seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAHLAWAN TANPA NAMA
Pilar cahaya hitam yang menandai ledakan kematian Astaroth membumbung tinggi hingga menembus stratosfer, menyapu bersih sisa-sisa awan merah darah di atas Gurun Kematian. Begitu cahaya itu memudar, langit berangsur-angsur kembali menampilkan warna aslinya—biru gelap menjelang fajar, dihiasi bintang-bintang yang tampak lebih terang dari sebelumnya. Retakan dimensi di atas mereka telah lenyap tanpa bekas, menutup akses bagi ras iblis untuk menginjakkan kaki di Bumi.
Rentetan notifikasi Sistem meledak dengan warna emas berkilauan di pandangan Andre, Bastian, dan Marvin. Bunyi mekanisnya kali ini tidak terasa datar, melainkan terdengar seperti paduan suara surgawi yang merayakan sebuah keajaiban yang melampaui batas kalkulasi algoritma semesta.
[PENCAPAIAN MUSTAHIL TERBUKA!]
[Entitas 'Astaroth', Raja Iblis Pilar Kedelapan, Berhasil Dieksekusi!]
[Bencana Skala 1 Telah Dinetralisir.]
[Mengkalkulasi Pengalaman Pembunuhan Tingkat Kosmik...]
[Bonus Party EXP +30% diterapkan. Batas Level Ekstrem Terlampaui.]
Lautan energi murni berwarna emas pekat turun dari langit, memandikan ketiga anggota Rishing Guild. Bagi Bastian dan Marvin, rasanya seperti tubuh mereka dihancurkan hingga ke tingkat sel, lalu dibangun kembali menggunakan materi yang terbuat dari debu bintang. Tulang mereka mengeras melampaui baja, saraf mereka berdenyut membawa aliran mana yang tak terhingga.
Pilar emas pada Bastian dan Marvin berkedip puluhan kali berturut-turut tanpa jeda.
[Level Anggota Party 'Marvin' menembus Batas Kelas! Mencapai Lv. 68 (Third Job Elite)!]
[Level Anggota Party 'Bastian' menembus Batas Kelas! Mencapai Lv. 75 (Third Job Senior)!]
Marvin jatuh berlutut, napasnya terengah-engah. Darah yang sebelumnya mengalir dari hidung dan telinganya telah menguap, digantikan oleh aura suci yang membuat pasir hitam di sekitarnya berubah menjadi kristal zamrud murni. Dalam waktu kurang dari seminggu, remaja yang awalnya hanya kuli panggul Level 1 itu kini telah berdiri sejajar dengan para petinggi Asosiasi, menjadi salah satu penyembuh dan penyebar wabah terkuat di planet ini.
Bastian tidak jatuh. Ia berdiri tegak, memandang kedua tangannya dengan tatapan tak percaya. Perisainya yang sempat penyok akibat serangan Astaroth kini kembali utuh, menyerap radiasi kosmik dan berevolusi secara otomatis menjadi artefak tingkat Legendary pertamanya. Sang Tuan Muda Valerius kini bukan sekadar ahli waris perusahaan; ia adalah benteng hidup yang bisa menahan hantaman kiamat.
Namun, fokus terpusat pada Andre.
Sang Kaisar Kilat berdiri diam di tengah kawah yang tercipta dari kematian Astaroth. Nocturne di tangannya masih bergetar pelan, seolah sedang mencerna esensi jiwa dari Pilar Kedelapan. Notifikasi yang melayang di depan mata Andre tidak berkedip secepat milik Bastian dan Marvin. Sistem sepertinya kesulitan memproses bagaimana entitas Level 61 bisa menumbangkan dewa yang melampaui Level 150.
[Mengkalkulasi Anomali... Bypass Pembatasan Level Diterapkan.]
[Level Anda meningkat!]
[Level Anda meningkat!]
[Level Anda meningkat!]
...
[Level Saat Ini: 91 (Batas Fourth Job Ditembus. Selamat Datang di Ambang Keilahian)]
[Anda adalah individu pertama dalam generasi ini yang menyentuh ranah Keilahian.]
Andre menghela napas panjang, membiarkan kabut putih keluar dari bibirnya. Udara gurun yang dingin menyapu wajahnya. Tubuhnya terasa seringan bulu, namun mananya begitu padat hingga membuat ruang di sekitarnya sedikit terdistorsi.
Level 91. Fourth Job. Di kehidupan sebelumnya, butuh waktu empat puluh tahun pertempuran darah untuk mencapai level ini. Kini, ia merangkak kembali ke puncak rantai makanan hanya dalam hitungan bulan. Meskipun belum kembali ke status kekuatan aslinya yang berada di angka 200+, di era modern ini—di mana pahlawan terkuat hanya mentok di level 90-an—ia sudah lebih dari cukup untuk berjalan sebagai dewa yang tak tersentuh.
Dan yang lebih penting... dengan tercapainya Fourth Job, sebuah segel kuno di sudut terdalam jiwanya mulai retak.
[Syarat Terpenuhi: Fourth Job.]
[Segel Jiwa 'Mahkota Kaisar' terlepas. Item Legendaris Masa Lalu Anda mulai merespons.]
Andre merasakan dadanya berdegup kencang, sebuah sensasi rindu yang sangat mendalam menyapu hatinya. Namun ia segera menekan notifikasi itu. Sekarang bukan waktunya untuk membangkitkan masa lalu. Medan perang ini harus segera ditinggalkan.
"Kalian masih bernapas?" Andre memutar badannya, menyarungkan Nocturne. Suaranya terdengar sangat tenang, sangat kontras dengan pembantaian kosmik yang baru saja terjadi.
Bastian membatalkan perisainya dan tertawa terbahak-bahak, suara tawanya memecah kesunyian padang pasir. "Bernapas? Aku merasa bisa bergulat dengan naga tanpa menggunakan perisai! Kita membunuh Raja Iblis, Andre! Kita baru saja menyelamatkan dunia!"
"Jangan besar kepala," balas Andre, berjalan mendekati adiknya. Ia mengulurkan tangan pada Marvin, menarik remaja itu berdiri. "Astaroth adalah yang terlemah dari sepuluh pilar, dan dia belum sepenuhnya menyeberang ke dimensi ini. Jika kita menghadapinya di dalam istananya di planet neraka, Nocturne mungkin hanya bisa menggores kulitnya."
Marvin mengangguk, masih merasa linglung dengan energi masif yang kini mengalir di pembuluhnya. Ia menatap lautan mayat iblis yang terhampar hingga ke cakrawala, lalu menatap kakaknya. "Kakak... apa Asosiasi tahu kita yang melakukan ini? Apa seluruh dunia akan tahu?"
Pertanyaan Marvin menghentikan langkah Bastian yang sedang memungut batu mana dari tanah. Sang Tanker menatap Andre dengan raut wajah serius. "Marvin benar. Ketika Marcus menyadari bahwa krisis Skala 1 telah menghilang, mereka akan melacak sinyal energi ini. Jika dunia tahu ada faksi beranggotakan tiga orang yang bisa menumbangkan pilar iblis, kita tidak akan pernah hidup tenang. Politik akan mencoba menjadikan kita boneka, atau Asosiasi benua lain akan mengirim pembunuh karena takut kita menjadi ancaman global."
Andre menatap langit yang mulai terang. Ia tahu betul konsekuensi dari publisitas berlebihan. Di kehidupan lalunya, ketenarannya sebagai Kaisar Kilat adalah pisau bermata dua yang akhirnya memicu aliansi mematikan dari tiga ras untuk membunuhnya. Ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Rishing Guild butuh ketakutan, bukan pemujaan.
"Dunia tidak perlu tahu siapa yang membunuh Astaroth," ucap Andre tegas. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah komunikator darurat tingkat tinggi yang diberikan oleh Marcus kepadanya sebelum mereka berangkat.
Andre menekan tombol perekam suara.
"Marcus," suara Andre mengalun dingin, memancarkan wibawa absolut. "Jangkar spasial di Gurun Kematian telah dihancurkan. Astaroth gagal menyeberang. Namun, Rishing Guild tidak ingin dicatat sebagai pahlawan dalam dokumen resmi Asosiasi. Umumkan kepada publik bahwa fenomena ini adalah kegagalan ritual ras iblis akibat anomali alam, atau kalian bisa berbohong dan mengatakan itu ulah serangan rudal militer kalian. Terserah."
Andre terdiam sejenak, membiarkan ancamannya meresap sebelum melanjutkan.
"Jika namaku atau nama Bastian dan Marvin sampai bocor ke publik atau faksi benua lain terkait insiden ini, aku akan datang ke kantormu dan menancapkan pedangku di mejamu. Ini bukan permintaan, ini perintah. Sebagai gantinya, hak kami atas Nightmare Dungeon tetap mutlak, dan faksi mana pun yang mengganggu kami di Sektor Pusat akan dianggap hilang dari peta."
Andre memutuskan komunikasi, lalu melempar alat kecil itu ke atas tumpukan pasir, dan menghancurkannya dengan ujung sepatunya.
"Pesan yang manis," komentar Bastian sambil menyeringai. Sang pewaris Valerius sangat menyukai cara Andre menyelesaikan masalah tanpa peduli pada tata krama diplomasi. "Marcus pasti sedang mengalami serangan jantung ganda di ruang komandonya sekarang."
"Biarkan dia pusing," Andre menghela napas, menatap kapal udara militer yang masih menunggu mereka dengan mesin menyala di atas bukit pasir. "Yang terpenting sekarang, Sektor Pusat berada dalam genggaman kita. Guild-guild raksasa itu akan meringkuk seperti anjing ketakutan, dan tidak ada yang berani menyentuh Marvin lagi."
Marvin tersenyum lebar, beban berat yang selama ini menekan dadanya lenyap seketika. Untuk pertama kalinya sejak kakaknya sadar dari koma berbulan-bulan lalu, remaja itu merasa mereka benar-benar aman.
Mereka bertiga berjalan mendaki bukit pasir menuju kapal udara, meninggalkan ribuan mayat iblis dan kawah sisa kematian Astaroth sebagai monumen tak bernama. Dunia mungkin akan memperdebatkan keajaiban yang menyelamatkan umat manusia hari itu, para ilmuwan akan menulis teori tentang anomali badai mana, dan para politisi akan mengklaimnya sebagai kemenangan militer.
Namun di dalam keheningan Sektor Pusat, Marcus dan para petinggi Asosiasi akan tahu persis monster macam apa yang mendiami kota mereka.
Saat pintu palka kapal tertutup dan kendaraan itu melesat kembali ke peradaban, Andre menatap pantulan dirinya di jendela kaca. Matanya tidak lagi menyiratkan keputusasaan seorang kuli panggul, bukan pula kemarahan dari kehidupan masa lalu. Matanya kini tenang.
Rishing Guild telah menyelesaikan ujian kelayakannya. Panggung dunia kini siap untuk langkah mereka selanjutnya, dan sang bayangan akan memastikan tidak ada satu entitas pun—baik manusia, malaikat, monster, maupun iblis—yang akan luput dari tebasannya jika mereka berani merusak kedamaian yang baru saja ia raih.