"tolong....."
"tolong kami..."
"lepaskan rantai inii..."
"toloongg!!!!"
Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.
Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?
yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16. menuju gunung kawi
"tapi bagaimana kiyai bisa tahu semua itu?" tanya Zayyan penasaran
"karena saya adalah... Ayah dari saudara kembar itu" ucap kiyai lirih
Zayyan, Rehan dan Aksara terperangah mendengar ucapan kiyai Syafiq. Mereka tak menyangka jika semua ini saling berhubungan
"lalu, bagaimana bisa kiyai bereinkarnasi juga?" tanya Aksara
"ada seseorang yang membuat kami bereinkarnasi, namun kini orang itu sudah meninggal" jawab kiyai Syafiq
"lalu, darimana asal kiyai dan saudara kembar itu berasal dulunya?" tanya Zayyan
"kami dulu masih di zaman kerjaan. Saya seorang penasehat istana. Waktu itu raja kami bersekutu dengan iblis itu untuk memperkuat kejayaannya dengan menumbalkan para warga yang masih berumur 17 tahun" ucap Kiyai Syafiq
"Kejam sekali" gumam Rehan
"Nadira yang paling utama sekarang, jika iblis itu berhasil menghisap darah Nadira, maka ia akan sangat mudah merasuki wadahnya" ucap kiyai Syafiq yang menatap ke arah Rehan
"tapi kiyai, kami sendiri tidak tahu asal usul reinkarnasi itu. bagaimana kami akan mengalahkan iblis itu?" tanya Rehan
"itulah sebabnya saya menyuruh kalian datang kesini untuk mempelajari ilmu yang akan saya berikan. Serta do'a-do'a perlindungan diri. Dan akan ada masanya kalian juga harus pergi ke gunung Kawi" jelas kiyai
"untuk apa kiyai?" tanya Aksara
"untuk mendapatkan senjata kalian masing-masing" jawab kiyai Syafiq
.
Dikamar Nadira dan Elsa. mereka sedang sibuk menulis novel agar bisa di tamatkan malam ini juga. Agar mereka bisa fokus untuk belajar di pesantren ini.
Tiba-tiba saja, Elsa dikejutkan dengan Nadira yang mendadak kaku dengan bola mata yang berubah menjadi biru terang dan rambut yang berwarna kuning keemasan.
Elsa tak percaya jika yang dihadapannya ini adalah sahabatnya.
"Nad! Nadira kamu kenapa?" Elsa menyentuh bahu sahabatnya
Nadira masih diam dengan menatap lurus kedepan dan akhirnya semuanya kembali normal. Ia tak lagi seperti tadi. Matanya pun masih berwarna hazel
"kamu kenapa Nad?" tanya Elsa lagi
"nggak tau Sa, tiba-tiba aku kayak liat adegan pertarungan cowok cewek yang berhadapan sama iblis besar" ucap Nadira sambil memegangi kepalanya
"cewek itu matanya biru, dan yang cowok kayaknya aku kenal deh" ucap Nadira
"eh tadi mata kamu biru loh Nad" ucap Elsa yang mengejutkan Nadira
"masa sih Sa?" tanya Nadira
"iya! Dan kamu rambutnya tuh kayak di sanggul gitu pokoknya kamu cantik banget" ucap Elsa
"yeee aku kan emang cantik hehe" ucap Nadira sambil nyengir
"nggak loh itu tadi beda banget" Elsa masih menyangkal sedangkan Nadira hanya mengendikkan bahunya
.
.
Keesokan harinya, mereka berempat sudah mulai belajar. Bukan hanya ilmu yang akan diturunkan oleh kiyai Syafiq, namun juga ibadah dan do'a yang bisa melindungi diri mereka.
Mereka juga di ajak untuk melakukan puasa Sunnah. Sholat Dhuha juga sholat tahajjud
Disana mereka benar-benar menekuni ibadah dan juga belajar mengaji. sedangkan zayyan sudah pulang ke kotanya untuk mengurus pondok pesantrennya sendiri
"kakak akan kembali untuk memberi bantuan yang akan kalian perlukan nantinya" ucap Zayyan sebelum meninggalkan mereka berempat
.
Tak terasa sudah tiga bulan berlalu, Nadira beserta ketiga temannya sudah benar-benar menguasai ilmu-ilmu yang di ajarkan kiyai Syafiq. Hari ini adalah misi mereka untuk mendapatkan senjata di gunung Kawi.
"ingatlah nak, apapun yang kalian jumpai nantinya. Abi harap kalian bisa bijak dan pintar membedakan mana yang baik mana yang buruk. Mana yang jujur mana yang dusta dan mana yang harus ditolong dan mana yang harus dilawan" ucap kiyai Syafiq memberi pesan
"apakah ada tanda Atau ciri agar kami bisa mudah membedakannya Abi?" tanya Rehan
"tidak ada nak, serahkan semuanya kepada Allah. Jangan putus zikir dan saling melindungi satu sama lain" ucap kiyai Syafiq
"baik Abi, terima kasih atas nasihatnya dan do'akan kami agar perjalanan kami mudah" ucap Aksara
"berhati-hatilah nak, gunakan ilmu kalian disana dengan sebaik mungkin. Dan bisa menjadi bekal untuk mengalahkan iblis kuno itu" ucap kiyai Syafiq sambil sedikit bercanda
mereka berempat tertawa sebelum akhirnya melanjutkan langkah mereke memasuki bus yang akan mengantar mereka.
bismillahirrahmanirrahim