa lalunya yang kelam menunggunya kembali.

(Akhir Bab 9)

1
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos mantab Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat membara
Aman Wijaya
jooooz pooolll Ye Chen semangat bersama tim
Aman Wijaya
mantab ye Chen bantai tie Shan dan kroni kroninya.bikin kabut darah
Ip 14 PRO MAX
ok bntai,suka mcx kejam sadis
sembarang channel
ok siap
BoimZ ButoN
lanjutkan thhooor semangat 💪🙏
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor
sembarang channel
ok siap,mkasih masukannya🙏🙏🙏🙏
selenophile
bahasa tolong di perbaiki min..
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
makin seru Thor 💪💪💪 terus
Aman Wijaya
bagus ye Chen semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll lanjut
Aman Wijaya
joooooss joooooss pooolll lanjut
Aman Wijaya
makin seru ceritanya Thor lanjut terus semangat semangat semangat
sembarang channel: mksh untuk semuanya yang suka dengan ceritanya,jangan lupa kasih bintang 5 y🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab ye Chen lanjut terus
Aman Wijaya
top top markotop lanjut Thor
Aman Wijaya
mantab ye Chen babat semua anggota sekte pedang darah
Aman Wijaya
mantab ye Chen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!