NovelToon NovelToon
Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.8
Nama Author: INNA PUTU

Ponsel siapa ini " ucap Rani pada dirinya sendiri ketika mendapati sebuah ponsel hitam sedang tergeletak di sudut lemari milik suaminya .

Karena penasaran gadis berambut panjang itupun mengambil ponsel tersebut dari tempatnya dan bermaksud menanyakannya nanti kepada suaminya yang masih berada di dalam kamar mandi saat ini .

tlinggg

Ponsel hitam tersebut terlihat menyala ketika sebuah pesan masuk kedalam ponsel tersebut .

Deg!!

Jantung Rani pun seakan berhenti di tempat tatkala kedua mata indahnya tak sengaja melihat foto wallpaper yang sedang digunakan pada layar ponsel asing tersebut .

Detik itu juga kepercayaan yang selama ini terbenam kuat untuk sang suami tercinta langsung hilang seketika , tatkala wanita cantik itu melihat sebuah gambar yang menampilkan sosok suaminya dengan seorang wanita cantik berjilbab dengan gaya yang sangat mesra .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

" Lebih baik aku taruh disini saja , nanti Bara pasti akan melihatnya " gumam Mira yang saat ini sedang terlihat ingin meletakkan amplop yang isinya mengenai surat perceraian Bara dan juga Rani di atas meja makan miliknya

" Mama mau pergi ? " tanya Bara tiba - tiba yang saat ini sedang terlihat berjalan menuruni tangga dan bergegas menghampiri meja makan guna sarapan pagi

" Iya Bar...nich surat cerai kamu sama Rani udah datang. Nanti ingat di tanda tangani ya " ucap Mira yang membuat Bara jadi terlihat tersedak dan langsung menyemburkan kopi yang saat ini sedang di sesapnya

Byurrr !!

" Bara..!! Kamu apa - apaan sih. Mama kan jadi basah , mana mama udah dandan berjam - jam tadi di dalam kamar. Bukannya di kasi uang malah disembur kopi pagi - pagi " pekik Mira kesal sembari berusaha membersihkan bekas kopi diwajahnya yang sebelumnya di sembur oleh Bara

" Ma..maaf ma..Bara tak sengaja " ucap pria itu sembari bergegas mengambil amplop coklat yang saat ini berada dekat dengan dirinya

Dengan tangan yang tampak terlihat sedikit gemetar Bara membuka isi amplop itu lalu membacanya , sehingga membuat Mira jadi mengernyit heran tatkala melihat ekspresi wajah putranya yang berubah seketika

" Kenapa Bar , apa wanita mandul itu meminta harta gono gini ? " tanya Mira mencoba mengintip isi dari surat perceraian yang saat ini sedang dipegang oleh Bara

Bara tampak memijat sedikit kepalanya yang saat ini terasa pening di dalam sana

Bukannya menghibur , ibu kandungnya itu malah merecokinya dengan pertanyaan yang bukan - bukan

Jangankan harta gono gini , pakaian serta barang - barang yang Bara telah belikan kepada Rani tak ada satupun yang dibawa pergi oleh istrinya itu

" Tidak ma..Rani tidak meminta apapun kepada Bara " jawab Bara dengan wajah lesu tertekuk , sudah seperti karpet lusuh yang tak pernah tercuci

Mendengar hal tersebut sontak saja membuat hati Mira merasa senang di dalam sana , hal itu berarti harta kekayaan milik Bara menjadi aman dan tak akan terkuras untuk ia bagi kepada Rani - wanita miskin itu

" Baguslah kalau begitu , mending kamu cepat tandatangani sekarang Bar surat itu. Sebelum si Rani jadi berubah pikiran gak mau cerai dari kamu " ucap Mira kembali yang membuat Bara jadi berdecak di dalam hati

"Memang hal itu yang aku mau ma , aku ingin kembali kepada Rani " batin Bara berucap namun tak berani mengungkapkannya kepada Mira

Tentu saja hal itu ia lakukan agar tak membuat ibu kandungnya itu jadi murka dan menceramahinya lagi

Bagaimana pun Mira masih belum bisa menerima kehadiran Rani untuk menjadi bagian dari keluarga yang mereka miliki , dan itu hanya karena strata mereka yang berbeda

Padahal jika ibunya tak terlalu memandang status , Rani merupakan calon mantu idaman semua mertua dan para suami di dunia ini

Udah cantik , baik , rajin , pintar masak , pintar mengurus rumah , serta kebutuhan di atas ranjang pun Rani merupakan istri yang top markotop buat Bara selama ini

Tapi ya itu...memang Rani belum di beri kepercayaan oleh Tuhan saja untuk memiliki buah hati saat ini di dalam rahimnya , yang membuat Mira jadi makin membenci sosok istri pertamanya tersebut

Lagipula Bara juga sadar bahwa dirinya seorang pria yang tamak , yang sudah diberi istri yang sempurna malah mencari kehangatan pada wanita lain. Yang tak lain adalah Sinta - istri sirinya

" Yeh ni anak suruh tanda tangan malah bengong kayak keledai kurang makan. Ayo tanda tangan tunggu apa lagi " suruh Mira yang membuat Bara jadi menghela nafas berat mendengarnya

Bukannya menandatangani surat perceraian yang saat ini sedang tergeletak manja di hadapannya , Bara malah terlihat hanya mendiamkannya saja dan melanjutkan akivitas sarapan paginya kembali dengan sangat santainya

Dan hal itu tentu saja membuat Mira yang saat ini sedang duduk disamping Bara guna sarapan pagi juga , jadi langsung mendelik dan melihat ke arah Bara dengan tatapan tak suka

" Kenapa tak ditandangani ? " ucap Mira dingin

" Nanti saja di kantor ma..."

" Kamu gak berniat rujuk kembali kan bersama Rani ? " mata Mira tampak menelisik ke arah raut wajah Bara saat ini , yang membuat pria itu jadi gugup dan salah tingkah seketika

" Aku...."

" Dengarkan Mama Bara , saat ini kamu sudah punya Sinta sebagai istrimu. Dan jangan lupakan Tania yang sudah menjadi pelengkap rumah tanggamu bersama istrimu itu. Jadi mama harap kamu cepat tinggalkan Rani dan lupakan wanita mandul itu "

" Tapi Bara masih cinta dengan Rani ma...lagian disini Bara yang salah bukan istri Bara " sahut Bara mengungkapkan isi hatinya di depan Mira

" Stop Bara..berhentilah bersikap bodoh seperti ini . Lagian mama yakin perasaan yang kamu miliki kepada Rani bukanlah cinta , melainkan obsesi karena kamu merasa kasian kepada wanita yatim piatu itu " balas Mira dengan raut wajah sinis diakhir

Pokoknya ia tak mau tahu , Bara - putranya harus berpisah dengan Rani. Dan menjadikan Sinta sebagai menantu satu - satunya di keluarga besar yang ia miliki bersama Bara

Bara yang memang diawal sudah merasa kesal dan ambrul adul karena tak dilayani oleh Sinta , saat ini malah bertambah menjadi kacau setelah mendengar ocehan tak berfaedah dari ibu kandungnya - Mira

" Kau mau kemana Bar ? " tanya Mira tatkala melihat putra kandungnya itu sudah beranjak dari atas tempat duduk miliknya

" Bara mau berangkat kerja ma..hari ini ada meeting penting "jawab Bara sembari mengambil amplop coklat yang tergeletak manja di atas meja

" Tunggu...mama mau minta uang donk , Bar " ucap Mira yang membuat pergerakan Bara untuk beranjak jadi berhenti seketika

" Uang...bukankah kemarin Bara baru aja kirimin uang 100 juta kerekening mama " ujar Bara dengan kening yang terlihat berkerut

Seratus juta dalam sehari , memangnya uang sebanyak itu dipakai beli apa oleh Mira ? Pesawat jet....?? Tanya Bara dalam hati

Sedangkan di depan sana Mira tampak jadi berubah gugup dalam sekejap dan memutar otak untuk mencari alasan mengenai uang yang telah ia berikan kepada Brian untuk membeli mobil

" Mama investasikan uang itu keteman mama , Bar....kan lumayan untungnya buat nambahin harta kekayaan kita " ucap Mira bohong yang diangguki ragu oleh Bara

" Ya sudah dech ma...nanti Bara kirimin lagi ke rekening mama. Tapi Bara gak bisa kirim sebanyak kemarin karena keadaan perusahaan kita yang saat ini sedang dalam keadaan sedikit kacau di dalam sana " sahut Bara pasrah , bagaimana pun Bara merupakan anak berbakti dan sangat menyanyangi Mira - ibu kandungnya

Apalagi Bara tahu bahwa Mira merupakan wanita yang telah melahirkan serta merawatnya seorang diri tanpa sosok pendamping seorang ayah yang membuatnya jadi sampai sebesar dan sesukses sekarang ini , sehingga membuat Bara jadi merasa memiliki hutang budi kepada ibu kandungnya tersebut

...****************...

Jangan lupa tinggalkan jejak guys

Vote

Like

Koment

Agar author bisa lebih semangat lagi dalam menulisnya

1
Pustanty
Rani njijiki...!
Lina aja
hadeuh pelakor ga tau diri banget y
Khairul Azam
kura penulis ini aneh
Lina aja
hadeuh
Fain Diendysa
berhelling maksudnya berneraka????
SHLDC’s Company
Luar biasa
Fain Diendysa
mood booster kaliiii
Lina aja
laki"emang egois
Dedeh Dian
bagus banget alur ceritanya.... makasih author
Septi Ramadhania
novelnya cukup bagus, makasih
Titik Novrianti
kurang greget. datar tanpa emosi ceritanya menurutku.
Syamsiar Samude
syukurlah Sinta bs merasakan apa yg dirasakan Rani dulu yg malah mngataix yg bukan2 pdhal dirixlah yg bgtu
Syamsiar Samude
author kebykan typox maaf ya Krn fakta smg bersifat mbangun nama2 pemeran sering salah dr Mira ke Mirna BI dian jd Ratih n ibux Reno di Erika n lainx tp tetep semangat ya sehat sukses selalu 🤲
Syamsiar Samude
keknya Rani hamil deh dgn tanda2 yg ada sm Reno smg di karuniai anak kembar 3😂😂😂
Syamsiar Samude
siap2 shanum di labrak sama madux Sinta ternyata berlaku jg hukum karma
Syamsiar Samude
bara tdk mncintai Rani cuma terobsesi dgn tubuhx & sikapx yg lemah lembut n penurut klw tulus tdk mngkin mw berkhianat selingkuh bgtu trhdp Sinta hax obsesi n nafsu birahi n sesaat
Syamsiar Samude
mulutx Mira ember pdhal kelakuan x yg sindir tnpa sadar mengatai Rani yg bukan2 kapan ya Thor si Mira ini ketahuan kelakuan busukx sm bara & org lain agar dia tdk selamax sll mrsa baik
Syamsiar Samude
siap2 sjlah si Celin apalg Margaretha pecat tdk terhormat krn semena-mena sama Rani
Syamsiar Samude
wah Reno ada saingan berat fansx Rani artis tp cassanova alias pandai merayu
Syamsiar Samude
Rani n Reno nma panggilan yg sepadan ntah gimana tanggapan Rani jika tiba-tiba saja Reno mngungkap perasaanx apalg lgsung melamarx krn tdk mw pacaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!