NovelToon NovelToon
Takdir Cahaya & Kegelapan

Takdir Cahaya & Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: fernan Do

raja kegelapan dan ratu cahaya" 2 entitas yang tidak seharusnya bisa bersatu dan kekuatan yang seharusnya saling tolak menolak namun dikalahkan oleh takdir yang berjalan secara mutlak...menjalin sebuah cinta yang membuat kesucian cahaya menjadi dianggap najis dan kekejaman kegelapan dianggap lemah karena hubungan yang mereka jalanii

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fernan Do, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cahaya yang terlupakan dan tahta yang berdusta (spesial bab)

Langit Luxeria hari ini tidak lagi berwarna biru pucat, melainkan emas murni yang berpendar. Sejauh mata memandang, kelopak bunga lili surgawi jatuh dari angkasa, aroma keharuman abadi memenuhi udara, menandakan bahwa sebuah era baru telah lahir.

Di atas tangga marmer putih yang menuju ke Altar Matahari, berdiri seorang wanita dengan keagungan yang sanggup meruntuhkan nyali siapa pun yang menatapnya. Alina, sang Ratu Cahaya yang baru, berdiri dengan jubah perak yang ditenun dari sutra dewa. Ia dinobatkan sebagai

(the strongest queen of light in the current era)

,seorang jenius sihir yang kekuatannya melampaui seluruh pahlawan yang ada di abad ini.

"Hidup Ratu Alina! Sang Pembawa Fajar!"

Suara sorak-sorai jutaan rakyat menggelegar, namun di antara kerumunan dewa-dewi yang tunduk, Alina merasa hampa. Ada sebuah lubang besar di ingatannya—sebuah kabut tebal yang menutupi masa kecilnya sebelum ia berusia dua belas tahun. Ia hanya ingat satu hal:

sebuah ledakan cahaya di sebuah pasar tua yang menyelamatkan nyawanya dan ibunya. Selebihnya? Hanya kekosongan.

Setelah upacara megah itu berakhir, Alina melangkah menuju bagian terdalam istana: Perpustakaan Akar Waktu. Ia ingin mencari jawaban yang tidak bisa diberikan oleh meditasinya.

Di sana, seorang pria tua dengan jubah cokelat yang compang-camping sedang membersihkan debu dari gulungan perkamen tua. Ia adalah Elias, Sejarawan Agung Luxeria.

"Elias," panggil Alina. Suaranya lembut namun memiliki otoritas mutlak. "Katakan padaku sebagai pemegang sejarah... siapakah Dewi atau Ratu terkuat yang pernah menginjakkan kaki di alam semesta ini?"

Elias terdiam sejenak, matanya menatap lantai dengan takut. "Banyak yang mengatakan Athena, Sang Dewi Matahari Kuno.

Kekuatannya membakar seluruh galaksi. Dialah yang Anda tiru sekarang sebagai yang terkuat di era ini, Yang Mulia."

Alina berhenti tepat di depan sebuah lukisan besar yang telah ditutup kain hitam di sudut ruangan.

"Athena? Tidak. Kekuatan yang kurasakan di nadiku ini... ia terasa lebih hangat, lebih tulus. Elias, kenapa di buku sejarah agung ini, nama Ratu luxeria no 1 dihapus? Kenapa hanya ada lubang hitam di catatan seribu abad yang lalu?"

Mendengar itu, tangan Elias bergetar hebat. Ia seolah baru saja mendengar kata terlarang yang bisa memanggil maut.

"Nama itu... sebaiknya tidak Anda bicarakan, Yang Mulia," bisik Elias, suaranya parau.

"Dia adalah ratu pertama Luxeria, lebih dari seribu abad yang lalu. Namun, sejarah harus menghapusnya karena dia dianggap tidak lagi suci. Dia telah mengkhianati esensi cahaya demi seorang monster dari kegelapan."

Alina mengernyit, kepalanya mendadak berdenyut nyeri. "Tidak suci? Pengkhianat? Lalu kenapa setiap kali aku mendengar namanya, jiwaku merasa tenang? Kenapa aku merasa cahaya yang kumiliki sekarang adalah pemberiannya?"

Alina mencoba memaksakan ingatannya kembali ke hari itu—hari di pasar Aethelgard. Ia ingat seorang wanita berdiri di depannya, menepis api neraka hanya dengan tangan kosong. Ia ingat wanita itu mengusap kepalanya dan memberinya sebuah benda... tapi wajah wanita itu buram, seperti bayangan yang tertutup cahaya silau.

"Aku kehilangan ingatanku saat aku berumur dua belas tahun, Elias," ujar Alina lirih. "Para tabib bilang itu karena lonjakan sihir yang terlalu besar saat aku menyelamatkan ibuku dari api neraka. Tapi aku tahu ada yang lebih dari itu. Kenapa sejarawan sepertimu menolak menceritakan siapa sebenarnya ratu pertama?"

Elias mendongak, matanya berkaca-kaca melihat ketulusan sang Ratu baru. "Karena menceritakan kebenaran tentang ratu no 1 berarti mengakui bahwa Luxeria telah membuang permata terbaiknya, Alina. Anda adalah mahakarya yang dia ciptakan di pasar itu. Anda adalah 'benih' yang dia tanam. Namun bagi para tetua, mengakui Anda adalah murid dari seorang 'pengkhianat' akan meruntuhkan martabat kerajaan."

"Jadi mereka membiarkanku hidup dalam kebohongan?" Alina berjalan mendekati lukisan bertutup kain hitam tadi.

"Mereka menyebutku yang terkuat di era ini hanya untuk menutupi bahwa ada yang jauh lebih kuat dariku di masa lalu? Seorang wanita yang mereka fitnah?"

"Saya mohon izin untuk istirahat, Yang Mulia," Elias memotong dengan cepat, tubuhnya gemetar

seolah-olah dinding perpustakaan memiliki telinga.

"Janganlah mencari apa yang sudah dikubur. Biarlah ratu no 1 tetap menjadi debu, dan biarlah Anda tetap menjadi matahari bagi era ini."

Elias pamit dengan langkah terhuyung-huyung, meninggalkan Alina sendirian.

Alina meraih ujung kain hitam yang menutupi lukisan di sudut ruangan. Dengan satu sentuhan sihir, kain itu luruh ke lantai. Di baliknya,

terpampang lukisan seorang wanita berambut pirang keemasan dengan senyum yang begitu lembut, sedang memegang sebuah keranjang belanjaan sederhana di bawah pohon perak.

Melihat lukisan itu, Alina merasakan sesak yang luar biasa di dadanya. Ingatannya yang pudar seolah terpicu, namun tetap tidak bisa menembus dinding amnesia itu sepenuhnya.

"Siapa kau sebenarnya?" bisik Alina, air mata emas mengalir di pipinya. "Kenapa setiap kali aku menatap matamu di lukisan ini, aku merasa seperti seorang anak kecil yang sedang menunggu Lolipop di tengah pasar?"

Alina tidak tahu bahwa 20 tahun yang lalu, wanita di lukisan itu telah memberikan segalanya—takhta, nama baik, dan kemurniannya—hanya agar seorang anak kecil sepertinya bisa tumbuh besar dan menjadi ratu yang adil.

Malam itu, di bawah kemegahan istana Luxeria yang baru, Alina menyadari bahwa tahtanya berdiri di atas tumpukan kebohongan. Dan meskipun ia adalah yang terkuat di era ini, ia merasa sangat kecil di hadapan sejarah yang disembunyikan.

†******************************

oiya sedikit info cerita ini nyambung pada bab 11 karena di bab 11 Vani menyelamatkan anak kecil yang membaca buku tentang dirinya saat di pasar dan anak kecil itu di selamatkan Vani saat pasukan neraka yang menyerang pasar kala itu dan anak kecil itu di beri kekuatan kalau kalian penasaran bisa cek lagi di bab 11..... terimakasih sudah membaca tulis apapun di kolom komentar saya akan senang membalasnya 🙏🙏🙏😍

1
Anonymous
jadi kerajaan luxeria itu penuh dengan sejarah yaa
fernan Do: yup saya memang sengaja membuat bab 1 agar langsung berkonflik nah nanti di bab bab special bakal terungkap mengapa mereka berperang dan konflik konflik terdahulu
total 1 replies
Anonymous
ceritanya penuh plot wist yaa ternyata
fernan Do: hehe iyaa agar tidak terlalu sejalan harus ada kejutan juga kak
total 1 replies
Anonymous
lanjut besok yaaaa🙏😍
fernan Do: oke kak terimakasih sudah mau baca yaa saya akan upload setiap hari cerita saya hehe🙏🙏🙏😍
total 1 replies
Anonymous
semangat autor
Ahmad Muhajir
semangat thor wkwkwk
fernan Do: yoii bang semangat juga bang 🙏🙏🙏💪
total 1 replies
Anonymous
wahh aku tau niat Ferdi baik namun dia malah buat Vani khawatir
Anonymous
disini Ferdi seperti ingin sekali membuat Vani bahagia namun dia malah membuat Vani ngomel ngomel🤣
fernan Do: hahaha betul sekali Ferdi terlihat konyol padahal dia adalah raja kuat dahulu
total 1 replies
Anonymous
bagus ceritanya sedikit nyambung cuman aku harap bisa diperbaiki yaa semangat
fernan Do: makasih saya akan memperbaiki kesalahan saya dan membuatnya lebih baik lagi terima kasih yaa 🙏😍😍
total 1 replies
fernan Do
semangat
fernan Do
semangat meskipun gada yang liat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!