NovelToon NovelToon
BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: radetsa

Menceritakan tentang Raniya, seorang janda yang dinikahi polisi muda beranak tiga dengan komitmen hanya menjadikan Raniya sebagai ibu sambung. Dia perempuan tegas, namun berhati baik. Sikapnya yang keras dan tidak menampakkan kasih sayang di hati anak-anak suaminya, membuat perpecahan dalam pernikahan mereka.

Hingga suatu waktu mengantarkan mereka membuka rahasia di balik kematian Renima, ibu kandung ketiga anak tersebut. Tidak hanya Renima, tetapi juga kematian Nathan, almarhum suami Raniya yang pertama.

Di sisi lain, cinta bahkan telah jauh lebih lama tumbuh di dalam hati mereka, sehingga mengalahkan dendam dan benci yang terjadi karena kesalahpahaman di masa lampau.

Akankah Raniya mampu bertahan menjadi istri Taufiq, meski hanya sebagai ibu sambung untuk ketiga anak-anaknya?

Selamat menyaksikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUTRIKU JATUH CINTA

Raniya cemburu. Dia menatap Langit yang berada di dalam gendongannya dengan begitu lekat.

Kenapa aku begini? Bukankah cinta yang membuat aku kalah beberapa bulan terakhir? Apa aku sudah menjadi perempuan terlalu serakah? Sehingga aku memiliki perasaan seperti ini.

Maafkan aku, Nathan...

Bayi Langit tersenyum.

Maa Sya Allah...

Desir hati Raniya berdegup cepat. Ada perasaan tak menentu yang lebih saat itu ia rasakan.

"Ya ampun Langiiiit... Langit pilih kasih ya? Giliran sama Nenek Lian saja, Langit tidak mau tersenyum. Giliran sama tante Raniya, Langit malah senyum-senyum gitu..." Bu Lian menyerocos berlagak cemburu.

Raniya hanya tersenyum. Dia benar-benar belum bisa bersikap pura-pura baik saja saat itu. Dia masih bingung harus berbuat apa.

Tidak lama, Langit tertidur dalam gendongan Raniya. Dia pun meletakkan Langit ke dalam Baby horbor.

"Dua anakmu lainnya mana, Fiq?" Tanya Raniya.

"Mereka sudah tidur..." Sahut Taufiq.

"Owh..." Raniya mangut-mangut. "Ya Allah..." Ucapnya sedikit keras, ia terlihat mengingat sesuatu.

"Kenapa, Raniya?" Tanya Taufiq khawatir.

"Ayahku... Ayahku pasti cemas, Fiq..." Ucapnya merasa bersalah. Ya, baru kali itu dia menyadari ayahnya. Bahkan pertama kali semenjak Nathan meninggal.

"Ya ampun, Raniya... Maaf..." Taufiq juga tampak merasa bersalah sekali melihat kekhawatiran di wajah Raniya.

"Tidak apa... Harusnya aku berterima kasih kepadamu, Fiq. Aku harus pulang. Kasihan Ayah..." Ucap Raniya bergegas hendak pergi.

"Aku antar ya..." Tawar Taufiq mencegah langkah Raniya.

"Tidak perlu, Fiq... Kasihan anak-anakmu..." Tolak Raniya.

"Tidak apa, Raniya. Ini sudah malam." Ujar Taufiq sedikit memaksa. "Aku akan minta tolong Bu Lian buat jaga mereka lagi sampai aku kembali. Aku juga mau memastikan kalau kamu baik-baik saja sampai ke rumahmu."

"Bener tidak mengapa?" Tanya Raniya sedikit ragu.

"Iya..." Taufiq sedikit mengangguk. "Ayo..."

Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih kepada Bu Lian, Raniya pergi meninggalkan rumah itu dengan diantar Taufiq.

Di perjalanan, dalam mobil yang mereka tumpangi, mereka dilanda kecanggungan. Setelah Raniya memberitahukan alamat rumahnya kepada Taufiq, tidak ada lagi suara-suara yang terdengar keluar dari mulut mereka.

"Itu ayahmu?" Tanya Taufiq ketika mereka telah sampai di depan rumah Raniya. Di sana, Azis terlihat gelisah sambil sesekali mengangkat lengannya memerhatikan jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya itu.

"Benar..." Sahut Raniya lesu. "Kasihan Ayah... Pasti ayah sangat mengkhawatirkan aku..." Ucapnya terlihat merasa bersalah sekali.

Taufiq menatap iba kepada Raniya. Janda masih gadis itu sudah terlihat normal dari sebelumnya. Dia jauh lebih tenang. Hanya saja tetap berbeda dari Raniya yang dia kenal dulu. Raniya kini begitu terluka dan keras.

Raniya turun dengan perasaan bersalah di hatinya. "Assalamu'alaikum, Ayah..." Ucapnya membuat Azis terpelongo.

"Wa-wa'alaikumussalam warahmatullah..." Sahut Aziz gugup. "Raniya?"

"Iya, Ayah... Ini Raniya... Kenapa Ayah melihat Raniya seperti itu?" Tanya Raniya ikut bingung melihat raut ayahnya ketika menyambut dirinya.

Perasaan cemas di hati Azis tadi hilang, kini berganti heran. Raniyanya kembali, tetapi berbeda dengan Raniyanya yang tadi siang pergi.

"Kamu baik-baik saja kan, Sayang?" Tanya Azis lagi masih tak percaya dengan pandangannya saat itu.

"Raniya baik-baik saja kok, Yah... Memangnya kenapa? Kok Ayah nanya begitu?"

"Tidak, Nak. Ayah hanya senang karena kamu kembali dalam keadaan selamat." Jawab Azis begitu bersemangat melihat kecerahan di wajah putri semata wayangnya.

"Assalamu'alaikum..." Taufiq menghampiri mereka.

"Wa'alaikumussalam..."

"Oh ya, Yah... Ini teman Raniya waktu SMA dulu. Dia yang udah nyelamatin Raniya tadi sore..." Ujar Raniya memperkenalkan Taufiq kepada Ayahnya.

"Owh... Makasih ya, Nak...?"

"Taufiq, Om..." Sahut Taufiq cepat.

"Taufiq?" Azis ternganga.

*****

"Ayah..." Raniya remaja masa itu. Dia dan Ayahnya tengah menikmati cemilan kaleng di depan televisi.

"Hmm..." Sahut ayahnya ringan.

"Raniya boleh jatuh cinta?" Tanyanya sedikit takut-takut.

"Jatuh cinta?" Azis berlagak terkejut mendengar pertanyaan anak gadisnya. Dia merasa maklum, palingan juga cinta monyet. "Kamu jatuh cinta sama siapa, Sayang?"

"Sama teman sekelasnya Raniya, Yah. Dia tidak hanya idola di sekolah karena ketampanannya. Tapi dia juga baik banget, Yah."

"Kamu yakin jatuh cinta?" Goda Azis mencoba membuat Raniya ragu.

"Yakin, Yah..." Sahut Raniya cepat tanpa keraguan.

"Siapa namanya?"

"Taufiq, Yah. Taufiq Haytham..." Sahut Raniya riang.

"Ya sudah... Kamu boleh jatuh cinta, asal kamu ingat batasannya dan juga bisa jaga diri." Ujar Azis memberi izin.

"Yeeey... Terima kasih, Ayah..." Ucap Raniya sembari mengecup pipi ayahnya.

.

.

.

.

.

1
Andaru Obix Farfum
terus g nikah Kantor ya.
Ran Aulia
😫😫😫😫 mewek lagi
Ran Aulia
😫😫😫😫😫😫
Ran Aulia
keren kak, ceritanya berhasil bikin gemes , penasaran , mewek , senyum2 mewek lagi

terimakasih ya kak 😍😍😍😍😍
Ratna Dewita Sari: terima kasih Kak /Smile/
total 1 replies
Bzaa
satu vote terkirim buat gift nya debay ya tor 😘
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Rahma Lia
Luar biasa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗🥰
total 1 replies
Bzaa
coba sing jujur satu sama lainny, bias gak ada miiskom
Bzaa
Luar biasa
Bzaa
hadirrrrr aku tor....
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Ria Dardiri
klo di dunia nyata biasanya disebut " Iya Ndan,,,Siap komandan"😉😉
Ria Dardiri
sukaaaa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
sri mindaryati
jadi gregeten sm taufik,kno ga jujur aja siihhh
Selvy Anton
Luar biasa
aima
knp hampir setiap bab mengandung bawang berlebihan ya thor 🤧🤧🤧😭😭😭 mana baca ny di tempat kerja lagi
Ratna Dewita Sari: hehe
maaf ya kk 😁
total 1 replies
umi qomari
bagus
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Hr sasuwe
menarik ceritanya sukaa
Herlina Lina
,tdk ad nikah Dinasx thor
Nadia
Raniya dokter kok BG mestinya kasih tau ke orang masa iya gak ada curiga2 nya
Nadia
Thor bukannya kalau mau nikah anggota polisi harus ada laporan ke kantor dan calon istri di briefing dulu untuk menjadi istri Anggow polisi,,masak Raniya gak,,kalau iya masak gak tahu status Taufiq yg belum pernah menikah??????
Ratna Dewita Sari: hehe
iya, kk
maaf, kurang riset kemarin kk
total 1 replies
Yati Nurjati
karya ini baik aku senang membacanya.
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!