NovelToon NovelToon
Dibuang Pak Jendral, Kunikahi Adiknya

Dibuang Pak Jendral, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim99

"Nak!" panggil Pak Basuki. "Masih belum rela, ya. Calon suami kamu diambil kakak kamu sendiri?"

Sebuah senyum tersungging di bibir Sashi, saat ini mereka sudah ada di sebuah restoran untuk menunggu seseorang.

"Ya sudah, mending sama anak saya daripada sama cucu saya," kata sang kakek.

"Hah?" kaget Sashi. "Cucu? Maksudnya, Azka cucu eyang, jadi, anaknya eyang pamannya Mas Azka?"

"Hei! Jangan panggil Eyang, panggil ayah saja. Kamu kan mau jadi menantu saya."

Mat!lah Sashi, rasanya dia benar-benar tercekik dalam situasi ini. Bagaimana mungkin? Jadi maksudnya? Dia harus menjadi adik ipar Jendral yang sudah membuangnya? Juga, menjadi Bibi dari mantan calon suaminya?

Untuk info dan visual, follow Instagram: @anita_hisyam TT: ame_id FB: Anita Kim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Cuek

Hari itu, matahari baru saja condong ke barat ketika desas-desus mulai berembus di dapur umum. Asap dari tungku kayu mengepul pelan, menyusup di antara tenda-tenda cokelat kusam yang berdiri seadanya. Di sela dentingan panci dan bau harum kaldu tulang, para relawan mulai saling berbisik.

"Katanya... ada keributan di pos komandan utama," ucap seorang perempuan paruh baya yang sedang mengaduk bubur di kuali besar. Suaranya pelan, tapi nadanya jelas membawa kegelisahan.

"Serius? Tentang apa?" tanya yang lain, matanya menyipit, curiga.

"Ada prajurit yang... katanya melanggar peraturan disiplin. Dan yang parahnya, melibatkan salah satu dari Relawan medis."

Bisik-bisik itu terus bersambung seperti gelombang kecil yang menggulung bibir pantai. Tak satu pun menyebut nama, tapi arah pandangan mereka seakan menyiratkan kecurigaan. Sashi yang sedang duduk di salah satu sisi sambil membantu menyiapkan yang lain saat itu tengah berbincang dengan Pak Basuki, ayah mertuanya, merasakan tatapan-tatapan itu mengarah padanya seperti duri tak kasat mata.

"Ayah, katanya ayah lagi sakit, ayah istirahat dulu, ya," ucap Sashi seraya tersenyum ke arah ponselnya.

Pak Basuki memandang menantunya dengan sorot penuh kasih. "Sashi... kamu nggak perlu pura-pura tegar di depanku. Tapi kalau kamu butuh waktu sendiri, Ayah ngerti. Nanti Ayah tunggu kamu pulang, ya?"

Sashi hanya mengangguk, lalu berdiri dengan napas pelan. Ia melangkah meninggalkan tempat itu.

Perempuan itu kembali bekerja. Ia membantu mengatur logistik, membagi-bagikan paket obat, dan memastikan area di sekitar tetap bersih. Di tengah kesibukan itu, ia bertemu beberapa prajurit yang tengah membereskan puing-puing reruntuhan bangunan.

Tanpa disangka, tiga dari mereka menghentikan pekerjaan mereka sejenak dan berdiri tegak.

"Hormat!" seru salah satu dari mereka sambil mengangkat tangan kanan ke pelipis.

Sashi mengerutkan kening, menoleh ke kanan dan kiri, mencari siapa yang mungkin mereka sapa. Tapi tak ada siapa-siapa.

"Maaf... ini... untuk saya?" tanyanya ragu.

Prajurit itu hanya tersenyum canggung. "Iya, Bu. Izin melanjutkan tugas."

Tanpa penjelasan lebih lanjut, mereka kembali membereskan puing-puing dengan semangat yang agak janggal. Sashi mengangguk perlahan, menyimpan kebingungannya dalam diam. Hatinya mulai dipenuhi tanda tanya. Mengapa mereka tiba-tiba begitu hormat? Memangnya dia siapa?

"Dih, apa mereka kerasukan," gumam Sashi agak merinding.

** **

Malam pun datang perlahan, membawa serta angin yang menggigit kulit. Di depan api unggun, Sashi duduk menyendiri. Tatapannya kosong menembus nyala api yang menari-nari seperti roh gelisah.

Langkah ringan mendekat. "Nih, teh hangat. Kayaknya kamu butuh," ujar Yania sambil menyerahkan gelas enamel warna hijau tua.

Sashi menoleh dan menyambutnya dengan senyum tipis. "Thanks, Yan. Hari ini... aneh banget, ya?"

Yania duduk di sampingnya, melipat tangan di dada. "Iya, dari tadi orang-orang pada ngeliatin kamu. Aku denger-denger... ada skandal. Katanya sih, ada relawan medis yang—"

"Aku tahu," potong Sashi pelan. "Tapi mereka nggak tahu apa-apa. Cuma gosip."

"Dan kamu?" tanya Yania, menatap lurus ke mata sahabatnya.

Sashi menghela napas kemudian mengangkat bahu. "Aku juga belum tahu apa-apa. Tapi semua ini... bikin aku capek. Kamu kan juga tahu aku enggak ada niat apa-apa."

Angin malam mengusap wajah mereka, membawa bau kayu terbakar yang cukup untuk menenangkan keduanya. Setelah beberapa saat, Sashi berdiri.

"Balik ke tenda, yuk."

"Ayok."

Namun baru beberapa langkah, kaki Sashi tersandung batu yang tersembunyi di bawah daun kering. Tubuhnya terjerembap ke tanah, dan suara rintihannya memecah malam.

Gubrak!

"Aduh!"

"Astaghfirullah, Sha. Hati-hati atuh, kenapa malah tengkurep kayak kodok. Kamu enggak papa, kan?"

"Mana ada orang Jatoh enggak papa," sewot Sashi sambil meringis, sementara Yania hanya tertawa geli.

"Maaf."

Saat sedang berusaha berdiri, pandangannya terpaku pada dua sosok yang baru saja melintas: Dirga dan Rio.

Keduanya tampak acuh tak acuh, apalgi Rio yang masih tampak sangat ketakutan.

"Sakit banget, ya?" tanya Yania.

"Lututku...," bisik Sashi sambil meringis. Goresan di lututnya mulai merembeskan darah, perih dan menyengat.

"Pegangan. Aku papah kamu ke tenda."

Yania membantu Sashi berdiri, membiarkan lengan sahabatnya bertumpu pada bahunya. Saat mereka berjalan perlahan ke arah tenda medis, Mata Dirga mengikuti langkah Sashi yang menjauh. Ada dorongan kuat dalam dadanya untuk mengejar, tapi ia urung.

"Komandan, maafkan saya. Tolong jangan marah terus, please hukumannya jangan ditambah, aku beneran enggak tahu kalau Bu bidan itu istri komandan, please!"

"Push up seribu kali."

"Apa?"

"Seribu. Boleh dicicil. Sekarang mulai."

"Astaga..."

Rio pun menjatuhkan tubuhnya ke tanah, mulai melakukan push up dengan malas. Dirga kembali melirik ke arah tenda di kejauhan, tempat cahaya lampu samar memancar.

Di tenda, Sashi pun malah melamun, dia hanya sesekali meringis ketika merasakan perih saat lututnya sedang diobati oleh Yania.

"Tahan bentar," kata Yania.

Sashi masih diam, entah kenapa dia agak kecewa melihat Dirga yang acuh tak acuh, padahal dia sendiri yang meminta Dirga untuk menjaga jarak darinya.

1
Ninik Rochaini
kok bodoh Kabeh sing pny rmh...selidiki apa bener ibu ny skt, trs semua art ny gk diseleksi/dicari gmn gt sblm krj dirmh ny
Ninik Rochaini
kok makin jengkel kan sih😡
Ninik Rochaini
jd perempuan kok bodoh banget...kamu udh jd istri org ngapain plg kermh yg bikin kamu skt hati😡
Ninik Rochaini
jgn kyk gt Dirga...Sashi udh hancur dg masa lalu ny jgn bikin tmbh hancur lg...
Ninik Rochaini
gk bs ngebayangin...rasanya gk sanggup dlm situasi bgt
Sumarni Abdul Gani
bagus banget ceritanya 👍
Aleendra
luar biasa
Bella. pr1ncess
bosan aku bacanya selalu ngalah dan ngalah terus tidak ada perlawanan dari sashi
Bella. pr1ncess
ada lagi demit dirumah dirga kalau dirga lebih membela mb ika lebih baik sashi sendiri aja deh percuma punya suami kalau tidak bisa bela istri
Bella. pr1ncess
jengah aku ma sashi masa dirga yg hanya usil malah ditampar terus.disiksa ma keluarga sambung diam aja
Bella. pr1ncess
bodoh sashi sashi orang berpendidikan kok mau ditindas kalau peran utama yg tegas sedikit dong thor
Bella. pr1ncess
sashi itu ya bodoh udah tau diberlakukan gak adil masih aja disitu padahal ayahnya kan menempati ruang sempit dimasdjid dia juga punya penghasilan sendiri kenapa mau djadikan babu oleh keluarga sambungnya gak masuk akal
Bella. pr1ncess
dirga itu gila mentang mentang atasan seenaknya nyuruh bawah an push ap 1000 kali mau bunuh orang dia
sakura🇵🇸
tolong diralat mba...itu baju2 surgaaaa
baju haram klo g ditunjukin ke suami🤭🤭
Emilia
Bagus ka,
Maulidia Okta
berbulu kelinci ya😄
Maulidia Okta
ceritanya bikin tegang, suka banget thor..
Pena Asiah🖊🍒
mantap keren cerita nya, bantu support aku ya kak pemula aku udah rilis *Rindu Yang Menyakitkan*. tolong di bantu ya kak🙏
Wirly Pena
semangat thor💪

halo temen2, jangan lupa mampir di " aku istri mu, bukan babumu "

terimakasih 🙏
Wek 1705
ada ya klw di novel ibu yg TDK menyayangin anak di dunia nyata sih ga ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!