NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 9.

Sepulang sekolah Haeyla langsung mencari buku yang ingin di pinjam oleh Bumi tadi.

Flashback.

" Nanti buku nya biar aku gojekin aja, kamu kasih tau alamat rumah kamu. " jawab Haeyla.

" Kenapa gak sekalian kita ambil bareng aja, kamu mau pulang sekalian kan? "

" Aku masih banyak urusan setelah itu, jadi lebih baik aku gojekin aja. "

" Oke, aku tulis alamat aku. "

Back.

Kalau aku bareng sama Bumi juga itu gak kelihatan bagus, apalagi Bumi baru banget masuk sekolah, dan aku juga belum kenal Bumi, jadi lebih baik menghindari hal yang tidak di inginkan kedepannya nanti.

Rasanya badan aku masih pegel pegel banget karena lembur kemarin, tapi harus tetep kerja, kalau gak kerja malah semakin sakit ini badan.

Hari ini Haeyla dapat sift yang gak terlalu sore, Haeyla masuk kerja pukul 14:30.

Warung Bu Atih.

" Siang bu, saya mau nasi kuning dan teh manis anget ya bu. "

" Siap mbak Haeyla, tapi pagi tadi mbak Haeyla gak sarapan ya, ibu liat mbak buru buru banget berangkat sekolah. "

" Iya bu, saya udah hampir telat tadi pagi, makanya saya gak sempat buat sarapan deh. "

Entah kenapa setiap pagi Haeyla selalu makan di tempat bu Atih ini, menurut Haeyla rasa masakan nya seperti masakan rumahan, enak dan dia suka.

" Aku laper banget tau bu, dari pagi aku nih pengen makan masakan ibu. "

" Si mbak bisa aja, tapi ibu seneng sih karena masakan ibu di sukai sama mbak. "

" Iyalah bu, enak gini. "

Haeyla menikmati makanan nya dengan tenang, karena saat ini dia sedang tidak memikirkan apapun, sejak kejadian yang lalu Haeyla sudah tidak pernah memikirkan hal apapun selain dirinya sendiri.

" Bu, uang nya disini ya, saya pergi kerja dulu. " pamit Haeyla.

Setiap hari nya Haeyla selalu berjalan kaki, sebenarnya bisa saja di naik ojek online, tapi Haeyla lebih suka berjalan kaki, karena lebih sehat dan juga hemat tentu nya.

Panas banget ya hari ini, rasanya kaya matahari dekat banget sama aku, mana lupa bawa payung lagi.

Rumah Arbian.

" Ma, menurut mama kalau ada rasa ingin tahu lebih dengan seseorang, apa itu rasa tertarik? " tanya Arbian sepulang sekolah pada mama nya.

" Belum tentu, bisa saja karena kamu hanya ingin tahu, bukan tertarik, tapi itu semua kembali lagi bagaimana rasa ingin tahu kamu itu. " sahut mama

" Aku ingin tahu segala hal tentang dia, tanpa tertinggal sedikitpun. "

" Ya, itu namanya sebuah ketertarikan Arbian. " ucap mama sambil tersenyum.

Entah apa yang ada di pikiran Arbian sekarang, rasanya bercampur jadi satu.

Kalau memang aku tertarik pada Haeyla itu memang sama sekali tidak menjadi masalah, Haeyla itu cantik, cerdas dan juga multitalenta, wajar kalau aku tertarik, mungkin ini hanya sebatas ketertarikan karena dia adalah seseorang yang bisa segala hal, pasti hanya itu, tidak mungkin ada hal lain. ( Arbian meyakinkan dirinya).

Rumah Divo.

" Kamu mau kemana Divo? " papa Divo bertanya

" Keluar, gak betah di rumah. "

" Jangan buat ulah lagi Divo, kasihan mama kamu. "

" Gak akan, aku cuma mau keluar bukan buat onar. "

Divo hanya tinggal berdua dengan papa nya, bukan berdua lebih tepatnya ber tiga bersama dengan bibi nya. Mama Divo berada di rumah sakit karena penyakit lambung akut, sudah hampir 3 bulan mama nya berada di rumah sakit.

Taman belakang rumah Divo.

Ingat banget kata kata mama, sama semua yang mama ceritain ke gue, kalau di dunia ini ada seorang gadis yang sangat mama kagumi, gadis yang tumbuh dengan berbagai masalah dan juga kasih sayang, gadis yang berasal dari keluarga yang hangat, gadis kecil yang sangat cantik dan memiliki mata yang sangat indah. Sekarang gue bahkan udah bisa mecahin semua cerita mama, bertahun tahun gue cari siapa gadis yang selalu mama cerita in ke gue, dan gue berhasil nemuin dia. Haeyla Seraphine Lunar, gadis kecil yang mama kagumi itu sekarang sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat indah ma, sayangnya mama belum bisa melihat dia secara langsung, Divo berharap mama segera bangun dan bisa melihat Haeyla. Divo akan terus jagain Haeyla buat mama.

Cafe Fourtune pukul 14:28

" Haii, kak Ardha gak masuk ya? " tanya Haeyla pada rekan nya

" Hari ini kak Ardha kuliah La. "

" Pantesan, yaudah aku ke belakang dulu ya. "

Rumah Cilia.

" Kamu ini kenapa bisa jadi gini sih Cilia?, siapa yang nabrak kamu? " tegas mama Cila

" Udah ma, orang nya udah minta maaf, lagian aku gapapa. "

" Gapapa kamu bilang?, kaki kamu sampe patah begitu kamu bilang gapapa?."

" Udah ma, Cilia masih pusing, mau ke kamar dulu. "

Cafe Fourtune.

" La, tolong anterin orderan yang ini di meja 11 ya, gue kebelet nih. "

" Oke aman. " Haeyla mengantar pesanan ke meja 11

" Silahkan pesanan nya, potato ring satu dan americano. " ucap Haeyla sambil tersenyum

" Kamu kerja disini Haeyla? "

" Bumi?, oh iya, aku kerja disini, part time. "

" Kebetulan kita ketemu disini ya, aku lagi ngerjain tugas yang kamu kirim tadi. "

" Oke, kalau gitu aku ga mau ganggu, so, aku ke belakang dulu ya. "

Kok gue baru tau Haeyla kerja di Fourtune, kaya nya beberapa kali gue kesini Haeyla gak pernah kelihatan. ( batin Bumi).

Telpon Ardhana berdering.

" Halo, ada apa ni?, tumben banget nelpon gue? " tanya Ardhana

" Di Fourtune emang ada pegawai yang namanya Haeyla ya? " tanya Bumi

" Ada, kenapa emang nya? "

" Udah lama dia kerja? "

" Lama, udah 2 tahunan lah. "

" Gila!. " Bumi mematikan telpon dengan Ardhana.

2 tahun?, segitu lama nya gue gak tau apa apa, yakali waktu gue kesini Haeyla selalu gak masuk, tapi gue sama sekali gak pernah lihat Haeyla sama sekali loh.

Bumi adalah pemilik Cafe Fourtune yang sebenarnya, dia hanya menyuruh Ardhana untuk mengurus Cafe milik nya karena dia masih duduk di bangku SMA. Bumi dan Ardhana adalah teman dekat, memang selama ini semua orang tahu kalau Cafe Fourtune itu milik Ardhana, semua itu sengaja mereka atur, agar tidak ada masalah apapun nantinya.

Rasanya Bumi ingin pergi ke dapur untuk bertanya langsung dengan Haeyla apakah dia sama sekali gak pernah melihat kehadiran dirinya selama dia bekerja di Cafe Fourtune, tapi keinginan itu dia tahan, karena jika dia bertanya seperti itu Haeyla akan curiga dan merasa aneh dengan nya.

Rumah sakit Permata Indah.

Divo mengunjungi rumah sakit untuk melihat keadaan mama nya saat ini, memang setiap harinya Divo selalu menyempatkan waktu untuk melihat bagaimana kondisi mama tersayang nya itu.

Ma, hari ini aku datang lagi ma, tapi mama belum juga bangun, ma ayo mama bangun, kalau mama bangun Divo janji akan bawa seseorang yang selalu mama ceritakan pada Divo ma, Divo juga janji akan bersikap baik, Divo cuma punya mama di dunia ini, apa jadinya hidup Divo tanpa hadirnya mama.

Divo mencium tangan mama nya sambil menangis. Anak laki laki yang di kenal nakal dan suka buat onar ini ternyata begitu menyayangi mama nya.

Pukul 18:00

Cafe Fourtune.

" Aku pulang duluan ya semua. " ucap Haeyla

" Oke La, hati hati di jalan. " sahut pegawai lainnya.

Haeyla berjalan keluar Cafe.

" Loh Bumi, kamu masih duduk di Cafe ini?."

Haeyla terkejut melihat Bumi yang sejak siang tadi masih berada di Cafe Fourtune.

" Hai, iya aku masih betah disini. " jawab Bumi tenang.

" Yaudah kalau begitu aku pulang dulu ya, sampai nanti. "

" Gak mau bareng aja? " ajak Bumi

" Engga, aku bisa sendiri, lagian ini masih sore juga. " Haeyla selalu menolak ajakan siapapun yang ingin mengantarnya pulang.

" See you Bumi. " Haeyla berjalan meninggalkan Bumi sendiri disana.

Kaya nya berlebihan ngajak dia bareng sementara kita baru aja kenal, bodoh banget lo Bumi. ( Gumam nya).

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!