NovelToon NovelToon
Affair With My Bos

Affair With My Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Dahlia seorang istri yang sangat dikecewakan suami yang sangat dicintainya. Namun Dahlia tetap memilih untuk bertahan mempertahankan rumah tangganya. Dahlia tidak mau seperti ibu dan kakaknya yang menyandang status janda juga. Dahlia pun lebih memilih melampiaskan kekecewaan dan rasa sakit hatinya dengan menjalin hubungan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Nggak ada tempat untuk berciuman apa sampai kalian harus melakukannya di kantor?."

Seorang pria paruh baya duduk di kursi kerjanya Pak Adnan sambil menatap kedua orang yang baru melepaskan ciuman panas mereka.

Sempat-sempatnya Pak Adnan mengelap bibir basah dan bengkak Dahlia karena keganasannya. Sedangkan Dahlia sedikit menggeser tubuhnya, bersemangat di balik tubuh Pak Adnan.

Pak Adnan sangat santai berada di situasi ini, tidak seperti Dahlia yang sudah keringat dingin disertai rasa sakit perut karena mules.

"Kami nggak ada apa-apa dibandingkan papa, papa bukan hanya berciuman dengan mamaku tapi kalian juga bercinta di setiap sudut ruangan kantor ini."

Ternyata pria paruh baya itu Papanya Pak Adnan, Papa Hakim. Terlihat tegas, berwibawa dan tidak suka basa-basi. Sangat santai bicara dengan anak-anaknya seperti sekarang ini dengan Pak Adnan.

"Nggak apa-apa kalau sudah halal, sah-sah aja berciuman dan bercinta mau di mana dan kapan aja. Terus kamu cium-cium anak perempuan orang, apa udah ada status sah?. Pasti belum 'kan?."

Papa Hakim mengangkat alisnya, mengejek putranya.

"Tenang aja, pa, aku sedang mempersiapkannya."

Kemudian papa Hakim menatap Dahlia yang tetap berada di balik tubuh Pak Adnan.

"Siapa namamu, nona?."

Seketika Pak Adnan menyingkir dari Dahlia, yang tadinya menjadi pelindung Dahlia kini bergeser menjadi di pihak papanya.

"Dahlia, Pak."

Walau gugup tapi tidak sampai terbata.

"Kamu siapanya putraku?."

"Calon istrinya Pak Adnan."

Tegas apa yang dikatakan Dahlia.

"Oke, kapan putraku mau menikahimu?."

"Secepatnya."

Lagi-lagi tanpa sungkan Dahlia mengatakan jujur apa yang telah dibicarakannya dengan Pak Adnan.

"Belum dinikahinya, jangan dicium-dicium. Biar aja laki-laki sabar menahannya sampai kamu dinikahinya."

"Iya, Pak."

"Nggak bisa begitu, Ia!."

Pak Adnan pun langsung melayangkan protes dan kini kembali berdiri di pihak Dahlia.

"Boleh cium, Ia, tapi nggak yang lain."

"Keputusan ada di di tanganmu, Dahlia."

Lalu Pak Hakim menatap keduanya.

Dahlia tidak berani mengatakan apa-apa lagi saat pinggangnya dirangkul Pak Adnan.

Sekarang kedua laki-laki beda usia itu duduk berhadapan setelah Dahlia keluar dari ruangan Pak Adnan.

Tidak mungkin kalau tidak ada hal penting yang membawa papanya datang padanya.

"Kurniawan meminta bagian sahamnya."

"Mau ambil andil di perusahaan atau kita yang bayar?."

"Itu yang belum papa tahu, tapi kemungkinan besarnya dia akan ke sini bergabung denganmu karena yang aku dengar Kurniawan sedang berusaha mengambil anak yang dulu ditelantarkannya."

"Kita lihat aja, pa, apa maunya dia?."

"Iya."

Papa bangkit dari kursinya lalu berjalan menuju pintu.

"Papa menginap di rumahmu."

"Tapi di rumah ada Vera."

Papa yang sudah membuka pintu menoleh ke arah Pak Adnan.

"Janji mau nikah-in anak orang tapi masih nyimpen mantan istri di rumah?.

"Bukan begitu, pa, aku hanya nggak mau melukai perasaan Melodi dan Richard. Lagi pula aku bisa pindah ke apartemen kalau udah nikah."

"Papa tidur di apartemenmu aja kalau begitu."

Pak Adnan tersenyum sambil mengangguk.

Jam sudah menunjukkan waktunya pulang kantor. Pak Adnan sudah menunggu Dahlia di lobi dan mereka langsung pulang ke rumah mamanya. Tapi sebelum itu Dahlia mampir ke toko roti milik kakaknya. Mengambil pesanan mamanya.

Dahlia melepaskan tangan Pak Adnan yang menggandengnya lalu berlari kencang saat dia tahu kakaknya bersama mantan suaminya. Dahlia takut terjadi sesuatu padanya sebab saat ini kakaknya sedang menangis. Meninggalkan Pak Adnan tetap berjalan pelan sambil menetap seseorang dengan dahi mengernyit.

"Apa yang kamu lakukan pada kakakku?."

Dahlia menatap tajam mantan kakak iparnya.

"Kamu udah besar, Ia, nggak rindu sama aku?."

"Dih, ogah banget rindu sama orang yang udah menyakiti kakakku dan menelantarkan anaknya."

"Makanya itu, Ia, aku sangat menyesal. Aku mau memperbaiki semuanya, aku enggak bakal ngambil Bayu kalau kakakmu mau balik sama aku."

"Yang besar aja, kak?. Kamu udah selingkuh! Karena perempuan itu kamu menceraikan kakakku dan anaknya!. Lalu sekarang dengan gampangnya minta kembali bersama!. Mimpi!."

Saat Hendak menjawab perkataan Dahlia, mantan kakak iparnya Dahlia menatap Pak Adnan yang baru berada di tengah mereka. Dan lebih tertarik bicara padanya.

"Untuk apa kamu di sini?."

"Menemani calon istriku. Kamu sendiri?."

Tatapan Pak Adnan langsung tertuju pada kakaknya Dahlia yang mengusap air matanya.

"Jadi kamu ke sini untuknya dan anakmu?."

"Itu bukan urusanmu!."

"Itu menjadi urusanku jika menyangkut keluarga calon istriku, Kurniawan."

Kurniawan, yang merupakan laki-laki mendapatkan saham perusahaannya dari Vera dan sekarang dia dihadapkan pada kenyataan laki-laki itu mantan kakak iparnya Dahlia. Jika di dengar, Dahlia dan Kurniawan seperti sangat dekat.

Kemudian Kurniawan menatap tajam mantan istrinya.

"Aku akan menemuimu lagi."

Lalu Kurniawan pergi dari sana.

"Kakak nggak apa-apa?."

Barulah Dahlia menanyakan keadaan kakaknya.

"Aku nggak apa-apa, Lia, kamu ke sini mau ambil pesanan mama, ya?."

Kakaknya langsung menyerahkan paper bag warna cokelat pada kakaknya. Memintanya pada Dahlia untuk langsung pulang dan tidak mengatakan apa pun yang terjadi di toko.

"Pak Adnan udah kenal sama Kak Kur?."

"Oh, itu panggilan kesayanganmu pada Kurniawan?."

Bukannya menjawab pernyataan Dahlia, Pak Adnan malah mengajukan pertanyaan. Itu dilakukannya karena Pak Adnan tidak mau menambah beban Dahlia. Seperti Dahlia sudah cukup kewalahan membantu kakaknya.

Dahlia mengangguk jujur. Memang mereka sangat dekat. Karena saking dekatnya sampai orang-orang mengira jika Dahlia yang menjadi selingkuh kakak iparnya. Tapi tentu saja bukan dirinya.

"Itu sebelum Kak Kur berubah karena selingkuh."

"Tahu siapa yang menjadi selingkuhannya?."

Entah bagaimana tiba-tiba saja Pak Adnan mau menanyakan itu. Hanya mau tanya saja apa di antara Vera dan Kurniawan ada sesuatu juga atau mungkin Vera yang menjadi duri dalam daging rumah tangga kakaknya Dahlia.

"Yang tahu cuma kakakku, aku sama aku mama nggak tahu. Kakak nggak cerita apa-apa juga, cuma bilang suaminya menceraikannya karena perempuan lain."

Pak Adnan hanya mengangguk.

Mereka pun sudah tiba di rumah, Pak Adnan langsung main bersama Bayu. Sedangkan Dahlia menyiapkan makanan untuk mereka.

Walau tidak menceritakan kepada mamanya secara detail mengenai terjadi di toko roti kakaknya tapi untuk jaga-jaga Dahlia mengatakan mantan kakak iparnya ada di kota ini.

"Mama harus hati-hati, jangan biarkan Bayu main sendiri. Pokoknya mama nggak boleh jauh-jauh dari Bayu."

Dahlia mewanti-wanti mamanya. Apa pun bisa terjadi, apalagi papanya Bayu sudah ada di sini dan memang berniat mengambil Bayu.

Setelah makan Pak Adnan langsung pamit pulang, dengan manjanya dia meminta Dahlia mengantar sampai mobil.

"Sini masuk, Ia!."

Pak Adnan melambaikan tangan perintah.

"Ada apa, Pak?."

"Sini, masuk!."

Dahlia menurutinya lalu duduk di sebelah Pak Adnan.

"Ambil kotak hitam itu, Ia."

Sambil menunjuk benda yang dimaksud.

Tanpa curiga Dahlia mengambilnya lalu menyerahkannya ke Pak Adnan tapi Pak Adnan tidak menerimanya.

"Untukmu, Ia."

"Apa ini, Pak?."

"Buka aja."

1
Yanti Gunawan
gak adil banget buat dahlia😫😭😭
Siti Sarifah
keren
Siti Sarifah
ceritanya selalu bagus, gk pernah gagal untuk membuat pembaca ikut larut dlm emosi dr cerita
Linda Yohana
Bagus novelnya
Yanti Gunawan
mbok yo d banyakin thor thor jangan pelit" up😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!