NovelToon NovelToon
Call Me Wiway

Call Me Wiway

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Komedi / Balas Dendam / Cinta Beda Dunia / Hantu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:497.9k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Bagaimana jadinya jika sesosok hantu jatuh cinta pada manusia. Wiway seorang hantu patah hati yang diselingkuhi pasangannya jatuh hati dengan seorang playboy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16. Menunggu

"Jadi kamu cewek yang membuat kakakku babak belur!" seru seorang gadis menampar Wiway dengan keras.

*Plaakkk!!

"Awww, kenapa wajahnya keras sekali!" seru gadis itu mengibaskan tangannya yang terasa nyeri.

"Oh!" teriak Ezza dan Roy bersamaan.

Melihat ekspresi wajah Wiway, membuat Roy segera menarik Amanda, sebelum ia berbuat lebih buruk kepada gadis itu.

"Maafkan adikku, dia tidak tahu apa-apa jadi tolong maafkan dia," ujar Roy dengan raut wajah ketakutan.

Ia berkali-kali membungkukkan badannya sebagai bukti penyesalannya.

"Tidak masalah, lagian tamparannya tidak terasa kok, Sans aja," jawab Wiway kemudian menggandeng Ezza meninggalkan keduanya

"Oh, syukurlah." ucap Roy lega.

"Kenapa Roy tiba-tiba saja melunak, bukankah seharusnya dia marah padaku. Ini benar-benar aneh, bagaimana orang seperti dia mau meminta maaf," celoteh Ezza

"Mungkin dia takut aku menghajarnya lagi seperti tempo hari," sahut Wiway

"Hmmm, benar juga. Selama ini belum pernah ada yang mengalahkannya, jadi wajar saja dia ketakutan ketika melihatmu,"

Ezza menghentikan langkahnya dan menatap lekat kearah Wiway.

"Sebaiknya kau tunggu aku di sini, jangan kemana-mana. Aku akan segera kembali begitu kelasku selesai. Ok!" ucap Ezza

"Ok!" jawab Wiway mengangguk

"Kau bisa membaca berbagai macam buku di sini untuk menghilangkan suntuk saat menunggu ku, jadi jangan usil,"

"Siap,"

"Kalau begitu aku masuk kelas dulu ya, papay!" ucap Ezza meninggalkan Wiway

"Bye!" sahut gadis itu melambaikan tangannya kearah Ezza

Wiway menatap sekeliling ruangan itu yang dipenuhi oleh mahasiswa yang sedang asyik membaca buku atau sekedar mengerjakan tugas di ruangan itu.

Ia kemudian beranjak dari duduknya dan menuju ke rak buku. Gadis itu memilah-milah buku yang ingin ia baca.

"Wah Bukankah ini novel horor yang sangat famous itu!" Wiway mengambil sebuah buku dan membawanya ke meja baca.

"Dulu karena terlalu mahal aku belum sempat membelinya tapi sekarang aku bisa membacanya dengan gratis walaupun sudah terlambat untuk membacanya." Wiway begitu antusias untuk membuka buku itu.

*Brakkk!!!

Wanita itu segera melompat ketika melihat sesosok mahluk menyeramkan keluar dari buku itu.

"Sial!" Wiway segera berlari sekencang-kencangnya meninggalkan tempat itu membuat semua pengunjung perpustakaan menatapnya bingung.

Ia menoleh ke belakang memastikan apa mahluk itu masih mengejarnya atau tidak.

"Hosh, hosh!!"

Gadis itu segera masuk kesebuah ruangan dan bersembunyi di sana.

"Wiway, sedang apa kau disini?" Sapa Aby

"Oh, syukurlah aku bertemu dengan mu disini. Tolong aku, aku di kejar-kejar oleh Buto ijo penunggu novel Horor," ucapnya terengah-engah.

"Mahluk itu tidak akan menyakiti mu di siang hari, mereka hanya bisa menyerang hantu lemah pada waktu magrib saja, jadi kau tidak perlu takut." Sahut Aby.

"Syukurlah," ucapnya lega.

Gadis itu segera menyambar segelas air putih yang tergeletak di atas meja kerja Aby.

*Glek, glek, glek!!

Ia menghabiskan air itu dengan sekali teguk.

"Ahhhh, segarnya!" seru gadis itu kemudian mengusap bibirnya.

"Apa yang kau lakukan disini, sampai kau bertemu hantu penunggu buku tua?" tanya Aby

"Aku sedang menunggu Ezza, dia mengajakku ke kampus karena takut aku ketahuan ibu kosnya," jawab Wiway

"Kalau kau tidak punya tempat tinggal, kau boleh tinggal di rumahku. Bukankah rumah seorang dukun lebih aman untukmu karena tidak mungkin ada mahluk gaib yang berani mengganggu mu,"

"Tidak perlu, lagipula Ezza sudah bersedia memberikan aku tempat tinggal sampai empat puluh hari kedepan. Mungkin jika setelah itu aku tidak kembali ke Bukit Gombel maka tawaran mu akan aku pertimbangkan,"

"Apakah dia benar-benar perhatian padamu sehingga kau selalu menempel dengannya?"

"Bisa dibilang begitu. Hanya Ezza yang mengerti diriku, dia bahkan begitu perhatian padaku meskipun ia tahu aku ini seorang hantu," jawab Wiway

"Bukankah itu wajar dilakukan oleh manusia yang ketakutan karena sesosok hantu yang terus menempel padanya. Dia melakukannya karena takut denganmu Wiway bukan karena ia mengerti apalagi perhatian padamu. Jangan pernah tertipu untuk kedua kalinya, jadi lebih baik kau kembali saja ke alam mu dan aku akan membantumu beristirahat dengan tenang."

"Tapi Ezza itu beda, jadi please jangan paksa aku pulang lagi," sahut Wiway

"Kalau gitu kita lihat saja, apa Ezza benar-benar lelaki yang benar-benar tulus peduli denganmu atau terpaksa peduli karena takut denganmu?" ucap Aby

"Siapa takut,"

***********

"Ezza!" Berlin segera menghampiri lelaki itu saat melihatnya keluar dari ruang kelasnya.

"Berlin," sahut Ezza sumringah melihat senyum manis gadis itu.

"Terimakasih sudah menemaniku kemarin, sebagai gantinya bagaimana kalau aku traktir makan siang," ucap Berlin

"Menemanimu...kapan?" tanya Ezza kebingungan

"Masa kamu lupa kemarin kamu datang ke rumahku untuk minta maaf karena kita gagal kencan, kamu juga memberikan mawar merah sebagai permintaan maaf, dan juga kamu menemaniku selama ibuku menjenguk ayah di rumah sakit. Maaf kalau aku sampai ketiduran waktu itu karena kelelahan, hingga belum sempat mengucapkan terima kasih padamu. Dan juga kemarin aku harus menjaga ayahku seharian sehingga aku baru sempat menemui mu dan mengucapkan terima kasih sekarang."

Seingat ku, malam itu aku langsung kembali ke kosan setelah memaki Wiway. Lalu kalau bukan aku yang datang menemui Berlin terus siapa??. Wiway, aku yakin dia pelakunya. Karena hanya ia yang bisa melakukan semua itu. Ah, aku jadi merasa bersalah padanya karena sudah memarahinya malam itu. Syukurlah setidaknya dia ada gunanya juga.

"Oh iya hampir saja aku lupa, maklumlah tugas kuliah menumpuk akhir-akhir ini, sampai-sampai kepalaku mau pecah karenanya." sahut Ezza

"Tenang saja aku bisa membantumu mengerjakan tugas-tugas itu," ujar Berlin

"Sungguh?"

"Ciyus,"

"Oh senangnya, punya teman baik hati," ucap Ezza memeluk gadis itu.

"Ehemm!!"

"Dilarang bucin apalagi peluk-pelukan di kampus!!" seru Mr. Saragih membuat Ezza seketika melepaskan pelukannya.

"Maaf Pak,"

"Hmmm," jawab lelaki itu acuh

Ezza segera menarik lengan Berlin meninggalkan tempat itu.

"Ayank, keluarlah," ucap Mr. Saragih lirih

tiba-tiba Neneng keluar dan berlari menghampirinya.

"Tayank aku kangen," ucap Neneng manja

"Too ayang, kuy kita mojok biar gak ada yang ganggu," sahut Mr. Saragih menggandengnya

"Kuy," jawab wanita itu sumringah.

Berlin membawa Ezza kesebuah Restoran. Keduanya tampak asyik bercengkrama sembari menikmati makan siang mereka.

Sementara itu Wiway masih setia menunggu Ezza di perpustakaan.

Wiway, kenapa aku hampir melupakannya.

Ezza segera melirik jam tangannya.

Astaga, karena keasyikan ngobrol dengan Berlin aku jadi melupakan Wiway.

"Btw, makasih ya makan siangnya. Maaf gue buru-buru harus kembali ke kampus karena ada sesuatu yang tertinggal di sana," ucap Ezza

"Memangnya apa sih yang tertinggal di kampus sehingga kamu lebih mementingkan benda itu daripada aku,"

"Memang bukan benda yang penting tapi...."

"Kalau begitu bagaimana jika kita mengerjakan tugas-tugas kuliahmu di rumahku," ajak Berlin

Ini kesempatan langka, jarang-jarang Berlin mau berduaan denganku, aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk pedekate dengannya dan mengungkapkan perasaanku padanya. Soal Wiway, aku rasa dia akan baik-baik saja meskipun ku tinggal dia sendiri di sana. Bukankah dia bukan manusia jadi siapa yang berani menggodanya.

"Ok," jawab Ezza, kemudian pergi meninggalkan restoran itu.

Sementara itu Wiwit terlihat gusar karena iza belum kembali meskipun waktu sudah beranjak petang.

"Kau masih di sini Wi?" tanya Aby menghampiri gadis itu

"Iya, aku harus tetap di sini sebelum Ezza datang menjemput ku," sahut gadis itu mencoba tegar

"Tapi semua mata kuliah sudah selesai, aku rasa Ezza melupakan mu kali ini, jadi lebih baik kau pulang saja bersamaku," ajak Aby

"Tidak, Ezza bukan orang seperti itu, aku yakin dia akan menjemput ku sebentar lagi," tolak gadis itu.

"Tapi sekarang hampir magrib Wi, apa kau tidak takut jika ada mahluk astra yang berusaha membunuhmu lagi," sahut Aby

"Aku bisa menghadapi mereka, jadi jangan khawatir."

"Jangan konyol Wi," ucap Aby menarik lengan gadis itu, namun Wiway langsung melepaskannya.

"Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini tanpa Ezza, jadi pergilah," ucap Wiway gusar

"Dasar hantu bodoh, aku yakin kau akan menyesali keputusan mu ini!" sahut Aby kemudian meninggalkan gadis itu.

"Ezza, dimana kamu...aku takut disini, hiks...." ucap gadis itu gusar

*Srek, srek, srek!!!

Tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki mendekati ruangan itu.

Wiway tampak mengepalkan tangannya ketika sesosok Buto ijo menyeringai di depannya.

1
Rey_chi
hampir semua novel thor aku baca..dan semua nya bikin ngakan olus bengek thor..aku samoe pake 2 akun baca semua judul novel outhor..love² sekebon toge thor
Haickoka
ye....babang lingga is coming
FiaNasa
kok sudah tamat padahal critanya ngegantung,,apakah itu wiway beneran ya🤔🤔
FiaNasa
ujian bara bikin kepala atas bawah cenat cenut 🤣🤣🤣
FiaNasa
ini yg aq rindukan,walaupun darurat nyawa dah diujung tombak,,masih bisa²nya mereka ngebanyol bikin ngakak,, 🤣🤣 dasar trio somplak dr dulu masih aja sama 🤣🤣🤣
FiaNasa
ah si barra ada² saja,,🤣
FiaNasa
dr sekian bab baru komen nih,,makasih ya author udah mengobati kerinduanku sama mereka,barra,,Rangga,,Gilang,,pokoknya lope lope deh😊😊😊🤭
FiaNasa
ya elaaahhh....asisten Mak Erot lagi🤣🤣🤣
adesri
semangat kk makin seru ceritanya
adesri
bagus kak aku suka setiap karyamu
Shella Saelani
😅😅🙈
istrinya_kimseokjin
wahhh ada lingga nih..
Nur Azizah
oke keren ini
Furi Wijayanti Wijayanti
lah itu wiway bukan
Aqiyu
bisa jadi matinya karena disengaja sama mertua lucknut
Aqiyu
ya ampun Fatiman mantan asustant nya mak Erot😁
Aqiyu
wow.....
Lubna Aysha
gak mau nerima tp jg gak mau nglepas hahaha egoiss babang eza mah ih
Lubna Aysha
sedihnyaa... :(
Lubna Aysha
ih eza pedes bngt ngomngnya, kasian wiway
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!