NovelToon NovelToon
Bunga Yang Menyembuhkan

Bunga Yang Menyembuhkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Duda
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

'Betapa kejamnya dunia pada seorang wanita yang belum bergelar ibu.'

Zahra sudah menikah dengan Aditya selama tiga tahun. Namun masih belum dipercaya memiliki seorang anak.

Meskipun belum juga hamil, tapi Zahra bersyukur Aditya dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Zahra merasa hidupnya sempurna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi takdir berkata lain, suatu hari ia mengetahui bahwa Aditya akan menikah dengan Nadia, teman masa kecil Aditya karena Nadia hamil.

Rasa marah dan kecewa melebur jadi satu dalam hati Zahra. Ia mulai mempertanyakan keadilan dunia.

Mampukah Zahra mengobati hatinya dan menata lagi hidupnya atau ia tetap menggenggam cinta yang menyakitkan tersebut ?

..
Hay readers kesayangan Author, Author kembali lagi nih dengan tema berbeda dari novel sebelumnya. Terus kasih dukungan buat Author ya. Silahkan dikoreksi jika ada salah.

Mohon bacanya tidak di skip-skip ya. Makasih 🙏🫶🤩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zafran

"Elio..." panggil pria yang sejak tadi mengamati Zahra dan Elio.

"Papa..." teriak Elio kegirangan kemudian berlari menghampiri pria itu. Pria itu menangkap Elio kemudian mengelus kepalanya dengan lembut.

"Dari mana kamu ? papa mencari kamu dari tadi," seru pria itu.

"Aku tadi diejek sama teman-temanku, Pa. Terus aku lari dan ketemu Tante ini yang menolong ku," cerita Elio. Ia masih fokus dengan lolipop nya.

"Oh, terima kasih karena kamu sudah menolong anak saya. Nama saya Zafran," pria yang mengaku sebagai Papa Elio itu mengulurkan tangannya pada Zahra bermaksud berkenalan.

"Oh iya sama-sama, Tuan. Nama saya Zahra," jawab Zahra. Namun ia tidak membalas uluran tangan Zafran. Melainkan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Oh, Zahra ya. Nama yang bagus," puji Zafran sembari menarik tangannya kembali. Ia merasa sedikit malu karena penolakan Zahra. Namun ia mengerti, perempuan berhijab seperti Zahra pasti memiliki batasan dengan lawan jenis.

"Kalau begitu saya permisi dulu. Tante pergi dulu ya Elio," Pamit Zahra mengelus kepala Elio.

"Iya, Tante. Hati-hati dijalan," balas Elio.

Lalu Zahra pergi ke tempat dimana mobilnya terparkir. Dari tempatnya berdiri, Zafran bisa melihat mobil Zahra keluar dari area parkir kafe.

"Tante itu cantik. Seperti Mama," celetuk Elio menatap kearah jalanan.

Zafran menatap Elio sambil mengerutkan keningnya. Tumben sekali putranya itu menyamakan perempuan lain dengan almarhumah mamanya.

"Iya, dia memakai kerudung. Seperti Mama," balas Zafran.

"Ayo, papa belikan kue buat kamu" ajak Zafran.

"Tidak usah, Pa. Elio sudah makan lolipop ini. Ini manis. Kata Tante tadi tidak boleh banyak makan manis nanti gigi Elio susah tumbuhnya," ujar Elio seraya memperlihatkan giginya yang mulai tanggal satu persatu.

Zafran tertawa mendengarnya. Sejak kapan Elio mau mendengarkan nasihat orang lain. Apa lagi orang itu adalah orang asing yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Dengannya saja Elio lebih banyak mendebat karena sudah memasuki usia merasa mengerti segala hal.

"Baiklah. Kalau begitu kita pulang ya. Nanti kamu bisa bilang sama Papa kalau mau sesuatu," ujar Zafran lalu menggandeng tangan kecil Elio menuju mobil.

Tadi ia sedang ada rapat dengan klien nya bersama sekretaris nya juga. Namun Elio memilih berjalan-jalan sendiri dan ingin melihat kue. Tidak disangka Elio bertemu dengan teman-temannya dan mereka mengolok-olok Elio hingga membawanya bertemu dengan Zahra.

"Tante tadi baik ya, Pa. Coba Mama masih ada pasti akan sebaik itu," lagi-lagi celetukan Elio membuat Zafran tersenyum. Ia kasihan pada putranya, masih berusia delapan tahun tapi sudah ditinggalkan oleh sosok ibunya saat masih kecil.

Terkadang sempat terlintas di benak Zafran untuk menikah lagi agar bisa mencarikan ibu untuk mendampingi hari-hari Elio. Tapi sejauh ini, Zafran merasa tidak ada yang cocok dengannya dan Elio. Hingga Zafran masih menduda setelah tiga tahun kepergian ibunya Elio.

"Kalau Elio beruntung, nanti Elio bisa bertemu dengan Tante Zahra lagi," ucap Zahran tidak mau mengecilkan hati anaknya.

"Iya, Papa. Nanti belikan lolipop yang seperti ini ya Pa. Teman-teman Elio tadi juga dikasih sama Tante Zahra," ujar Elio menunjukkan gagang lolipop nya yang tinggal setengah.

"Baiklah," balas Zafran.

Mobil mereka meninggalkan area kafe. Zafran tidak terlalu banyak berpikir tentang Zahra. Karena pertemuan sesaat semacam itu seringkali ia alami. Tapi berbeda dengan Elio. Ia merasa senang sekali bertemu dengan perempuan berkerudung seperti Zahra. Karena selama ini perempuan yang dikenalkan oleh Omanya untuk menjadi ibunya tidak ada yang mengenakan kerudung.

..

Zahra masih berada di rumah Papa Yusuf dan memutuskan tinggal disana saja. Ia tidak mengikuti jejak Zafirah yang memilih tinggal sendiri.

Terkadang Zafirah menginap disana. Ia sedang sibuk bekerja dan menjalani hobinya berpetualang. Ia menyempatkan diri untuk bersepeda atau hanya berlari sepulang kerja dengan rute yang jauh. Dan besoknya kembali bekerja.

Jika ada waktu libur atau pergantian shift kerja, ia lebih memilih mendaki gunung atau berenang di laut. Namun walaupun jauh perjalanan nya dari rumah, ia memiliki batasan yang tidak akan ia langgar.

Sudah tiga hari sejak Zahra mengirim lamaran pekerjaan. Dan malam ini ia mendapatkan email dari dua perusahaan sekaligus yang menyatakan ia diterima bekerja dan diminta datang ke perusahaan besok untuk interview.

"Yang mana ya, Ma ? Zahra bingung," kata Zahra.

"Coba datangi saja dua-duanya. Baru nanti kamu bisa memilih mana yang bisa kamu kuasai," sara Mama Febi.

"Kalau menurut Papa gimana ?" tanya Zahra lagi. Kali ini ia menghadap kearah Papa Yusuf.

Papa Yusuf mengerutkan keningnya khas orang berpikir. Pria yang sudah berusia lima puluh tahun itu masih terlihat muda meskipun kerutan di dahinya terlihat.

"Papa tau perusahaan Zenich tech itu. Perusahaannya searah dengan jalan kalau ke universitas. Sangat besar dan karyawan nya banyak," kata Papa Yusuf.

"Zahra kan juga tau kalau perusahaannya besar, Pa. Kemarin kan dia mengirim lamaran kesana," balas Mama Febi.

"Iya ya," kata Yusuf tertawa.

"Benar kata Mama. Coba saja datangi dulu semuanya baru setelah itu kamu bisa tentukan di bidang mana yang lebih kamu kuasai," kata Papa Yusuf lagi.

Zahra mengangguk. Sepertinya mendatangi dua perusahaan itu tidak ada salahnya.

..

Keesokan paginya, Zahra berangkat setelah kedua orang tuanya pergi bekerja. Ia sudah bersiap dengan penampilan terbaiknya. Kemeja putih bergaris dan celana hitam formal dengan kerudung segitiga nya yang menutupi rambutnya. Tidak lupa ia mengenakan sepatu datar dan juga tas bahunya.

"Bismillahirrahmanirrahim, semoga ini menjadi awal yang baik. Semangat Zahra," ucapannya pada diri sendiri.

Zahra memutuskan untuk pergi ke perusahaan Zenich tech terlebih dahulu karena ia dijadwalkan bertemu dengan HRD pada pukul delapan sedangkan perusahaan VV Grup menyuruhnya datang pada pukul sembilan.

Sepanjang jalan Zahra berdoa hingga tidak sadar mobilnya sudah sampai di depan perusahaan besar itu.

Ia memarkirkan mobil kemudian masuk ke lobi setelah lapor pada security.

Di depan meja resepsionis, ia melihat dua orang yang ia kenal. Tidak, lebih tepatnya orang yang ia baru kenal. Yaitu Elio dan Zafran.

Zafran sedang berusaha keras membujuk Elio yang sepertinya sedang merajuk. Di sisinya ada pria muda yang tidak kalah tampannya dengan Zafran juga ikut membujuk. Namun sepertinya bujukan dari dua orang pria dewasa itu tidak membuahkan hasil.

"Elio, tadi kan Elio sudah berjanji. Kita akan pergi ke sekolah nanti saat jam terakhir karena Papa ada rapat sebentar," kata Zafran.

"Tidak mau. Pokoknya Elio mau Papa ke sekolah sekarang. Elio malu kalau nanti diejek sama teman-teman lagi. Papa selalu datang diakhir acara dan kita melewatkan semuanya," tangis Elio.

"Tapi Papa lakukan itu agar kamu tidak diejek lagi," kata Zafran membela diri.

"Papa salah. Justru mereka mengejekku. Sudah tidak punya Mama, Papanya terlalu sibuk sampai tidak bisa ikut acara sekolah" pecahlah sudah tangis Elio.

Zafran terdiam ikut merasakan bagaimana perasaan anaknya itu tanpa tau harus berbuat apa lagi.

"Assalamualaikum, Elio..." sapa Zahra sembari mendekat. Ia tidak berniat apa-apa selain menyapa seorang anak kecil.

"Tante..." kata Elio menoleh saat mendengar suara lembut yang tidak asing.

..

Mana nih bunga kopinya...❤️‍🔥

1
Yeni Astriani
nadia dapat suaminya dgn cara merampas kebahagiaan wanita lain, menikah di atas penderitaan wanita lain ya rumah tangganya tidak akan bahagia sekuat apapun dia mempertahankan nya
kalea rizuky
jodoh nya duda gpp zahra dpet sepaket
Gustinur Arofah
𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚙𝚒😚😚😚
rose lilian
semoga aja zafira dan zahra nanti nikah bisa dapat anak kembar 🙏🙏
rose lilian
siapa ya jodoh Zafira udah ada Hilal nya belum nih?
Yeni Astriani: jodohnya Zafira sepertinya asistennya Zafran
total 1 replies
rose lilian
kalau boleh request semoga aja zafira dan zahra dapat jodoh nya baik enggak nyakitin , dan dapat jodohnya mungkin bisa adek Kaka jadi satu rumah nyaman tenang ramai.
shenina 🍒
Hhhmmm calon mama sambung Elio.. nama aja mirip.. jodoh euy 🤭
yuqana
ditunggu up nya kak🥰🥰🥰
olyv
sudah aku vote ya kak smngt up nya 🤩💪
shenina 🍒
Thor slamat tahun baruuuuu 😘
penasaran siapa itu.. smngt up ny Thor
Aida: Selamat tahun baru juga kakak sayang...😍😍
total 1 replies
shenina 🍒
menyedihkan kau nadia, kamu hanya di jadikan pajangan oleh aditya
Panda
cuma info covernya dari komik BL cina

sempet kirain genre BL novelnya gegara cover ternyata bukan hehehe

Semangat thor 💪
Panda: iya kak dari heaven blessing official, itu tangannya Xie Lian sama hua Cheng/ San Lang

kupu kupunya itu ikoniknya si San Lang kak aku juga punya soalnya dan nonton sama baca filmnya hehe
total 2 replies
Yeni Astriani
wahhhh jodohnya Zahra sudah muncul nihhh☺☺🥰
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
Yeni Astriani
lama terbongkar juga kedok busuk mu dan aku yakin anak yg dikandung nadia bukan anaknya aditya
Gustinur Arofah
lanjutttttt🤗🤗🤗
Gustinur Arofah
😭
Gustinur Arofah
semangat othor💪
Gustinur Arofah
ceritanya menarik, semangat berkarya thor
Gustinur Arofah
aku mampir thor, nih ku kasih kopi, bunga dan vote biar semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!