NovelToon NovelToon
The Gangster Leader And The Veiled Girl

The Gangster Leader And The Veiled Girl

Status: tamat
Genre:Teen / Fanfic / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:147.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Za N_STAR

Justin menarik tangan Jihan, mereka lalu menaiki balon udara itu. Para genk abatasa membantu pelepasan balon udara. Perlahan lahan balon udara itu bergerak keatas, tinggi dan semakin meninggi. Semua yang menyaksikan dibawah sangat terpesona melihat Justin dan Jihan diatas.

"Hore.. Justin.. Jihan"

"Justin.. Jihan.. bahagia selalu kalian"

Orang orang dibawah kompak menyuarakan teriakkan kebahagiaan untuk Justin dan Jihan.

"Aku yang menyiapkan kejutan ini untuk kamu jihan"

"Justin kamu romantis banget" ucap Jihan, kedua matanya berkaca kaca

Justin tersenyum berdiri mendekati Jihan.

"Boleh kah aku memelukmu, Jihan?"

"Silakan Justin, peluk aku semau mu, karena sekarang aku sudah sah jadi istri kamu"

Justin memeluk Jihan dengan waktu yang lama, tangan Jihan pun merangkul erat tubuh Justin. Kedua nya sama sama terpejam, Justin lalu melepaskan pelukan nya dan mengecup kening Jihan di udara. Kemudian mereka duduk berdampingan menatapi awan awan. Jihan menyadarkan kepalanya dipundak Justin.

Jangan lupa Like, Comen, Vote, Tip Dan Rate 5 nya ya guys, semoga suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za N_STAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Tiga bulan berlalu, serasa ada yang berbeda dari raut wajah Jihan. Belakangan ini ia sering mual-mual dan wajahnya pucat-pasi. Justin tak sengaja mendengar Jihan muntah-muntah di kamar mandi, ia lekas menghampirinya. Justin melihat istrinya berdiri membungkuk sambil memuntahkan cairan. Justin langsung panik

"Sayang, kenapa kamu?"

Jihan mengelapi mulutnya dengan tisu dan membalikan badan kearah suaminya.

"Ga tau sayang, beberapa hari ini perut aku sering mual-mual ga jelas gitu. Atau mungkin... hm apa aku ini ... hamil," ucap jihan.

Wajah roby berubah semeringahnya.

"Yang benar sayang? Alhamdulillah!"

Justin langsung memeluk erat istrinya, begitu jihan tersenyum syahdu.

"Tapi, besok kita periksa dulu ke dokter kandungan. Biar lebih jelas positif atau negatifnya," tutur jihan.

"Ya. Besok aku akan libur ke kantor dulu buat nganterin kamu ke dokter kandungan ya sayang!"

Jihan mengangguk pelan sambil tersenyum.

Sepulangnya dari klinik, kedua pasangan suami-istri itu tampak berseri-seri sambil penuh harap semoga hasil tes Jihan positif. Justin mengendarai mobil pribadinya dengan lamban agar selamat sampai rumah. Perbincangan mereka di dalam mobil seolah penuh dengan angan-angan indah, seolah hidup di taman langit yang di hiasi bunga-bunga yang mengelilingi istana megah yang di huninya.

"Semoga hasilnya positif ya, sayang. Terus kita bakalan punya anak dan di panggil abi dan umi deh!" Celetuk Justin.

"Iya sayang, aku juga berharap banget kaya gitu, tapi kita harus lebih banyak berdoa kepada allah agar apa yang kita dambakan benar-benar terwujud, bahkan lebih dari itu," sambut Jihan dengan ceria.

"Aamiin. Iya sayang!"

Pagi yang cukup cerah, sinar matahari menyelusupi pohon-pohon kecil yang sedang disirami air. Jihan selalu melakukan kegiatan itu setiap pagi, setelah suaminya pergi ke kantor. Jihan terus menyirami pot-pot bunga koleksinya di depan halaman rumah, namun ada satu pot bunga khusus diantara bunga-bunga itu. Serangkai tumbuhan mawar tampak merah mekar, jihan tersenyum memandangiyan. Jari-jarinya menyentuh lembut mawar yang sedang tumbuh itu. Hatinya sembari membantin.

"Mawar ini adalah mawar yang sama-sama aku tanam dengan Justin, saat kedua tangan kami menancapkan mawar ini disitu kami berjanji Membina rumah tangga yang baik, bunga mawar ini sebagai simbol cinta aku dan Justin. Semoga ia tetap merkar dan tak pernah layu ... hmmm"

Jihan kembali menuangkan air dari ceret, mulutnya bersenandung sholawat untuk baginda rosul. Agar mawar itu tetap terjaga mekar.

Suasana di dalam kantor begitu fokus terhadap layar monitor. Begitupun Justin, ia sangat telaten dalam pekerjaannya. Ia terus memperhatikan angka barang-barang yang keluar masuk dari berbagai titik cabang distribusi dari layar laptop. Ketukan pintu lalu terdengar dari dalam ruangan, Justin sudah menduga pasti itu salah satu sekertarisnya yang mendadak ada informasi.

"Ya, silahkan masuk!"

Pintu ruangan lalu terbuka, seorang perempuan cantik berpakaian seragam sekertaris kantor masuk menghampiri bosnya yang sedang duduk tenang.

"Ya, ada apa, Carisaa?"

Maaf pak, diluar ada yang ingin bertemu dengan bapak! Kayanya dia penting banget"

"Siapa dia?"

"Katanya, dia masih ada kaitan saudara dengan bapak. Dia engga nyebutin namanya!"

Justi bingung berpikir sejenak, bercampur penasaran.

"Coba suruh dia masuk!"

"Baik, pak."

Carissa meninggalkan ruangan Roby. Selang tiga menit kemudian seorang perempuan berwajah anggung bertubuh tinggi dan memakai gamis berkerudung hijau memasuki ruangan Justin. Mendadak Justi sangat terkejut hebat. Perempuan yang datang itu adalah Cici. Yang kini sudah berubah penampilannya.

"Hah! Cici?".

Justin terus tertegun. Cici melontarkan senyum manisnya dan menyapa lembut.

"Assalamualaikum!"

Justin masih melongo, seolah tidak percaya dengan siapa yang datang keruangannya.

"Wa-wa'alaikumussalam. Si-silahkan duduk, Ci!"

"Terima kasih, pak Justin!"

Cici lalu duduk berhadapan dengan Justin, senyumnya terus menghiasi.

"Kamu udah keluar dari penjara?"

"Ya. Aku udah keluar dari tempat itu sebulan yang lalu, kenapa?"

Pandangan Justin berkutat mengelilingi tubuh Cici yang sudah tertutup aurat. Cici memandangi pakaiannya sendiri.

"Kamu ga percaya kalo aku udah bertobat? Selama di penjara aku telah banyak mendapatkan pelajaran yang berarti, disana aku banyak belajar mengaji"

Justin berubah tersenyum, ia mulai yakin kalau Cici sudah benar-benar berubah.

"Alhamdulillah. Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya. Terus sekarang kamu tinggal dimana?"

"Sekarang aku tinggal di kontrakan ga jauh dari kantor ini. Maksud kedatangan aku kesini, aku ingin minta pekerjaan dikantor kamu ini, aku siap di tempatkan dimana saja. Bahkan jadi office boy pun aku mau!"

Justin sedikit keki. Namun, ada rasa kepedulian yang tumbuh di dalam hatinya kepada perempuan berhijab itu.

"Tolong aku, Justin. Aku ingin bekerja di kantor kamu, aku butuh uang buat biaya hidup!"

Justin semakin tidak kuat mendengar ratapan perempuan yang dulu pernah mengacaukan hubungannya dengan jihan. Setelah di pikir secara hati, Justin akhirnya menerima cici bekerja di kantornya.

"Oke. Kamu saya terima bekerja dikantor ini, karena kamu juga masih saudara jauh saya. Kamu akan saya jadikan staf kantor, mau kan?"

Cici sangat senang sekali, harapannya terkabul.

"Mau ... aku pasti mau. Aku melakukan yang terbaik buat kantor kamu. Terima kasih, Justin!"

"Ya, sama-sama. Mulai besok kamu bisa mulai bekerja dikantor ini!"

Cici semakin manis tersenyum, di balik senyumnya terselip sebuah kalimat batin yang tak terduga oleh Justin.

"Yes! Akhirnya gue bisa deket lagi sama, Justin. Ini kesempatan gue buat menjadi istri kedua Justin, gue akan rebut sepenuhnya hati si Justin dari jihan.

Wajah ceria terukir di hari yang cerah itu. Kebahagiaan mereka tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata lagi, Allah telah mengabulkan harapannya, yang berawal dari doa-doa tulus Justin dan Jihan setiap waktu. Jihan akhirnya positif hamil, kehidupan rumah tangga mereka kini memulai babak baru. Menanti kehadiran sang buah hati . Perhatian Justun semakin maksimal kepada istrinya, bahkan di sela-sela kesibukan pekerjaannya Justin selalu menghubungi Jihan. Ia selalu tahu apa yang dilakukan dan dialami istrinya setiap saat.

"Awas ya sayang, kamu jangan kerja berat dulu. Kamu harus perhatikan kandunganmu. Aku gak mau kamu capek!"

"Iya sayang. Aku pasti perhatiin kok, demi anak kita!"

Begitu ucap mereka melalui handphone. Saat itu pula Cici menguping dari balik pintu ruangan kerja lagi. Hatinya semakin bimbang membatin.

"Wah, gawat. Jihan hamil! Pasti kasih sayang Justin semakin besar sama dia. Gue harus cepat-cepat cari cara buat bikin luluh hati si Justin sama gue!"

Cici mulai mengeluarkan jurus-jurus jahatnya. Ia tak rela dengan keharmonisan mereka, segala siasat akan ia lakukan demi untuk merebut Justin dari tangan Jihan. Cici sudah terlanjur menyayangi Justin sedari dulu, bahkan hatinya tak bisa memilih lelaki lain.

1
kevv
msih aktif gak sih ni akun mu
Zaaa..: Baru aktif lgi skrg
total 1 replies
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
semangat terus yg up yah kk..
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
like mendarat deuii.. hihi
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
nyesek euy.. hiks
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
nice thor..
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
wah..seru thor..next
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
lanjur besok baca nya, seru beud sih, tp signal tak mendukung..hiks
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
komeng mendarat deuii.. hhhh
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
nice thor..
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
like datang lagi.. hihi
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
up
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
semangat terus yah kk..
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
lanjut
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
cek
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
ujan lebat, petir nya pun hebat, jd bapuk lah..hiks
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
pelengkap, biar mantap..hhhh
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
boom like jd susah, bapuk pun..huft
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
ujan, signal bapuk euy..huft
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, langsung di klik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
jejak ku
🎤༈•⃟ᴋᴠ•`♨♠Echa🐞Jamilah🍄☯🎧
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!