NovelToon NovelToon
KEISTIMEWAAAN AZAM

KEISTIMEWAAAN AZAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror / Matabatin / Hantu / Mata Batin
Popularitas:654
Nilai: 5
Nama Author: Alfrelen

kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

" kakak ini prosesnya sedikit sakit, kakak harus tahan ya " ucap Azam

" iya dek, kakak tahan sakitnya, kakak juga pengen sembuh " kata Santi

Azam meminta bibinya untuk mendudukan Santi, agar nanti pada saat proses penyembuhan Santi bisa memuntahkan muntahannya ke baskom.

Azam kemudian memulai prosesnya, Azam memegang kepala Santi dengan telapak tangannya. Lalu dari telapak tangan azam mengeluarkan cahaya.

" arrgghhh,,, sakit " pekik Santi

" tahan ya kak, karena banyak mahkluk dari gunung yang bersemayam di dalam tubuh kakak " ucap Azam

Santi berteriak kesakitan, keringat Santi bercucuran. ibunya Santi juga cemas melihat anaknya yang kesakitan, ibunya sangat gugup melihat proses penyembuhan.

tiba tiba santi mengeluarkan sesuatu dari mulutnya, lalu memuntahkannya ke baskom yang sudah di siapkan.

uuwwekkk,,,

uuwwwekk,,,

uuwweekkk,,,

Santi sampai tiga kali muntahnya dan aroma muntahan Santi sangat bau dan menyengat. setelah muntah Santi langsung terbaring. Azam lalu meminta air putih kepada bibinya.

" Bi azam minta air putihnya " pinta Azam

" ini zam air putihnya " di serahkan oleh Rahma

Azam menuangkan air tersebut ke telapak tangannya lalu di usapkan ke wajah Santi setelah itu membasuh kedua tangan dan kakinya.

" Bi satu lagi yang harus di usapkan ke kak Santi " ucap Azam

" di usapkan kemana zam ? " tanya Rahma

" yang satu lagi di usapkan ke dada kak santi Bi " ucap Azam

Rahma menuangkan airnya ke tangannya lalu di usapkan  ke dada Santi.

" terus selanjutnya apa nak Azam ? kalau ada keperluan yang lain lagi biar ibu siapkan " ucap Ibu Lela

" oh iya satu lagi Bu, tolong ambil air putih lagi bu " kata Azam

Ibu lela kemudian pergi untuk mengambil air putih lagi. " ini nak air putihnya " Ibu Lela menyerahkan ke Azam

Azam menerimanya lalu Azam meminum air putih tersebut. Rahma dan Ibu Lela melongo melihat Azam minum air putih tadi. mereka terus memandangi Azam.

" loh kok liatin Azam gitu, emang kenapa ? " heran Azam

" i...itu kamu kenapa minum air itu zam, maksudnya apa " Rahma gak tau maksud dari tindakan azam.

" Azam haus Bi, proses kak Santi udah selsai kok, kan capek juga banyak nguras tenaga " ucap Azam

" oalah,,,bibi kira masih belum. bibi pikir airnya buat Santi untuk lanjut prosesnya, kamu ini bikin orang bingung aja, kenapa gak bilang kalau udah selesai " kata Rahma

Ibu Lela dan juga Santi tertawa melihat tingkah Azam dan juga Rahma. mereka sempat berpikiran sama juga dengan keheranan Rahma tadi.

" namanya juga haus Bi, kebetulan tadi ibu bilang kalau ada perlu tinggal bilang aja, ya udah azam minta air " ucap Azam

" ya Allah zam, kamu itu lucu banget sih nak. kalau kamu haus kan bisa ibu bikin yang seger seger " kata Ibu Lela

" hehehe, azam segan Bu, gak mau ngerepotin ibu " nyengir Azam

Ibu lela menghampiri Azam lalu memeluk Azam sambil menitikan air mata. " terima kasih ya nak, atas pertolongan kamu yang membuat Santi bisa sehat kembali, ibu takut sekali kalau Santi kenapa kenapa karena santi sakitnya lama "

" iya bu sama sama. bukan Azam yang nolong, tapi Allah yang tolong kak Santi " ucap Azam

ibu Lela makin erat memeluk Azam, karena Azam yang masih kecil ucapannya sangat bijak seperti orang dewasa.

" dek terima kasih ya,,,kakak akhirnya bisa tenang. kakak sebenarnya udah pasrah. Sekali lagi terima kasih dek Azam " ucap Santi yang sambil berlinang air mata.

Rahma yang melihat Santi dan Ibunya yang menangis tidak kuasa menahan harunya. Rahma juga menitikan air matanya.

Santi kemudian beristirahat dan tertidur karena selama ini Santi emang kurang tidur karena adanya mimpi buruk itu, sekarang santi tidur dengan pulas.

" kalian jangan pulang dulu ya ibu tadi ada masak, kita makan dulu ya " ucap Ibu Lelal menawari

" gak usah Bu, jangan repot repot. kami langsung pulang aja bu karena ibunya Azam udah nunggu kami bu " kata Rahma menolak secara halus

ibu Lela terlihat kecewa karena mereka tidak mau tinggal sebentar lagi, tapi ibu Lela juga tidak memaksa.

" ya udah kalau begitu tunggu sebentar ya " ibu Lela pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.

" Rahma dan nak Azam tolong terima ini ya, ini ungkapan terima kasih ibu untuk kalian " sambil menyodorkan amplop ke Rahma

" ini apaan bu ? gak usah bu pake beginian segala, kami ikhlas bu ! emang tujuan kami kemari untuk membantu santi " kata Rahma menolak pemberian amplop

" tolong jangan di tolak, ibu juga ikhlas. ambil lah, rezeki gak boleh di tolak " ucap Ibu Lela memaksa

" tapii bu..."

" udah ambil jangan di tolak lagi, kalau gak ibu akan marah " dengan wajah di buat merengut

Rahma mau gak mau menerima amplop itu. lalu mereka pamit pulang. dalam perjalanan mereka hanya diam saja, lalu azam berbicara. " kenapa bibi terima tadi "

" kan kamu tau sendiri kalau di tolak nanti ibunya Santi marah zam, bibi pun serba salah jadinya " ucap Rahma

" nanti di marahi ayah bibi, kan ayah udah bilang jangan terima kalau kita nolong orang " kata Azam

Rahma cuma tersenyum kecut aja, karena emang seharusnya jangan di terima. namun tiba tiba Azam meminta berhenti.

" Bi berhenti sebentar, Azam mau turun dulu di sini sebentar " ucap Azam

" kenapa zam kok tiba tiba berhenti di sini " heran Rahma sembari menepikan motor

" bi, tolong buka amplopnya, Azam minta selembar uang merah " pinta Azam

Rahma bingung kenapa keponakannya minta selembar uang dari amplop yang di kasih. Rahma membuka lalu mengambil selembar dan di berikan ke Azam.

Azam kemudian turun lalu pergi menuju ke arah kakek kakek yang lagi duduk sendirian di pinggir jalan.

kakek itu duduk sendirian dengan pakaian lusuh dan membawa tas kecil. azam lalu menghampiri kakek tersebut.

" Assalamualaikum kek " ucap Azam

" walaikumsalam...iya cu " jawab Kakek

" ini kek, Azam mau kasih kakek uang untuk kakek " sambil memberikan uang tersebut

" Alhamdulillah terima kasih ya cu, kamu emang anak yang istimewa cu " kata Kakek tersenyum

" ya udah Azam pamit dulu ya kek "ucap Azam

" tunggu sebentar cu, ini kakek ada hadiah buat kamu " sambil memberikan hadiah

kakek itu memberikan Azam sebuah kalung dengan gantungan sebuah batu permata warna biru yang sangat indah.

" kakek ini bagus banget kalungnya, beneran buat azam kek " ucap Azam

" iya cu, ini buat kamu untuk orang yang istimewa, sering lah berbuat kebaikan ya cu " kata kakek itu dengan tersenyum

" terima kasih kek, kakek hati hati ya sama jaga kesehatan. Azam pamit pulang dulu " sambil menyalami dan mencium tangan kakek tersebut.

Azam lalu berbalik pergi meninggalkan kakek tersebut. namun tiba tiba kakek tersebut tersenyum ke arah Azam dan menghilang dalam sekejap.

" kamu habis ngapain zam, terus uangnya kamu kemanain ? "tanya Rahma

" tadi Azam lihat kakek kakek duduk sendirian, terus uangnya azam kasih ke kakek itu " ucap Azam

Rahma melihat sekitaran pinggiran jalan tapi dia tidak melihat ada kakek kakek yang di sebutkan Azam.

" Ayok bi kita buruan pulang, udah lapar azam. nanti di marahi ibu kalau kita telat pulang " ucap Azam

" iya zam, kita pulang sekarang " kata Rahma yang masih keheranan

Kemudian mereka melesat pergi untuk segera pulang dan makan siang.

1
Andri Ristianto
Up lagi thor
Deni Komarullah
🤣🤣🤣 Azam sama si Ndul bisa-bisa kaget barengan!
Deni Komarullah
Waduh, bahaya nih anak buah Mbah Pono CS datengin rumah Azam!!! 😭😭
Deni Komarullah
Kamu gak aneh Azam, tapi kamu istimewa. 💪💪💪
Deni Komarullah
Keren juga nama jin nya... KANENDRA... 😭😭😭
Deni Komarullah
Bisa bahasa Inggris juga tuh di Juber... 👍👍👍
Deni Komarullah
Waaah... Kerang emasnya malah dibawa sama si Azam... 🤭🤭🤭
Deni Komarullah
Ada makhluk halus ikut ngejar, malah dibilang lomba... 😭😭😭🤣🤣🤣
Deni Komarullah
Alhamdulillah, kemampuan Azam bisa membantu orang lain... 💪💪💪
Deni Komarullah
Kemampuan Azam memang bagus buat sortir warung yang pakek pesugihan. 😍😍😍
Deni Komarullah
Sangat bijak sekali Pak Ustadznya... 👍👍👍
Deni Komarullah
Genderuwo malah dikatain badut sama si Azam... 🤣🤣🤣
Deni Komarullah
Waduh, si Azam ternyata bisa lihat semua ya Thor... 👍👍👍
Deni Komarullah
Langsung panik itu si Bapak yang gendong Tuyulnya... 😄😄😄
Deni Komarullah
Hampir mirip sama pengalaman saya ya Thor... Dulu saya juga pernah kayak gitu pas usia baru 8 tahun... 🤭🤭🤭
Deni Komarullah
Hahaha... Dipanggil "Ndul" gak tuh... 🤣🤣🤣
Deni Komarullah
Saya baru baca nih Thor... Lumayan lucu juga tingkah si Azam itu ya ketemu si Tuyul.. 🤣🤣🤣
Andri Ristianto
seperti nya bagus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!