NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Putri asli/palsu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir
Popularitas:49.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.

Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!

Berakhir dengan kematian tragis.

Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...

"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pernikahan

Dilan cukup bosan menatapnya bagaimana dua orang ini beberapa kali berganti pakaian untuk menggodanya. Sedangkan dirinya sendiri telah memilih pakaian.

"Lily memang kampungan." Gumamnya tersenyum-senyum sendiri, mengingat wanita itu memilih gaun pengantin berharga murah. Hingga pada akhirnya tidak menjadi tamu VIP di butik ini.

Entah apa yang dilakukan orang itu dalam ruang ganti yang sempit. Dapat dibayangkan olehnya, Neiji menunggu Lily di area depan ruang ganti. Dua orang yang sama-sama buruk rupa.

Hingga pada akhirnya Rini keluar terlebih dahulu. Mungkin telah lelah memilih beberapa pakaian.

"Aku mau ambil minuman dulu." Ucap Rini mengecup bibir Dilan, kala Silvia masih berada di ruang ganti. Perselingkuhan dengan Rini, sementara masih menjadi kekasih Silvia.

Apa yang salah? Dirinya kaya, tampan, kompeten. Karena itu benar-benar layak untuk diperebutkan. Mencuri pandang pada salah seorang karyawati butik. Mengedipkan sebelah matanya, kemudian memberikan kartu nama.

"Aku tertarik denganmu." Benar-benar bagaikan godaan setan orang ini. Dapat dengan mudah merayu wanita dengan wajah dan dompetnya yang tebal.

Mungkin karena itu dirinya tidak sudi menikah dengan Lily yang tampangnya di bawah standar.

Tapi kembali pada seseorang yang mengambil minuman. Tenggorokannya benar-benar kering, menghela napas. Tamu VIP memang disediakan tempat untuk mengambil minuman dan cemilan di tempat ini.

"Rini?" Seseorang melangkah mendekatinya.

Mata Rini menelisik, orang ini."Dinda?" temannya di masa kuliah. Lebih tepatnya teman baiknya.

"Sedang apa disini?" Tanya dengan mata menelisik mendapati Dinda datang dengan seorang pria rupawan. Walaupun berusia sedikit lebih terlalu tua? Entahlah seperti pria tampan berusia 50an dengan seorang wanita muda.

"Ini suamiku Bono. Kami berencana pergi ke perjamuan, teman suamiku yang berada di Singapura menikah hari ini." Ucapnya penuh senyuman.

"Sayang, aku ke ruang ganti dulu." Ucap Bono mengecup bibir Dinda. Kemudian memasuki ruang ganti.

"Kamu menikah dengan orang kaya?" Tanya Rini tertarik pasalnya ini adalah area VIP. Tidak sembarangan pelanggan dapat masuk.

"Tentu saja..." Ucap Dinda penuh senyuman.

"Bagaimana bisa, kamu dari keluarga biasa. Tidak mungkin dengan mudah menikah dengan pria kaya? Apa perjodohan? Istri kedua?" Rini menelan ludah tertarik dengan hal ini.

Dinda menggeleng pelan."Jaman sekarang jadi wanita harus agresif dan tidak tau malu. Tunjukkan di hadapan semua orang bahwa kamu adalah miliknya. Itulah yang aku lakukan."

Jelas Dinda penuh senyuman meraih minuman di atas meja.

"Maksudnya?" Tanya Rini bertambah ingin tahu.

"Bagaimana ya? Ini lumayan memalukan sebenarnya." Dinda mengeluarkan botol kecil dari tasnya."Aku menggunakan ini..."

"Ini?" Rini meraihnya.

"Kemari!" Dinda berbisik padanya. Entah apa yang dikatakan olehnya. Rini pada awalnya membulatkan matanya. Tapi perlahan senyuman menyungging di wajahnya. Seperti menemukan solusi atas masalahnya, bagaikan menahan kentut pada akhirnya lega.

"Jadi begitu..." Ucapnya memegang botol obat milik Dinda, matanya menelisik. Sedikit melirik ke arah Dilan yang masih duduk di sofa. Berbicara dengan seorang karyawati butik.

Status sebagai nyonya muda adalah miliknya. Bukan milik Lily ataupun Silvia. Dirinya adalah ratu yang berkuasa.

"Ya, itulah rahasia kenapa aku bisa jadi nyonya muda. Sedangkan suamiku menceraikan istrinya. Menyingkirkan wanita tua yang dicintai suamiku bukan hal yang mudah. Orang itu begitu picik dan pura-pura baik. Tampangnya awet muda walaupun aslinya sudah tua." Keluh Dinda pada Rini.

"Ini boleh untukku?" Tanya Rini.

"Beli sendiri!" Dinda merebutnya kembali."Tapi, apa kamu mau pakai cara yang aku katakan?" Tanyanya menyipitkan matanya.

"Itu memalukan tapi patut dicoba. Dalam Harem ada berbagai cara untuk mencari perhatian dan menjatuhkan wanita yang dicintai kaisar..." Gumam Rini menyeringai.

Sedangkan Dinda mengangkat salah satu alisnya. Rini begitu cantik, kenapa ingin menjadi gundik? Lebih baik menjadi artis. Tapi ya sudahlah... memang dasar mental pengemis. Terlalu mengandalkan pria jadi kecanduan pria kaya.

"Ya...ya...ya...aku menyusul suamiku dulu ke ruang ganti." Dinda mengedipkan sebelah matanya. Melangkah bagaikan tidak peduli sama sekali.

Tapi niat selalu ada...akan selalu ada. Rini menghela napas, Dilan adalah miliknya akan selalu menjadi miliknya. Seperti suami Dinda yang takluk pada Dinda.

***

"Aku sudah memilih..." Ucap Silvia penuh senyuman telah memilih beberapa gaun bernilai ratusan juta rupiah. Wanita gila yang ingin tampil lebih cantik daripada mempelai wanita. Tapi, itulah intinya.

Dilan menatap ke arah jam tangannya."Dua wajah buruk rupa itu begitu lama." Keluhnya, sejatinya tidak mengerti kenapa Lily selalu lebih memilih menggunakan barang-barang murahan.

"Aku sudah selesai. Bahkan sudah membayar." Lily melangkah mendekat membawa sebuah paperbag. Sedangkan Neiji masih berada di belakang Lily, terdiam tanpa ekspresi seperti biasanya.

Kakaknya yang irit bicara. Tapi selalu melindungi dan mengalah padanya. Entah kenapa terkadang tatapannya membuat dirinya merasa tidak nyaman.

"Gaun harga berapa, kamu tidak fitting dulu?" Tanya Dilan menatap tajam.

"3 juta rupiah, aku orang yang simpel. Jadi kebetulan gaun pas, tidak perlu dilakukan pengukuran lagi." Lily menghentikan kalimatnya sejenak, kemudian tersenyum ramah."Lagipula gaun pengantin tidak penting. Yang terpenting siapa mempelai prianya."

"Ya... terserah!" Gumam pemuda yang bangkit melangkah pergi, menuju meja kasir guna membayar tagihan kedua kekasihnya.

"Kampungan..." Gumam Silvia.

"Lily... kalau mau beli gaun yang lebih bagus sedikit. Kamu bisa mempermalukan Dilan." Sindir Rini, menghela napas seakan menatap jenuh, mengejek.

"Bukankah yang terpenting siapa mempelai prianya..." Lagi-lagi Lily bergumam. Matanya sedikit melirik ke arah Neiji.

"Benar! Yang terpenting siapa mempelainya." Dua orang yang bagaikan membicarakan Dilan. Tapi apa benar Dilan?

"Kalian, menyebalkan! Aku harap kakak saja yang menikah dengan si jelek!" Bentak Dilan yang mendengar semuanya dari meja kasir.

Perangkap, semuanya adalah perangkap. Ingin rasanya Neiji menertawakan adiknya di dalam hatinya. Berharap? Benar! Berharap. Jangan berkata sembarangan, karena ucapanmu mungkin akan menjadi kenyataan.

Bagaimana bola salju besar akan bergulir jatuh dari puncak gunung salju. Atau mungkin akan menjadi longsoran salju.

***

Bola salju raksasa akan bergulir hari ini. Sebuah gaun pengantin yang lumayan indah. Neiji menatapnya dari pintu ruang ganti.

"Mempelai wanita sungguh cantik..." Gumamnya.

Beberapa penata rias berbisik, melirik ke arah pria buruk rupa yang menyandar di kusen pintu.

"Dia calon kakak iparku. Dia ada disini untuk menjagaku agar tidak melarikan diri dari pernikahan. Bagaimana pun ini pernikahan yang diatur dua keluarga." Kalimat pelan dari Lily merapikan penampilannya.

Matanya menatap ke arah cermin dimana bayangan Neiji juga memantul. Penampilan mereka begitu serasi. Itulah yang ada di benak kedua orang ini.

Hari ini akan ada pertunjukan besar dan mereka hanya akan menonton. Indahnya drama bukan saat kamu menjadi pelakon. Tapi saat kamu menontonnya.

Menikah seolah-olah terpaksa? Itu tidak buruk sama sekali...

1
yula
💪💪💪💪💪
mimief
ahh....dibilang Lisa
masa baktinya udah selesai saat kau melukai Lily
selamat menikmati hari hari sedih mu yaa
mimief
wkwkwkkwkk 😜
mimief
wkwkwkwkwkwk
jadi bayangin lagi muka nelangsa nya

kasiaaan 😜🤣🤣
mimief
dah lan Rio,kita kan pecinta kedamaian
lepaskan lah...yg harus dilepaskan 😜🤣🤣
Rahma Intan
lanjutkan lagi Thor semakin seru 💪😘😘😘😘😘😘
Nureliya Yajid
semangat thor
Indar
benar2 perlu diselidiki ibu Lisa karena banyak misteri yang dia sembunyikan
Nur Wahyuni
disini tokoh jahat utamanya adalah lisa... padahal kedudukannya dia cuma menantu di keluarga itu...
M M Athalla
Lily sama Ervan sama saja menyembunyikan wajah rupawan pasangannya 😊
Senjaa💞
rio asal km tau..biarpun tidak sah tp aku yakin km satu2nya darah daging faro...makanya lisa berusaha menyingkirkanmu...
RahaYulia
yg pnonton itu aac rio y sbnrnya, bnr2 mnikmati sajian🤣🤣🤣
RahaYulia
waduh🤭🤭🤭
RahaYulia
aku rasa dimasa sblm wkt trulang c neiji dg ksadaran pnuh bikin anknya😁😁😁
RahaYulia
🤣🤣🤣🤣ah dsr neiji pdhal klo kmu yg g tau malu jg lily g bkal nolak
RahaYulia
didlmnya psti byk tersimpan roti sobek atau batu bata 🤣🤣🤣😁
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍💪💪💪💪💪
Ika
lope lope sekebon
Ufiyyyy
ahirnya evan muncul... van jgn galak2 sm kkak ipar... nnti bella ngamuk kmu kurg ajar sm kakaknya.. 🤣🤣🤣
Eka Anam
iparan kah mereka itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!