NovelToon NovelToon
Sisa Cinta, Bara Dendam

Sisa Cinta, Bara Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Pernikahan rahasia / Selingkuh / Cinta Terlarang / Chicklit
Popularitas:49.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wida_Ast Jcy

Naila tak pernah menyangka hidupnya akan hancur dalam sekejap. Dihujani fitnah dan kebencian dari keluarga mantan suaminya, ia menjadi orang asing di rumah yang dulu dianggap tempat pulang. Difitnah suami dan dikhianati adik sendiri. Luka batin bertubi-tubi dan pengkhianatan yang mendalam memaksanya bangkit menjadi sosok baru yang tegas, penuh perhitungan, dan siap membalas setiap luka yang pernah diterimanya.

Lima tahun berlalu, Naila kembali dengan wajah dan tekad yang berubah. Bukan lagi wanita lemah, ia kini hadir sebagai ancaman nyata yang mengguncang rumah tangga mantan suaminya. Dalam perjalanan membalas dendamnya, ia akan menguak rahasia-rahasia kelam dan menetapkan aturan baru, tidak ada yang boleh melecehkannya lagi.

Siapakah yang akan bertahan saat permainan balas dendam dimulai?
Bersiaplah menyelami kisah penuh emosi, intrik, dan kekuatan wanita yang tak tergoyahkan dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida_Ast Jcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 AMBIL SAJA BEKASKU

Naila tersenyum sinis. Tanpa perlu disuruh oleh Nadia, ia memang sudah berniat untuk pergi. Meskipun Naila sendiri belum tahu akan pergi ke mana setelah ini.

“Kalau aku tidak mau? Kamu bisa buat apa Nad? Aku bisa saja kembali ke rumah itu dan mencari bukti lain. Serapat-rapatnya kamu menutupi bangkai, pasti akan tercium juga,” ucap Naila yang membuat wajah Nadia merah padam.

Naila hanya ingin mempermainkan adiknya saja, tentu ia tidak benar-benar berniat kembali ke rumah itu lagi.

“KAUUU!!!”

Nadia bangkit dengan wajah penuh emosi, membuat Olivia yang sejak tadi duduk agak jauh langsung berdiri dan menghampiri, takut jika wanita itu berbuat sesuatu pada sahabatnya.

“Kau akan menyesal, Naila. Aku telah memperingatkanmu! Kau tidak akan bisa merebut Mas Naufal dariku!” pekik Nadia seraya meraih tasnya di atas meja, kemudian dengan wajah kesal meninggalkan rumah Olivia.

“Ambil saja mobilku, Nad. Ambil juga semua bekasku. Kau memang pantas mendapatkan barang bekas!” teriak Naila yang membuat Nadia semakin geram.

Dengan wajah penuh amarah, Nadia pun meninggalkan tempat itu.

“Awas saja kau, Naila. Aku tidak akan segan-segan melakukan apa pun demi mempertahankan Mas Naufal!”

Sementara itu, Olivia menepuk bahu sahabatnya. Ia tersenyum bangga.

“Nah, begitu donk. Lawan, Nai. Dia sendiri yang sudah memutuskan tali persaudaraannya kalian. Sekarang, kamu harus membalasnya! Nadia sudah terlalu jahat padamu!” ucap Olivia, berusaha menjadi kompor.

Naila hanya tersenyum tipis. Ia masih ragu. Rasanya seperti bukan dirinya sendiri ketika melontarkan kata-kata yang tidak sepantasnya ia ucapkan kepada adiknya itu.

“Entahlah, Liv. Dia adikku sendiri. Haruskah aku membalas perbuatannya? Cukuplah Allah yang mendengar doaku, Liv. Biarkan Allah juga yang memberikan karma untuk mereka,” ucap Naila lirih.

Ia kembali dalam mode lemahnya sifat lembut yang sering dimanfaatkan oleh orang lain. Tugas Olivia selama ini adalah menyadarkan Naila agar ia mampu melawan ketika disakiti.

“Eeemmmm, kamu ini, Nai. Kita memang harus berdoa kepada Sang Pencipta. Tapi menunggu karma itu lama, Nai. Kamu harus membalas mereka dengan tanganmu sendiri. Adikmu itu sudah sangat keterlaluan. Dia bahkan sudah tidak pantas kau anggap sebagai adik lagi,” ujar Olivia, terus berusaha memanas-manasi Naila.

Nadia membuka pintu kamar dengan kasar, membiarkan suara gemeretak pintu menghantam dinding dan bergema di ruangan yang sunyi. Rumah mewah itu terasa dingin dan sepi, sama seperti hatinya saat ini. Tidak ada tanda-tanda kehadiran siapa pun, kecuali para pelayan rumah.

Menyebalkan memang. Baru sehari menikah dengan Naufal, ia sudah dibiarkan sendiri. Ibu mertuanya justru berlibur ke Bali untuk menghadiri pertemuan dengan para kliennya.

"Aneh, yang seharusnya berbulan madu siapa, yang liburan malah siapa?" gerutunya kesal.

Ia melempar tasnya ke sofa, melepaskan sepatu hak tinggi, lalu berdiri di depan cermin meja rias dengan wajah penuh emosi. Kamar yang dahulu pernah menjadi milik Naila, kini telah menjadi miliknya. Namun, meskipun Nadia sudah mendapatkan semua yang pernah dimiliki Naila, hatinya tetap tidak tenang.

Ia melepaskan pashmina yang menutupi rambutnya. Pakaian panjang dan kerudung yang dikenakannya hanya asal dipakai, membuatnya merasa gerah. Tapi mau tidak mau, ia harus mulai mengubah gaya berbusana mulai sekarang.

Bukan semata-mata karena niat berhijrah, melainkan karena ia ingin menjadi seperti Naila wanita yang dulu dicintai oleh Naufal. Nadia tahu, tipe wanita idaman suaminya adalah seperti Naila. Berhijab dan terlihat sholeha.

Padahal, jelas ia merasa lebih baik daripada kakaknya itu. Namun, sebagian orang selalu mengatakan bahwa Naila lebih menarik dan cantik. Terlebih lagi, pembawaan Naila yang dewasa dan tenang sangat berbeda dengan dirinya yang dikenal cerewet dan kekanak-kanakan.

Nadia terus merengut, kesal memikirkan kakaknya. Sudah bercerai pun, sosok Naila masih saja menghantui pikirannya dan mengusik batinnya membuat hidup Nadia tidak tenang.

“Sudahlah diacuhkan semalam, sekarang malah dihina habis-habisan oleh Naila,” gerutunya sambil menendang sepatu yang menghalangi jalannya.

“Wanita itu bisa bisanya sok tegar. Dasar sombong! Menyebalkan! Mobil itu memang pemberian Mas Naufal, wajar kalau aku memakainya sekarang! Terus kau bisa apa hah. "gerutunya lagi.

“Aaargghhh! Sial! Seharusnya hari ini menjadi hari yang membahagiakan. Mas Naufal juga malah pergi ke kantor. Padahal seharusnya dia cuti dan menghabiskan waktu bersamaku berdua.” Wanita itu berteriak frustrasi.

Ia diabaikan oleh suaminya sendiri sejak semalam. Bahkan Naufal enggan menyapanya pagi tadi. Mereka tinggal bersama, namun Naufal seolah tidak menganggap Nadia ada. Hal itu membuat Nadia memutuskan untuk menemui Naila dan memberikan peringatan.

Ia khawatir kakaknya itu akan terus berusaha mendekati suaminya lagi. Gawat jika Naila mendapatkan bukti bahwa semua yang terjadi saat ini adalah ulah Nadia.

“Eehmmm... Naila... sepertinya aku harus berhati-hati terhadapmu. Siapa tahu kau masih berniat ingin merebut Mas Naufal lagi.” gumamnya.

Ia duduk di tepi ranjang, menghela napas panjang untuk menenangkan diri. Nadia terus menggerutu, ia benar-benar emosi karena merasa apa yang didapatkannya saat ini tidak sesuai dengan harapan.

Nadia terdiam sejenak, berusaha mengendalikan emosinya. Ia harus memikirkan langkah ke depan dengan matang. Ia tidak boleh gegabah. Naila ternyata tidak selemah yang ia kira.

Namun, alih-alih mereda, amarahnya justru semakin membuncah. Perkataan Naila tadi benar-benar telah mengusiknya. Naila, kakaknya sendiri, telah terang-terangan menghina pernikahannya dengan Naufal.

“Barang bekas, katanya? Ia menyebut Mas Naufal barang bekas. ” gumam Nadia sambil mengepalkan tangan.

Ia menatap kosong ke arah dinding, mengingat kembali kata-kata Naila tadi.

“Ambil saja, Nadia. Ambil saja barang bekasku!”

Suara Naila terus terngiang di kepalanya, membuat darahnya mendidih. Bagaimana mungkin Naila masih berani berbicara seperti itu setelah semua yang ia alami? Bukankah Naila seharusnya terpuruk, atau lebih baik lagi, menyerah dan berakhir di sana?

Nadia tentu tidak akan merasa khawatir, karena pernikahannya pasti aman sebab dirinya yang akan meneruskan wasiat keluarga suaminya itu.

Kehadiran Nadia di rumah Naila tadi bukan sekadar untuk membuat perhitungan. Ia ingin melihat kakaknya yang selama ini selalu berada di atas kini terpuruk. Sejak kecil, Naila selalu menjadi yang terbaik. Segala sesuatu yang diinginkan Naila selalu ia dapatkan.

Orang tua mereka pun lebih sering memuji Naila daripada dirinya. Hal itu membuat Nadia menyimpan rasa iri yang mendalam. Selama ini, Nadia memendam rasa iri kepada kakaknya. Ia bertindak seolah dirinya adalah adik yang perlu perhatian.

Namun, semakin lama, kebencian dan dendamnya terhadap kakaknya sendiri semakin menggunung. Nadia ingin menghancurkan Naila, tidak peduli jika wanita itu adalah kakak kandungnya sendiri.

BERSAMBUNG...

1
Icha sun
setiap pasangan yg selingkuh pasti bilangnya gitu, menemukan kebahagian yg di rumah gak ada. kliseees
D'Mas0712
pasti julian kecewa banget tuh
Icha sun
Pgn bgt ngeliat Nadia kepergok sama Naufal
D'Mas0712
tidak... tidak salah lagi bu. mereka kekasih gelap
studibivalvia
enak aja congor lo kalo ngomong
studibivalvia
ga mungkin semudah itu lah pasti ada sesuatu nya
Addb_Rh
padahal ibunya belum menuduh secara detail, tapi Nadia malah jwb duluan. Definisi ngaku duluan, sebelum di tanya "Apaa itu kamu?"

🤣🤣 dodol si Nadia.
GreenForest
lah yang Ja.lang tuh kamu 🤣🤣🤣 Nad. Ngaca ngaca
GreenForest
Julian yang Ba.jing. an tuh kamu sama Nadia 😭😭😭 tau
Addb_Rh
si Abi kalau bersikap manis terus gini sih, di jamin Naila jatuh hati. 😅
chemistrynana
lah si Nadia ini hawek nya
putri bungsu
tp sayang nggk sih, rambut yang dulu nggk pernah dilihat siapa pun, eh sekarang malah dilihat ribuan orang,,,
putri bungsu
berubah drastis nih cerita nya, masa sih Naila lepas hijab demi balas dendam
putri bungsu
aku suka dengan semangat mu kali ini Nai
Serena Khanza
bener-bener nyesek dan sedih banget pas disini kalo ada di posisi naila, disaat semua orang menuduhnya atas perbuatan yg gak dia lakukan dan gak ada yg menolongnya🥹🥹🥹
sebenernya naila anak kandung nya atau bukan sih kok bisa gitu seorang ibu ngomong gitu..
aku jadi kesel sama nadia dia kan adik nya masa setega itu, atau jangan jangan mereka adik kakak tiri
Serena Khanza
alurnya bagus, diluar nalar beda dari cerita lainnya, suka sama tokohnya
Chimpanzini Banananini
bencana akan segera datang🤭
Mingyu gf😘
aaa abi love youu
Mingyu gf😘
memjijikan
Mingyu gf😘
Baguslah kalau lo sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!