NovelToon NovelToon
Ayo Nikah!

Ayo Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:302.8k
Nilai: 5
Nama Author: Widiamnd

"Ayo kita nikah!" Perkataan yang Adera Danialvoa sesali dalam hidupnya.

Perkataan yang membuat hidupnya berubah dengan terpaksa menikah dengan pria yang tidak ia kenal sebelumnya yang bernama Regan Galendra Mahardika.

Akan kah Adera bisa lepas dari Regan? Atau mungkin dia terjebak dalam tahanan hati Regan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widiamnd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15: Regan Cemburu

"Inget pulang juga lo." Suara bariton Regan mengagetkan Adera yang baru saja pulang.

Adera mengusap dadanya karna terkejut, dia baru saja menutup pintu sudah dikagetkan dengan suara Regan.

Adera menatap Regan yang tertidur menyamping diatas sofa, satu kakinya ia lipat dan ditangannya terdapat Milk yang tertidur sambil diusap-usap oleh Regan.

"Enak banget ya selingkuh sedangkan suaminya sendirian dirumah." Sindir Regan.

Selingkuh? Kan dia tahu kalau Adera hanya menemani Toni ke perpustakaan kenapa dianggap berselingkuh? Padahalkan sebelum Adera pergi, dia sudah mengijinkannya.

"Selingkuh dari mana. Gue kan bilang gue cuma nemenin Toni ke perpus, lo juga tadi ngijinin." Protes Adera, dia masih berdiri diam disana.

Regan berdecih sambil tersenyum miring. Dia bangun dan terduduk disofa dengan Milk dipangkuannya. "Yakin cuma nemenin? Gak ada pegangan tangan, pelukan dan lain-lainnya?"

Jangan bilang Regan mengikutinya, tapi apa mungkin Regan menyuruh orang mengikutinya? Batin Adera.

"Pelukan? Gue gak pelukan sama dia." Bantah Adera.

Sebelah alis Regan terangkat. "Berarti pegangan tangan itu baru bener?"

Adera terdiam. Dia memang memegang tangan Toni tapi itu tanpa sadar karna dia ingin mencari komik diperpustakaan. Tapi pasti Regan malah bemikir macam-macam.

"Oke, gue salah karna ninggalin lo sendirian dan pergi sama cowok lain. Tapi gue gak selingkuh."

"Oke, kali ini gue maafin kesalahan lo. Tapi lain kali jangan salahin gue kalo tangan yang berani nyentuh lo gue potong." Regan menatap Adera dengan serius juga dengan tajam. Regan seperti serius dengan kata-katanya, tidak ada gurauan diperkataannya dan itu membuat Adera merinding.

Adera meneguk slivanya susah payah. Bagaimana jadinya kalau ada tangan yang dipotong oleh Regan hanya karna menyentuhnya? Adera tidak bisa membayangkan itu.

"Lo psikopat ya?!"

"Yang pasti gue gak main-main sama kata-kata gue." Ucap Regan dingin. Dia tidak mau ada yang menyentuh apa yang sudah menjadi miliknya, jika ada dia tidak akan membiarkan orang itu begitu saja.

"Eumm, lo belum mandi kan ya? Gue siapin bak mandi dulu ya." Adera mengalihkan pembicaraan.

Adera berjalan melewati sofa yang di duduki Regan, dia berjalan ke kamar.

Dan Regan hanya terdiam, dia tidak menyuruh Adera menyiapkan bak mandi atau apapun. Dia hanya tidak ingin Adera berpaling darinya. Ahh, rasa cemburu itu membuat Regan gila.

Sedangkan di kamar mandi, Adera menyalahkan air dibak mandi untuk Regan. Dia duduk di sebelah bak mandi dengan tangannya yang ia angkat kebak mandi. Dia menunggu air itu naik dengan sambil melamun.

Harusnya tadi dia membatalkan pergi bersama Toni kalau itu malah membuat Regan marah.

Saking melamunnya Adera, dia bahkan sampai tidak sadar kalau air yang ia nyalahkan sudah penuh dan bahkan bertumpah-tumpahan ke lantai sampai mengenai pakaiannya karna posisinya duduk disebelah bak mandi.

Sebuah tangan terulung mematikan kran air di bak mandi. Dia menatap Adera yang masih melamun padahal pakaian yang ia kenakan sudah sangat basah.

Dengan sengaja Regan menendang bokong Adera membuat Adera akhirnya tersadar dan mengaduh kesakitan.

Adera menatap Regan yang berdiri dibelakangnya. Lelaki itu sudah siap mandi dan sekarang hanya menggunakan handuk dililitkan dipinggangnya.

Regan melipat kedua tanganya didada menatap Adera yang sekarang malah begong sambil menatapinya.

"Ehem." Dengan sengaja Regan berdeham kencang.

Adera seketika langsung berdiri sambil mengaruk-garuk kepalanya. Dan dia baru sadar kalau pakaian yang ia kenakan basah kuyup.

"Begong mulu kerjaan lo." Cibir Regan.

Adera menatap Regan dan juga dia baru sadar kalau Regan sudah membuka semua pakaiannya dan hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya. Buru-buru Adera membalik tubuhnya, lagi-lagi matanya ternodai dengan tubuh Regan.

"Kok lo udah buka baju aja sih!" Kata Adera.

"Kenapa emangnya? Masalah buat lo?" Sengit Regan. Dia langsung membuka lilitan handuknya dan menaruh handuk itu diatas kepala Adera.

Lalu Regan naik ke bak mandi yang sudah diberi sabun oleh Adera. Dia menghebus nafasnya, emosinya terkuras begitu saja karna Adera pergi bersama lelaki lain namun ketika dia merendam tubuhnya, emosinya kembali menjadi stabil.

Adera mengambil handuk dari atas kepalanya. Dia agak enggan memengang handuk yang digunakan Regan untuk menutupi burungnya.

"Ngapain lo?" Tegur Regan, dan Adera tidak sengaja malah menjatuhkan handuk Regan ke lantai yang basah.

"Baju lo basah kuyup. Mending sekalian mandi." Kata Regan, dia malah tidak mempedulikan handuknya yang dijatuhkan Adera.

Mata Adera melotot seketika. "G-gue juga mandi? Maksudnya mandi bareng lo gitu?"

"Iya. Sekalian aja, lo juga harus nyabunin punggung gue kan?" Ucap Regan dengan enteng.

Adera menutupi tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya seberusaha mungkin. "Gak mau." Tolak Adera.

Regan mendengus sambil memutar bola matanya. "Cepet naik ke bak mandi! Lo mau ngebantah perintah suami?" Ancam Regan.

Mau tak mau Adera mengikuti perintah Regan. Regan benar-benar sudah seperti psikopat yang sukanya mengancam.

"Iya-iya." Jawab Adera malas. "Tapi sebelum itu, lo harus madep ke tembok. Cepetan!" Suruh Adera.

"Cih, gak mau." Tolak Regan dengan senyuman smirk dibibirnya.

"Madep ke tembok, Regan." Sekali lagi Adera dengan nada kesal menyuruh Regan lagi dan akhirnya lelaki itu menurutinya.

Regan sudah menghadap ke tembok dan ini kesempatan Adera untuk membuka pakaiannya dengan secepat kilat.

"Cepet!"

"Iya bawel." Sahut Adera.

Setelah Adera meninggalkan baju dan celananya dan hanya memakai pakaian dalam saja. Adera langsung bergabung dengan Regan di bak mandi tepatnya di belakang punggung Adera.

Regan sudah memberi Adera ruang untuk dia bergabung di bak mandi. Dan ketika Adera masuk kedalam bak mandi, air dan busa berserakan.

"Mana sabunnya?" Tanya Adera.

Regan memberikan spons dan sabun cair pada Adera.

Segera Adera menyabuni punggung Regan dengan pelan-pelan.

"Yang bersih ya." Kata Regan.

"Bawel lo." Sahut Adera kesal.

Setelah sudah membersihkan punggung Regan, Regan menarik tangan Adera untuk membersihkan tubuh bagian depannya dan itu membuat Adera seperti memeluknya dari belakang. Bahkan dada Adera sampai bersentuhan dengan punggung Regan.

"Yang depan juga." Kata Regan.

Adera dengan cepat-cepat menyabuni tubuh bagian depan Regan dimulai dari dada Regan dan kebawah perut Regan.

Asal tahu saja, wajah Adera sekarang benar-benar semerah tomat. Dia tidak pernah membayangkan akan memandikan lelaki begini.

"Lo suka banget ya sama perut gue?" Sindir Regan. Karna tangan Adera terus-terusan menyabuni perut Regan.

"Yang bawah juga butuh dibersihin." Kata Regan membuat mata Adera melotot.

Yang bawah? Berarti Adera juga harus membersihkan yang itu?

"Sabunin juga yang bawah, Dera." Kata Regan lagi.

Dengan ragu-ragu Adera menurunkan tangannya lagi lebih tepatnya ke tubuh inti seorang laki-laki.

"Ah," ketika Adera mulai menyabuni adik kecilnya, Regan sontak mengerang pelan.

Mendengar erangan pelan Regan itu Adera sontak melotot.

Regan menyenderkan kepalanya dibahu Adera, dia menikmati tangan Adera yang menyabuni adik kecilnya. Walau terdengar mesum, tapi itu wajar saja kan untuk seorang suami istri?

Saking menikmatinya, Regan bahkan sampai menutup matanya. Memang bukan tangan Adera langsung yang menyentuh adik kecilnya namun tetap saja membuat Regan menikmatinya.

Secara tiba-tiba Adera menarik tangannya. Dia sudah tidak sanggup lagi, mengapa dia sampai menyabuni itunya juga dan lagi kenapa dia sampai menggeluarkan erangan?

Wajah Adera benar-benar memerah walau tidak menyentuhnya secara langsung namun Adera mengetahui bahwa benda itu mengeras.

"G-gue udahan." Adera segera keluar dari bak dan mengambil handuk basah yang ada dilantai. Dia menutupi tubuhnya dengan itu lalu segera keluar dari kamar mandi, meninggalkan Regan sendiri disana.

Ketika Adera sudah keluar dari kamar mandi, Regan hanya mendesah kecewa. Padahal dia baru saja merasakan kenikmatan. Huft, dan sekarang adik kecilnya masih berdiri tegak.

Sedangkan Adera, dia buru-buru menganti baju dan pakaian dalamnya sebelum Regan keluar dari kamar mandi. Wajahnya masih semerah tomat. Sial, mengingat itu Adera menjadi seperti ingin mati saja apalagi mengingat suara seksi Regan.

"Aghhhh!" Teriak Adera frustasi.

1
deejah
tor ini ga mau lanjut apa ceritanya? otor sehat?
xzyyy
Thor ini udh 1 bln,bnran g lanjut ceritanya ap gmna
next dong
Nabila
ceritanya bagus tapi sayang thornya ga lanjutin
deejah
up thor.. udah seminggu loh ini..... tampilkan yang hot2 udah lama ini
deejah
rasain lu dera makanya jgn panasan jadi orang, nyesel emang belakangan
kay-kay
thor kmana aja...?
aku kira regan dan adera gk akn hadir lagi.. soalnya author up nya lm bggggtttttttt....
Mas Ujang Kasep Salim
jangan lama2 dong thor updatenya
Anggi Angga
😙😙😙
kay-kay
lanjuuuuttttt
Putu Agus Valentino
lanjut terus thor
dealove
lanjut thor
Putu Agus Valentino
lanjut thor!
tapi jangan kelamaan sya udh nungguin nih abis ceritanya seru banget
Dravia Hastuti
lama banget thor up.nya
kay-kay
hmpir 3 minggu loh thor...
masa up nya cm 1 😢😢
dealove
ayo lagi thor
Putu Agus Valentino
kok gk up lagi thorr?
ini sya udah nunggu lama lho!
Sumarni Al Fa
modus kira2 regan
kay-kay
modus nih regan...
dito kasih ide nya bagus bgt😁😁
dealove
lagi dong thor, nunggunya lama nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!