罪から生まれ、 遺産を求める血に追われる。 Tsumi kara umare, isan o motomeru chi ni owareru. (Born from sin. Hunted by blood that demands legacy) Nakamura Noa, gadis miskin yang bekerja serabutan sekaligus merawat ibunya yang sakit parah. Noa dan ibunya yang sedang dalam persembunyian, tidak sadar bahwa klan besar Yamaguchi-gumi telah mengawasi mereka sejak lama. Mereka beranggapan bahwa Noa adalah pewaris roh leluhur Yamaguchi: 'Kuraokami' yang bangkit saat berada diambang batas. Sampai akhirnya Noa dijemput paksa dan dibawa kembali ke dunia kelam para algojo. Ia harus memilih: tunduk pada mereka atau hancurkan warisan yang telah merenggut hidupnya. ⛔️"DILARANG KERAS menyalin atau mengambil ide, alur, plot twist, tokoh, dialog, maupun bagian cerita, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa izin penulis."⛔️ Copyright© 12/07/2025 - SAMSARA. Technical Advisor : Aimarstories Cover : pinterest Dark psychological thriller Dengan gaya sinematic noir - slow burn
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samSara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog II - Nagoya
...**...
...真実は追われるものではない。...
...ただ、痕として残る。...
...-Shinjitsu wa owareru mono de wa nai....
...Tada, ato to shite nokoru-...
...⛩️🏮⛩️...
..."Kebenaran tidak perlu dikejar; ia akan tertinggal sebagai jejak—di celah yang luput, di kekosongan yang disengaja, menunggu seseorang cukup sabar untuk melihatnya."...
...⛩️🏮⛩️...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️...
...— SATU TAHUN KEMUDIAN —...
...Kantor Cabang Intelijen...
...Nagoya, Prefektur Aichi – Wilayah Chubu....
...Di tepi kota Nagoya, sebuah bangunan biasa yang nampak seperti bangunan tradisional pada umumnya dari luar. Lampu jalan memantul samar di jendela berlapis kaca, menyembunyikan aktivitas yang ada di dalam....
...Ruangan dalam yang dipenuhi gulungan laporan, dokumen, peta, dan layar monitor yang menandai jalur Tokyo–Kansai–Osaka–Kyoto. Setiap laporan tentang pergerakan target bisa dianalisa dan disalurkan dengan cepat....
...Udara dingin di ruangan tidak hanya dari AC, tapi dari kesadaran: setiap kata dan detik di sini bisa menentukan arah permainan besar yang tak seorang pun sadar....
...Kurosawa Tadashi—Kepala operasional markas—duduk tenang di balik meja rendah dari kayu tua. Di hadapannya, selembar foto usang terbuka di samping laporan tipis yang baru saja dikirim dari luar Nagoya—hanya tiga lembar, tapi cukup untuk menyalakan kecurigaan yang telah lama ia rasakan....
...Selama satu tahun terakhir. Semenjak perintah turun melalui wakil Oyabun, Tadashi tidak mengejar bayangan secara langsung. Ia tahu—jika ada campur tangan seseorang dalam klan yang sengaja menyembunyikan, maka memburu orang itu hanya akan membuat jejak semakin tipis....
...Yang ia lakukan justru sebaliknya. Ia mengikuti ketiadaan. Mencatat pola....
...Secara diam-diam....
...Tidak ada laporan kelahiran resmi dari paviliun cabang Kobe malam itu—aneh, karena bahkan setiap kematian atau yang paling tak diinginkan, selalu meninggalkan jejak administrasi. Akta kematian bayi memang tercatat. Tapi bidan yang menandatanganinya menghilang dua minggu kemudian. Rumah kontrakannya kosong. Tetangga mengatakan ia "pulang kampung"—tanpa alamat, tanpa keluarga yang bisa dikonfirmasi....
...Beberapa minggu setelah malam kejadian itu, Tadashi menghubungi sejumlah kolega yang bekerja di sektor transportasi—mereka yang menangani arsip operasional dan distribusi data perjalanan sipil. Akses semacam itu tak bisa diminta sembarangan, namun bagi klan, selalu ada jalur tak resmi yang mempermudah segalanya....
...Ia tidak meminta nama....
...Ia hanya meminta kejanggalan....
...Lalu muncul detail kecil yang hampir tak berarti bagi siapa pun kecuali dirinya. Satu tiket kereta malam—dibeli tunai, tanpa nama—yang secara administratif berakhir di Kamikawa. Namun, tidak pernah tercatat keluar ke stasiun tujuan. Bagi Tadashi, ketidakhadiran itu bukan kesalahan sistem. Jika dugaan itu benar, maka hanya ada satu kemungkinan yang masuk akal....
...Perempuan itu—Rin—turun di stasiun sebelumnya....
...Minamigawa....
...Dibanding Kamikawa—stasiun besar jalur utama dengan penjagaan ketat—Minamigawa merupakan stasiun lokal di jalur sekunder. Arus penumpang rendah. Pengawasan minim terutama pada jam malam. Tempat sepi dan terpencil yang kebetulan ideal untuk pelarian....
...Ia menunggu. Berbulan-bulan....
...Laporan lain masuk—dari jalur yang sama sekali berbeda....
...Subsidi pangan desa Shugitani, Prefektur Kyoto—termasuk salah satu desa terdekat dari stasiun Minamigawa, mencatat satu pendatang baru: seorang wanita muda, status belum menikah, tanpa keluarga inti. Namanya Nakamura Misao. Tidak ada catatan pindah resmi dari prefektur asal—hanya surat rekomendasi desa yang ditandatangani kepala wilayah setempat....
...Surat itu sah....
...Dan anak yang tinggal bersamanya—secara administratif—tidak tercatat pernah lahir. Tidak ada rumah sakit. Tidak ada bidan desa yang terdaftar. Tidak ada upacara kelahiran yang dicatat kuil setempat....
...Tadashi mulai menyusun potongan demi potongan kecil itu....
...Seorang wanita yang "tidak pernah ada" di Kobe....
...Seorang bayi yang "mati" di atas kertas....
...Sebuah desa terpencil yang cukup jauh dari jalur klan....
...Dan terakhir—yang membuat Tadashi semakin menguatkan kesimpulannya, seorang penjaga muda bernama Tateishi Gen....
...Nama yang tercatat sebagai salah satu penjaga yang bertugas malam itu. Namun, setelahnya ia menghilang. Dari semua nama yang ada, hanya nama itulah yang menumbuhkan bibit kecurigaan....
...Tidak ada catatan mutasi ke cabang lain....
...Tidak ada laporan disipliner....
...Tidak ada pula dengan jejak kematian....
...Yang tersisa hanyalah satu dokumen pengunduran diri—diproses dengan kecepatan yang seharusnya tak pernah diberikan pada anggota biasa....
...Tiga hari setelah malam itu di Kobe, Tateishi Gen resmi "mengundurkan diri", dengan alasan ingin pulang ke kampung halamannya untuk merawat ibunya yang dikabarkan sakit keras....
...Alasan yang terlampau rapi untuk disebut kebetulan....
...Karena itu, penelusuran berikutnya tidak lagi berhenti pada satu titik—menyusuri rute yang tak bisa dihapus sepenuhnya. ...
...Rumah sewa milik Gen dan rumah keluarga Tateishi di desa asal, telah kosong saat didatangi. Tetangga tak tahu ke mana mereka pergi. Tidak ada pesan. Tidak ada barang yang ditinggalkan. Tidak ada jejak kepulangan....
...Kemudian catatan perjalanan—jejak administratifgoamelengkapi kekosongan itu. Dua lembar tiket bus hingga berujung pada catatan boarding pass penerbangan internasional. Di sanalah muncul nama Tateishi Gen—tercatat bersama seorang wanita dengan data usia yang sesuai dengan ibunya, meninggalkan Jepang menuju salah satu negara di Asia Tenggara....
...Dengan identitas baru. Tak ada informasi lagi lebih lanjut. Penghilangan terstruktur yang cukup rapi dan mahal untuk seorang penjaga biasa....
...Semua penuh dengan kemungkinan....
...Jika Gen hanya menyaksikan kematian seorang bayi cacat, ia takkan diberi perlakuan se'istimewa' itu....
...Namun jika ia melihat sesuatu yang seharusnya tidak hidup—menjauhkannya dari Jepang adalah cara paling bersih untuk menutup cerita itu selamanya. Mengubur saksi hidup... tanpa membuat mereka mati....
..."Penghapusan jejak yang... cukup bagus." Gumam Tadashi lirih, sudut mulutnya terangkat sebelah....
...Ia menutup berkas—mengusap pelan sampul laporan itu, lalu menatap sudut ruangan di mana cahaya tidak menyentuh lantai....
..."Hane," panggilnya rendah, hampir seperti gumaman....
...Sosok itu muncul seperti bayangan yang tahu kapan harus dilihat dan kapan menjadi tak terlihat....
..."Ada seorang wanita bernama Rin. Menghilang satu tahun lalu," ucap Tadashi, masih menatap laporan. "Usianya sekitar awal dua puluh lima tahun. Kurasa sejak saat itu namanya berubah menjadi Nakamura Misao..."...
...Jeda sesaat. Kemudian ia melanjutkan. "Sekarang tinggal di daerah Shugitani. Dengan seorang anak perempuan... kira-kira berumur satu tahun."...
...Ia mengangkat satu lembar foto kecil—gambar seorang wanita kurus bermata tajam yang tampak sedang menuntun anak perempuan dengan wajah terlalu tenang untuk usianya....
..."Mereka bilang anak itu kerabat jauh keluarga Nakamura. Tapi tak ada catatan kelahiran anak itu. Tak ada nama ayah. Dan dia... sangat mirip."...
...Hane tak bergerak. Belum bersuara....
...Tadashi menutup map pelan, menatap lurus ke arah bayangan yang kini mulai bergerak....
..."Awasi dia. Jangan sentuh. Jangan dekati. Tapi jangan biarkan dia hilang dari pandanganmu. Aku ingin tahu... apa yang dia sembunyikan. Dan beri laporan rutin padaku."...
..."Hai." (Mengerti)...
...Sosok Hane membungkuk perlahan, lalu lenyap ke dalam kegelapan seperti tak pernah ada di sana....
...Tadashi hanya duduk diam, jemarinya menyentuh bibir cangkir teh yang sudah dingin, sementara pikirannya mulai merangkai satu skema penuh dugaan....
...Tak ada yang tahu tentang tugas ini. Kecuali Tadashi yang bergerak sebagai bayangan setia Oyabun. Ia akan selidiki lebih dalam. Dan tidak akan berhenti sampai kebenaran itu muncul....
.........
disisi lain, noa bener² berjuang bertahan hidup bersama bibi yang memang sebenarnya ibu kandungnya. kondisi yang cukup memprihatinkan untuk mereka berdua yang sebatang kara
sungguh alur cerita ini membuat penasaran untuk terus membacanya
kuat banget udahan, pengambilan konfliknya juga menarik. Geisha, si penghibur yang dihargai di Jepang. pasti si Rin ini cantik banget sampai kayaknya jadi pusat. Btw kakak Author kamu risetnya jalur film apa pernah kesana, bisa buat setting yang jepang banget 👍