NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:309
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 15

Malam itu Ana terpaksa bermalam di apartemen Hansen, mereka tidur terpisah dan itu permintaan Ana. Sejak mereka menjalin hubungan Ana belum mengijinkan Hansen menyentuh nya. Hingga hari ini ia tahu kebenaran yang di sembunyikan oleh Hansen. Sehingga ia semakin tidak ingin di sentuh oleh nya.

Mereka tidur di satu kamar hanya saja terpisah tempat. Ana tidur di ranjang sedangkan Hansen tidur di sofa.

Ana tidak bisa tenang ia takut Hansen akan membunuh nya ketika ia tertidur. Ia hanya bisa berpura-pura tidur agar Hansen melihat nya.

Ketika tengah malam Ana diam-diam terbangun, ia melihat Hansen terlelap dalam tidur nya. Ana beranjak pelan dari ranjang melangkah dengan hati-hati ke pintu.

Hansen saat itu ternyata diam-diam sengaja memancing Ana untuk menunjukan sikap nya. Ia beranjak dari tidur nya mendekat pada ana tanpa suara.

Saat Ana ingin membuka pintu yang sudah terbuka sedikit. Hansen mendorong nya kembali menutup. Sampai Ana tersentak kaget. Ia tertegun ketika tangan Hansen melingkar di perut nya.

"ini sudah malam, kamu mau kemana!" Bisik nya mencium kasar leher Ana.

Ana berbalik dengan cepat menjauh dari Hansen "A..aku.. mau minum!" Balas nya alasan.

Hansen menarik pinggul ana dalam pelukan nya "Bohong!"

Ana tertegun pucat ia bahkan tidak Berani menatap mata Hansen. "Ka..kamu bicara apa,"

Hansen menyeka rambut Ana yang sedikit menutupi wajah nya "Kamu sudah tau siapa aku, kan!" Ucap nya, menekan.

Deg. Jantung ana seketika tertahan. Ternyata sejak tadi Hansen sebenar nya sudah tahu semua. Namun ia sengaja mempermainkan nya lagi.

Tubuh Ana merosot ke bawah karena terlalu takut.

Ia meringkuk memeluk lutut " Kenapa kamu menipu ku?" Lirih nya.

Hansen terdiam memalingkan wajah nya dari Ana. "Bangun, di sana dingin!" Ucap nya datar namun perduli.

Ana tersenyum pahit "Tidak perlu bersandiwara lagi, aku sudah mengetahui semua nya!"

Hansen menggendong paksa Ana kembali ke ranjang.

Ana memberontak marah, ia beranjak dari ranjang saat Hansen menurunkan nya di sana, lalu menampar wajah Hansen sekuat tenaga.

Hansen bisa merasakan panas nya bekas tamparan Ana. Seketika ia langsung mencekik kuat leher Ana, karena terbawa emosi.

Hansen tersadar ketika melihat Ana kesulitan bernafas akibat cekikan nya yang sangat kuat. Ia melepaskan tangan nya dari leher Ana.

Ana terjatuh lemas dengan nafas tersengal. 'dia benar-benar gila,' batin nya takut. Melihat kekejaman Hansen yang hampir membuat nya mati.

Hansen tertegun sadar ketika ia hampir saja membuat Ana benar-benar mati di tangan nya.

Expresi nya tidak tega saat melihat Ana kesakitan, ia hendak membantu Ana namun tiba-tiba.

Suara dering telepon memecah suasana. Hansen membatalkan niat nya lalu mengambil ponsel nya, panggilan masuk dari Ares terlihat di sana , ia keluar dari kamar untuk menerima panggilan, lalu mengunci Ana dari luar.

Ana hanya bisa meringkuk pasrah dengan nasib nya sekrang..

Di sela percakapan nya dengan Ares ia tertegun diam, "Ares, Kamu yakin informasi itu asli!" Tanya nya, tegang menunggu jawaban.

Dari seberang telepon Ares menjelaskan semua detail informasi yang baru saja ia dapat.

Expresi Hansen perlahan kembali tenang ," pastikan semua itu benar, aku tunggu secepatnya!"

"Baik, bos!" Ares, mengakhiri panggilan nya, lalu mengirim pesan pada orang misterius yang tiba-tiba mengirimi nya sebuah informasi saat tengah malam ketika ia sedang tertidur pulas.

Informasi itu berisi tentang 3 tahun lalu.

Hansen segera kembali ke kamar setelah menutup telpon, saat membuka pintu, kamar menjadi gelap gulita, "Ana!" Panggil nya, berjalan pelan menuju saklar lampu, di saat bersamaan ketika ia menekan saklar, sebuah vas bunga menghantam kepala nya.

Ana memukul nya dengan ragu, sehingga tidak membuat Hansen tumbang.

Hansen tertegun mantap Ana, darah kental mengalir di pelipis nya..

Ana segera melarikan diri saat melihat Hansen teralihkan , namun pergelangan tangan nya di tahan oleh Hansen.

Ana tidak menyerah begitu saja. Ia menggigit tangan Hansen sampai berdarah karena genggaman nya tidak mau lepas.

"ANA!" bentak hansen, sampai membuat ana tersentak kaget, melepaskan gigitan nya.

Tapi ia masih tidak mau menyerah ia berusaha untuk menggigit lagi, namun karna kondisi Hansen yang terluka dan sulit mengatasi Ana. Ia langsung memukul tengkuk Ana sampai membuat nya pingsan.

Hansen menangkap tubuh ana, lalu membawa nya ke atas ranjang.

Darah di kepala nya tidak mau berhenti kesadaran nya mulai kabur, ia segera menghubungi Ares.

Hansen terjatuh di samping tubuh Ana. Kesadaran nya hilang..

.

.

.

.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!