Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapatkan Tambahan Kekuatan
“Kakak, kenapa mereka belum juga mengirim kabar ke kita?” tanya Xuan Zifeng.
Xuan Mingyu menghitung waktu, dan seharusnya pembunuh bayaran yang dikirim untuk membunuh Xuan Hao sudah kembali.
“Dari perhitungan waktu yang aku lakukan, seharusnya mereka saat ini sudah kembali,” ucap Xuan Mingyu.
“Apa mungkin mereka gagal?” ujar Xuan Zifeng.
Cepat Xuan Mingyu menggelengkan kepalanya. “Tidak mungkin mereka kalah!” ucapnya.
Meski mengucapkan tidak mungkin, tapi dalam hatinya Xuan Mingyu justru merasa was-was, khawatir kalau rencananya kembali gagal.
Kali ini ia telah menggunakan seluruh tabungannya untuk menyewa salah satu kelompok pembunuh terbaik yang ada di Kota Kekaisaran.
Jika masih gagal, tentu itu adalah sebuah kerugian besar.
Disaat masih belum ada kejelasan dari kelompok pembunuh bayaran yang pergi untuk mengakhiri hidup Xuan Hao.
Xuan Mingyu dan Xuan Zifeng justru bertemu dengan rombongan Pangeran Kekaisaran, yaitu Pangeran Kedua Xuan Zeyan, teman baik mereka berdua.
“Kalian, apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Pangeran Xuan Zeyan.
“Saudara, kami sedang menunggu rekan yang masih ada urusan,” jawab Xuan Mingyu.
“Rekan?” Tiba-tiba Pangeran Xuan Zeyan tersenyum miring, “sepertinya aku tau siapa rekan yang kalian maksud,” ucapnya.
Xuan Mingyu dan Xuan Zifeng tidak terkejut. Mereka justru tersenyum kecil begitu mendengar ucapan Pangeran Xuan Zeyan.
“Berapa orang yang kalian kirim untuk mengakhiri hidupnya?” tanya Pangeran Xuan Zeyan.
“Lebih dari sepuluh orang, dan seharusnya sebentar lagi mereka kembali dengan membawa kabar baik,” jawab Xuan Zifeng percaya diri.
Pangeran Xuan Zeyan mengangguk, lalu ia begitu saja pergi, tak ingin terlibat lebih jauh dengan urusan kedua putra Pamannya.
‘Biarkan mereka menyelesaikan urusannya sendiri!’ batinnya yang cepat pergi menjauh bersama pasukan pribadinya yang berjumlah sepuluh orang.
Setiap kelompok memang terdiri dari seorang pemimpin dan sepuluh anggota. Jadi tak ada kelompok yang jumlah anggotanya lebih banyak dari kelompok lain, tapi yang lebih sedikit justru ada.
----
Tak seberapa jauh dari lokasi Pangeran Xuan Zeyan. Kelompok yang dipimpin Xuan Hao sedang mencari tempat istirahat yang aman, dan bisa melindungi mereka jika sewaktu-waktu turun hujan.
[Ding!]
[Tuan, terus bergerak ke depan maka akan terlihat gua yang bagian depannya tertutup dinding bebatuan alami, tapi sebuah celah yang tertutup sulur tanaman bisa membawa Tuan ke tempat dimana gua itu berada.]
‘Ternyata ada juga tempat seperti itu.’
Terus bergerak maju, Xuan Hao berhasil menemukan keberadaan dinding yang terbuat dari bebatuan alami, dan setelah berkeliling, ia akhirnya menemukan lorong masuk ke sisi dalam yang terlindungi dinding bebatuan alami.
Di bagian dalam tempat itu sangat luas, cukup untuk dijadikan tempat tinggal sementara, bahkan tersedia rumput segar sebagai makanan kuda tunggangan.
Dari arah dalam gua, Xuan Hao mendengar suara air menetes, bukti jika di dalam gue terdapat air untuk diminum.
“Pangeran, meski tempat ini tampak aman, kami akan melakukan penjagaan di lorong masuk tempat ini! Kami akan berjaga secara bergantian, setiap waktu akan ada dua penjaga berjaga di lorong masuk!” ucap Wei Yan.
Xuan Hao menganggukkan kepala setuju dengan apa yang ingin dilakukan anggota kelompoknya.
“Perbekalan sampai esok hari masih aman, dan untuk air kita bisa mengisinya kembali dengan air di dalam gua!” ucap Xuan Hao yang telah memastikan sumber mata air di dalam gua aman dikonsumsi secara langsung.
Saat ini hari sudah hampir berganti malam, dan begitu malam datang, Xuan Hao dan anggota kelompoknya menikmati makan dengan tenang, dimana makanan yang mereka makan dipersiapkan dengan sangat baik oleh Mei Yun dan yang lainnya.
Itu bukan makanan biasa, melainkan makanan yang tidak cepat membusuk, bisa dimakan paling lama satu minggu setelah dikeluarkan dari tungku.
Begitu perut kenyang, Xuan Hao menyuruh yang sedang tidak berjaga untuk istirahat, sementara dia sendiri yang sama sekali tidak merasa lelah, ia memutuskan melihat keadaan sekitar dari atas bebatuan.
Tinggi bebatuan yang mengelilingi gua cukup tinggi, membuat Xuan Hao jelas melihat keadaan di sekitar, dimana malam ini bulan purnama sedang bersinar terang.
Dengan pakaian serba hitam, Xuan Hao terus memantau keadaan sekeliling, sampai akhirnya kedua matanya tertuju pada pergerakan kelompok serigala yang jalan mendekat, tapi sepertinya mereka tidak menuju gua tempatnya berada.
“Mereka Serigala Bulan yang terkenal kuat, gesit, serta ukuran yang bisa empat kali lebih besar dari Serigala biasa,” gumam Xuan Hao, dan seketika pandangannya tertuju pada sosok Serigala Bulan paling besar yang diyakininya sebagai pemimpin kelompok.
“Dalam sebuah buku dikisahkan jika siapapun manusia yang bisa mengalahkan pemimpin kelompok Serigala Bulan, maka ia akan diakui sebagai pemimpin beru mereka.”
Mengingat isi dari sebuah buku yang pernah ia baca, Xuan Hao tiba-tiba menunjukkan tatapan penuh minat ke arah pemimpin kelompok Serigala Bulan, dan sesaat kemudian sosoknya menghilang, berubah menjadi bayangan yang bergerak cepat ke arah pemimpin kelompok Serigala Bulan.
Baru juga Xuan Hao ingin memukul pemimpin kelompok Serigala Bulan, tiba-tiba saja sosok tinggi besar itu jatuh berlutut di hadapannya, diikuti oleh dua puluhan Serigala Bulan yang merupakan pengikutnya.
“Kamu memilih menyerah?” tanya Xuan Hao.
Seolah mengerti ucapan manusia, pemimpin kelompok Serigala Bula menganggukkan kepalanya.
Pemimpin kelompok Serigala Bulan bisa merasakan bahaya yang tak terukur dari sosok manusia dihadapannya.
Daripada mati dan justru membuat pengikutnya tercerai-berai. Pemimpin kelompok Serigala Bulan memilih menyerah, dan lagi ia merasa menyerah bukan sebuah keputusan yang salah.
Semua itu ia rasakan saat melihat sorot mata Xuan Hao yang sama sekali tidak ada niatan jahat terselubung, dan sorot mata itu juga menegaskan sebuah kekuatan yang mampu memusnahkan segala yang ada di Dunia.
“Sekarang kalian resmi menjadi bagian dari kelompokku, dan mulai besok kalian akan ikut berburu denganku! Untuk malam ini aku akan memberikan beberapa ekor rusa pada kalian, anggap saja itu sebagai tanda perkenalan kita!” ucap Xuan Hao, dan cepat ia memberikan lima ekor rusa pada kelompok Serigala Bulan.
Lima rusa bertubuh besar cukup untuk membuat satu kelompok itu kenyang, dan begitu tiba waktu pagi, seluruh anggota kelompok Xuan Hao dikejutkan dengan keberadaan sepuluh Serigala Bulan yang dipimpin sosok Serigala Bulan dengan ukuran tubuh sangat besar.
Sebenarnya jumlah mereka lebih banyak dari apa yang terlihat, tapi yang lainnya saat ini sudah berpindah ke bagian dalam gua, menjaga tempat itu yang di masa depan bisa saja dijadikan sebagai sarang bagi kelompok mereka.
“Pangeran, apa tidak apa-apa membawa serta mereka berburu bersama kita?” tanya Gu Shan.
“Percaya padaku, mereka akan memberi banyak bantuan kepada kita!” ucap Xuan Hao, dan segera ia memulai acara berburu di hari terakhir ini, dimana sebelum hari beranjak sore ia berencana kembali ke tempat perkemahan sembari membawa binatang hasil berburu.