NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Diary Adik Laknat dan Folder 100GB

|Lobi Utama (Drop-off Area) - Grand Indonesia|

Mesin V8 McLaren 720S meraung halus sebelum akhirnya melesat meninggalkan lobi, membawa Raka dan aura "Sultan"-nya menjauh dari pandangan.

Di trotoar, Sindy, Hani, Jihan, dan Yola masih berdiri mematung. Tangan mereka mencengkeram erat paper bag oranye bertuliskan Louis Vuitton, seolah takut angin Jakarta akan menerbangkan rezeki nomplok itu.

"Anjir..." celetuk Jihan, memecah keheningan. Dia menatap jejak ban mobil Raka. "Gue masih gemeteran, woy."

Mereka saling pandang, lalu menatap tas-tas mahal di tangan mereka dengan tatapan kosong.

"Eh!" pekik Jihan tiba-tiba, membuat Hani kaget sampai hampir menjatuhkan tasnya.

"Apaan sih, Han?! Kaget gue!" omel Hani.

Jihan menepuk jidatnya sendiri dengan dramatis. "Kita bego banget! Sumpah bego!"

"Kenapa?"

"Tadi kita minta WA-nya Kak Raka nggak sih?!"

Hening. Angin sore berhembus, membawa daun kering berguguran sebagai latar belakang kebodohan mereka.

Wajah keempat gadis itu langsung berubah horor.

"Gak ada..." desis Yola. "Tadi gue mau minta tapi keburu diinterupsi sama si Ani-ani Felis."

"Gue juga lupa saking syoknya dapet tas," tambah Hani.

"Sindy!" Jihan mengguncang bahu Sindy. "Lo kan yang paling deket! Masa lo nggak punya kontaknya Sultan?!"

Sindy menggigit bibir bawahnya. Dalam hati dia ingin teriak: "Gue punya WA-nya Papi Sultan! Tapi gue nggak yakin Papi Sultan itu Kak Raka!"

Namun, demi menjaga rahasia "Sugar Baby Online"-nya, Sindy berbohong. "Gu-gue juga nggak sempet minta... Kan tadi Kak Raka buru-buru..."

"Yaaahhh..." Jihan lemas. "Hilang deh kesempatan jadi Nyonya Sultan."

"Tenang aja," kata Yola, mencoba bijak. "Kan Kak Raka temennya Gilang, pacarnya si Lia. Nanti kita todong aja si Gilang buat minta kontaknya."

"Nah! Bener! Gercep, Yol!"

"Tapi..." Yola menyipitkan matanya, menatap Sindy dan Jihan dengan tatapan senior yang sok tau. "Inget kata gue tadi. Cowok kayak gitu, makin kita kejar, makin dia lari. Kita harus main cantik. Elegan."

"Halah, elegan gigi lo!" cibir Jihan. "Tadi lo bilang 'jangan liat covernya', sekarang lo bilang 'main cantik'. Sebenernya lo mau bilang apa sih?"

Yola tersenyum misterius. "Maksud gue... cowok kayak Raka itu kayak bawang. Berlapis. Kita harus mengupasnya pelan-pelan buat tau isinya."

"Dih, dalem banget bahasanya," ledek Hani.

"Ngomong-ngomong soal dalem..." Jihan menyeringai nakal, matanya melirik ke arah selangkangan imajiner. "Kira-kira Kak Raka... sedalem apa ya? Maksud gue... pengetahuannya."

"HEH!" Sindy langsung melotot, wajahnya memerah.

"Hahaha! Otak lo, Han! Traveling mulu!" tawa Hani pecah. "Tapi jujur sih, pas dia nyobain kemeja putih tadi... Abs-nya itu loh... Keras banget kayaknya."

"Udah woy! GHS (Gawean Harom Sekali) mulu lu pada!" Sindy memotong pembicaraan kotor itu, meski pipinya panas membayangkan hal yang sama. "Ayo balik! Gue takut tas gue dibegal kalau kelamaan di pinggir jalan."

"Iya, iya. Tapi Sin..." Jihan menyenggol lengan Sindy. "Lo tadi kenapa nolak pas ditawarin naik mobilnya? Padahal cuma muat dua orang loh. Itu kesempatan emas buat 'test drive'."

Sindy menunduk, menatap sepatu kets-nya. "Gue... gue ngerasa nggak pantes aja. Gue cuma mahasiswa biasa, dia... dia terlalu tinggi."

"Halah, merendah untuk meroket," cibir Jihan. "Padahal modal lo gede. Tuh, 'Aset' lo yang 36C itu kan senjata pemusnah massal. Kalau gue jadi lo, udah gue pepet sampe nempel."

"Mesum lo!" Sindy mencubit lengan Jihan, dan mereka pun tertawa bersama sambil memesan GrabCar, membawa pulang tas seharga mobil itu ke kostan sempit mereka.

|The Sultan Residence - Villa No. 1|

Malam harinya.

Raka duduk sendirian di meja makan raksasa yang terbuat dari kayu trembesi utuh. Di hadapannya, tersaji makan malam Fine Dining yang disiapkan oleh koki pribadi dari manajemen cluster.

Appetizer: Scallop Carpaccio. Main: Pan-Seared Salmon with Lemon Butter Sauce. Dessert: Tiramisu.

Rasanya enak. Sangat enak. Tapi makan sendirian di rumah seluas 1000 meter persegi itu rasanya... sepi.

"Enak sih jadi orang kaya. Tapi kalau sendirian gini berasa kayak penjaga museum," gumam Raka sambil menyuapkan salmon terakhir.

Dia mengecek saldo rekeningnya di HP. Angka Rp 1.500.000.000++ (Satu Setengah Miliar) terpampang manis. Belum termasuk aset lain.

"Aman. Finansial aman sentosa."

Setelah makan, Raka naik ke lantai 3, masuk ke kamar utamanya. Dia menghempaskan tubuh ke kasur King Koil yang super empuk.

Dia membuka WhatsApp, berniat mengecek pesan dari Sindy.

Tapi, ada satu pesan masuk dari kontak yang jarang menghubunginya.

[Rara (Adek Laknat)]

Raka tersenyum tipis. Ini adiknya, Rara Adiyaksa. Masih SMP kelas 3, tinggal di Bekasi sama orang tua. Anaknya cantik (genetik keluarga bagus), tapi kelakuannya... naudzubillah.

Rara: "Abang! Woy Bang Raka! Masih idup lo?"

Raka mengetik balasan.

Raka: "Baru aja mati kekenyangan. Kenapa? Tumben chat. Mau minta duit?"

Rara: "Dih, suudzon mulu! Orang lagi kangen juga. Btw lo makan apa? Mie instan lagi? Awas usus buntu."

Raka: "Makan Salmon. Enak loh."

Rara: "Halah, paling Salmon rasa sosis so nice. Udah ah, gue cuma mau bilang, doain gue ya. Seminggu lagi Ujian Sekolah."

Raka: "Oh iya, bocil mau lulus SMP ya. Yaudah belajar sana. Jangan main HP mulu."

Rara: "Ih! Gue tuh lagi 'Healing' mental tau! Guru gue bilang H-7 itu harus rileks. Lo malah nyuruh belajar. Mood gue ancur deh. Bye! Gue mau nulis diary aja!"

Raka: "..." Dasar ABG labil.

|Bekasi - Kamar Tidur Nuansa Pink|

Di sebuah kamar tidur sederhana di lantai 2 rumah tipe 36, seorang gadis remaja sedang berguling-guling di kasur.

Namanya Rara. Usianya 15 tahun. Dia memakai piyama terusan motif Pikachu. Rambutnya panjang, kulitnya putih bersih, dan kakinya jenjang (tanda-tanda bakal tinggi kayak abangnya). Wajahnya cantik, tipe-tipe Face Genius yang bakal jadi rebutan cowok di SMA nanti.

"Abang rese. Bukannya nyemangatin malah nyuruh belajar," gerutu Rara sambil memeluk boneka beruang.

Dia mengambil sebuah buku tulis tebal dengan gembok kecil. Itu adalah Buku Harian Keramat Rara.

Dia mengambil pulpen warna-warni, lalu mulai menulis dengan ekspresi serius yang lucu.

[JURNAL KEHIDUPAN SANG DEWI (RARA)]

📅 7 Juli (Jumat) Cuaca: Panas kayak neraka bocor.

Hari ini gue denger Bang Raka lagi rajin nge-gym (katanya sih, padahal paling cuma foto di cermin gym). Sebagai adek yang berbakti dan sholehah, gue berencana mau bikinin dia sarung tangan rajut. Biar tangannya nggak kapalan pas angkat barbel. Gue yakin bakat seni gue terpendam. Gue udah pesen benang wol di Shopee. Tunggu aja karya masterpiece gue, Bang!

Note: Tadi pas pulang sekolah, si Budi nembak gue di parkiran sepeda. Gue tolak lah. Gila aja, masa nembak pake permen kaki? Gue bilang, "Bud, kita temenan aja ya. Gue anggep lo kayak abang ojol gue." Dia nangis.

📅 8 Juli (Sabtu) Misi Rahasia: Investigasi Harta Karun.

Hari ini gue minjem laptop bekas Bang Raka yang ditinggal di rumah buat ngerjain tugas IPA. Laptopnya lemot parah, kayak otak gue pas matematika. TAPI... Gue nemu sesuatu yang mencurigakan! Di Drive D:, ada folder tersembunyi namanya "TUGAS KULIAH REVISI FINAL BANGET". Pas gue cek... Ukurannya 100 GIGA! Gila! Tugas apaan 100 Giga?! Skripsi satu angkatan?! Gue coba buka, eh di-password. Sialan. Gue curiga ini isinya bukan tugas. Pasti isinya video tutorial cara menjadi Ultraman. Atau... ehem. Dasar cowok. Awas aja kalau gue berhasil bobol password-nya, gue laporin Mama!

📅 9 Juli (Minggu) Topik: Cinta Monyet.

Hari ini ada kakak kelas SMA yang nyegat gue di warung seblak. Katanya dia jatuh cinta pada pandangan pertama sama gue. Cih. Bullshit. "Jatuh cinta pada pandangan pertama" itu cuma bahasa halusnya dari "Sange liat muka lo". Gue tolak mentah-mentah. Gue bilang gue alergi sama cowok yang motornya knalpot brong.

📅 10 Juli (Senin) Proyek Rajut: Bencana.

Paket benang wol gue nyampe. Gue coba ngerajut sambil liat tutorial YouTube. Hasilnya? Ini bukan sarung tangan. Ini lebih mirip jaring ikan yang digigit hiu. Kenapa susah banget sih?! Emang bener kata pepatah: "Tuhan itu adil. Dia kasih gue wajah cantik, tapi Dia ambil kemampuan motorik halus gue." Dahlah. Males.

📅 11 Juli (Selasa) Keputusan Eksekutif.

Gue nyerah. Persetan sama rajutan. Gue memutuskan untuk beli sarung tangan jadi aja di Tokopedia, terus gue copot labelnya dan bilang itu buatan gue. Jenius kan? Bang Raka nggak bakal tau. Dia kan agak slow. Lagian tangan gue terlalu berharga buat ditusuk jarum rajut.

Update Asmara: Hari ini rekor baru. Dua cowok berantem di kantin gara-gara rebutan mau bayarin bakso gue. Gue datengin mereka, terus gue bilang: "Kalian berdua jelek. Minggir." Satu cowok langsung nangis di pojokan. Satu lagi sok tegar. Akhirnya gue bilang ke yang sok tegar: "Kamu orang baik kok. Kamu pantes dapet yang lebih baik dari aku." BOOM. Friendzone Card. Dia langsung mewek juga. Gue rasa gue berbakat jadi motivator... atau villain.

📅 15 Juli (Jumat) Rasa Bersalah.

Gue liat benang wol yang numpuk di pojok kamar. Jadi ngerasa bersalah. Bang Raka kan abang gue satu-satunya (walaupun nyebelin). Masa gue nipu dia pake barang beli? Apa gue coba rajut lagi ya? Siapa tau kali ini berhasil jadi sarung tangan, bukan jadi lap pel. Semangat Rara! Demi angpao lebaran yang lebih tebal!

📅 16 Juli (Sabtu) Kesimpulan Akhir.

NGGAK JADI. SUSAH BANGET ANJIR. Jari gue kram. Benangnya kusut kayak masa depan gue. Fix beli online. Bodo amat. Yang penting niatnya (niat nipu).

📅 17 Juli (Minggu - Hari Ini) Paket Datang.

Sarung tangan gym pesenan gue dateng. Merek KW, tapi lumayan lah. Gue gunting label "Made in China"-nya. Sekarang tinggal nunggu Bang Raka pulang kampung atau gue kirim paketnya ke kostan dia. Tunggu persembahan dari adikmu yang cantik jelita ini, Bang!

Rara menutup buku hariannya dengan senyum puas yang jahil. ?

Dia tidak tahu, kalau abangnya yang "agak slow" itu sekarang sudah jadi Sultan yang bisa membeli pabrik sarung tangan kalau dia mau.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!