Andreas St. Clair adalah definisi dari kesempurnaan yang arogan. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris dinasti elit New York, ia tidak memiliki toleransi untuk kegagalan atau amatirisme. Baginya, film terbarunya hanyalah bisnis biasa, hingga ia dipasangkan dengan Seraphina Vanderbilt, Terkenal Gadis Manis Manhattan yang reputasinya sebersih salju.
Ketegangan memuncak di lokasi syuting saat adegan ciuman mereka gagal hingga enam kali.
Andreas, yang muak dengan kekakuan Seraphina, menghina bakat dan profesionalitasnya di depan semua orang. Namun, Andreas tidak tahu bahwa di balik sikap dingin Seraphina, tersimpan sebuah rahasia, itu adalah ciuman pertamanya, baik di depan kamera maupun dalam hidupnya.
Terluka dan dipicu amarah, Seraphina melepaskan topeng "gadis baik-baik" miliknya. Dia menantang ego Andreas dengan keberanian yang belum pernah dilihat dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Pagi itu, Rumah Sakit Mount Sinai New York terlihat tenang di bagian paviliun khusus. Sebagai anggota keluarga St. Clair, Andreas telah memastikan bahwa seluruh lantai VIP dikosongkan dari hiruk-pikuk pasien umum. Namun, ia tidak bisa mengosongkan mata-mata yang memiliki akses ke area eksklusif tersebut, terutama ibu-ibu hamil dari kalangan sosialita yang juga memiliki hak istimewa masuk ke jalur yang sama.
Andreas datang dengan gaya yang jauh lebih santai namun tetap memancarkan aura maskulin yang kuat. Ia mengenakan celana kain hitam dan kaus turtleneck gelap yang dibalut long coat mahal. Di sampingnya, Sera berjalan dengan anggun meski perutnya kini sudah begitu besar dan berat. Sera mengenakan gaun rajut berwarna krem yang menonjolkan setiap lekuk kehamilannya yang indah.
Meskipun mereka berada di jalur VIP, ada beberapa pasien lain yang sedang menunggu.
Di salah satu sudut, seorang wanita hamil yang juga merupakan istri dari seorang pengusaha media ternama, diam-diam mengeluarkan ponselnya. Ia terpaku melihat bagaimana seorang Andreas St. Clair—pria yang biasanya menjaga jarak dua meter dari siapapun—kini bertindak seperti pelayan setia bagi istrinya.
Sera tampak sedikit meringis saat mencoba duduk di kursi empuk ruang tunggu. Tanpa perlu diminta, Andreas langsung berlutut di depan Sera. Ia membetulkan posisi bantal di punggung Sera, lalu tanpa rasa canggung, ia mulai mengelus perut Sera dengan gerakan melingkar yang sangat protektif.
"Masih pegal, Sayang? Apa bayinya menendang lagi?" bisik Andreas, suaranya yang rendah dan dalam terdengar begitu lembut di ruangan yang sunyi itu.
Sera tersenyum, menyisir rambut Andreas dengan jari-jarinya. "Dia hanya sedang bersemangat karena tahu ayahnya ada di sini."
Wanita yang diam-diam merekam itu menahan napas. Ia menangkap momen di mana Andreas mengecup perut Sera dengan sangat lama sebelum akhirnya suster memanggil nama mereka.
Andreas bangkit, membantu Sera berdiri dengan memeluk pinggangnya erat, seolah-olah jika ia melepaskannya barang sedetik, dunia akan runtuh. Ia bahkan bersikeras ikut masuk ke dalam ruang pemeriksaan, sesuatu yang jarang dilakukan oleh suami-suami dari kalangan elit yang biasanya cukup menunggu di luar.
Hanya butuh waktu satu jam setelah pemeriksaan selesai, video berdurasi tiga puluh detik itu meledak di media sosial. Akun anonim yang mengunggahnya memberi keterangan singkat yang sangat mematikan:
"Pemandangan paling nyata yang pernah kulihat. Andreas St. Clair dan Seraphina Vanderbilt di RS Mount Sinai pagi ini. Mereka bukan hanya rekan kerja. Mereka adalah orang tua dari bayi ini. Andreas begitu romantis hingga aku ingin menangis melihatnya."
Dalam hitungan menit, seluruh dunia seolah berhenti berputar. Tim pendukung #SeraAndreas yang dulu sempat bungkam dan dihina oleh fans Veris, kini bangkit dengan kekuatan penuh. Video itu adalah bukti mutlak. Tidak ada akting, tidak ada skenario film. Itu adalah murni cinta seorang suami pada istri dan anaknya.
"LIHAT CARA DIA MEMELUK PINGGANGNYA! Itu bukan pelukan teman!"
"Andreas masuk ke ruang periksa! Dia benar-benar ayah dari bayi itu!"
"Kejutan akhir tahun terbaik! Terima kasih Tuhan, mereka benar-benar bersama!"
Di Dalam Ruang Pemeriksaan: Dunia Milik Mereka
Sementara di luar sana internet sedang mengalami "kiamat" karena berita tersebut, di dalam ruang periksa yang kedap suara, Andreas dan Sera hanya fokus pada layar monitor USG.
Dokter kandungan mereka, Dr. Miller, mengoleskan gel dingin ke perut Sera yang membuncit. Begitu alat pemindai bergerak, suara detak jantung yang cepat dan kuat memenuhi ruangan. Deg-deg, deg-deg, deg-deg.
Andreas menggenggam tangan Sera begitu kuat. Matanya berkaca-kaca menatap sosok mungil yang kini sudah memiliki bentuk sempurna di layar. Bayi itu tampak sedang mengisap jempolnya, sebuah pemandangan yang membuat pertahanan Andreas runtuh.
"Dia sangat mirip denganku, Dok," gumam Andreas dengan suara serak karena haru.
"Hidungnya jelas milik ibunya, Andreas," sahut Sera sambil tertawa kecil, meski air mata juga mengalir di pipinya.
Andreas membungkuk, mencium dahi Sera berkali-kali. "Terima kasih, Sera. Terima kasih karena sudah menjaga jagoan kecil kita sejauh ini. Aku tidak sabar ingin segera melihatnya lahir."
Dr. Miller tersenyum melihat keintiman pasangan ini. "Kondisinya sangat sehat. Semuanya sempurna. Kalian hanya perlu menunggu sekitar lima minggu lagi."
Saat mereka keluar dari rumah sakit, Andreas baru menyadari bahwa ponselnya hampir meledak karena ribuan panggilan dari Marcus dan keluarganya. Ia melihat video yang sedang viral itu. Andreas tidak marah. Sebaliknya, ia menatap Sera yang sedang duduk di dalam mobil sambil mengelus perutnya.
"Sepertinya dunia sudah tahu rahasia kita, Nyonya St. Clair," ucap Andreas sambil menunjukkan layar ponselnya.
Sera melihat video itu, video di mana Andreas berlutut di depannya di ruang tunggu. Ia tidak melihat hujatan. Ia justru melihat jutaan doa dan dukungan dari orang-orang yang akhirnya menyadari bahwa hubungan mereka adalah sesuatu yang indah dan nyata.
"Biarkan saja mereka tahu," balas Sera dengan tenang. "Aku sudah lelah bersembunyi. Aku ingin anak ini lahir dan semua orang tahu bahwa dia adalah putra dari Andreas St. Clair."
Andreas tersenyum puas. Ia memerintahkan supir untuk melaju, meninggalkan rumah sakit dengan perasaan lega yang luar biasa. Baginya, video yang tersebar itu bukanlah skandal, melainkan pengumuman resmi yang paling jujur. Akhir tahun ini, New York tidak lagi membicarakan tentang kesuksesan film atau persaingan model, melainkan tentang cinta sejati yang tumbuh di balik layar dan sebuah kehidupan baru yang sebentar lagi akan melengkapi kebahagiaan keluarga St. Clair.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰