Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17: GAIRAH DI BALIK MAHKOTA OBSIDIAN
Deru mesin Lamborghini hitam itu terdengar seperti geraman binatang buas saat memasuki halaman mansion. Sepanjang perjalanan pulang, keheningan di dalam mobil terasa begitu pekat, sarat dengan tegangan listrik yang siap meledak. Dante tidak melepaskan ¢êñgkêråmåññɏå pada paha Alana, jemarinya yang panjang meremas permukaan kain velvet gaun merah itu dengan ritme yang posesif, seolah ingin memastikan bahwa wanita di sampingnya ini benar-benar nyata dan miliknya.
Begitu pintu kamar utama tertutup dan terkunci secara otomatis, Dante langsung menyudutkan Alana ke pintu kayu jati yang kokoh. Ia tidak memberi ruang bagi Alana untuk sekadar bernapas.
"T-Tuan... Dante..." desis Alana, napasnya memburu saat wajah Dante hanya berjarak beberapa milimeter dari bibirnya.
"Kau tahu betapa tersiksanya aku sepanjang malam tadi?" suara Dante terdengar sangat rendah dan parau, seperti gesekan beludru di atas batu tajam. "Melihat mata anjing-anjing itu mêñjïlå†ï tubuhmu... melihat mereka membayangkan apa yang hanya boleh aku miliki... Aku ingin mêñ¢µñgkïl mata mereka satu per satu, Alana."
Dante membenamkan wajahnya di ¢êrµk lêhêr Alana, menghirup dalam-dalam aroma parfum mawar yang bercampur dengan aroma alami kulit Alana yang memabukkan. Ia memberikan hï§åþåñ kuat di sana, menciptakan tanda baru yang lebih gelap dari sebelumnya.
"Ah... hnggh... Dante, pelan-pelan..." Alana mêlêñgµh, kepalanya mendongak ke belakang, memberikan akses lebih luas bagi ßïßïr panas suaminya.
"Tidak ada kata pelan untuk malam ini, little girl," gêråm Dante. Tangan besarnya merayap turun, menyibak ßêlåhåñ gaun Alana hingga ke pangkal þåhå. Dengan satu §êñ†åkåñ kå§år namun terkendali, ia menarik gaun itu hingga meluncur jatuh ke lantai, menyisakan Alana yang hanya mengenakan þåkåïåñ Ðålåm renda hitam yang sangat tipis.
Mata biru es Dante menggelap, pupilnya melebar melihat pemandangan indah di depannya. Tanpa membuang waktu, ia mêñgåñgkå† †µßµh Alana, mêmåk§å gadis itu melingkarkan kakinya di pinggang kokohnya, dan membawanya menuju ranjang kebesaran mereka.
Dante menjatuhkan tubuhnya di å†å§ Alana, membiarkan berat tubuhnya mêñêkåñ gadis itu ke dalam keempukan kasur. Ia mêñåñggålkåñ kemejanya dengan satu tangan, memperlihatkan otot-otot yang menegang dan tato-tato yang seolah ikut bergejolak karena gåïråh.
"Dante... kau sangat... ah!" Alana †êrþêkïk saat Dante menyambar þµñ¢åk kembarannya dengan mulutnya, mêñghï§åþñɏå dengan rakus melalui kain renda yang tipis. Rasa basah dan panas itu mengirimkan sengatan listrik langsung ke inti kêwåñï†ååñ Alana.
"Kau sangat manis, Alana... §ïål, kau membuatku gila," gêråm Dante di sela-sela kegiatannya. Tangannya yang kasar namun lihai menyelinap ke bawah renda ¢êlåñå dalam Alana, menemukan pusat kêñïkmå†åñ gadis itu yang sudah sangat basah dan sensitif.
"Ahh! Sssh... di sana... Dante, hnggh... lebih..." Alana meremas rambut hitam Dante, tubuhnya melengkung, þïñggµlñɏå bergerak secara instingtif mencari tekanan lebih pada jari-jari Dante yang mulai menari di dalam sana.
"Kau menginginkannya, bukan? Katakan padaku, Alana. Katakan siapa yang memilikimu!" Dante mendongak, menatap mata Alana yang sudah sayu oleh kabut gåïråh.
"K-kau... ahh... hanya kau, Dante! Hnggh... ssshh... cepatlah..." rïñ†ïh Alana, suaranya pecah menjadi Ðê§åhåñ-Ðê§åhåñ kecil yang manis.
Dante tidak lagi mampu menahan diri. Ia menanggalkan sisa þåkåïåññɏå dan memposisikan dirinya di depan Alana. Dengan satu gerakan yang mantap dan bertenaga, ia mêmå§µkï Alana sepenuhnya.
"AAHHH!" Alana membelalak, mulutnya terbuka lebar saat merasakan kêþêñµhåñ yang luar biasa itu kembali merobek kewarasannya.
Dante mêñggêråm rendah, µrå†-µrå† di lehernya menonjol saat ia mulai bergerak dengan ritme yang lïår dan mêñµñ†µ†. Setiap †µmßµkåñ terasa begitu dalam, seolah ia ingin menyatukan jiwanya ke dalam råhïm Alana. Ruangan itu kini hanya dipenuhi oleh suara kµlï† yang beradu, deru napas yang berat, dan êråñgåñ gåïråh yang bersahutan.
"Ssshh... oh Tuhan... Dante... ah! Ah! Ah!" Alana menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, tangannya mêñ¢êñgkêråm sprei sutra hingga kusut. Rasa panas menjalar ke seluruh sarafnya, setiap sarafnya seolah meledak setiap kali Dante mêñghåñ†åm †ï†ïk terdalamnya.
"Kau... milikku... Alana Volkov!" Dante mêñggêråm, suaranya terdengar seperti raungan binatang buas di tengah hutan. Ia mempercepat †êmþðñɏå, gerakannya menjadi semakin ßêrïñgå§ dan tak †êrkêñÐålï.
"Dante! Aku... aku akan... ahh! Hnggh!" Alana merasakan otot-otot di bagian bawahnya mêñjêþï† Dante dengan sangat kencang. Gelombang kêñïkmå†åñ yang luar biasa mêñghåñ†åmñɏå, membuat pandangannya memutih sesaat.
Dante merasakan jêþï†åñ itu dan ia tahu Alana sudah mencapai þµñ¢åkñɏå. Dengan beberapa dorongan terakhir yang sangat kµå†, Dante melepaskan seluruh ¢åïråññɏå jauh di dalam Alana, memberikan raungan kepuasan yang menggema di seluruh kamar luas itu.
"Hah... hah... hah..."
Mereka berdua terkapar, napas mereka mêmßµrµ dengan keringat yang mêñɏ况kåñ kµlï† mereka. Dante membenamkan wajahnya di lêhêr Alana, jantungnya masih berdetak sangat cepat di dada bidangnya yang menempel pada dada Alana yang naik turun.
"Jangan pernah... berpikir untuk lepas dariku," bisik Dante serak, memberikan kecupan lembut di pelipis Alana yang basah oleh kêrïñgå†.
Alana tidak sanggup menjawab. Ia hanya bisa memeluk lêhêr suaminya, menyadari bahwa meskipun pria ini adalah monster yang kejam, di dalam pelukan ini, ia merasakan jenis perlindungan dan gåïråh yang telah mengubah dunianya selamanya. Malam itu, di bawah rembulan yang mengintip dari balik gorden, sang þrêÐå†ðr dan mawar kecilnya tenggelam dalam keheningan yang penuh dengan jejak-jejak cinta yang gelap dan posesif.
lanjut thor👍😄
ayo thor bikin alana jd bucin dong😄
lanjut thor yg banyak dong😄😄😄