NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Dicintai

Istri Yang Tak Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat
Popularitas:707
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Tiga kali menikah. dua kali dikhianati. Dua kali hancur berkeping-keping.
Nayara Salsabila tidak pernah menyangka bahwa mimpi indah tentang rumah tangga bahagia akan berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan. Gilang, suami pertamanya yang tampan dan kaya, berselingkuh saat ia hamil dan menjadi ayah yang tidak peduli.

Bima, cinta masa SMA-nya, berubah jadi penjudi brutal yang melakukan KDRT hingga meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam.
Karena trauma yang ia alamai, kini Nayara di diagnosa penderita Anxiety Disorder, Nayara memutuskan tidak akan menikah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan Reyhan—seorang kurir sederhana yang juga imam masjid. Tidak tampan. Tidak kaya. Tapi tulus.

Ketika mantan-mantannya datang dengan penyesalan, Nayara sudah berdiri di puncak kebahagiaan bersama lelaki yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Kisah tentang air mata yang berubah jadi mutiara. Tentang sabar yang mengalahkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap Basah

Pagi itu Gilang pulang sebentar. Cuma buat ganti baju sama ambil koper kecil.

"Gua dinas ke Bandung. Tiga hari. Jangan ganggu." Gilang bilang sambil masukin baju-baju ke koper.

Nayara berdiri di pintu kamar sambil gendong Aldi. "Dinas apa, Mas?"

"Meeting sama klien besar. Penting." Gilang tidak nengok Nayara. Sibuk lipat-lipat kemeja.

"Oh." Nayara cuma bisa bilang oh. Udah tau kalau tanya lebih banyak cuma bikin Gilang marah.

Gilang selesai packing. Tutup kopernya kasar. Resleting bunyi keras. "Gua berangkat sekarang. Uang buat lo sama Aldi udah gua transfer. Cek rekening."

"Iya, Mas. Hati-hati di jalan." Nayara masih berusaha jadi istri yang baik walau hatinya udah mati rasa.

Gilang lewat di samping Nayara tanpa ngelirik sedikitpun. Bahkan tidak nyium Aldi yang lagi digendong ibunya. Turun tangga, keluar rumah, pergi.

Nayara berdiri di atas tangga. Natap pintu yang udah tertutup. Dada sesak lagi. Tapi udah biasa sih. Udah mati rasa malah.

"Papa pergi lagi, Nak. Kita sendirian lagi." Nayara bisik ke Aldi yang lagi main-main jarinya sendiri.

Siang itu, sekitar jam dua, Nayara lagi nyusuin Aldi sambil scroll ponsel. Bosen. Sendiri di rumah gede gini tiap hari bikin Nayara bisa gila.

Nayara buka sosial media. Instagram. Scroll-scroll timeline. Foto temen-temen yang pada liburan. Foto pasangan mesra. Bikin iri.

Tiba-tiba ada story dari akun yang tidak asing. Sandra Amelia.

Jantung Nayara langsung berdegup kencang. Kenapa dia buka story Sandra sih? Kenapa dia follow akun cewek pelakor itu?

Oh iya. Nayara follow akun Sandra dari dua bulan lalu. Pakai akun fake. Biar bisa stalking Sandra kemana aja, lagi apa aja.

Nayara klik story Sandra.

Foto lobby hotel mewah. Marmer putih mengkilap. Lampu kristal besar. Karpet merah tebal.

Caption: "Business trip. Let's go Bandung 💼✈️"

Bandung.

Sandra di Bandung.

Gilang bilang dinas ke Bandung.

Kebetulan? Tidak mungkin. Ini bukan kebetulan.

Nayara screenshot story itu dengan tangan gemetar. Zoom foto lobby hotelnya. Coba liat nama hotelnya.

Ada plang kecil di sudut foto. "Hotel Grand Majestic Bandung."

Nayara langsung buka browser. Cari hotel itu. Keluar foto-fotonya. Sama persis kayak di story Sandra.

Berarti Gilang sama Sandra emang di hotel yang sama. Emang bareng ke Bandung.

Nayara menatap layar ponsel dengan napas memburu. Tangan gemetar. Dada naik turun cepat.

Harus gimana sekarang? Diemin aja? Pura-pura tidak tau?

Tidak. Nayara tidak kuat lagi pura-pura tidak tau. Dia harus lihat langsung. Harus konfirmasi langsung.

Nayara taruh Aldi di box. Ganti baju cepet-cepetan. Celana jeans, kaos lengan panjang, hijab pashmina. Ambil tas gendong bayi. Masukin popok, susu formula, baju ganti, selimut, semua perlengkapan Aldi.

"Kita pergi, Nak. Kita samperin Papa yang lagi selingkuh." Nayara angkat Aldi, masukin ke gendongan bayi yang nempel di dada.

Nayara keluar rumah. Naik taksi online. Kasih alamat Hotel Grand Majestic Bandung.

"Jauh, Bu. Ke Bandung. Biayanya sekitar satu setengah juta." Supir taksi bilang.

"Tidak apa-apa. Saya bayar. Jalan sekarang." Nayara udah tidak peduli sama uang. Yang dia peduli cuma satu: lihat langsung Gilang sama Sandra.

Perjalanan Jakarta ke Bandung sekitar tiga jam. Sepanjang jalan Nayara cuma diem. Natap jalan tol yang panjang. Aldi tidur pulas di gendongan.

Nayara pegang ponselnya erat. Buka-buka story Sandra lagi. Udah ada story baru. Foto makanan di restoran hotel. Caption: "Lunch time 🍽️"

Jam lima sore, taksi sampai di depan Hotel Grand Majestic. Hotel bintang lima yang megah banget. Bangunan tinggi dengan arsitektur modern. Pintu masuk lebar dengan doorman berseragam rapi.

Nayara turun dari taksi. Bayar pakai kartu debit. Tangan gemetar waktu masukin PIN.

Begitu masuk lobby, Nayara langsung kagum sekaligus sesak. Mewah banget. Lantai marmer putih mengkilap. Lampu kristal gede banget di tengah. Sofa-sofa mewah di sana-sini. Orang-orang pake baju rapi hilir mudik.

Nayara berdiri di tengah lobby sambil gendong Aldi. Mata menyapu sekeliling. Cari Gilang. Cari Sandra.

Tidak ada.

Mungkin mereka di kamar. Atau di restoran. Atau entah dimana.

Nayara jalan ke arah resepsionis. Mau tanya. Tapi pas hampir sampai, dia berhenti.

Tunggu. Itu siapa?

Di sudut lobby, dekat lift, ada dua orang lagi ngobrol. Cowok tinggi pake kemeja putih lengan panjang, celana bahan hitam. Cewek cantik pake dress biru selutut, rambut panjang tergerai.

Gilang dan Sandra.

Jantung Nayara berhenti berdetak sedetik.

Mereka lagi ngobrol sambil ketawa-ketawa. Gilang pegang koper kecil. Sandra pegang tas branded mahal.

Terus Gilang angkat tangan, manggil bellboy. Bellboy datang bawa troli buat koper.

Gilang bilang sesuatu ke bellboy. Bellboy ngangguk. Terus Sandra jalan duluan ke arah lift. Gilang ikut dari belakang. Jalan berdekatan. Terlalu deket buat atasan sama bawahan.

Nayara jalan cepet. Hampir lari. Aldi terbangun, mulai rewel. Tapi Nayara tidak peduli.

"GILANG!" Nayara teriak keras di tengah lobby hotel mewah itu.

Semua orang noleh. Resepsionis, tamu hotel, bellboy, satpam, semua noleh ke arah Nayara yang teriak.

Gilang dan Sandra yang udah hampir masuk lift juga noleh.

Ekspresi Gilang berubah drastis. Dari senyum jadi pucat pasi. Mata melotot. Mulut terbuka sedikit.

Sandra? Dia tersenyum. Senyum tipis yang mengejek banget.

Nayara jalan mendekat dengan langkah cepat. Napas terengah-engah. Aldi mulai nangis di gendongan.

"Mas," panggil Nayara pas udah sampai di depan Gilang. "Ini dinas kerja yang Mas bilang?"

Gilang terdiam. Wajahnya masih pucat. Kayak orang ketangkap basah nyolong.

Sandra melangkah maju sedikit. Berdiri di samping Gilang. Masih dengan senyum mengejeknya. "Oh, ini istrinya ya, Pak Gilang? Yang tadi Bapak cerita?"

Cerita? Gilang cerita tentang Nayara ke Sandra?

"Cerita apa?" Nayara nanya dengan suara bergetar.

Sandra natap Nayara dari atas sampai bawah. Penilaian yang jelas banget. Dari hijab yang kusut, baju kaos yang biasa aja, celana jeans yang kegedean, tas gendong bayi yang lusuh, sampai wajah Nayara yang pucat tanpa makeup.

"Bapak cerita istrinya lagi di rumah jaga anak. Kasian katanya sendirian. Makanya Bapak ajak saya temen dinas biar tidak terlalu berat kerjanya." Sandra ngomong dengan nada manis tapi mata tetep mengejek.

Bohong. Semua bohong. Gilang tidak mungkin bilang begitu.

"Mas, ini bener?" Nayara natap Gilang dengan mata berkaca-kaca.

Gilang akhirnya buka suara. Tapi bukan jawab pertanyaan Nayara. Malah marah. "Lo ngapain ke sini? Siapa yang suruh lo datang?"

"Aku, aku lihat story Sandra. Dia di hotel ini. Terus Mas bilang dinas ke Bandung. Jadi aku, aku..." Nayara nge-blank. Tidak tau harus ngomong apa.

"JADI LO STALKING GUA?" Gilang bentak keras.

Orang-orang di lobby makin banyak yang noleh. Ada yang bisik-bisik. Ada yang ngeluarin ponsel, kayaknya mau rekam.

Aldi nangis makin kenceng. Mungkin kaget suara Gilang yang keras.

"Aku bukan stalking! Aku cuma, cuma mau tau Mas beneran kerja atau tidak!" Nayara berusaha jelasin sambil menenangkan Aldi yang nangis.

"GUA EMANG LAGI KERJA! INI MEETING SAMA SANDRA BUAT BAHAS PROYEK! ADA MASALAH?" Gilang masih berteriak tanpa peduli orang-orang natap mereka.

"Meeting di hotel? Check-in bareng? Mas pikir aku bodoh?" Nayara juga mulai naik suaranya.

Sandra terkekeh pelan. "Bu Nayara, ini memang meeting. Kami dapat kamar sendiri-sendiri kok. Tidak ada yang aneh."

Kamar sendiri-sendiri. Tapi Nayara yakin mereka cuma booking satu kamar. Atau bahkan suite besar buat berdua.

"Mas, kumohon jujur sama aku. Kalian, kalian apa hubungannya sebenarnya?" Nayara tanya dengan air mata yang mulai keluar.

Gilang menatap Nayara dengan tatapan dingin. "Atasan sama bawahan. Cuma itu."

"Bohong! Aku udah lihat chat kalian! Foto kalian! Semua bukti kalian selingkuh!" Nayara berteriak sambil menangis.

Beberapa orang di lobby mulai rekam pakai ponsel. Bisikan makin keras.

"Kasian ya istrinya."

"Suaminya selingkuh kayaknya."

"Cewek sebelahnya itu selingkuhannya pasti."

Gilang dengar bisikan-bisikan itu. Wajahnya makin merah. Bukan karena malu. Tapi karena marah.

"NAYARA, LO BIKIN MALU GUA! PULANG SEKARANG!" Gilang pegang lengan Nayara kuat, nyeret dia menjauh dari Sandra.

"AKU TIDAK MAU PULANG! AKU MAU JAWABAN!" Nayara berusaha lepas dari cengkeraman Gilang tapi tidak kuat.

"GUA UDAH BILANG INI URUSAN KERJA! LO YANG PARNO SENDIRI!" Gilang terus nyeret Nayara ke arah pintu keluar.

"MAS! SAKIT! LEPAS! ALDI KEJEPIT!" Nayara teriak karena gendongan Aldi kejepit sama lengan Gilang yang nyeret.

Aldi nangis histeris sekarang. Mukanya merah. Tangisannya keras banget.

Beberapa tamu hotel mulai protes. "Pak, jangan kasar sama istrinya! Ada bayinya!"

Tapi Gilang tidak peduli. Dia terus nyeret Nayara sampai ke luar lobby. Sampai ke parkiran hotel.

Begitu sampai parkiran, Gilang lepas Nayara kasar. Nayara nyaris jatuh kalau tidak pegangan di mobil orang.

"MAS! KENAPA MAS LAKUIN INI?" Nayara teriak sambil peluk Aldi yang nangis kenceng.

Gilang balik badan, natap Nayara dengan mata penuh amarah. Wajahnya merah padam. Urat-urat di leher menegang.

Dan di belakang Gilang, Sandra berdiri di pintu masuk lobby. Masih dengan senyum mengejeknya. Nata rambut pelan. Natap Nayara dengan tatapan menang.

Nayara dan Sandra bertatapan. Jarak jauh tapi tatapan jelas.

Sandra menang. Dia berhasil rebut Gilang. Berhasil hancurkan pernikahan Nayara.

Dan senyum Sandra itu seolah bilang: "Lihat? Suamimu lebih pilih aku. Kamu kalah."

Air mata Nayara mengalir deras. Tubuhnya gemetar hebat. Aldi masih nangis di gendongannya.

Gilang masih berdiri di depan Nayara. Napasnya memburu. Tangan mengepal kuat.

Ini belum selesai.

Pertengkaran besar baru akan dimulai.

1
checangel_
Pindah ke luar negeri aja gimana Nay 🤧, suasana di sana sepertinya tak sepenuhnya mendung (mendukung)/Facepalm/
checangel_
Astaghfirullah Pak Hasan, ucapanmu loh terlalu menusuk 🤧/Facepalm/
checangel_
Sudah dimaafkan kok, tapi mohon maaf pintu hatinya Nayara sudah terlalu terkunci rapat, karena terlalu banyak luka di sana, tunggu saja sampai masa iddahnya selesai, gimana ke putusannya (Authornya)/Facepalm/
checangel_: Plongnya sampai ke ubun² ya 😇, be happy Kak🤝/Smile/
total 2 replies
Suanti
naraya jgn mau rujuk sm gilang
penyakit selingkuh tak bakal sembuh
ntar kalau rujuk kembali gilang pasti selingkuh lgi 🤭
Leoruna: betul sekali kak, selingkuh itu gk ada obatnya, dan gk akan sembuh. kecuali bner2 dapet hidayah🤭🤣
total 1 replies
checangel_
Tak ada lagi kata terucap, Author pertahankan alurmu 🤧👍🙏
Leoruna: mkasih kak🙏
total 1 replies
checangel_
Penyesalan memang seperti itu, Ibu. Jika di awal sudah bukan penyesalan lagi tetapi penerimaan yang belum sepenuhnya tertera jelas, maka dari itu ada istilah bibit, bebet, bobot dalam Jawa🤧
checangel_
Tidak semudah itu kau rangkai lagi kertas yang sudah kau robek² Mas Gilang, ingat masa Iddah sedang berlangsung 🤝
checangel_
Pernikahan toxic memang sampai segitunya, jaga diri baik-baik teruntuk yang sedang berada di ruang itu 🤗, kamu hebat, kamu kuat, dan kamu pantas mendapatkan yang lebih bermartabat 🤝
checangel_: Peluk jauh untuk yang sedang berada di sana 🤧
total 2 replies
checangel_
Rain ... go away, rain ... on the way 🎶
checangel_
Apalagi ni? Ibu Mertua datang tanpa aba 🤧 Mohon maaf Ibu, sidang sedang berlangsung .... sebaiknya masalah pribadi dibicarakan dalam tempat privasi ... Ibu Ratna! Jelek atau tidaknya istri itu alamiyah, karena bawaan dari kandungan itu sendiri selama mengandung, jikalau ingin menantumu itu tetap cantik, jangan jadikan dia menantu, tetapi pajangan 🤧 Bisa-bisanya bicara seperti itu, Ibu Ratna /Sob/, itu semua kan karena faktor alam, walaupun perawatan solusinya ... tapi kan .... tahulah perawatan itu gimana? dan habis berapa biaya?🤧
checangel_
Dua pilihan terbuka lebar, .... bertahan untuk Allah atau pergi mengikuti emosi 🤝 dan dua konsekuensi ... jika bertahan tetap menerima luka dan menyaksikan luka, jika pergi luka itu berlalu dan larut ... tapi semua keputusan ada pada genggamanmu, Nay .... pasrahkan saja pada Langit, jika Langit sudah berbicara tak ada yang bisa mengelak🤧
checangel_
Ternyata sejak tadi, baru pemanasan konflik 🤣, dan hanyalah pertengkaran biasa, padahal Readernya sudah meluap-luap 🤭
checangel_: Yup, hanya dia (reader terpilih) yang bisa menemukan berlian itu dalam kotak tulisan tak bersuara /Smile/
total 8 replies
checangel_
Jangan sampai menuju ke istilah 'baby blues' ini, yuk Nay kendalikan emosimu 🤝🤧
checangel_
Iya, di dunia ini hanya segelintir orang yang peduli akan kata Adil itu🤧
checangel_
Jika dirimu mengatakan 'istri yang menyebalkan', lantas kenapa Reynaldi hadir?🤧, itukan bukti cintamu pada Nayara, Mas Gilang!!!!!!!!!/Grimace/
checangel_
Seberharganya waktu, seorang anak juga butuh waktu dari Ayahnya /Drowsy/
checangel_
Uang tak bisa menggantikan kasih sayang seorang Ayah kepada buah hatinya, ingat itu Mas Gilang!/Smile/
checangel_
No no!! Mengurus anak itu kewajiban kedua belah pihak, baik istri maupun suami, tidak ada salah satunya /Grimace/🤝
checangel_
Yuk, maaf-maafan, sudah tiga hari itu loh kalian berdua bertengkar ... ingat 'tak baik berselisih, bahkan berdebat hingga lebih dari tiga hari' /Chuckle/
checangel_
Hello Mas Gilang!!! Sepertinya dirimu harus mengikuti bimbingan kelas online tentang bagaimana menjadi suami yang baik dan bagaimana perjuangan seorang istri saat mengandung, agar pintu nuranimu terbuka lebar, selebar-lebarnya dan SADAR 🤝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!