Vina gadis cantik dan baik hati, anak dari Halwa dan Kevin, kehidupannya begitu sangat bahagia dengan pacarnya yang begitu sangat perhatian, tapi sebuah peristiwa terjadi dan membuat kehidupan Vina berubah, dia harus menikah dengan seseorang yang dendam dengan keluarganya dan ingin melampiaskan dendam itu kepada Vina.
Apa motif lelaki itu dan kenapa dia bisa begitu dendam dengan keluarga Vina?.
Yang penasaran langsung aja dibaca. Makasih.
Follow
Ig;Aininabila23
Fb;Aini Nabila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Esok pun tiba.
Rio bangun lebih awal dari pada Vina dan mencari keberadaan gadis itu. Dia melihat Vina tengah tertidur disofa kamarnya, Rio mendekat kearah Vina dan memperhatikan baju yang dipakai wanita itu.
Baju apaan ini, baju ini seperti baju pembantu saja, batin Rio.
Tidak lama dari itu Vina pun membuka matanya dan mendapati Rio tengah melamun, Vina melihat kearah tubuhnya dan pakaiannya masih lengkap.
Dia tidak mengapa-ngapakanku semalam kan?, tanya Vina dalam benaknya.
"Pak Rio yang terhormat permisi, saya bu Vina yang cantik mau lewat"ujar Vina membuyarkan lamunan Rio, sehingga Rio menatap kearah wanita itu dan pandangan mereka bertemu, tapi dengan cepat Vina mengalihkan pandangannya ketempat lain.
"Ngapain tidur disofa?, enakan juga dikasur"ujar Rio.
Dikasur?, bareng lo gitu?, itu mah bukan enak yang gue dapat, tapi malah kesengsaraan, batin Vina.
"Saya nggak mau ganggu tidur kamu makanya saya tidur disofa"ujar Vina.
"Jangan kebanyakan ngeles deh, saya tau kamu tidak mau kan tidur seranjang sama saya"ujar Rio sambil menatap Vina dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
Udah tau, nanya lagi, tapi nggak, kamu harus sabar Vina, batin Vina.
"Bukan seperti itu, tadi saya bilang saya hanya takut mengganggu tidur kamu"ujar Vina.
"Terserah kamulah, saya juga nggak perduli"ujar Rio lalu melangkah pergi.
Alhamdulillah kalau kamu nggak perduli, batin Vina.
"Owh ya, baju yang kamu pake itu baju siapa?"ujar Rio menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Vina.
"Pembantu"jawab Vina santai yang membuat Rio langsung mendekat kearahnya.
"Apa tadi kamu bilang?, baju siapa?"ujar Rio dengan tatapan serius membuat Vina menjadi sedikit gugup karena takut.
"Pem,,, pembantu"ujar Vina yang membuat Rio langsung mendorong gadis itu kesofa dan dia dengan cepat berada di atas Vina.
"Ulangin sekali lagi, itu baju siapa?"ujar Rio.
"Ini baju pembantu"ujar Vina.
"Memalukan kamu ya, kamu fikir saya nggak punya uang beliin kamu baju sampai kamu harus pake baju pembantu, apa kata orang kalau mereka tau, istri dari Rio Dewanto memakai baju pembantu!!"ujar Rio dengan tatapan sangat kesal kearah Vina.
"Kemarin saya nggak punya baju, jadi saya minjam baju ini"ujar Vina jujur walau dia sangat takut sama Rio saat ini.
"Kamu kan bisa nyuruh mereka untuk beliin kamu baju, atau kamu bisa pinjam bajunya Maya, bilang aja kalau kamu emang banyak alasan"ujar Rio.
"Tadi malam Maya udah tidur, saya nggak enak buat ngetuk pintunya, terus saya kasihan kalau pembantu kamu keluar larut malam tadi malam hanya untuk mencarikan saya baju, lagi pula baju ini cuman sebentar saya pakai, pagi ini pun saya akan pulang untuk mengambil baju saya"ujar Vina.
"Tetap Vina, mau itu sebentar atau lama, itu sama saja. Bilang sama saya pembantu mana yang menjamin kamu bajunya, dia nggak tau diri apa ngasih majikannya bajunya"ujar Rio.
"Majikannya bukan saya Rio, majikannya itu kamu"ujar Vina
"Tapi kamu istri saya Vina, walau istri palsu, tapi selama kamu jadi istri saya kamu harus menjaga nama baik saya, salah satunya dengan penampilan kamu"ujar Rio.
"Ok saya mengalah, bisakah kamu pindah dari atas badan saya, saya mau kekamar mandi"ujar Vina, Rio pun langsung menyingkir dari tubuh Vina dan Vina dengan cepat berlari memasuki kekamar mandi.
Rio pun menelfon asisten pribadinya dan menyuruh agar asistennya itu membawa beberapa baju untuk Vina pakai, setelah itu Rio pun berjalan keluar dan melihat Halwa tengah asik memasak dengan pembantunya yang lain
"Bun kenapa bunda repot-repot untuk memasak seperti ini, biarkan pembantu saja yang masak"ujar Rio dengan ramah, tapi itu semua ia lakukan agar Halwa berfikir baik tentangnya dan dengan itu rencananya akan berjalan dengan mudah.
"Kamu belum pernah kan nyobain masakan bunda, jadi kamu harus nyobain masakan bunda hari ini, karena siang nanti bunda dan ayah akan pulang kerumah kami"ujar Halwa dengan lembut sambil tersenyum manis kearah Rio.
Apa mungkin orang selembut bunda tega nyakitin kak Rico, tapi kalau emang bunda nggak nyakitin kak Rico terus kenapa sekarang kak Rico ada dirumah sakit jiwa, batin Rio.
Rio memang tidak mencari tau alasan mengapa kakaknya menjadi seperti sekarang, yang dia tau semua itu karena Halwa dan Kevin.
"Vina udah bangun Rio?"tanya Halwa, tapi Rio tetap diam saja sebab dia berfikir tidak mungkin Halwa yang selembut ini bicara tega untuk melakukan sesuatu yang kejam pada Rico sehingga Rico masuk rumah sakit jiwa.
"Rio kamu kenapa nak?"tanya Halwa sambil memegang pundak Rio, dan sentuhan Halwa dipundaknya membuat lelaki itu nyaman, uacapan Halwa yang memanggilnya nak juga sangat enak terdengar digendang telinganya, dia tak tau sudah berapa lama dia dan Maya kehilangan sosok seorang ibu yang jelas sudah lama sekali dan dia merindukan ibu.
"Saya tidak apa-apa bun"ujar Rio lalu bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman, senyuman itu adalah senyuman tulus yang ia berikan selama dia mengenal Vina dan keluarganya.
"Owh iya, Vina udah bangun?"ujar Halwa.
"Udah bun, Vina ada dikamar mandi, mungkin sebentar lagi turun"ujar Rio yang membuat Halwa mengangguk tanda mengerti.
sukses
semangat
mksh
Jadi suka bacanya kalo jalan ceritanya rapi.
Ada juga novel yang pernah di baca judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, rapi juga terus seru lagi