NovelToon NovelToon
Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Status: tamat
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Action / Anime / Sci-Fi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:171
Nilai: 5
Nama Author: rexxy_

​"Apakah kamu pernah merindukan seseorang yang bahkan wajahnya saja tidak pernah kamu lihat?"
​Alexian hanyalah seorang perantau yang terjebak dalam rutinitas membosankan sebagai resepsionis Love Hotel di Tokyo. Baginya, cinta sudah lama mati sejak pengkhianatan di masa lalu membuatnya menjadi pria yang tumpul rasa.
​Namun, sebuah mimpi aneh mengubah segalanya. Seorang wanita, jembatan taman, dan guguran sakura yang terasa begitu nyata.
​Mona menyebutnya Yume no Kakehashi.
Jembatan Impian yang Mengambang. Sebuah mitos Jepang tentang dua jiwa yang saling mencari. Alexian menemukan seutas pita berwarna jingga di pagar jembatan itu. Kini, Alexian harus memilih tetap hidup dalam realitasnya yang aman namun sepi, atau mengejar bayangan senja di mata seorang wanita yang mungkin hanya ada dalam mimpinya.
Apakah Alexian bakal bertemu dengan wanita itu atau semua hanya kebetulan dalam mimpi?
Apa arti dari pita yang ia dapat di celah pagar jembatan itu?
Simak kelanjutannya ya! :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rexxy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Detak Jantung Jembatan

Cahaya jingga dari pita di tangan Sayuri menyelimuti kami, menciptakan kubah energi yang membuat para Eraser terdorong mundur. Mereka terhuyung, mata mereka menatap pita itu dengan campuran teror dan kekaguman.

Air hujan di sekitar kami membeku, waktu seolah berhenti di dimensi kecil kami.

"Tidak mungkin..." bisik pria pemimpin itu, wajahnya pucat.

"Pita itu seharusnya hanya pengingat! Kenapa kekuatan Jembatan mengalir melaluinya?"

Tiba-tiba, bumi di bawah kami bergetar. Bukan karena gempa, melainkan karena getaran yang berasal dari kedalaman taman. Pohon-pohon di sekitar kami berderak, dan danau di bawah jembatan bergejolak seolah ada sesuatu yang besar muncul dari dasarnya.

Seorang pria muncul dari kegelapan yang pekat. Tubuhnya tinggi menjulang, mengenakan jubah hitam legam yang mengepul seperti kabut. Wajahnya tua, namun matanya memancarkan kekuatan dingin yang jauh melampaui siapa pun yang pernah kulihat. Dialah Pemimpin The Eraser.

"Dasar bodoh,"

suara pria itu berat dan bergemuruh, seolah berasal dari inti bumi.

"Kau tidak tahu apa yang kau lakukan. Kau itu cuma jalan masuk buat dia. Wanita itu harusnya udah mati dari dulu."

Ia mengangkat tangannya yang keriput. Gelombang energi hitam pekat melesat ke arah kami, menghantam kubah jingga yang melindungi kami.

BRUKKK!

Kubah itu bergetar, dan Sayuri terbatuk kecil, tubuhnya semakin transparan.

Aku merasakan jantungku berdenyut hebat. Bukan jantungku sendiri, tapi jantung Jembatan. Kekuatan yang Miyuki bicarakan, energi yang mengalir dari Sayuri melalui pita itu, kini mengalir ke dalam diriku.

Telapak tanganku rasanya sangat panas. Ada urat warna jingga yang muncul di kulitku. Rasanya kayak kebakar tapi aku merasa semakin Kuat.

"Kau tidak akan bisa menyentuhnya!" teriakku.

Aku berdiri di depan Sayuri, menantang Pemimpin The Eraser itu. Saat aku mengangkat tanganku, energi jingga dari pita itu melesat keluar, membentuk gelombang kejut yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Gelombang itu menghantam Pemimpin itu hingga ia terdorong beberapa meter ke belakang.

Mata tua Pemimpin itu membelalak. "Kekuatan Jembatan itu... kau bisa menggunakannya?!"

"Pita ini bukan hanya Jangkar. Ini juga adalah hatinya!" aku merasakan setiap detak jantung Sayuri terhubung denganku melalui pita itu.

Rasa sakitnya, kekuatan mimpinya semua menjadi milikku.

"Selama aku memegangnya, aku adalah Jembatan itu sendiri!"

Aku melangkah maju, membiarkan energi jingga itu mengalir bebas dari telapak tanganku. Setiap langkahku membuat tanah bergetar. Para Erasers lainnya gentar, mereka mundur, takut mendekatiku.

Pemimpin itu tertawa sinis, meskipun wajahnya menunjukkan sedikit kekhawatiran.

"Kekuatan itu akan menghancurkan tubuh manusiamu, Alexian! Kau akan menghilang bersama Wanita itu!"

"Kalau begitu, aku akan menghilang bersamanya!" Aku tidak gentar.

Aku mengangkat kedua tanganku. Energi jingga itu memuncak, membentuk spiral cahaya yang sangat terang, memantulkan setiap tetes hujan yang kini kembali turun dengan deras.

Aku tahu ini adalah pertarungan terakhir. Dan aku akan mempertaruhkan segalanya untuk menjaga jembatan ini tetap utuh jembatan yang menghubungkanku dengan Sayuri.

Cahaya jingga itu perlahan meredup, menyisakan keheningan di taman Shinjuku Gyoen. Sayuri masih bernapas, tubuhnya yang tadinya transparan kini berubah padat dan nyata, namun ia tampak sangat lelah.

Pemimpin The Eraser memang sudah mundur, tapi aku bisa merasakan bahwa ini hanyalah gencatan senjata sementara. Mereka tidak akan membiarkan "Jembatan" hidup begitu saja.

Ken dan Mona akhirnya sampai di tempat kami melawan The Eraser.

Ken, Mona dan Miyuki muncul dengan napas tersengal, sepertinya mereka menggunakan mobil lama paman Ken untuk mengejar kami dari belakang

"Kita tidak bisa diam di sini," ucap Ken sambil memecah keheningan. Ia menatap lampu-lampu jalanan di luar taman dengan waspada.

"Mobil-mobil hitam itu mungkin sudah memanggil bantuan. Kita harus pergi sekarang."

Aku membantu Sayuri berdiri. Meskipun ia sudah stabil, ia masih tampak bingung dengan hiruk-pikuk dunia nyata. Suara sirine di kejauhan, lampu neon yang berkedip, hingga aroma aspal basah semuanya terasa baru baginya.

"Ke mana kita akan pergi?" tanya Mona.

"Alexian tidak bisa kembali ke hotel. Aku juga mungkin sudah dicari karena meninggalkan shift."

Aku menatap mereka satu per satu. Ken, sahabat yang rela mempertaruhkan nyawanya. Mona, teman kerja yang ternyata punya keberanian luar biasa. Dan Miyuki... adik Sayuri yang masih menyimpan banyak rahasia.

"Kita butuh markas," kataku tegas.

"Ken, apakah bengkel pamanmu masih aman?"

"Untuk sementara, ya. Tapi kita butuh tempat yang lebih tersembunyi jika ingin melindungi Sayuri dalam jangka panjang," jawab Ken sambil menyalakan mesin motornya.

Miyuki tiba-tiba melangkah maju.

"Ada sebuah apartemen tua di pinggiran distrik Nakano. Milik mendiang kakekku. Tempat itu tidak terdaftar atas nama keluarga kami sekarang. The Eraser mungkin belum melacaknya."

Kami pun bergerak dalam formasi rahasia. Ken,Mona dan Miyuki menaiki mobil Paman Ken, sementara aku memeluk Sayuri erat di atas motor Kawasaki hitam itu.

Meskipun jarak ke Nakano tidaklah jauh, kami menghabiskan waktu hampir satu jam untuk terus berputar-putar di antara labirin gedung Shinjuku, memastikan tak ada satu pun bayangan mobil hitam yang membuntuti kami di balik guyuran hujan."

1 Jam perjalanan kami dari Shinjuku gyoen ke Nakano. Akhirnya kami sampai di Nakano, Apartemen tua milik kakek Sayuri dan Miyuki.

Malam itu, di sebuah apartemen sempit yang berbau debu dan kenangan lama, kami berkumpul.

Sayuri duduk diam di tepi tempat tidur, matanya terpaku pada pita jingga yang melilit tangannya sebuah bukti nyata bahwa kini ia bukan lagi sekadar mimpi yang akan hilang saat fajar tiba.

"Alexian," panggil Sayuri lirih saat yang lain sibuk mengatur tempat tidur.

"Terima kasih sudah membawaku ke sini. Tapi aku merasa... ini hanyalah awal. Ada sesuatu di 'Sisi Lain' yang masih memanggilku."

Aku menggenggam tangannya, merasakan kehangatan yang nyata.

"Apapun itu, Sayuri, kau tidak akan menghadapinya sendirian lagi. Kita punya Ken, Mona, dan adikmu. Kita akan mencari tahu siapa sebenarnya The Eraser dan kenapa mereka begitu ingin mencarimu."

Di apartemen tua milik mendiang kakeknya itu, kami akhirnya bisa duduk sejenak di kursi kayu yang berderit, mencoba mengistirahatkan tubuh yang sudah mencapai batasnya.

Aku teringat peringatan Miyuki tadi—bahwa memberikan darahku bisa membuat tubuhku sendiri memudar. Dengan ragu, aku mengangkat tangan kananku, memperhatikannya di bawah cahaya lampu bohlam apartemen yang kuning temaram.

​Tidak ada. Tidak ada bagian yang transparan. Kulitku tetap padat, nadi biru di pergelangan tanganku masih terlihat jelas, dan darah di luka goresanku sudah mengering dengan sempurna.

​"Miyuki," panggilku, membuat adiknya itu menoleh. "Kau bilang aku akan menghilang jika memberikan darahku?"

​Miyuki mendekat, meraih tanganku dan membolak-baliknya dengan wajah tidak percaya. Mata indigonya membelalak.

"Bagaimana mungkin...?" bisiknya sambil menyentuh telapak tanganku yang masih terasa hangat. "Seharusnya frekuensi dunia nyata dalam tubuhmu sudah tersedot habis. Tapi kau... kau tetap utuh."

​Ken yang sedang menenggak air mineral langsung tersedak.

"Jadi, Sahabatku ini memang punya bakat jadi pahlawan super, ya?" candanya, meski matanya tetap menunjukkan rasa penasaran yang besar.

​Aku menatap Sayuri. Ia juga menatapku dengan binar kagum. Sepertinya, 'Jembatan' ini bekerja dua arah. Bukan hanya aku yang memberi nyawa padanya, tapi ikatan ini juga memberikan sesuatu yang tak terduga ke dalam jiwaku.

Mona akhirnya datang membawa beberapa cangkir teh hangat, sementara Ken sibuk membentangkan peta kota Tokyo di atas meja kayu tua.

"Oke, tim," ucap Ken dengan nada sok serius untuk mencairkan suasana.

"Mulai besok, kita punya misi baru. Alexian dan Sayuri harus menyamar. Mona tetap jadi mata-mata kita di hotel untuk mencari informasi,

dan Miyuki... kau harus menceritakan semua yang kau tahu tentang organisasi itu."

Aku melihat ke luar jendela apartemen. Bintang-bintang Tokyo tertutup oleh awan, tapi bagiku, cahaya di ruangan ini sudah cukup. Kami bukan lagi orang asing yang hanya bertemu di lobi hotel atau di dalam mimpi. Kami adalah pelarian yang terikat oleh takdir.

Aku melihat ke jendela, Tokyo masih sama, tapi hidupku udah berubah total. Aku memegang tangan Sayuri, dan aku tahu, besok semuanya bakal jadi lebih gila lagi.

1
rexxy_
Terima Kasih banyak kak, Saya selaku Author sangat senang atas pujian kakak.
Pantengin terus ya kak... heheh🙏😍
𝓗ᥲᥱᥣִᥱᥲꤪꤨꤪᥒᥲ.𝜗𝜚
karyanya bagus btw mampir yah di novelku 🤭
Roulina Damanik
1. Check-in : Melaporkan kehadiran di suatu tempat (hotel/ bandara).

2. Check-out : Meninggalkan (hotel/ bandara) setelah membayar dan mengembalikan kunci.
rexxy_: Terima kasih atas Saran anda.
Saya selaku penulis meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan penulisan saya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!