Stella Jung gadis keturunan Indonesia Korea sangat tergila-gila kepada seorang pemuda dingin Dave Smith.
Dave Smith seorang pengusaha kafe terkenal dan memiliki banyak cabang dimana mana selalu bersikap ketus pada Stella.
Hingga Stella mengusulkan dalam 100 hari akan mengejar cinta Dave dan kalau tidak berhasil ia akan meninggalkan nya.
Namun sebelum hari ke 100 Stella mengalami kecelakaan yang membuat nya hilang ingatan.Akan kah project cinta Stella berakhir ?
Season 2 - Krystal Dastell Smith putri bungsu Dave dan Stella terobsesi dengan idola favoritnya Dylan Zhang atau dengan nama panggung Lei.Ia rela merubah penampilan nya menjadi culun demi dapat bekerja bersama Dylan.
Dylan Zhang salah satu personil boyband yang terkenal. Namun karena titah sangat kakek sehingga ia terpaksa vacum dari dunia entartainer dan menjadi CEO LY corporation.
Berhasil kah Krystal mengejar Cinta Dylan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merindukan Dave
Hari demi hari Stella lalui dengan sangat membosankan pasal nya kini Alexa sibuk berdiam diri dirumah karena berita hubungan rumit diantara nya Keenan dan Lexy sudah tersebar.
" Dave ke mana sih? akhir - akhir ini susah banget ketemu sama dia, " gerutu Stella sambil mengerucut kan bibir nya.
Bahkan kini ia jarang berkirim pesan kepada Stella. Stella pikir Dave sudah mulai bosan kepada nya.Ia termenung, ia takut kehilangan Dave.
Terlebih Dave yang sangat sulit ditemui dan dihubungi entah kesibukan apa yang dilakukan Dave.
Stella sedih dan galau ia termenung sendirian ditengah-tengah riuh canda tawa Alexa dan yang lainnya.Lexy Jonas Jessica dan Stella sedang berkunjung ke apartemen Alexa dan Keenan setelah mendengar kabar kehamilan Alexa.
Alexa yang asyik tertawa terhenti melihat wajah Stella yang menekuk seraya mengerucutkan bibirnya.
" Kenapa sih Stell?" tanya Alexa.
" Dave kemana ya? kok gak kesini?" tanya Stella.
" Lagi sibuk dia" jawab Jonas santai,ia tahu Dave sedang mencari cincin untuk melamar Stella besok.
Stella terdiam,hari ini mengapa ia sangat merindukan Dave.Alexa menghampiri Stella yang termenung.
" Gue kangen Dave Lex" ujar nya lirih.
" Sabar sih besok juga ketemu,bukannya besok kalian janjian di kafe ya" sahut Alexa seraya mengusap punggung Stella.
" Tapi gue pengen ketemu dia hari ini" kekeh Stella menghentakkan kakinya.
Mata nya mulai berkaca-kaca seperti biasa ia mengibaskan tangan nya di depan mata.Alexa terus menghibur Stella yang sedang merindukan Dave.Semua nya tahu kini Dave sedang sibuk mempersiapkan acara lamaran untuk Stella besok.
" Akhir-akhir ini gue pengen Deket terus sama Dave entah kenapa".
Deg!!
Jonas terdiam mendengar ucapan Stella,apa Stella juga hamil seperti Alexa.pikir Jonas lalu melirik ke arah Alexa yang sibuk mengunyah buah-buahan favoritnya.
Stella pun memutuskan untuk pulang sendirian ke apartemen miliknya.Namun di tengah jalan ia merasa pusing rasanya ia pun merasa ingin memuntahkan semua yang ada dalam perutnya.
" Kenapa ya gue?kedokter aja gitu ya"gumam Stella lirih.
Stella pun akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke dokter.Stella bingung dokter yang memeriksa nya menyarankan ia ke spesialis obgyn.Stella pun mengikuti saran dokter tersebut.
Seorang dokter tersenyum ramah kepada Stella, Stella di suruh berbaring di atas brankar.Stella pun mengikuti instruksi dokter tersebut lalu merebahkan dirinya di atas brankar.
Dokter wanita itu membuka sedikit baju Stella, ia menaruh gel dingin diatas perut Stella lalu menggerakkan sebuah alat yang entah nama nya apa Stella tidak paham.
" Selamat nona anda positif hamil,usia kandungan anda sudah memasuki Minggu ke 4 mohon dijaga ya" ucap Dokter seraya tersenyum.
Deg!!
Stella bingung haruskah ia sedih atau bahagia kini.Dia usap perutnya yang masih rata,kini didalam perut nya ada buah cinta nya dengan Dave.Buah cinta yang akan terus mengikatnya dengan Dave.Entah Dave akan senang atau tidak dia tidak perduli.Nyata nya dia harus menerima anak yang ada dalam kandungan nya.
" Ini resep vitamin nya Bu jangan banyak fikiran ya Bu jangan terlalu lelah" saran dokter sambil memberikan kertas resep kepada Stella.
Dokter memberikan banyak saran kepada Stella untuk lebih hati - hati di trisemester pertama saat hamil.
Setelah menerima resep Stella pun menebus obat di apotek bawah rumah sakit.
Stella mencoba ingin memberitahu Dave kabar baik ini namun tak ada jawaban dari Dave.
Stella pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemen.
Semalaman Stella tidak bisa tidur,ia memikirkan kemana Dave akhir-akhir ini.
Stella pun mengirim pesan ke ponsel Dave.
Dave ada yang ingin aku sampaikan bisakah kita bertemu?
Tak lama kemudian ada balasan dari Dave.
Besok kita bertemu di kafe ya sayang aq punya kejutan buat kamu
Pesan dari Dave membuat Stella sangat bahagia sayang kata itu yang terus membuat Stella berbunga-bunga.
Stella mengambil buku diary nya yang berwarna pink.
***Diary..
Hari ini sepertinya Dave akan menyatakan cinta nya padaku..Aku tahu sekarang Dave sudah mulai mencintai ku.Namun aku ingin mendengar ia mengatakan cinta padaku.Dia cinta pertama dan terakhir ku.
Andai saja ia melamar ku ..aku akan sangat bahagia..
Andai waktu 100 hari telah terlewati Dave belum mencintai ku tidak apa
Karena cinta ku tak bersyarat***..
Stella menggulum senyum lalu mendekap buku diary nya.Ia memandangi foto USG hasil pemeriksaan tadi siang.
" Baby 💕 besok mami akan kasih tau papi kamu tentang kamu ya nak" ucapnya sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Stella pun naik ke atas tempat tidur,ia merebahkan diri lalu tertidur.Rasa nya ia sudah tidak sabar menunggu esok hari.
Stella merasa bahagia bisa memiliki anak dari pria yang sangat ia cintai sedari kecil.Ia tidak pernah membayangkan bisa melangkah lebih jauh mengejar cinta Dave seperti ini.
Stella yang awalnya hanya ingin berdekatan saja dengan Dave. Namun lambat laun ia menjadi ingin memiliki Dave, oleh sebab itu Stella mengajukan project cinta 100 hari.
Agar Dave bisa merasakan ketulusan hati Stella, agar Dave bisa melihat kalau Stella benar-benar sungguh sungguh.
Malam terasa semakin lama berganti pagi, Stella sudah tidak sabar bertemu Dave.Ia terus membolak-balikkan tubuhnya ke kanan ke kiri mencari kenyamanan.
Nyata nya ia sudah terbiasa tidur bersama Dave, menciun aroma maskulin Dave.Atau ini bawaan bayi ya? pikir Stella lalu tersenyum.
Bagai anak kecil yang sudah tidak sabar mendapatkan hadiah nya Stella terus saja sulit untuk memenamkan mata nya.
Stella beranjak dari atas ranjang menuju walk in closed. Ia membuka lemari pakaian nya, ia ingat masih ada kemeja Dave yang sengaja ia tinggal di apartemen Stella kalau ia menginap.
Dan ternyata benar ada, Stella pun membawa kemeja itu menuju tempat tidur nya lalu menciumi nya dia pun kini mulai bisa terlelap.
Sepertinya ini memang efek dari kehamilan nya bahwa ia tidak bisa tidur apabila tidak mencium aroma maskulin pria berwajah dingin itu.