NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: tamat
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:189.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 ~ Tidak Akan Membiarkanmu Pergi

Sebuah telepon dari rumah, membuat Raina pulang ke rumah sepulang kerja. Ketika masuk ke dalam rumah ini, Raina merasakan suasana yang tidak lagi sama. Semakin dingin dan tidak ada lagi kehangatan sejak kepergian Kak Amira.

Mama sakit-sakitan sejak tahu Kak Amira meninggal sebelum pernikahannya. Dan Papa? Dia hanya terus marah-marah karena saham Perusahaan yang mulai anjlok. Semuanya berdampak sejak kepergian Kak Amira.

"Karena kamu yang menggantikan Amira sebagai istri Marvin. Sekarang minta bantuan dia untuk berikan suntikan dana pada Perusahaan Papa"

Raina menghela napas pelan, dia menatap map yang ada di depannya sekarang. Dia memang menjadi pengganti Kak Amira, tapi Marvin tidak mencintainya seperti dia mencintai Amira, sehingga meminta hal seperti ini terasa akan sangat sulit.

"Tapi Pa..."

"Tidak ada tapi, kau sudah membuat anakku pergi selamanya, dan sekarang kau yang harus membantuku. Lihat sekarang, istriku sakit dan terus bersedih karena kepergian Amira. Dan kau masih bisa hidup enak dengan Marvin, merebut calon suami Kakakmu. Sekarang wajar jika kau membantuku meminta suntikan dana darinya untuk Perusahaan"

Mata Raina berkaca-kaca, tapi dia menahannya agar tidak menangis sekarang. Meraih map di depannya dengan perlahan. "Aku akan berusaha berbicara dengan Kak Marvin ya, Pa. Sekarang aku ingin melihat Mama, bagaimana keadaannya?"

"Lihatlah, dia terus tidur di kamar Amira. Terus menangis setiap hari karena kepergian Amira"

Raina berdiri, dia keluar dari ruang kerja Papa dan pergi menuju kamar Amira. Dulu, dia juga sering pergi ke kamar ini hanya untuk bercerita pada Kakaknya tentang apa yang terjadi seharian. Karena hanya Amira yang menerimanya dengan lapang di rumah ini.

Ketika membuka pintu, Raina menatap Mama yang duduk di tempat tidur dengan memeluk foto Amira. Wajahnya terlihat kurus dan pucat, lingkaran hitam di sekitar mata dan wajah yang tidak lagi dapat polesan makeup seperti biasanya.

"Amira, kenapa kamu pergi meninggalkan Mama secepat ini? Amira, Mama rindu Amira"

Dada Raina ikut sesak mendengar itu, dia juga sangat merindukan Kak Amira. Kepergian Kak Amira memang menciptakan banyak luka bagi semua orang yang menyayangi. Sikap baik dan ramah dari Kak Amira, memang membuat semua orang mencintainya.

"Ma" panggil Raina pelan, dia melangkah masuk dan menghampiri Mama. Duduk di pinggir tempat tidur. Melihat foto Amira yang terpajang di atas nakas, membuat air matanya menetes. Rindu yang sudah tidak bisa tersampaikan lagi sekarang. "Bagaimana keadaan Mama? Maafkan aku ya, Ma ... Hiks... Maaf"

Mama menoleh padanya, menatapnya penuh kebencian. Sebenarnya sudah biasa dengan tatapan itu sejak dulu. Karena kehadiran Raina memang hanya sebuah petaka bagi keluarga ini.

"Pergi kamu dari sini, anak pembawa sial!" Kamu sudah membuat anakku meninggal! Yang seharusnya mati adalah kamu, bukan dia" teriak Mama.

Raina hanya menunduk dengan air mata yang mengalir deras. Kata maaf terus terucap di sela-sela isakannya. Raina tidak pernah menyangkal jika ada orang yang menyalahkannya atas meninggal Kak Amira.

"Jika kamu tidak pernah datang ke rumah ini, semuanya tidak akan seperti ini. Kamu hanya pembawa sial dan biang masalah di rumah ini. Kamu buat Amira mati, kamu bunuh anakku. Harusnya kamu yang mati, bukan dia!"

"Maaf" Raina hanya mampu mengucapkan kata itu dengan begitu lirih. Suaranya tercekat di tenggorokan, tangisan yang pecah meredam semuanya.

"Pergi dari sini! Dan jangan pernah tunjukan lagi wajahmu di depanku!"

Raina mengangguk, dia perlahan berdiri dan pergi meninggalkan Mama yang masih menangis dengan memeluk foto Amira. Bersandar di dinding dengan air mata mengalir.

"Kak Amira, aku merindukan Kakak. Semua orang semakin membenciku sekarang. Tidak ada Kakak yang akan melindungiku lagi"

Bahkan hancur yang dia rasakan mungkin lebih besar, karena satu-satunya sandaran dalam hidupnya pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina untuk terus tetap berjalan menempuh setiap duri dan ombak yang menghancurkannya.

Ketika kembali ke rumah suaminya, suasana tidak begitu berbeda. Kehangatan itu sirna, tidak lagi Raina rasakan sejak Kak Amira pergi, karena selama ini hanya Kak Amira yang memberikannya kehangatan itu.

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Raina pergi menuju kamar Marvin. Sebuah map di tangannya membuat dia sedikit takut dan ragu. Tapi jika tidak menyampaikan hal ini, maka semuanya tetap akan jadi masalah. Dia menyampaikan atau tidak, tetap akan menjadi masalah baginya.

Ketika tangannya hampir mengetuk pintu kamar, tapi pintu sudah terbuka. Raina mundur satu langkah menghindari tatapan Marvin yang begitu tajam.

"Mau apa kau?"

"Em.." Tangannya bergetar menyodorkan map ditangannya pada Marvin. "Papa meminta aku memberikan ini pada Kak Marvin"

Satu alis Marvin terangkat, menatap kertas ditangan Raina. Lalu mengambilnya dan membacanya. Beberapa detik kemudian, dia tertawa keras begitu mengerikan. Membuat Raina kembali mundur satu langkah.

"Jadi Papamu butuh suntikan dana dariku? Haha.. Lucu sekali, dia memang selalu memanfaatkan Amira sejak dia bersamaku. Dan aku tentu akan melakukannya karena aku tidak mau Amira sampai kena marah oleh Papanya. Tapi sekarang, aku tidak mau peduli lagi. Itu menjadi urusanmu dan Papamu"

Marvin melempar map itu dan kertas-kertasnya di wajah Raina. Lalu melangkah menuju tangga, namun Raina tidak menyerah begitu saja, karena jika dia tidak mendapatkan apa yang Papa inginkan, maka dia akan habis kena siksaan dari Papa juga.

"Kak, aku mohon bantu Papa. Kali ini saja Kak" Raina memegang kaki Marvin, dia rela merendahkan dirinya yang sudah jatuh berkali-kali itu. "Aku mohon Kak, ini yang terakhir kalinya. Aku akan bilang pada Papa untuk tidak meminta bantuan lagi dari Kak Marvin. Ini yang terakhir kalinya"

Marvin menghempaskan kasar kakinya hingga Raina sedikit terdorong ke belakang. Marvin berjongkok di depannya sekarang, menatap Raina dengan tajam.

"Apa jaminanmu jika aku membantu Papamu kali ini? Aku tidak melakukan kerja sama apapun, jika tidak ada yang menarik dan menguntungkan bagiku"

Raina terdiam, wajahnya terlihat sedang berpikir keras. Kedua tangannya mengepal kuat, menghilangkan rasa takut yang dia rasakan. Namun, dia tetap harus berani melakukan ini.

"Aku akan meninggalkan Kak Marvin, dan tidak akan mengganggu hidup Kak Marvin lagi"

Hahaha... Suara tawa menggelegar, mengerikan dan membuat suasana terasa mencekam. Marvin meraih dagu Raina dan mencengkramnya kuat.

"Jika kau ingin pergi dari hidupku, itu terlalu menguntungkan bagimu"

"Ta-tapi Kak Marvin 'kan memang tidak mau aku berada di hidup Kak Marvin lagi"

"Ya, itu jelas. Tapi bukan pergi dalam keadaan hidup. Aku akan membiarkanmu pergi setelah namamu tertulis di atas pusara"

Air mata menetes dari sudut matanya, ucapan Marvin benar-benar menusuk hatinya. Tatapannya yang tajam, dan dia hanya inginkan kematian Raina sebagai tebusan atas semuanya.

Marvin berdiri, dia memasukan kedua tangannya ke dalam kantong celana. "Jangan harap bisa lepas dengan mudah dari penjara pernikahanku, Raina!"

Bersambung

Ini kalau misal tiba-tiba Raina mati, si Marvin gimane ya..

1
Maria
😍
Acih Sukarsih
mata bpknya saja buat donor
Cinta Perrira
good rain... dia pikir gelad yg pecah bisa diperbaiki, bekas tdk akan hilang... enak aja .
Cinta Perrira
g ush Raina laki2 jahat begtu biar dia tau rasa... ingat rasa sakitmu dulu.
Dede
yeeyy aku udah nyampe sini
Nita.P: cerita Bayu sudah rilis ayo mampir, bantu ramaikan.. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Nasyya
👍🏻👍🏻
Nita.P: mampir cerita Bayu yuk, sudah rilis. Bantu ramaikan. judulnya BENIH SATU MALAH TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Pujiastuti
ok kak ditunggu cerita tentang Bayu, semanggaaaat ya kak 💪💪
Tika Rostika
siap d tunggu cerita bayu
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Angga Gati
good kak ceritanya
dtunggu karya berikutnya🥰🥰🥰🥰🥰
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Ivy
siap thor sukses slalu 😊
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Mita Paramita: siap meluncur ke novel baru author 😘😘😘
total 2 replies
Dew666
☀️☀️☀️
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
di tunggu thor
Susma Wati
wahyu sama sepupunya marvin, yang punya yayasan di kotanya wahyu, karena dari itu ratna dan marvin bertemu lagi, dan bersama lagi
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Rohmi Yatun
kayaknya Shela ni.. sepupunya Marvin..
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
kang wahyu lg deket ma sepupunya marvin itu kali yaa,,,siapa sih namanya,,,shela gk sihh🤔
Nasyya
lanjut thor
Nci Nur
lo yg belum sembuh dari sakit lo marvin emang pantes ranis lo perlakukan seperti itu sok berkuasa lo emang lo ada hak buat jadiin rania peliharaan dan bisa lo siksa sebebasnya rania juga nggak mau kalli nikah sama titisan setan kaya lo
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Nci Nur
lo aja yg mati malvin gw ikhlas lagian memang berat kalo orang kita cintai meninggal tapi itu juga bukan keinginan rania oon itu udah naskah dari author tau nggak lo hahh
Nci Nur
matikan aja si malvin sama ortu nya rania biaar rania hidup aman lagian si malvin ihhh sumpah toon tu orang kalo emang punya hati dia bisa ngiklasin amira dan mulai menerima tania bukan malah di siksa nanti ujungnya menyesal mohon" ke rania dah gw tebak ini, basi banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!