NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Harem
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba Mencintai Raihan

Setelah kepergian Gavin, Kanaya hanya merenung dalam kamarnya.Bayang-bayang kejadian yang baru saja di alaminya bersama Gavin, terus berputar di ingatannya,kenapa lagi dan lagi Kanaya seolah lupa diri saat bersama Gavin?

Kanaya sungguh merasa sangat bersalah dengan Raihan, walaupun Kanaya belum mencintai Raihan tapi Kanaya tak ingin menyakiti lelaki itu, kenapa semuanya jadi serumit ini sekarang?

Sementara Gavin pun tak kalah frustrasinya dengan Kanaya,apa yang terjadi padanya dengan Kanaya sungguh di luar pikiran nya. Gavin akui,

dirinyalah yang paling bersalah dalam hal ini, karna lagi-lagi, Gavin tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Kanaya. Gavin lah yang memulai semuanya, dan Gavin juga yang tak bisa menghentikannya, kenapa Gavin jadi seberengsek ini sekarang?

Gavin pun memutuskan, untuk menghilangkan segala kekalutan pikirannya, ke tempat yang sangat rutin ia datangi, Gavin juga sudah mengabari Alex untuk menyusulnya ke klub, malam ini. Gavin ingin menghilangkan kepenatan pikirannya, dengan minuman dan wanita seperti biasanya,semoga dengan  itu Gavin bisa melupakan segalanya.

Dan kini, pemuda itu tengah berada di sebuah ruang VVIP club dan tentunya bersama sahabatnya Alex, tiga gelas minuman sudah ia habiskan, beberapa botol minuman beralkohol memang sengaja ia pesan untuk dirinya dan Alex malam ini.

"Lo kenapa?"tanya Alex, yang sudah sangat paham, dengan sahabatnya ini. Alex yakin, Gavin sedang memiliki masalah saat ini.

"Gue,,, gue lagi-lagi gak bisa nahan diri Lex."jawab Gavin sambil memejamkan mata.

"Maksud lo, nahan diri  untuk?"tanya Alex yang masih belum memahami maksud dari sahabatnya.

"Gue gak bisa, gak bisa buat nahan, untuk nyentuh dia."Jawab Gavin, kini wajahnya tampak murung, Gavin juga kini hanya menunduk seolah sedang menyesali sesuatu.

"Ngomong yang bener nyet, jangan setengah-setengah, gue gak paham."tegur Alex, karna Gavin yang berbicara tidak jelas menurutnya.

"Gue gak bisa nahan diri untuk ga nyentuh Kanaya, setiap dia deket sama gue Lex, gue gak bisa,,, gue gak tau kenapa!"lirih Gavin, membuat Alex tersentak.

"What! maksud lo? Tunggu, maksud lo nyentuh itu sejauh apa, eh maksud gue seperti apa. Tolong ngomong yang bener Gav!"

Gavin yang masih cukup sadar akhirnya menceritakan tentang hubungannya dengan Kanaya selama ini, tentang saat-saat yang sudah mereka lalui dan lakukan, membuat Alex cukup mengerti masalahnya sekarang.

"Sebenernya apa yang lo rasain ke Kanaya itu nafsu sama seperti yang lo rasain ke cewek lain, atau...?"

Gavin hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya, membuat Alex menghela napas dalam.

"Nyet, gini deh, sekarang gue tanya, lo cemburu gak liat si Nay, pacaran sama Raihan?"tanya Alex .Gavin tampak diam berpikir sebelum akhirnya menjawab.

"Gue gak tau,tapi gue gak suka. Tapi gue rasa  Kanaya  emang lebih pantas sama Raihan dari pada gue, gue terlalu brengsek buat dia."jelas Gavin dengan mata menerawang, kini ia sedang bersandar di sofa yang berada di ruang VVIP club itu.

Alex menggelengkan kepalanya, sekarang ia mulai paham dengan apa yang terjadi.

"Parah sih ini, selama puluhan tahun kita bersahabat, ini pertama kalinya di antara kita ada yang memiliki perasaan yang sama ke satu cewek, gak ngerti gue kalo udah begini. "Ucap Alex pada Gavin. Sementara Gavin tetap diam tak bersuara.

"Tapi... Gue gak tau apa yang sebenarnya lo rasain, gue cuma minta  jangan sampai masalah ini, merusak persahabatan yang udah kita jalin selama ini Gav, lo paham?"Tanya Alex tegas, yang akhirnya di angguki Gavin.

Saat itulah, tiba-tiba dua wanita cantik tampak masuk ke ruangan itu, wanita yang memang sengaja di pesan Gavin malam ini.

Alex langsung menatap penuh minat melihat pemandangan di hadapannya, tapi tidak dengan Gavin malam ini ,entah kenapa alasannya, Gavin masih belum mampu menghilangkan bayang bayang Kanaya dari ingatan nya. Dan itu membuat moodnya tak juga membaik. Jika biasanya ia akan sama berbinarnya dengan Alex,  kini ia merasa sangat berbeda, mungkin jika salah satu di antara wanita di hadapannya Kanaya,  Gavin akan bersemangat.

Gavin akhirnya bangkit dengan sedikit sempoyongan, membuat Alex yang sedang menikmati ciumannya dengan salah satu wanita itu menegurnya.

"Kemana lo?"tanya Alex, namun tak di gubris oleh Gavin. Namun sebelum Gavin keluar dari ruangan itu Gavin menoleh pada Alex.

"Buat lo aja dua-duanya, gue lagi gak mood."Ucapnya lalu pergi begitu saja. Membuat Alex mengerutkan kening, namun bukan Alex namanya jika tidak memanfaatkan kesempatan seperti ini.

"Oke deh girls, puasin gue!"ucap Alex,setelah itu dia hanya duduk mengangkang dan membiarkan dua wanita itu, yang menggerayangi seluruh tubuhnya.

---

Hari terus berganti, hari ini semua aktivitas para mahasiswa dan mahasiswi Galaxy university di mulai kembali, Kanaya sedari pagi sudah bangun dan tampak memasak di dapur, membuat Bu Lastri sang asisten rumah tangga mnya tampak heran.

"Non, biar ibu aja yang masak, non mau sarapan sama apa emangnya?"tanya bu Lastri, ketika melihat majikannya tampak sibuk berkutat di dapur tak seperti biasanya.

"Eh Bu, ini Kanaya lagi bikin sarapan buat temen, ibu masak aja buat sarapan Nay kayak biasa, Nay cuma bikin bekel buat teman Nay doang kok."jawab Kanaya sambil tersenyum.

"Oh, kirain non repot-repot buat makan sendiri, buat temen nya to, pasti temen spesial ya non?"Tanya bu Lastri menggoda Kanaya, membuat Kanaya tersenyum malu.

"Tau aja ibu..."ucap Kanaya ,lalu pergi meninggalkan dapur, membuat bu Lastri mengelengkan kepala.

Setelah memasak sarapan  untuk di berikan pada Raihan, yah... Kanaya memang sengaja memasak hanya untuk di berikan kepada sang kekasih barunya itu. Kanaya langsung membersihkan dirinya dan menata penampilan untuk pergi ke kampus seperti biasanya.

Kanaya juga menyempatkan sarapan terlebih dahulu, sebelum pergi meninggalkan rumahnya, di luar gerbangnya juga sudah tampak sang kekasih yang menunggunya, hari ini mereka memang memiliki jadwal kuliah pagi, membuat keduanya semakin bersemangat untuk berangkat bersama.

Kanaya memasuki mobil Raihan dengan senyuman yang tak lepas dari bibir mungilnya, yang menularkan senyum itu kepada Raihan yang melihatnya.

"Pagi Rai..."Sapa Kanaya riang, begitu memasuki mobil kekasihnya.

"Pagi sayang."Jawab Raihan, menyambut kedatangan Kanaya.

"Ini, sarapan buat kamu, aku yang masak lo, cuma nasi goreng sih ,tapi spesial dan aku jamin enak."Ucap Kanaya, begitu mendudukan tubuhnya di samping Raihan, dan menyerahkan sebuah kotak bekal lucu pada kekasihnya.

"Waw,,, makasih sayang, pacar aku perhatian banget sih, tau aja pacarnya belum sarapan."Jawab Raihan menerima pemberian Kanaya, sambil mencubit singkat pipi kekasihnya yang terlihat lebih merona pagi ini.

"Mau berangkat sekarang, apa aku makan dulu yank?"tanya Raihan.

"Kamu jalan aja Rai, nanti aku suapin sambil jalan,aku pengen sampe lebih pagi soalnya. "Jawab Kanaya yang di angguki Raihan.

Mobil Raihan pun akhirnya melaju, dengan Kanaya dan Raihan yang terus mengobrol, Kanaya pun benar benar menyuapi Raihan seperti ucapanya, hingga bekal yang di bawanya benar benar habis di lahap sang kekasih.

"Enak banget sih yank, makasih yah, cantiknya aku."Puji Raihan ketika makanan dari kanaya sudah ludes ia habiskan.

Kanaya tersenyum mendengar ucapan Raihan, Kanaya memang cukup pandai memasak makanan yang ia sukai, Kanaya memang bukan gadis yang suka memasak,namum bila ia menyukai satu makanan, biasanya Kanaya akan belajar untuk memasaknya sendiri, termasuk nasi goreng yang Kanaya buat, bukan nasi goreng biasa, tapi nasi  goreng keju sama seperti yang pernah di masakan oleh sang ibu, dulu saat beliau masih ada.

"Iya dong Rai, aku buat seenak mungkin buat pacar aku yang ganteng ini."jawab Kanaya, yang kini balas menggenggam tangan Raihan yang tadi menggenggamnya.

"Aku seneng, kamu udah nerima kehadiran aku yank."ucap Raihan, Raihan awalnya cukup pesimis dengan hubungannya dengan Kanaya  yang terkesan di paksakan.

"Rai, aku akan terus berusaha untuk membalas perasaan kamu, jadi... Tolong bantu aku ya."Jawab Kanaya lembut.

Mereka pun kini sudah sampai di parkiran kampus, namun sebelum Kanaya membuka pintu mobil, Raihan lebih dulu menghalangi, dan memegang kedua tangan Kanaya  dengan tangan besarnya.

"Aku cinta kamu Nay, dulu... Sekarang, maupun nanti, aku akan selalu berusaha menjaga cinta ini hanya untuk kamu."ucap Raihan lembut, Kanaya tersenyum mendengar ucapan sang kekasih.

"Aku juga sayang kamu Rai, makasih udah mencintai aku."jawab Kanaya tak kalah lembut, Kanaya perlahan memajukan wajahnya, Raihan yang melihat sikap Kanaya, di buat cukup kaget dengan apa yang dilakukan Kanaya.

Bila biasanya Raihan yang mengambil inisiatif mencium Kanaya lebih dulu, maka berbeda dengan pagi ini, Kanaya lah yang kali ini mendarat kan bibirnya lebih dulu, dan mencium lembut bibir Raihan. Alih-alih membalas, Raihan justru di buat speechless dengan silap Kanaya pagi ini.

Cup...

Kanaya mencium bibir  Raihan dengan sedikit lumatan, setelah itu menjauhkan kembali wajahnya.

"Sayang... Kamu..."Ucapan Raihan terjeda, ketika melihat pipi merah Kanaya terpampang jelas di depan matanya.

Kanaya menutup wajahnya  yang terasa panas, membuat Raihan terkekeh melihatnya.

"Cieee... Uah berani cium duluan ya sekarang."Goda Raihan, dengan menoel jari Kanaya yang menutupi wajah gadis itu.

Kanaya menghentakan kakinya, lalu menurunkan tangan dari wajahnya, namun masih tak berani menatap Raihan.

"Ya udah, aku masuk dulu ya."ucap Kanaya sambil merenduk, membuat Raihan semakin gemas, Raihan pun menarik dagu Kanaya membuat Raihan bisa melihat jelas wajah kekasihnya itu.

Cup

Cup

Raihan tiba-tiba mencium kening dan bibir Kanaya cepat, lalu  melepaskan tangannya dari dagu Kanaya.

"Makasih sayang,i love you..."bisik Raihan di samping telinga Kanaya ,setelah itu dia menjauhkan tubuhnya dari Kanaya.

Raihan sungguh merasa sangat bahagia pagi ini, sikap kanaya yang begitu manis dan memperlihatkan bahwa Kanaya sudah benar-benar berusaha menerimanya, membuatnya sangat bersyukur. Raihan selalu  berharap agar hati Kanaya, benar-benar akan luluh pada akhirnya.

-Bersambung

1
Supri Yanto
lanjut kk💪👍
Aisyah Swan: Siappp, di tunggu ya😍😍
total 1 replies
D
Lanjuut👍
Supri Yanto
lanjut kk
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Aisyah Swan: Makasih, semangat bacanya😍
total 1 replies
Supri Yanto
lanjut👍
Aisyah Swan: Siapp😍
total 1 replies
D
Lanjut
D
😍
D
Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!