Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.
Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.
apalagi Pria itu Tampan.
kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.
Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.
Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.
ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tes Wawancara
"Aaaaaa" Kiko menjerit kegirangan dan loncat loncat
"kau kenapa? kesurupan?" tanya Dion mengerut kening
"aku mendapatkan pesan untuk tes wawancara, ye ye ye"
"cih"
"tebak aku mau tes wawancara kerja dimana?"
"aku tidak peduli!"
"di THORY GROUP, perusahaan terbesar di negara ini. Wow la la la"
"aku ga tanya!"
dia bisa sesenang itu ya, dasar
"kali ini aku yang akan mentraktir mu, tenang!" menepuk bahu Dion
"kau berbicara santai denganku?" Bentak Dion
"hey! kita ini kan sudah sejajar, sebentar lagi aku kan kerja"
Dion memutar bola matanya jengah, "ya terserahlah"
****
Dion hanya menatap makanan di depannya dengan cemberut, semangkuk mie di kedai sederhana
"kenapa kau tidak makan?" tanya Kiko sambil menyeruput mie dengan lahap serta cengar cengir karena suasana hatinya sedang baik.
"cih, aku langsung tidak selera!"
"kau tidak boleh pilih pilih makanan, harus bersyukur!"
Dion menyunggingkan bibirnya, "tempat disini tidak higenis, perutku pasti langsung sakit jika memakannya" ucap Dion dengan suara keras
Seketika orang orang menatapnya dengan tajam, pasalnya tempat ini cukup ramai dan terkenal bagi kalangan menengah ke bawah
Dion tidak peduli jika ditatap tajam oleh orang orang yang tak nyaman dengan bicaranya, berbeda dengan Kiko yang langsung canggung.
Kiko yang semula duduk berhadapan dengan Dion, langsung beranjak dan duduk disebelah Dion.
"kau mau apa?" tanya Dion sembari memundurkan tubuhnya agar tak terlalu dekat Kiko yang menempel
"kau diam!" Kiko melotot
tanpa permisi tangan Kiko memegang pipi Dion, memencetnya hingga mulutnya terbuka dan langsung menyuapi mie masuk ke dalam mulutnya.
"enak kan Tuan?"
"tidak!"
"huh, kau tahu aku ini kan tidak mempunyai banyak uang dan makan mie ini saja sudah seperti pemborosan untukku!" cetus Kiko merengut, "nanti aku janji setelah aku diterima kerja, aku akan mentraktirmu ditempat yang lebih mewah"
"baiklah"
Dion yang paham akan kata Kiko akhirnya menipiskan bibirnya dan segera memakan mie dan menghabiskannya.
Kiko hanya bisa melongo menatap Dion, pasalnya Dion lebih mengunyah cepat dibanding dirinya.
****
Kini Kiko bangun lebih pagi dari biasanya karena tepat hari ini Kiko harus mengikuti tes wawancara di perusahaan pusat milik THORY GROUP,
segera Kiko membersihkan diri dengan semangat serta akan memakai setelan baju rapi untuk memasuki kantor.
Sepatu haknya yang telah berdebu Ia bersihkan kembali dan di semir agar hitam mengkilat menyempurnakan penampilannya, Kiko sangat bahagia dan antusias hari ini.
Sedangkan Dion baru keluar dari kamar, Dion juga bangun pagi hari ini karena Ia tahu bahwa Kiko akan mengikuti tes wawancara yang hanya dibuat buat olehnya.
Dion ingin membangunkan Kiko karena biasanya Kiko akan bangun siang serta perlu mempersiapkan diri agar tidak gugup nantinya.
"mesum, kau sudah bangun?", tanya Dion dibalik pintu tapi tak ada tanggapan dari Kiko.
dan ketika Dion mencoba mengetuk pintu, otomatis pintu terbuka sendiri hingga tak sengaja melihat Kiko yang sedang menyikap bajunya keatas, hendak ingin mencopot baju untuk berganti.
"hei Tuan, masuklah!" tawar Kiko tanpa canggung
Dion membelalak tak sengaja melihat Kiko yang sudah bertelanjang dada tersisa pakaian dalam, bagaimanapun dia pria normal dan ini adalah kejadian langka untuknya.
Kiko memasang baju kantornya tanpa canggung didepan Dion karena Kiko mengira bahwa Dion tak akan tertarik kepadanya sekalipun Ia bertelanjang bulat, karena Kiko mengira Dion adalah seorang Gay
"Tuan, bisa bantu saya? saya kesulitan", Kiko menunjuk retsleting rok nya di belakang punggung.
dengan gugup Dion melangkah maju serta menelan ludahnya susah payah, tapi tak urung juga Dion membantu Kiko untuk mentup retsleting.
lebih kagetnya lagi Dion bisa melihat celana dalam berwarna Pink milik Kiko yang terlihat sedikit dibalik celah retsleting saat terbuka.
astaga, apa yang sedang aku lakukan? kenapa aku menjadi pria murahan seperti ini?
Dion masih terpaku menatap rok Kiko dengan membelalak serta pipi memerah membuat Kiko panik dan bertanya.
"Tuan, kau kenapa?"
"P I N K" gumam Dion tanpa sadar
"apa Tuan?"
seketika pertanyaan Kiko menyadarkan Dion dari lamunan dan malu karena tanpa sadar bergumam hal tek senonoh.
"eh, he he aku tidak apa apa", sahut Dion canggung dan segera berlari keluar dari kamar Kiko, "cepatlah aku lapar!" teriak Dion ketika sudah diluar kamar.
"baik Tuan, sebentar!"
"kenapa dia? kok aneh sekali", gumam Kiko mengerut kening tak mengerti melihat Dion yang berlari keluar, "ya sudahlah, yang penting harus s e m a n g a t kiko!"
Kiko kembali menatap cermin dan berdandan rapi dengan segala pose pesonanya.
****
Kiko yang sudah susah susah bangun lebih pagi agar Ia bisa datang lebih awal dan mempunyai waktu untuk menenangkan dirinya agar tak gugup nanti,
eh malah Ia bahkan datangnya akan sedikit terlambat gara gara Dion banyak mengomel dan meminta dibuatkan masakan untuk sarapan.
"aku tidak mau sandwich atau omelete, bosan, buatkan aku makanan lainnya untuk sarapan", protes Dion, "buatkan aku nasi goreng seafood!"
astaga ini orang, padahal aku sudah susah payah membuat sandwich dan omelete tapi dia menolaknya tanpa bersyukur, ingin ku cakar wajahnya tapi sayangnya dia tampan.
"apa kau melototiku hah?", bentak Dion, "sana cepetan buat kalau tidak kau tidak akan lulus tes wawancara!"
kan kau sekarang malah menyumpahiku, sialan
"kau mengataiku ya?", tebak Dion, "aku bisa membaca pikiranmu!"
eh
"he he tidak Tuan, ide Tuan memang cemerlang, pagi hari memang bagus makan nasi goreng agar perut kita sangat kenyang dan nyaman untuk tidur lagi" sahut Kiko sedikit nada mengejek didalamnya
pasalnya Dion selama tinggal dirumah Kiko tidak pernah pergi ke perusahaan untuk bekerja, tetapi Ia memilih memantau langsung lewat laptop yang Ia bawa di dalam kamar.
"cih, cepetan!"
kau pikir aku pemalas dan pengangguran sepertimu, ha ha
Dion menipiskan bibirnya menahan tawa.
Akhirnya mau tak mau Kiko menuruti permintaan Dion untuk segera memasak nasi goreng seafood untuknya. untunglah masih banyak menyediakan udang dan beberapa ikan lainnya.
dan Akhirnya Kiko sudah bersiap diri untuk pergi dengan menggunakan masker serta sarung tangan tebal untuk melindungi dirinya agar tak tersentuh dengan siapa pun.
"hei mesum, kau niat ingin bekerja apa niat ingin bertarung dengan hama? ha ha" Dion tertawa mengejek melihat tampilan Kiko yang aneh
"huh, ini adalah jenis pertahanan diri ketika didalam perjalanan. ya sudah, saya berangkat dulu ya Tuan"
Kiko pun melangkah pergi ke halte dekat rumahnya untuk naik Bus way menuju ke perusahaan THORY GROUP
"s e m a n g a t!" ucapan semangat Dion tanpa sadar sambil mengepal tangannya keatas, "eh" menggaruk tengkuk
****
Kiko akhirnya sampai di depan gedung tinggi menjulang, yang tak lain adalah perusahaan pusat tempat Ia akan mengikuti tes wawancara.
Kiko berdiri hendak melepas maskernya tiba tiba
BUGH
ada seseorang menabraknya sehingga berkas berisi biodata diri yang dipegang Kiko sebelumnya terjatuh.
"maaf Nona saya tidak sengaja" membantu Kiko memilah berkas yang jatuh berserakan akibat ulahnya.
"iya tidak apa apa" sahut Kiko tersenyum
"Nona juga ikut tes wawancara di perusahaan ini?" tanya pria tampan tersebut tapi dari postur wajahnya yang imut, dia lebih muda dari Kiko.
Kiko mengangguk, "iya"
"kebetulan saya juga, mari kita masuk kedalam bersama!"
****