Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Setelah kejadian semalam membuat rizky betul-betul kecewa dan marah sekaligus kepada chintya, rizky emang begitu setianya kepada chintya.
Semua yang rizky berikan kepada chintya percuma, dan dibalas oleh pengkhiantan oleh chintya. Pagi itu rizky sudah bangun dan masih bersiap-siap mamah ritapun datang kekamarnya untuk melihat anaknya yang pada hari itu akan melepas masa lajangnya dan akan berstatuskan suami.
Toktoktok....
"Iyaa masuk." Sahut rizky.
"Sayang mamah." Panggil rita.
Rizkypun menoleh kearah mamahnya dan melihat mamanya sedang berjalan kearahnya dan memeluk rizky, dan rizkypun membalas pelukkan hangat mamahnya itu.
"Kamu semalam kemana ?."
"Oooh itu rizky habis ketemu sama chintya dan andra mah."
"Kamu masih punya hubungan sama dia rizky ?! Kamu sebentar lagi menikah rizky dalam hitungan jam lagi kamu akan bersatus suami masih berhubungan sama wanita itu !." Ucap rita sedikit menaikkan suaranya.
Rizky yang mendengar itu menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan.
"Mahhh jangan marah dulu, rizky belum jelasin semua kemamah."
"Apalagi yang mau kamu jelaskan rizky!."
"Mah dengar rizky dulu. Rizky itu keluar ketemu sama andra buat mergokkin chintya lagi selingkuh, tadi malam andra telpon rizky buat ke hotel xx dan rizky kesana buat mergokkin dia lagi sama cowo dikamar hotel dan sebelumnya rizky udah cari-cari bukti kenapa dia berubah dan dia selingkuh dibelakang rizky mah. Padahal rizky tulus sama dia dan setia sama dia tapi yang rizky dapat pengkhianata." Jelas rizky sendu kepada ibunya.
"Sayang kamu engga perlu sedih kaerena wanita itu, dia bukan wanita yang baik dan dia engga pantas buat kamu nak." Ucap sabrina sambil memeluk tubuh anaknya itu.
"Mamah sama papah udah tau semua kebusukkan wanita itu nak, oleh karena itu mamah sama papah menentang kerasa hubungan kamu sama dia."
Tanpa mereka sadari dari tadi roy sudah mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Akhirnya kamu tau rizky yang sebenarnya ?!. Dan apa yang kamu tau apa yang diperlakukan wanita itu kepada mamahmu ?! Dia berprilaku tidak sopan kepada mamah disalah satu toko saat mamahmu sedang berbelanja!." Jelas roy.
Rizky yang mendengar ucapan roy terkejut, karena selama ini dia mengenal chintya wanita yang baik dan sopan. Setelah mendengar ucapan papahnya rizky menatap ibunya dan rita menganggukan kepalanya, memberi tau dengan isyarat.
"Rizky papah tau semua apa yang kamu lakukan diluar sana nak dan papah mencari tau semua wanita yang pernah dekat denganmu, dan semua wanita yang mendekati kamu tidak benar-benar tulus kepadamu mereka hanya mau harta yang kamu miliki. Oleh karena itu, papah dan mamah menjodohkanmu dengan sabrina." Jelas roy kepada rizky.
"Kenapa harus dia pah ? usia kami terpaut jauh, apa karena dia anak sahabat papah dan mamah ?." Tanya rizky.
"Iya kamu betul nak karena anak sahabat mamah dan papah, tapi bukan hanya itu saja nak, sabrina adalah anak yang baik dan wanita yang baik, dia sopan dia ramah kepada orang yang lebih tua dia menghormati dan dia cantik. Usia tidak menjadi masalah nak walaupun kalian terpaut jauh, rizky tidak ada di dunia ini yang mau menjerumuskan anaknya kedalam jurang sayang termasuk mamah dan papah." Jelas rita kepada anaknya dengan panjang lebar, rizky saat itu hanya mendengarkan apa yang ibunya bicarakan.
...----------------...
"Papah akan tetapin janji papah kekamu rizky, setelah ini papah akan serahin jabatan papah kekamu." Ucap roy membuat rizky menghela nafasnya.
"Sayang berikan ini kepada sabrina nanti ketika kamu benar-benar sudah mencintai sabrina, kalung ini pemberian papah kamu kemamah dulu sekarang mamah berikan kekamu buat kamu berikan kepada sabrina."
"Papah dan mamah mintak kekamu jangan pernah ceraikan sabrina rizky dan kamu harus berjanji itu."
"Iya pah mah rizky janji." Ucap rizky dan menerima kalung pemberian mamahnya itu.
"Ayok kita berangkat." Ucap roy.
Disebuah hotel berbintang 5 lebih tepatnya hotel Argadinata ballroom hotel disulap dengan begitu indah didekor dengam begitu sangat indah dilangit-langit dihiasi bunga-bunga menambahkan kesan yang begitu teramat indah.
Saat ini dikamar ini sabrina ditemani ketiga sahabatnya yaa sabrina hanya ditemani ketiga sahabatnya keluarganya saat ini tidak ada yang peduli kepadanya, dan keluarga mamahnya yang dia tidak ketahui kabarnya membuat dirinya teramat sedih dihari pernikahannya tidak ada kedua orang tua yang menemaninya, adiknya saat ini keluarga satu-satunya kini tertidur dirumah sakit.
Jelas sangat terlihat diwajah sabrina ia begitu sangat sedih, namun ia harus cepat menutupi kesedihannya karena dia tidak ingin diketahui oleh orang-orang cukup dirinya yang tau dan merasakan sendiri kesedihannya itu.
Setelah dirias sabrinapun turun kebawah ketempat dimana proses akad nikah dan resepsi pernikahannya dilaksanakan, rombongan keluarga besar Argadinata sudah hadir disana. Tepat didepan lift nyonya roy argadinata sudah menunggu kedatangan sabrina dengan ditemani ketiga sahabatnya.
Saat pintu lift terbuka nyonya roy argadinata terpana dengan kecantikan sabrina yang menggunakan gaun berwarna rose gold lengkap dengan bucket bunga ditangan ditambah dengan riasan diwajahnya membuatnya terlihat sangat cantik.
"Cantik sekali kamu sayang."
"Terimakasih tante."
"Jangan panggil tante lagi sayang, panggil mamah sebentar lagi kamu jadi istrinya rizky. Ayok sayang kita masuk sebentar lagi proses akad nikah dimulai."
Merekapun berjalan masuk kedalam ballroom hotel yang telah dihias ditengah-tengah terdapat sebuah meja yang dimana sudah diduduki oleh rizky, ayahnya, penghulu dan kedua saksi kedua mempelai wanita dan pria.
Saat ini MC sudah memulai acara, sabrina yang disampingnya ditemani oleh nyonya rita dan ketiga sahabatnya, terlihat gugup, dan sedih diwajahnya dia hanya diam merasakan semua menjadi satu dia memegang erat bucket bunganya.
"Bisa kita mulai ?." Tanya penghulu.
"Bisa pak." Sahut roy.
"Sudah siap nak rizky ?."
"Insyaa allah siap pak." Sahut rizky.
"Saudara Rizky Argadinata Bin Roy Argadinata saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Sabrina Anastsya Nugroho Binti Tama Nugroho dengan mas kawinnya uang tunai sebesar Rp 3.550.000 dan seperangkat alat sholat tunai."
Sabrina yang mendengar suara penghulu itu, membuat butiran mutiara lolos dimatanya karena ia teringat dengan almarhum papahnya yang berbicara kepadanya bahwa papahnya sendiri yang akan menikahkannya hari ini di hari pernikahannya tidak ada sosok laki-laki yang dia sayangi itu karena telah berpulang kepada sang pencipta.
Pahh hari ini sabrina nikah sabsab nikah hari ini pah tapi bukan papah langsung yang menikah sabsab pah. Batin sabrina
"Jangan menangis sayang." Ucap rita ketika melihat sabrina sudah menangis dibalas senyuman oleh sabrina ketiga sahabatnya itu mengerti kondisi sabrina dan perasaan sabrina hanya mengusap-usap punggung sabrina.
Rizkypun mengucap ijab qobul tesebut dengan satu tarik nafas dan lantang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Sabrina Anast**sya Nugroho Binti Tama Nugroho dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Giman saksi Sah."
"Saahh!!"
"Allhamdulillah Baarokallaahu laka wa baaroka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khoirin."
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤