NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan Dengan Sang Casanova

Terjebak Perjodohan Dengan Sang Casanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Sudah Terbit / Perjodohan / Cintamanis
Popularitas:105.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie

🎉Bebas Promo


Diharapkan bijak dalam memilih bacaan sesuai umur ya🤗🤗🤗


Seks bagi seorang Satria bukanlah hal yang tabu, tapi menikah? Tak pernah sedikitpun terlintas di benaknya akan menjalin komitmen dengan seorang wanita dalam sebuah ikatan pernikahan.

Dia yang selalu memandang rendah derajat perempuan harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa dirinya telah dijodohkan dengan cucu dari sabahat kakeknya.

Akankah pernikahan harmonis yang diimpikan semua pasangan akan terwujud di kehidupan pernikahannya kelak?

Ini bukanlah cerita CEO kejam, dingin, dan mencintai dalam diam, karena ini adalah sebuah cerita cinta yang manis dengan Ektra Bumbu Komedi.

Heppy Reading... 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Calon Ibu Mertua

"Aku gak mau ngomong sama Kakak!" Kimy mencebik, dia masih kesal karena lukisan pria yang dikaguminya jadi rusak karena ulah Satria. 

"Maaf Cil! Lagian elu kan masih bisa ngegambar cowok itu lagi." Satria masih berusaha merayu perempuan yang sedang menangis itu. 

Setelah sebelumnya dua orang polisi telah menjemput tersangka pelecehan terhadap Kimy tadi. 

Kimy menatap iba lukisan yang bolong di bagian matanya itu. "Maafin aku ya, Mas Kai."

"Iya, udah aku maafin." Satria yang menjawab, seolah menjawab permintaan maaf Kimy. 

"Diem! Aku gak mau ngomong sama Kakak!"

"Gue beliin tas, mau gak?"

"Ogah!"

"Hape baru?"

"Punya aku keluaran terbaru."

"Besok gue temenin elu jajan cat lagi, mau gak?" Sebuah rayuan yang aneh, tapi sepertinya, itu adalah penawaran terbaik untuk Kimy. 

Kimy langsung menoleh ke arah Satria, sebuah tawaran yang menggiurkan. "Beneran?"

Dasar Oon, dia lebih tergiur sama jajanan receh. 

"Kapan gue pernah boong sama elu?" jawab Satria, "Yuk, gue anterin lu balik!"

"Awas boong! Aku tembak kamu!" ancam Kimy. 

"Jangan ngancem-ngancem gitu! Gak lucu! Horor tau!" 

Kimy tertawa, bahkan sangat lantang, dia kini sudah mengetahui kelemahan Satria. Betapa senang hatinya. 

"Ayo, buruan!" Satria mengulurkan tangannya tanpa ia sadari, begitupun Kimy yang menggapai tangan kekar itu juga tanpa ia sadari. 

Setelah berpamitan kepada Mang Asep, Satria yang belum menyadari perasaannya kembali untuk kesekian kalinya mengantarkan calon istrinya pulang. 

"Gimana ceritanya sih, kok bisa dia masuk ke ruangan lu? Emang lu gak kunci?" tanya Satria. "Coba, lu ceritain semuanya ke gue!"

Wajah Kimy kesal saat harus mengingat kembali kejadian menjijikkan tadi. 

"Cowok tadi katanya mau pasang CCTV di kamar aku, padahal aku bilang gak usah, cukup di luar aja. Tapi katanya Kakak yang nyuruh. Ya udah aku izinin masuk, awalnya baik-baik aja, aku lanjut ngelukis Mas Kai aku." Tiba-tiba Kimy menghentikan ucapannya. "Mas Kai akuuuuuu!" Dia kembali menangisi lukisan pujaan hatinya, dan hal itu membuat Satria kebingungan.

"Iya, iya, maafin gue. Kan besok kita mau jajan cat lagi. Udah lupain dulu cinta pertama lu itu, terusin lagi ceritanya, biar besok gue bener ngejawabnya pas diinterogasi polisi."

Kimy mengangguk. "Aku lagi khusyuk ngelukis bibir Mas Kai yang seksi—"

Kagak usah diceritain sampe kesana juga kali. Ingin sekali Satria memotong ucapan Titisan Barbie itu.

"— tiba-tiba cowok itu ngedeketin aku. Tadinya cuma tanya-tanya 'itu siapa?' 'Nama aku siapa?' Terus dia tanya 'kamu punya pacar?' aku jawab gak punya. Emang kenyataannya aku jomblo." Kimy menekuk wajahnya.

Tiba-tiba saja Satria memukul setirnya hingga bunyi klakson mobilnya membuat Kimy terhenyak. 

"Kenapa Kak?"

"Kuntilanak lewat!" jawab Satria asal. Entah mengapa hatinya kesal mendengar jawaban Kimy yang mengakui dirinya tak memiliki kekasih. 

"Ah, Kakak, jangan nakut-nakutin aku." Kimy menggeser tubuhnya, kemudian melingkarkan tangannya di lengan berotot Satria, membuat Satria menoleh ke arah wanita yang sedang menyembunyikan wajah di lengannya dan anehnya hal itu membuat kedua sudut bibir Satria tertarik ke atas. 

"Bocah!" Seraya mengacak rambut berjepit bunga krisan itu. "Elu kenapa gak bilang kalau lu udah punya gue, calon suami lu?" Tiba-tiba saja debaran jantung Satria bergemuruh saat mengucapkannya. 

"Aku juga niatnya mau bilang gitu, eh tau-tau dia kayak mau peluk aku gitu dari belakang, kepalanya nemplok di pundak aku." Kimy bergidik saat mengulang memori itu lagi.

"Kenapa gak lu tembak langsung aja kepalanya?" Satria dikungkung emosi membayangkan kejadian itu. 

"Tadi kan Kakak yang nyuruh aku nurunin pistol, gimana sih?" Kimy mengingatkan Satria. 

"Lah gue kagak tau dia ngelakuin itu sama elu. Tau gitu gue bikin copot tuh gigi depannya." 

Kimy tertawa, ada perasaan bahagia yang sulit diartikan karena apa, mendengar cacian Satria. 

"Ngapa lu ngikik? Ketempelan si Kunti yang lewat tadi?"

"KAKAAAAAK!" Kimy semakin erat mencengkram lengan Satria. 

"Jangan pegang-pegang Cil, gue merinding nih." Dia kembali menirukan rengekan Kimy, tapi Kimy tak peduli. 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu sejak tadi ada hati seorang ibu yang sedang merasakan kegundahan di hatinya, tanpa sebab yang jelas. 

"Ibu kenapa sih?" tanya Rahardian yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik istrinya yang terus melirik ke arah jam dinding di ruang keluarga dengan gelisah. 

"Perasaan Ibu gak enak Yah, Ibu takut terjadi apa-apa sama Kimy."

"Telpon aja anaknya, paling lagi maen sama temen-temennya. Dia bukan anak kecil lagi Bu. Umurnya udah 23 tahun." Amora menimpali, karena kadang ia kesal saat melihat ibunya memperlakukan adik semata wayangnya itu seperti anak kecil. 

"Dia masih bawa senjata kan?" Anggara ikut dalam perbincangan. 

"Kayaknya sih masih Pak, tadi aku liat kotak penyimpanannya kosong." Tapi tetap saja hati Dina tidak tenang. 

"Ibu telepon dia dulu deh. Sekalian nunggu dia di depan." Dia pun pergi meninggalkan ruang keluarga, memilih mencari udara segar malam di halaman rumahnya yang dipenuhi aneka macam bunga dan pepohonan hias. 

"Ibu lagi nyari apa?" Seorang Satpam dengan logat Sunda yang kental menyapanya. 

"Oh, itu. Cuma nungguin si Jubedah," jawabnya. 

"Biasanya Neng Kimy datang jam sepuluhan, nanti suka dianterin sama pacarnya, Saya suka liat dari layar." Satpam itu menunjukkan layar yang tersambung ke kamera pengawas yang ada di posnya. 

"Pras?"

"Sanes!"

"Aa nya lebih kasep dari Pras, agak bule. Kasep pisan pokona mah!"

Dina semakin penasaran, karena setahunya hanya Pras pria yang Kimy suka selama beberapa tahun ini, setelah Mas Kai-nya tentu. 

"Tuh Bu, mobilnya!" Satpam bernama Aep itu menunjukkan layar monitor. 

Dina langsung berlari ke gerbang, ingin tahu siapa pria yang suka mengantarkan putrinya pulang setiap malam itu. 

"Satria?" cicit Dina, dengan pandangan tak suka, dia mengintip dari celah kecil yang ada di gerbang. 

"Gak bilang makasih lagi sama gue?" sindir Satria yang seperti biasa ikut keluar mobil sampai dia melihat Kimy masuk. 

"Iya, makasih pria Ramah." 

"Songong lu! Udah, besok gak ada acara jajan cat lagi." Sebuah ancaman yang membuat Kimy berbalik arah. 

"Ah, jangan gitu dong, kan tadi Kakak sendiri yang nawarin aku."

"Makanya bilang makasih ya yang bener!" Satria masih pada pendiriannya. 

"Iya, iya. Makasih ya Kak Sat." 

"Paan itu manggil nama gue sepotong-sepotong gitu?"

"Daripada aku panggil Bang Sat?" Kimy semakin menggoda pria yang beberapa saat lalu membuatnya menangis itu. 

"Udah deh, gak jadi deh gue nganterin elu jajan cat lagi." Satria seolah kesal dan membalikkan tubuhnya ke mobil. 

"Kakaaaaak!" rengek Kimy dan kembali menggenggam lengan Satria dengan kedua tangannya. "Jangan gitu, aku nangis nih."

"Dih ngancem, mewek sonoh, ntar gue beliin kinderjoy di indomat." Kali ini Satria yang balik menggoda Kimy. 

"Iya, iya, aku bilang makasih nih."

"Ngomong yang bener!"

"Makasih udah nganterin aku pulang." 

"Terus!"

"Makasih udah traktir aku makan."

"Terus!"

"Makasih buat semua yang udah Kakak lakuin buat aku, sekalian aja deh takut besok lupa. Makasih udah jajanin aku cat lagi."

Satria tertawa. "Anak pinter!" Rambut Kimy pun kembali dia acak-acak. 

"Berarti besok gak ada alesan lagi ngebatalin janji kamu, aku udah bilang makasih soalnya."

"Iya, iya, balik sonoh!"

Mereka tak sadar jika ada seorang ibu yang tadi begitu mengkhawatirkan kondisi putrinya sedang mengintip kelakuan mereka. 

Dina membuka gerbang sebelum Satria kembali ke dalam mobil. 

"IBU?" Kimy terkejut. 

"JUBEDAH?" Dina pura-pura terkejut melihat putrinya.

"Ibu lagi ngapain disini?" Kimy melirik ke arah dalam rumahnya, takut kalau-kalau ayahnya ikut mengintipnya. 

"Lagi nungguin kamu pulang lah, kata Mang Asep kamu punya pacar Bule." Dina pura-pura tak mengenal Satria, karena pada kenyataannya mereka belum pernah bertemu langsung setelah Satria dewasa. 

"Idih najis." Kimy memandang tak suka pada pria di sampingnya. 

"Malam Tante." Satria menyalami tangan calon ibu mertuanya. 

"Kamu yang tiap malem ngater si Jubedah pulang?"

"Dasar Emak durhakim!" cicit Kimy. 

Satria melirik ke arah Kimy mendengar panggilan unik yang ibunya berikan. 

"Iya. Maaf kalau saya mengantarnya pulang terlalu malam."

"Besok-besok jangan sampe selarut ini ya!" Dina memperingatkan dan menjewer telinga putrinya dan masuk tanpa melepaskan tangannya dari telinga Kimy. "Ngomong apa tadi? Emak durhakim? Kamu yang durhakim. Ibu kutuk jadi cangkir baru tau rasa kamu!" 

Satria terkejut mendengar ancaman Calon Ibu Mertuanya itu. "Kok sama?" ucap Satria pada dirinya sendiri.

"Cie, ibu kayaknya jodoh sama Kakak! Dia juga pernah ngutuk aku jadi cangkir." 

Dan suara mereka pun perlahan menghilang, meninggalkan Satria yang masih terpaku di tempatnya berdiri tadi. 

...Karena Otor Soleha dan berotak suci sebening embun pagi, hari ini bonus Up 2x....

...Gak usah bilang makasih!!! ...

...Otor ikhlas, asal vote aja yang melimpah. ...

...🤭🤭...

1
Uun Kurnia Marsuki
Luar biasa
May Keisya
udah kaya sinetron😂
May Keisya
ya ampun udah kaya ngasuh anak TK 🤣
May Keisya
ga nyadar mereka kalo lagi akur😂
May Keisya
manusia yg patut di jauhi😂
May Keisya
ya ampuuun kimyyyy Lola 🤣
May Keisya
najis😂🤣
May Keisya
diriku 154😁
May Keisya
tenang kakek beban mu akan berkurang😂
Adelia Yahya
othor solehah... dari awal rilis,,, i am come back again... kangen,kimy, strawberry, buncis, unta, Bumblebee dan jg dirimu penulis terthebeskuuuuhhh 😍😍😍😍😍😍😍
Susi Priyadi
Kecewa
Susi Priyadi
Buruk
Zero-One
Luar biasa
April April
Kecewa
April April
Buruk
putri
s kikim tekdung kayanya 😝
Mi
nggak bosan bosan walau dah bolak balik baca
Widya Hayati
Luar biasa
Syafira
hahahhahaa
Juwita Maimunah
aku baca ulang kangen author Soleha😍😍kangen banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!