NovelToon NovelToon
Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Lana (17 tahun) hanyalah siswi SMA yang memikirkan ujian dan masa depan. Namun, dunianya runtuh saat ia dijadikan "jaminan" atas hutang nyawa ayahnya kepada keluarga konglomerat Al-Fahri. Ia dipaksa menikah dengan putra mahkota keluarga itu: Kolonel Adrian Al-Fahri.
​Adrian adalah pria berusia 29 tahun yang dingin, disiplin militer, dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Baginya, pernikahan ini hanyalah tugas negara untuk melindungi aset. Bagi Lana, ini adalah penjara berlapis emas.
​Di sekolah, ia adalah siswi biasa yang sering dirundung. Di rumah, ia adalah nyonya besar di mansion mewah yang dikawal pasukan elit. Namun, apa jadinya saat sang Kolonel mulai terobsesi pada "istri kecilnya"? Dan apa jadinya jika musuh-musuh Adrian mulai mengincar Lana sebagai titik lemah sang mesin perang?
​"Tugas saya adalah menjaga kedaulatan negara, tapi tugas utama saya adalah memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu, Lana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Pulang Sekolah Dijemput Pasukan

Pulang sekolah dijemput pasukan bersenjata lengkap akan menjadi awal dari konfrontasi hebat yang harus ia hadapi setibanya di kediaman mereka nanti. Lana berjalan melewati lorong sekolah dengan langkah gontai sementara bisikan tajam dari para siswa terdengar seperti dengungan lebah yang sangat menyakitkan.

Di ujung koridor, sebuah mobil taktis berwarna hitam pekat sudah menunggu dengan mesin yang menderu rendah seolah siap menerjang apa pun. Beberapa personel militer berdiri tegak di samping pintu mobil dengan tangan yang tetap waspada di atas gagang senjata laras panjang mereka.

Lana merasa seolah-olah dirinya adalah seorang pelaku kejahatan besar yang sedang dievakuasi di bawah penjagaan tingkat tinggi yang sangat berlebihan. Ia segera masuk ke dalam kabin mobil yang terasa sangat dingin karena pendingin ruangan yang dipasang pada suhu terendah.

"Kenapa jemputan ini harus semencolok ini, apakah Tuan Adrian sengaja ingin mempermalukan saya di sekolah?" tanya Lana dengan nada bicara yang penuh dengan amarah.

Ajudan yang duduk di kursi depan tidak menoleh sedikit pun dan hanya memberikan isyarat kepada pengemudi untuk segera melaju meninggalkan area pendidikan tersebut. Mobil melesat cepat menembus gerbang sekolah hingga meninggalkan kepulan debu tipis serta kerumunan siswa yang masih berdiri mematung penuh tanda tanya.

Lana membuang muka ke arah jendela, melihat pemandangan kota yang berlalu dengan sangat cepat di balik kaca antipeluru yang sangat gelap. Perjalanan tersebut terasa jauh lebih singkat dari biasanya karena mobil melaju dengan kecepatan tinggi di bawah kawalan motor pengawal yang membunyikan sirine perintah jalan.

Setibanya di mansion, Lana dikejutkan dengan banyaknya prajurit yang sedang menyisir setiap sudut taman dan memeriksa sistem keamanan elektronik secara menyeluruh. Adrian berdiri di atas teras utama dengan wajah yang sangat tegang dan memegang sebuah radio komunikasi di tangan kirinya.

"Keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam ruang kerja saya sekarang juga tanpa banyak bertanya," perintah Adrian dengan suara yang sangat keras dan tidak terbantah.

Lana berlari kecil mengejar langkah lebar Adrian yang terlihat sangat terburu-buru menuju bagian terdalam dari bangunan megah tersebut. Di dalam ruang kerja yang kedap suara, Adrian segera mengunci pintu dan menyalakan layar monitor besar yang menampilkan rekaman satelit di sekitar area mansion.

Ia memutar tubuhnya dan menatap Lana dengan pandangan yang sangat tajam seolah ingin menembus masuk ke dalam pikiran istrinya. "Seseorang telah membocorkan keberadaanmu kepada kelompok yang sedang mengincar nyawa saya sejak satu bulan yang lalu," tegas Adrian sambil menunjukkan sebuah foto di layar.

Lana merasa jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat foto dirinya saat masuk ke dalam gerbang sekolah tadi pagi yang sudah ditandai dengan lingkaran merah. Ia baru menyadari bahwa kemewahan yang ia nikmati selama ini ternyata selalu berdampingan dengan ancaman maut yang sangat nyata dan juga mengerikan.

Rasa takut yang sangat besar mulai menyelimuti batinnya hingga membuat tubuh mungilnya bergetar hebat di hadapan sang kolonel kaya raya. "Apa yang akan terjadi pada saya, apakah mereka akan menculik saya untuk mengancam keselamatan Anda?" tanya Lana dengan suara yang nyaris hilang karena rasa takut.

Adrian melangkah mendekat dan mencengkeram kedua bahu Lana dengan sangat kuat untuk memberikan sedikit rasa tenang yang sebenarnya sangat dipaksakan. Ia tidak akan membiarkan satu pun musuhnya menyentuh milik Al Fahri meskipun ia harus mempertaruhkan seluruh jabatan serta kekuasaan yang ia miliki sekarang.

Senyap yang mencekam menyelimuti ruangan tersebut hingga hanya suara detak jantung mereka yang terdengar saling bersahutan secara tidak beraturan. "Kamu tidak akan pergi ke mana pun tanpa pengawalan melekat, karena mulai saat ini ada perintah sang suami: jangan terlambat!"

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!