NovelToon NovelToon
Ingat Aku Meski Kau Lupa

Ingat Aku Meski Kau Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Rebirth For Love / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:895
Nilai: 5
Nama Author: jaaparr.

Hellowwww
Ini adalah novel pertama sayaa.
Semoga sukaa ya 😍🙏

Sinopsis:
Bercerita tentang dua pasangan yang bucin banget di sekolah. Namun, karena suatu hal menyebabkan hubungan mereka menjadi renggang hingga ada di pinggir jurang, bahkan setelah jatuh pun mereka masih dihadapkan pada ribuan masalah.
Masalah apa ya kira-kira?
Yuk dibaca langsung ajaa!

Donasi ke aku:
Saweria: parleti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jaaparr., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Tak Mau Pisah

Asha melangkahkan kakinya ke rerumputan hijau di taman tengah kota. Ia lalu duduk di kursi taman yang kosong.

Malam ini Arsa mengajak Asha untuk ketemuan, setelah pertengkaran yang begitu panjang dan diam-diaman yang lama.

Dengan pakaian sederhana yang ia kenakan dan sebuah tas tangan, ia hanya mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi perpisahan.

Dalam pikiran Asha, alasan Arsa mengajak ketemuan adalah untuk menyelesaikan hubungan mereka.

Hatinya terasa begitu sakit karena tau bahwa Arsa telah berhenti memperjuangkannya. Tapi, otaknya mengatakan bahwa ini adalah pilihan yang terbaik.

Bagaimana hatinya tak sakit bila ternyata tempat putusnya adalah tempat mereka awal jadian?

Asha menutup matanya sembari menundukkan kepala. Ia melihat sisa-sisa kenangan manis dahulu yang masih ia ingat.

🌷🌷🌷🌷

Kala itu sore, langit berwarna jingga dan suasana angin sepoi begitu menenangkan.

Asha duduk di kursi coklat yang ada di tengah taman, dengan pakaian dress berwarna coklat dan tas yang terlihat mewah.

Asha kala itu berpenampilan dengan begitu cantik: kulitnya putih mulus, rambut panjangnya terkulai lemas, dan senyuman yang begitu indah.

Sementara Arsa yang sedikit terlambat datang, menyelinap di belakang Asha dengan niat mengejutkan.

"Baaaa!" kejut Arsa di samping telinga Asha.

Asha tersentak hingga tak sengaja menjatuhkan tasnya ke tanah. Ia lalu menghela nafas pelan terlebih dahulu.

"Kaget ihh, Arsaa" kesal Asha dengan nada yang sedikit bercanda, lalu mengambil tas coklatnya.

"Hahaha, sorry sorry." Arsa berjalan pelan dengan langkah yang pendek ke depan Asha.

Tangannya itu terlihat menyembunyikan sesuatu di balik badannya. Membuat Asha penasaran hingga mencoba mengintip.

"Apa itu yang lo sembunyikan?" tanya Asha dengan senyum tipis dan nada yang penasaran.

Arsa menggeleng pelan. "Hmm... Apa ya?" kata Arsa semakin berusaha menyembunyikan benda yang ia pegang.

Namun, Asha langsung memasang wajah ngambek yang membuat Arsa langsung panik sendiri.

Arsa dengan wajah yang berwarna merah akhirnya menunjukkan tangannya.

Sebuket bunga putih dengan ukuran yang kecil-kecil namun banyak terlihat diberikan Arsa kepada Asha. Mata Arsa saat itu begitu berbinar-binar.

Asha begitu takjub melihat betapa indahnya bunga tersebut, tetapi ia tidak mengetahui apa nama bunga yang diberikan oleh Arsa.

"Indahnya..."

Asha lalu menatap dalam mata Arsa, bibir merahnya itu sedikit terbuka. "Bunga apa ini Arsa?" tanya Asha dengan rasa ingin tahu.

"Bunga ini namanya Baby's Breath, kamu mau tau kenapa aku ngasih bunga ini ke kamu?" jelas Arsa lalu meminta konfirmasi dari Asha. Asha mengangguk kuat.

"Bunga ini melambangkan ketulusan, Asha. Dia juga bisa diartikan perasaan yang suci" ungkap Arsa tersenyum halus.

Asha yang ketika itu tidak mengetahui bagaimana perasaan Arsa kepadanya masih merasa bingung.

'Ketulusan? Perasaan yang suci? Apakah ini artinya Arsa nembak gwe? Tapi gamungkin, gwe loh cuma cewek biasa...' Batin Asha penuh keraguan.

Perasaan insecure yang ada dalam diri

Asha memang sudah ada sejak ia lahir.

Ketika ia dihadapkan pada suatu kondisi, ia selalu menimbang apakah dirinya layak atau tidak.

Awalnya Asha dan Arsa hanyalah orang yang saling kenal dikarenakan teman mereka sendiri. Ketika mereka kelas 10 mereka tidaklah sekelas.

Dan ternyata yang memperkenalkan Asha kepada Arsa adalah Cinta.

Pada awal berteman mereka sebenarnya saling cuek satu sama lain. Tidak ada perbincangan apapun dan mereka seperti menganggap satu sama lain tidak ada.

Akan tetapi karena suatu kondisi mereka akhirnya menjadi dekat dan berujung pada hari ini.

"Asha," panggil Arsa ketika melihat Asha melamun begitu panjang. Asha lalu tersentak dan menggelengkan kepalanya berkali-kali.

"Maaf, jadi... kamu hanya sekedar ngasih hadiah?" tanya Asha memastikan bahwa apa yang dia pikirkan benar atau tidak.

Arsa memejamkan mata, lalu menggeleng pelan. Sontak secara tiba-tiba Arsa berlutut di hadapan Asha yang tengah duduk.

Rambut Arsa berterbangan diterpa oleh angin, begitu pula rambut Asha yang juga tertiup.

Saat Asha memperbaiki helai rambut yang menutupi wajahnya, ia mendengar Arsa berkata kepadanya,

"I love you forever, Asha."

Dalam sekejap, jantung Asha berdegup begitu kencang, kalau bisa mengulang waktu dia ingin mendengar Arsa berkata sekali lagi untuk sebuah kepastian.

"Mau gak, kamu jadi pacar aku?" tanya Arsa senbari menggapai tangan kanan Asha.

Dan... Asha mengangguk dengan senyuman super lebar.

"Mau!!"

🌷🌷🌷

Akan tetapi sekarang semua itu hanya menjadi sebuah kenangan setahun lalu. Asha hanya bisa menggenggam erat dadanya.

"Rasanya baru kaya kemaren ya, Arsa?" tanya Asha dalam bisikan keheningan.

Ia menunduk perlahan lalu air matanya jatuh setitik demi setitik. Dalam kepalanya terputar ribuan memori yang begitu manis.

Seperti saat Arsa memujinya.

"Kamu cantik banget hari ini, Asha."

Layaknya ketika Arsa mengajaknya.

"Ayo kita ke tempat itu, Asha."

Bagaikan kala Arsa memanggil namanya.

"Asha." Dengan senyuman.

"Asha" Dengan wajah sedih.

"Asha" Dengan sedikit ngambek.

Dan...

"Asha" panggil Arsa dengan penuh kasih sayang.

'Aku suka banget ketika kamu memanggil namaku, Arsa' batin Asha dengan dirinya yang sekarang menjadi nangis sesegukan.

"Aku gamau putus. Aku gamau kamu berhenti memanggil namaku lagi. Masih banyak, banyak, moment bahagia yang belum kita jalani bersama..." kata Asha di kesunyian taman.

Asha menangis begitu sesegukan, suara kecilnya itu selalu berusaha ia tahan agar tak menarik perhatian.

'Mengapa hanya dengan beberapa kesalahan bisa menghapus jutaan kebaikan?'

'Dan mengapa, dengan satu kata saja semua ini bisa berakhir...'

Asha menangis begitu lama di taman itu, sudah hampir satu jam sejak ia datang ke sana dan Arsa sama sekali belum juga hadir.

Perasaan sedihnya sekarang berubah menjadi perasaan tak karuan, ia merasa bingung tetapi juga cemas.

Ia mengeluarkan handphone dari tasnya dan melihat jam handphonenya yang sudah menunjukkan pukul 23:14.

Dia menggigit bibirnya karena teringat bahwa ibunya pasti akan memarahinya karena pulang ke rumah begitu larut malam.

Terbesit di pikirannya untuk membatalkan pertemuan malam ini, tetapi ia sudah terlanjur penasaran dengan apa yang sebenarnya akan terjadi.

Ia lalu membuka Whatsapp dan mulai menghubungi Arsa lewat telpon.

Tutt...

"Loh gak berdering!?"

"Ish, ke mana sih anak-anak itu?" dengus Asha dengan perasaan cemas yang mulai berubah menjadi kesal.

Akan tetapi, ia tidak menyerah, ia terus menghubungi Arsa berkali-kali dan berharap cowok itu akan membuka handphonenya dan membalas telponnya.

Satu, dua, tiga, dan empat percobaan tetapi semua telpon yang ia lemparkan sama sekali tak terbalas.

Asha lalu memukul tasnya sendiri dengan begitu kuat hingga tangannya terasa begitu sakit.

"Memang yang terbaik emang putus, gw udah nunggu lama gini aja masih dipermainkan" kata Asha dengan amarah yang memuncak.

Asha lalu mengalungkan kembali tasnya ke lengannya, mengelap air matanya dengan tisu, lalu memutuskan untuk kembali ke rumah.

Ia berjalan dengan langkah yang sengaja dihampas karena amarah. Ia benar benar akan pulang ke rumahnya.

Akan tetapi...

Kring...

Hpnya berdering telpon, perasaan kesalnya tadi itu langsung berubah menjadi rasa senang.

Dengan sigap ia mengangkat telponnya tanpa melihat nama kontak yang memanggilnya.

"Asha, gw udah lama banget nung—" kata Asha pelan namun tiba-tiba ia malah terdiam karena dipotong dengan nada histeris.

"Asha, Arsa Asha, Arsaaa!! Innalillahi, Sha... Dia kecelakan motor" jelas suara cewek dengan begitu histeris, dan Asha mengenal suara itu. Dia adalah Cinta.

Asha shok mendengar kabar dari temannya itu, tanpa sadar ia melepaskan hpnya hingga jatuh dengan keras ke tanah taman.

"Ashaaa! Ashaa!" panggil Cinta berulang kali, namun Asha tak menjawab sama sekali.

'Arsa kecelakaan? Innalillahi?'

Asha lalu jatuh berlutut, air matanya yang sudah kering sedaritadi tak bisa lagi keluar.

Ia menutup kedua telinganya hingga ia tak bisa mendengar apapun. Lalu, ia berteriak sekencang dan senyaring mungkin.

Dia tidak ingin mempercayai apa yang ia dengar dan seluruh pikirannya berharap bahwa semua ini hanya mimpi.

Tak pernah sekalipun seumur hidupnya dia membayangkan Arsa, laki-laki yang populer dan berprestasi itu tidak hanya akan meninggalkan dirinya, tetapi dunia ini.

Tapi, semua ini nyata. Malam ini, di taman yang menjadi saksi bisu kisah mereka.

TO BE CONTINUED

🌷🌷🌷🌷🌷

Wehhh sorry gw baru upload karena sibuk banget sekolah, jdi rencananya gw bakalan ganti jadwal loh ya, jdi gw upload cerita it cuma Jumat, Sabtu, dan Minggu tapi dengan banyak chapter. Insyaallah loh ya 😅🙏.

Follow ig author ya!

@Jaaparr.

1
Maya Lara Faderik
sangat penasay..
tapi bikin Asha sungguh movie on Thor kalau bersama arsa itu menyakitkan jangan sia siakan airmataku ,..bahagiakan asha bersama orang lain juga supaya arsa merasakan kesakitan dan air mataku
jaaparr: Siapp kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!