NovelToon NovelToon
ISTRI KEENAM

ISTRI KEENAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Office Romance
Popularitas:116k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Sisi Caldwell dipaksa keluarganya mengikuti pesta kencan buta demi menyelamatkan perusahaan, hingga terpilih menjadi istri keenam Lucien Alastor, miliarder dingin yang tak percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Setelah obrolan panjang dengan calon ibu mertuanya, Sisi akhirnya pulang ke rumah.

Di sepanjang perjalanan, pikirannya berkecamuk. Haruskah ia masuk kantor atau tidak? Rasanya tidak perlu. Ia yakin kabar itu sudah menyebar, bahwa dialah wanita yang terpilih. Dan ia bisa menebak dengan mudah, ibu tirinya yang “luar biasa” itu pasti akan kembali mengenakan topeng munafiknya.

Ibu jalang.

“Sisi, kau benar-benar beruntung,” tawa ibu tirinya terdengar nyaring begitu melihat Sisi melangkah masuk ke dalam mansion.

Panggilan nama depan itu membuat Sisi mengangkat alis. Terlalu akrab. Terlalu palsu. Ia terus berjalan tanpa menghentikan langkahnya.

“Keluarga Alastor adalah keluarga terkaya di Italia,” lanjut ibu tirinya dengan nada penuh kebanggaan. “Jangan lupakan kami saat hidupmu sudah lebih baik nanti. Putri kesayanganku, Selvara, yang memberikan kesempatan ini padamu.”

Sisi hanya tersenyum kecil.

Lebih baik?

Selvara memberiku kesempatan?

Betapa tidak tahu malunya mereka.

Namun ia tidak berniat berdebat. Tubuh dan pikirannya terlalu lelah setelah menghadapi calon ibu mertuanya. Jadi Sisi memilih diam dan mengabaikan wanita itu sepenuhnya.

Suatu hari, aku akan menginjak semua orang yang pernah merendahkanku, tekadnya dalam hati sebelum ia menjatuhkan tubuh ke atas tempat tidur dan tertidur lelap.

***

TERRACE HOTEL

Perjamuan pernikahan Lucien dan Sisi berlangsung sederhana, jauh dari kesan pernikahan romantis pada umumnya. Ini bukan sekadar pernikahan, melainkan perjanjian bisnis yang dibungkus formalitas.

Tidak ada upacara panjang. Tidak ada janji manis. Mereka hanya mengumumkan pernikahan, bertukar cincin, lalu menandatangani kontrak pernikahan.

Dan sekarang...

Sisi duduk sendirian.

Suaminya yang terhormat sibuk berbincang dengan para investor. Namun Sisi tidak peduli. Selama pria itu tidak mengganggunya, semuanya baik-baik saja. Bahkan jika Lucien berselingkuh pun, sejujurnya ia juga tidak terlalu peduli.

Ia mengangkat gelas wine saat suara-suara gosip terdengar cukup keras.

“Dia istri keenam. Kurasa dia tidak akan bertahan lama di keluarga Alastor.”

“Cantik, sayang sekali.”

“Kenapa disayangkan? Dia jelas pemburu harta.”

Sisi tetap tenang. Ia bukan tipe wanita yang tersulut oleh omongan orang-orang semacam itu.

Ia hanya duduk di area istirahat, menikmati segelas red wine di tangan kanannya.

Tiba-tiba seorang gadis remaja muncul di hadapannya. Kulitnya putih bersih, wajahnya polos dengan senyum manis yang masih menyisakan kepolosan masa remaja. Gadis itu duduk di sampingnya.

“Halo, Kakak Ipar. Aku Lyra, adik perempuan Lucien,” ujarnya sambil mengulurkan tangan.

Sisi menyambutnya dengan senyum tipis. Ia tidak tahu bahwa Lucien memiliki adik perempuan.

Oh… kemarin baru kenal juga.

“Aku langsung pulang begitu mendengar kabarnya, tapi tetap saja terlambat,” ujar Lyra dengan aksen Italia yang kental, membuat Sisi tersenyum kecil.

“Maaf, semuanya berkembang terlalu cepat,” balas Sisi sopan.

Entah kenapa, begitu melihat wajah polos Lyra, Sisi langsung menyukainya. Ada aura kebaikan yang sulit disangkal. Jika instingnya tidak salah, gadis ini berbeda.

Percakapan mereka mengalir ringan hingga rasa penasaran Sisi muncul.

“Lyra,” bisik Sisi, “pernikahan terlama kakakmu bertahan berapa lama?”

Lyra memiringkan kepalanya, berpikir.

“Hm… dua bulan? Atau tiga bulan?” jawabnya ragu.

Wow. Lama sekali.

Mungkin semua rumor tentang Lucien memang benar.

“Kau seharusnya bertanya langsung pada orangnya.”

Suara dingin itu muncul dari belakang, membuat bulu kuduk Sisi meremang.

Ia menoleh perlahan dan mendapati Lucien berdiri di sana dengan tatapan tajam.

“Halo,” sapa Sisi, tetap tenang.

“Kakak, apakah kau berniat membuatku mati ketakutan?” keluh Lyra. Namun Lucien mengabaikannya.

Tanpa peringatan, ia menarik Sisi menjauh dari Lyra. Keduanya terkejut.

“Hei, lepaskan--”

“Tidak sopan membicarakan orang lain di belakang mereka,” potong Lucien dingin.

Sisi terdiam. Jadi sejak tadi pria itu mendengar percakapan mereka.

Sial.

“Dan untuk menjawab rasa penasaranmu,” lanjut Lucien, “pernikahan terlamaku bertahan tiga bulan. Jadi nikmatilah hidupmu sebagai wanita kaya dan berkuasa, karena itu tidak akan lama.”

Namun Sisi hanya menyeringai.

“Sudah kubilang,” ujarnya santai, “aku akan menjadi istri terakhirmu.”

“Wanita sombong,” dengus Lucien.

Tepuk tangan kecil terdengar.

“Kakak Ipar, aku mengagumimu! Semangat!” seru Lyra antusias.

Sisi mengerutkan dahi. Mengagumi apa? Semangat untuk apa? Jangan-jangan gadis itu salah paham.

Belum sempat ia menjelaskan, Lucien sudah mengusir Lyra.

“Pergi. Ini bukan urusanmu.”

Kemudian, tanpa aba-aba, ia menggenggam pergelangan tangan Sisi dan menyeretnya keluar dari ballroom.

“Lucien, mau dibawa ke mana aku?” tanya Sisi terkejut.

“Pulang.”

Nada itu final.

“Tapi tamu dan perjamuan masih--”

“Aku tidak sedang ingin berada di sini,” potong Lucien kesal. “Dan jika kau ingin tetap tinggal untuk dikasihani orang-orang itu, silakan.”

Ia melepaskan tangan Sisi.

Apa dia… peduli?

Sisi tersenyum kecil dalam hati, lalu bergegas menyusulnya ke mobil.

“Dasar kau ini suka drama,” godanya.

Lucien hanya menatapnya tajam.

Sisi tidak gentar. Tatapan seperti itu tidak akan membunuhnya. Ia sudah hidup dengan tatapan semacam itu seumur hidupnya.

Sepanjang perjalanan, Sisi memilih diam. Tidak ada gunanya berbicara dengan pria yang jawabannya hanya berupa tatapan dingin.

Menyebalkan.

***

Begitu pintu kamar pengantin terbuka, desahan lolos dari bibir Sisi. Rahangnya nyaris jatuh.

Bukan karena harapan berlebihan, tapi karena kenyataan yang kontras.

Ia sempat membayangkan kamar penuh mawar, lampu hangat, seprai lembut bernuansa merah muda. Seperti kamar pasangan pengantin pada umumnya.

Namun yang ia lihat hanyalah hitam dan putih. Dingin. Kaku. Tanpa sedikit pun nuansa romantis.

Sakit memang berharap.

Sisi ingin memprotes, tapi memilih diam.

Kamar ini… aneh.

“Pergi ke kamarmu,” ujar Lucien dingin sambil menunjuk sebuah lukisan besar di dinding.

“Tapi i--”

“Kau yakin itu hanya lukisan?” potong Lucien sambil melepas jasnya santai.

“Balikkan,” perintahnya.

Sisi menghela napas dan tidak bertanya lagi. Ia berjalan mendekat dan membalik lukisan pemandangan besar itu.

Di baliknya, tersembunyi sebuah pintu kecil.

Pintu itu terhubung ke sebuah kamar sempit dengan jendela mungil.

Jika diperhatikan lebih lama...

Tempat itu lebih mirip penjara daripada kamar.

1
Mira Hastati
bagus
Enong Nuraini
iyaa kenapa buka selvar sja yg di jodohkan dneg. lucien🤭
Enong Nuraini
kasian sisi
cutriara
seru
Surmanti Surmanti
kenapa gambar novelnya diubah? padahal gambar awal lebih cocok dengan karakter Lucien yg datar, dingin 🤭
Ana Akhwat
Miris juga seorang perempuan berstatus istri tapi kelakuannya pada laki-laki lain seperti perempuan murahan
Ana Akhwat
🤣🤣🤣astage sisi sungguh luar biasa usilmu
Ana Akhwat
Bagus Sisil tingkat kan sifat tengilmu biar si Lucian yang sombong itu bertekuk lutut padamu
Ana Akhwat
Saya suka sikap sisi yang berani😁
kalea rizuky
emang kayak lacur
kalea rizuky
sisi kayak lacur
kalea rizuky
MC sok kuat tp ngemis ngemis males ddh
Nesysila_088
/Drool/
fau.syifa20
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!